Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup.

Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, gawai, dan mobilitas tinggi kerap berjalan tanpa jeda, bahkan saat adzan terdengar jelas. Situasi ini memunculkan keprihatinan di kalangan ulama dan pemerhati keumatan.


Adzan sebagai Ukuran Disiplin Ibadah

Dalam ajaran Islam, adzan bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah panggilan langsung dari Allah SWT agar umat menghentikan sejenak urusan dunia dan menegakkan shalat. Al-Qur’an menegaskan, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (QS. An-Nisa: 103).

Baca juga: Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

Ulama menilai, ketika adzan diabaikan secara berulang, umat sedang membangun jarak dengan disiplin ibadah. Bukan karena ketidaktahuan, tetapi karena kebiasaan menunda. Penundaan inilah yang perlahan membentuk kelalaian.

Di banyak tempat, adzan tetap terdengar lantang, tetapi aktivitas tidak berhenti. Percakapan berlanjut, pekerjaan diteruskan, dan perhatian tetap tertuju pada layar. Bagi ulama, kondisi ini menunjukkan krisis adab terhadap panggilan ibadah.


Dampak Mengabaikan Adzan terhadap Keberkahan

Ulama menegaskan bahwa keberkahan hidup tidak selalu diukur dari kelimpahan materi. Keberkahan hadir dalam bentuk ketenangan, kemudahan urusan, dan kejernihan hati. Mengabaikan adzan dinilai berpotensi menggerus semua itu.

Rasulullah SAW bersabda, “Antara adzan dan iqamah terdapat doa yang tidak tertolak” (HR. Abu Dawud). Hadis ini menempatkan waktu setelah adzan sebagai momen strategis untuk berdoa dan bermunajat.

Ketika adzan tidak dihiraukan, umat bukan hanya kehilangan shalat tepat waktu, tetapi juga melewatkan waktu mustajab yang jarang disadari. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membentuk kehidupan yang minim jeda spiritual.

Hadis lain menyebutkan, “Imam adalah penjamin dan muadzin adalah orang yang dipercaya” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Ulama menafsirkan, menghormati muadzin berarti menghormati amanah ibadah yang Allah tetapkan bagi umat.


Langkah Kecil Memulihkan Kesadaran

Ulama mengingatkan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka. Kesadaran bahwa mengabaikan adzan adalah kekeliruan menjadi langkah awal pemulihan disiplin ibadah.

Baca juga: Rendang Terakhir di Kampong Glam Singapura

Perbaikan tidak harus dimulai dari langkah besar. Menjawab adzan, menghentikan aktivitas sejenak, lalu berdoa sebelum iqamah dinilai sebagai bentuk latihan adab yang sederhana namun konsisten.

Lingkungan juga berperan penting. Keluarga, tempat kerja, dan komunitas yang menghormati waktu shalat akan membantu individu menjaga ritme ibadah. Jika shalat pernah terlewat, qadha dianjurkan sebagai bentuk tanggung jawab spiritual.

Ulama menegaskan, menjaga adab terhadap adzan adalah pintu awal merawat disiplin ibadah. Dari situlah keberkahan hidup umat kembali dibangun, pelan namun pasti.

Mengabaikan adzan dinilai ulama melemahkan integritas diri dan keberkahan hidup. Menjawab adzan menjadi langkah awal perbaikan iman. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana Balai Kota Tasikmalaya dengan spanduk kritik sebagai simbol kekecewaan publik terhadap komunikasi kepemimpinan wali kota.

    Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang tertulis, tetapi juga dari cara seorang pemimpin hadir dan merespons warganya. Di Tasikmalaya, kritik wali kota Tasikmalaya kembali mengemuka, kali ini melalui sebuah spanduk yang terpasang di area Balai Kota. Spanduk itu sederhana, namun pesannya tajam: “Wapres Datang Wali Kota Terdepan. Giliran Masyarakat Datang […]

  • kebakaran Ponpes Al Basyir

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ratusan Santri Dievakuasi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang diduga akibat korsleting listrik, ratusan santri berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang: Ratusan Santri Berlarian Selamatkan Diri albadarpost.com, LENSA – Kebakaran hebat melanda kompleks Pondok Pesantren Al Basyir di Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/10/2025) siang. Peristiwa ini menggemparkan warga sekitar […]

  • Ilustrasi perjalanan hidup manusia dari lahir dalam kekosongan, menjalani kehidupan penuh ambisi dunia, hingga kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amalnya

    Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari. Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir […]

  • Gerakan Pangan Murah

    Strategi Pangandaran Menekan Inflasi dan Menyelamatkan Ekologi Pesisir

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Gerakan Pangan Murah di Majingklak menekan inflasi pangan sambil menjaga keseimbangan ekologi pesisir. Gerakan Pangan Murah dan Stabilitas Pangan di Pesisir Selatan albadarpost.com. HUMANIORA – Kawasan pesisir selatan Pangandaran kembali menjadi saksi betapa rapuhnya stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi ekonomi dan iklim. Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan merespons cepat […]

  • sejarah mushaf alquran

    Fakta Mengejutkan Sejarah Mushaf Al-Qur’an yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Sejarah mushaf alquran menjadi salah satu perjalanan paling penting dalam peradaban Islam. Sejak awal, Al-Qur’an tidak langsung berbentuk kitab seperti sekarang. Sebaliknya, wahyu disampaikan secara lisan, kemudian ditulis secara bertahap oleh para sahabat. Proses penulisan Al-Qur’an ini melibatkan hafalan kuat, pencatatan manual, serta verifikasi ketat yang memastikan keasliannya tetap terjaga hingga hari […]

  • Tasik Gemas

    Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah. Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis. Bagi publik, peluncuran ini bukan […]

expand_less