Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup.

Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, gawai, dan mobilitas tinggi kerap berjalan tanpa jeda, bahkan saat adzan terdengar jelas. Situasi ini memunculkan keprihatinan di kalangan ulama dan pemerhati keumatan.


Adzan sebagai Ukuran Disiplin Ibadah

Dalam ajaran Islam, adzan bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah panggilan langsung dari Allah SWT agar umat menghentikan sejenak urusan dunia dan menegakkan shalat. Al-Qur’an menegaskan, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (QS. An-Nisa: 103).

Baca juga: Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

Ulama menilai, ketika adzan diabaikan secara berulang, umat sedang membangun jarak dengan disiplin ibadah. Bukan karena ketidaktahuan, tetapi karena kebiasaan menunda. Penundaan inilah yang perlahan membentuk kelalaian.

Di banyak tempat, adzan tetap terdengar lantang, tetapi aktivitas tidak berhenti. Percakapan berlanjut, pekerjaan diteruskan, dan perhatian tetap tertuju pada layar. Bagi ulama, kondisi ini menunjukkan krisis adab terhadap panggilan ibadah.


Dampak Mengabaikan Adzan terhadap Keberkahan

Ulama menegaskan bahwa keberkahan hidup tidak selalu diukur dari kelimpahan materi. Keberkahan hadir dalam bentuk ketenangan, kemudahan urusan, dan kejernihan hati. Mengabaikan adzan dinilai berpotensi menggerus semua itu.

Rasulullah SAW bersabda, “Antara adzan dan iqamah terdapat doa yang tidak tertolak” (HR. Abu Dawud). Hadis ini menempatkan waktu setelah adzan sebagai momen strategis untuk berdoa dan bermunajat.

Ketika adzan tidak dihiraukan, umat bukan hanya kehilangan shalat tepat waktu, tetapi juga melewatkan waktu mustajab yang jarang disadari. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membentuk kehidupan yang minim jeda spiritual.

Hadis lain menyebutkan, “Imam adalah penjamin dan muadzin adalah orang yang dipercaya” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Ulama menafsirkan, menghormati muadzin berarti menghormati amanah ibadah yang Allah tetapkan bagi umat.


Langkah Kecil Memulihkan Kesadaran

Ulama mengingatkan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka. Kesadaran bahwa mengabaikan adzan adalah kekeliruan menjadi langkah awal pemulihan disiplin ibadah.

Baca juga: Rendang Terakhir di Kampong Glam Singapura

Perbaikan tidak harus dimulai dari langkah besar. Menjawab adzan, menghentikan aktivitas sejenak, lalu berdoa sebelum iqamah dinilai sebagai bentuk latihan adab yang sederhana namun konsisten.

Lingkungan juga berperan penting. Keluarga, tempat kerja, dan komunitas yang menghormati waktu shalat akan membantu individu menjaga ritme ibadah. Jika shalat pernah terlewat, qadha dianjurkan sebagai bentuk tanggung jawab spiritual.

Ulama menegaskan, menjaga adab terhadap adzan adalah pintu awal merawat disiplin ibadah. Dari situlah keberkahan hidup umat kembali dibangun, pelan namun pasti.

Mengabaikan adzan dinilai ulama melemahkan integritas diri dan keberkahan hidup. Menjawab adzan menjadi langkah awal perbaikan iman. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • editorial media

    Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Editorial media adalah sikap resmi pers untuk menjaga kontrol sosial dan kepentingan publik secara terbuka. Media Menyatakan Sikap, Mengapa Ini Penting albadarpost.com, EDITORIAL – Pertanyaan tentang boleh atau tidaknya media beropini kembali muncul di ruang publik. Ini bukan perdebatan baru, tetapi tetap relevan karena menyangkut cara pers menjalankan perannya di tengah demokrasi. Yang dipersoalkan bukan […]

  • hari sumpah pemuda 2025

    Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025, Pemuda Bergerak untuk Indonesia Bersatu

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025 di GBK jadi simbol semangat persatuan dan kolaborasi generasi muda Indonesia. albadarpost.com, LENSA — Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025 akan digelar Selasa malam, 28 Oktober 2025, di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, acara nasional itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan […]

  • batik sebagai karakter bangsa

    Menggali Makna Batik sebagai Karakter Bangsa dan Simbol Persatuan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Batik sebagai karakter bangsa mencerminkan identitas, persatuan, dan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga bersama. albadarpost.com, PELITA – Batik kembali menjadi sorotan publik menjelang peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober. Sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO sejak 2009, batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan simbol identitas, persatuan, sekaligus karakter bangsa Indonesia. Keberagaman […]

  • refund tiket KAI

    KAI Daop 9 Jember Beri Refund 100 Persen Tiket Akibat Banjir Semarang

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KAI Daop 9 Jember beri refund 100 persen tiket akibat banjir di jalur Semarang demi jaga hak pelanggan. KAI Beri Pengembalian Tiket Penuh Akibat Banjir Semarang albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 9 (Daop 9) Jember mengambil langkah cepat menyusul gangguan perjalanan akibat banjir di wilayah Daop 4 Semarang. […]

  • OJK dan debitur

    OJK Minta Debitur Kooperatif, Hindari Debt Collector dan Tindakan Hukum

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    OJK minta debitur kooperatif hadapi utang, hindari debt collector, dan manfaatkan restrukturisasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya sikap kooperatif bagi debitur yang tengah menghadapi kesulitan membayar utang. Penghindaran tanggung jawab dengan berpindah alamat atau menghilang justru bisa memicu penagihan lapangan oleh debt collector. Langkah ini, menurut OJK, bukan hanya melanggar etika […]

  • Gerakan Pangan Murah

    Strategi Pangandaran Menekan Inflasi dan Menyelamatkan Ekologi Pesisir

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Gerakan Pangan Murah di Majingklak menekan inflasi pangan sambil menjaga keseimbangan ekologi pesisir. Gerakan Pangan Murah dan Stabilitas Pangan di Pesisir Selatan albadarpost.com. HUMANIORA – Kawasan pesisir selatan Pangandaran kembali menjadi saksi betapa rapuhnya stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi ekonomi dan iklim. Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan merespons cepat […]

expand_less