Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang tertulis, tetapi juga dari cara seorang pemimpin hadir dan merespons warganya. Di Tasikmalaya, kritik wali kota Tasikmalaya kembali mengemuka, kali ini melalui sebuah spanduk yang terpasang di area Balai Kota. Spanduk itu sederhana, namun pesannya tajam: “Wapres Datang Wali Kota Terdepan. Giliran Masyarakat Datang Wali Kota Menghilang”. Ia berbicara tentang jarak yang dirasakan publik terhadap pemimpinnya.

Peristiwa tersebut bukan sekadar soal spanduk. Ia menjadi penanda adanya kegelisahan yang belum terjawab. Terutama kegelisahan tentang komunikasi publik yang dianggap tersumbat. Dalam konteks pemerintahan daerah, komunikasi bukan pelengkap. Ia justru menjadi fondasi kepercayaan.

Spanduk, Simbol Kritik yang Tidak Datang Tiba-Tiba

Kemunculan spanduk di Balai Kota Tasikmalaya tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, mahasiswa dan elemen masyarakat telah menyuarakan aspirasi melalui aksi dan permintaan audiensi. Namun, ketika ruang dialog terasa tertutup, kritik pun mencari jalannya sendiri.

Baca juga: Strategi Baru Modernisasi Dakwah Bagi Alumni Pesantren

Spanduk lalu menjadi medium alternatif. Ia bekerja sebagai simbol. Tanpa pengeras suara, tanpa orasi panjang, pesan tetap sampai. Inilah wajah kritik publik hari ini: visual, langsung, dan mudah dibaca siapa saja. Situasi ini sekaligus menandai adanya kegagalan komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga.

Dalam demokrasi lokal, kritik semacam ini seharusnya dibaca sebagai peringatan dini. Bukan ancaman, apalagi serangan personal. Kritik justru menunjukkan bahwa publik masih peduli dan berharap.

Kepemimpinan dan Komunikasi Publik yang Dipertaruhkan

Seorang wali kota memegang dua peran sekaligus. Ia adalah pengambil keputusan dan wajah pemerintah di hadapan rakyat. Ketika komunikasi tersendat, kepercayaan ikut terkikis. Di titik inilah kritik wali kota Tasikmalaya menjadi relevan untuk dibahas lebih dalam.

Komunikasi publik menuntut kehadiran, bukan sekadar pernyataan. Masyarakat ingin ditemui, didengar, dan direspons. Bahkan ketika tuntutan belum bisa dipenuhi, dialog tetap memberi rasa dihargai. Tanpa itu, jarak psikologis antara pemimpin dan warga akan melebar.

Lebih jauh, kepemimpinan yang minim komunikasi berisiko menciptakan spekulasi. Publik mulai menafsirkan sikap diam sebagai sikap menghindar. Padahal, persepsi sering kali lebih kuat daripada fakta. Karena itu, komunikasi terbuka menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar etika.

Kritik sebagai Cermin, Bukan Ancaman

Dalam tradisi demokrasi, kritik adalah cermin. Ia memantulkan apa yang mungkin luput dari perhatian penguasa. Spanduk di Balai Kota Tasikmalaya bisa dibaca sebagai cermin itu. Ia memaksa pemerintah daerah untuk berkaca, lalu bertanya: di mana komunikasi mulai retak?

Alih-alih defensif, respons terbaik terhadap kritik adalah evaluasi. Pemerintah daerah perlu menata ulang pola komunikasi, membuka kembali kanal dialog, dan memastikan aspirasi tidak berhenti di pagar kantor pemerintahan.

Baca juga: Makna Surah Al-Fil: Peringatan Abadi bagi Kekuasaan

Kritik juga mengajarkan satu hal penting: publik menilai pemimpin bukan hanya dari hasil kerja, tetapi dari sikap. Kerendahan hati untuk mendengar sering kali lebih bermakna daripada pidato panjang tentang keberhasilan.

Menjaga Kepercayaan di Tengah Sorotan Publik

Tasikmalaya bukan kota tanpa dinamika. Sebagai daerah dengan tradisi sosial yang kuat, relasi antara pemimpin dan masyarakat memiliki makna simbolik. Karena itu, setiap kritik memiliki resonansi luas.

Ke depan, tantangan terbesar bukan menurunkan kritik, melainkan mengelolanya. Kepemimpinan yang matang akan menjadikan kritik sebagai bahan bakar perbaikan. Komunikasi publik yang sehat akan mempersempit jarak dan memulihkan kepercayaan.

Pada akhirnya, kritik wali kota Tasikmalaya bukan sekadar isu lokal. Ia menjadi pengingat bahwa kepemimpinan selalu diuji, terutama saat pemimpin memilih untuk hadir atau absen di hadapan rakyatnya. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • digitalisasi Pemkab Tasikmalaya

    Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: birokrasi manual akibat mandeknya digitalisasi Pemkab Tasikmalaya membebani waktu, biaya, dan hak warga. Birokrasi Manual dan Harga yang Harus Dibayar Warga albadarpost.com, EDITORIAL – Ketika digitalisasi Pemkab Tasikmalaya berjalan di tempat, yang paling terdampak bukanlah sistem atau aplikasi, melainkan warga. Proses administrasi yang masih manual memaksa masyarakat membayar biaya sosial yang nyata: waktu […]

  • Ilustrasi kaligrafi Lakum Dinukum Waliyadin dengan latar cahaya senja yang melambangkan toleransi dan keteguhan iman.

    Lakum Dinukum Waliyadin: Toleransi Tanpa Kompromi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Di tengah riuh perdebatan tentang toleransi, kita sering mengutip Lakum Dinukum Waliyadin —atau dalam ejaan Arabnya, لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ— tanpa benar-benar menundukkan ego di hadapannya. Frasa Lakum Dinukum Waliyadin dari QS. Al-Kafirun ayat 6 itu terdengar lembut, namun sesungguhnya tegas. Ia bukan slogan basa-basi, bukan pula jembatan untuk mencampuradukkan akidah. Ia adalah garis batas […]

  • Tasik Open 2026

    Karateka dari Yogya hingga Bandung Ramaikan Tasik Open 2026

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ajang Tasik Open 2026 langsung mencuri perhatian publik olahraga bela diri di Priangan Timur. Sebanyak 396 peserta karate dari berbagai daerah memadati GOR Sukapura pada Sabtu (16/5/2026) untuk bertanding dalam turnamen yang baru pertama kali digelar tersebut. Tasik Open 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan di atas matras. Turnamen ini juga menjadi […]

  • wajib militer Singapura

    Tak Lapor Wajib Militer Singapura, Pria Keturunan Indonesia Terancam Penjara

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus wajib militer Singapura kembali menjadi sorotan publik setelah pengadilan menyatakan seorang pria berdarah Indonesia bersalah karena tidak menjalani National Service Singapura (NS). Pria tersebut dianggap melanggar hukum wajib militer Singapura, meskipun ia mengklaim memiliki kewarganegaraan Indonesia dan merasa tidak wajib mengikuti program tersebut. Perkara ini menarik perhatian karena menyangkut status […]

  • penipuan perekrutan kerja

    Pemprov Jabar Percepat Pemulangan Korban Penipuan Perekrutan Kerja di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    13 warga Garut–Tasik jadi korban penipuan perekrutan kerja di Kalbar. Pemprov Jabar siapkan evakuasi dan penyelidikan. Korban Penipuan Perekrutan Kerja Terlantar di Pedalaman Kalbar albadarpost.com, HUMANIORA – Video permintaan tolong dari 13 warga Garut dan Tasikmalaya membuka fakta baru tentang maraknya penipuan perekrutan kerja di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Mereka ditemukan telantar di Kecamatan Sungai […]

  • Pep Guardiola mengenakan keffiyeh saat menyampaikan pidato pro-Palestina dan mengkritik diamnya pemimpin dunia

    Pidato Pro-Palestina Pep Guardiola

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pep Guardiola tidak sedang membahas taktik atau trofi. Ia berdiri di atas panggung dengan satu pesan sederhana namun mengguncang: anak-anak Palestina terus terbunuh, sementara dunia memilih diam. Dalam sebuah acara amal di Barcelona, pelatih Manchester City itu menyampaikan pidato pro-Palestina yang langsung menyita perhatian publik internasional. Guardiola tampil mengenakan keffiyeh. Simbol […]

expand_less