Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: birokrasi manual akibat mandeknya digitalisasi Pemkab Tasikmalaya membebani waktu, biaya, dan hak warga.


Birokrasi Manual dan Harga yang Harus Dibayar Warga

albadarpost.com, EDITORIAL – Ketika digitalisasi Pemkab Tasikmalaya berjalan di tempat, yang paling terdampak bukanlah sistem atau aplikasi, melainkan warga. Proses administrasi yang masih manual memaksa masyarakat membayar biaya sosial yang nyata: waktu terbuang, ongkos bertambah, dan akses layanan publik menjadi tidak setara.

Isu ini penting karena birokrasi bukan ruang netral. Setiap keterlambatan administrasi selalu memiliki konsekuensi sosial. Bagi warga desa, satu dokumen bisa berarti satu hari kerja hilang. Bagi pelaku usaha kecil, keterlambatan izin berarti modal tertahan. Digitalisasi yang mandek menjelma beban harian, bukan sekadar masalah teknis.


Fakta Lapangan: Layanan Lambat, Warga Bolak-Balik

Data menunjukkan, dari 44 perangkat daerah di Kabupaten Tasikmalaya, hanya 12 OPD yang memiliki sistem informasi terintegrasi. Selebihnya masih mengandalkan proses manual atau aplikasi yang tidak saling terhubung.

Akibatnya sederhana tapi mahal. Warga harus datang berulang kali ke kantor berbeda untuk satu urusan. Dokumen yang seharusnya cukup diunggah, masih harus difotokopi. Informasi yang semestinya dapat dilacak daring, hanya bisa ditanyakan langsung.

Dalam konteks pelayanan publik, setiap langkah manual berarti tambahan biaya transportasi, konsumsi, dan waktu. Biaya ini tidak tercatat dalam APBD, tetapi dibayar langsung oleh warga.


Analisis Redaksi: Biaya Sosial yang Tak Pernah Dihitung

Redaksi Albadarpost menilai, kegagalan digitalisasi Pemkab Tasikmalaya telah memindahkan beban birokrasi dari negara ke warga. Negara menghemat dengan tidak menata kelembagaan, warga membayar dengan waktu dan tenaga.

Birokrasi manual selalu melahirkan ketimpangan. Warga yang memiliki waktu, uang, dan akses akan lebih mudah mengurus administrasi. Sementara buruh harian, petani kecil, dan pelaku UMKM berada di posisi paling rentan.

Baca juga: Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

Inilah yang disebut biaya sosial birokrasi: kehilangan jam kerja, meningkatnya ongkos tidak langsung, serta stres administratif yang berulang. Dalam jangka panjang, biaya ini menggerus produktivitas dan memperlebar jarak akses layanan publik.

Ironisnya, semua ini terjadi ketika infrastruktur digital sebenarnya sudah tersedia, tetapi tidak terkoordinasi karena Kominfo belum berdiri sebagai dinas mandiri.


Perbandingan Daerah: Digitalisasi Mengurangi Beban Warga

Kabupaten Sumedang, yang memiliki Dinas Kominfo mandiri, mencatat indeks SPBE 3,7. Salah satu dampak nyatanya adalah berkurangnya tatap muka layanan dan meningkatnya kepastian waktu pelayanan.

Perbandingan ini penting. Digitalisasi yang berjalan baik bukan hanya meningkatkan skor indeks, tetapi memangkas biaya sosial warga. Administrasi yang bisa diselesaikan dari rumah mengurangi ongkos transportasi, waktu tunggu, dan potensi praktik percaloan.

Tasikmalaya tertinggal bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan karena pilihan kebijakan yang belum berpihak pada efisiensi publik.


Sikap Redaksi: Negara Tak Boleh Membebankan Ketidakberesan ke Warga

Albadarpost berpandangan tegas: biaya sosial akibat birokrasi manual adalah bentuk ketidakadilan struktural. Negara tidak boleh menunda digitalisasi lalu membiarkan warga menanggung akibatnya.

Mengembalikan Kominfo menjadi SKPD mandiri bukan hanya soal tata kelola, tetapi soal keadilan pelayanan. Tanpa dinas penggerak yang kuat, digitalisasi akan terus menjadi jargon, sementara warga tetap bolak-balik kantor.

Redaksi mendorong Pemkab Tasikmalaya menghitung biaya sosial birokrasi sebagai bagian dari evaluasi kebijakan. Waktu warga juga bernilai ekonomi. Jika negara lalai, rakyat yang membayar.


Reflektif

Birokrasi manual selalu punya harga. Sayangnya, harga itu tidak tercantum di papan layanan, melainkan dipungut diam-diam dari warga.

Selama digitalisasi Pemkab Tasikmalaya terus ditunda, negara boleh berhemat di atas kertas, tetapi rakyat terus merugi di kehidupan nyata.

Pelayanan publik yang lambat bukan sekadar tidak efisien, melainkan tidak adil. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Tasikmalaya Kemenag

    Wali Kota Datang, Tiga KUA Langsung Ajukan Harapan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wali Kota Tasikmalaya Kemenag menjadi perhatian publik setelah kepala daerah itu menghadiri kegiatan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tasikmalaya, Kamis (25/6/2026). Kehadiran tersebut bertepatan dengan peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah melalui kegiatan Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri, sekaligus memunculkan harapan baru terhadap percepatan layanan keagamaan di Kota […]

  • Norwegia Donasi Gaza

    Norwegia Donasikan Laba Laga Kontra Israel untuk Gaza

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Norwegia Donasi Gaza menjadi sorotan setelah Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) memutuskan menyalurkan seluruh keuntungan pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Israel untuk bantuan kemanusiaan Gaza. Dana tersebut akan disalurkan melalui organisasi medis internasional Doctors Without Borders atau Médecins Sans Frontières (MSF) guna mendukung pelayanan kesehatan dan bantuan darurat bagi warga sipil yang […]

  • kerajinan bambu lapas

    Kerajinan Bambu Lapas Tasikmalaya Jadi Cenderamata Premium, Ini Faktanya

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di sebuah ruang kerja sederhana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, suara gesekan bambu dan aroma kayu kering menjadi latar yang tidak biasa. Dari tempat yang kerap dipersepsikan penuh keterbatasan itu, kerajinan bambu Lapas Tasikmalaya justru lahir dan berkembang menjadi cenderamata bernilai tinggi yang mulai dilirik. Tidak semua orang mungkin membayangkan bahwa […]

  • pokir DPRD Tasikmalaya

    APBD 2026 Dibuka, Pokir DPRD Tasikmalaya Masih Tertutup

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterbukaan pengelolaan anggaran daerah kembali menjadi sorotan di Kabupaten Tasikmalaya. Upaya membuka dokumen APBD 2026 dinilai belum sepenuhnya menjawab tuntutan transparansi jika pokir DPRD Tasikmalaya masih tertutup dari akses publik. Sorotan itu muncul setelah anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Komisi I, Asep Muslim, mendorong agar Peraturan Daerah APBD 2026 serta Peraturan […]

  • Stadion Piala Dunia 2026

    Stadion Piala Dunia 2026, Ada Cerita Maradona hingga Venue Futuristik

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Atmosfer Stadion Piala Dunia 2026 perlahan mulai terasa, bahkan ketika kick-off masih cukup jauh. FIFA sudah menetapkan 16 stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai venue resmi World Cup 2026. Namun kali ini, yang menarik bukan cuma pertandingan. Ada kota yang mungkin tak tidur selama turnamen berlangsung. Ada stadion yang […]

  • Youri Tielemans

    Youri Tielemans Antar Belgia Lolos Dramatis ke 16 Besar

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Youri Tielemans menjadi sosok sentral saat Belgia mengalahkan Senegal 3-2 pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Seattle Stadium, Rabu (1/7) waktu setempat. Kapten Belgia mencetak dua gol penting yang mengantarkan Red Devils membalikkan ketertinggalan dua gol sekaligus memastikan langkah ke babak 16 besar. Seusai laga, kapten Belgia itu […]

expand_less