Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: digitalisasi Pemkab Tasikmalaya tersendat karena Kominfo belum mandiri, layanan publik ikut terhambat.


Digitalisasi Dijanjikan, Pelayanan Masih Tertahan

albadarpost.com, EDITORIAL – Harapan percepatan digitalisasi Pemkab Tasikmalaya kembali mengemuka. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyatakan komitmennya membangun pemerintahan berbasis elektronik. Namun hingga kini, warga masih menghadapi birokrasi yang berjalan lambat dan manual.

Masalah ini penting karena digitalisasi bukan sekadar proyek teknologi. Ia menyentuh hak dasar warga atas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan terukur. Ketika janji digital tidak disertai perubahan struktur, yang tertinggal bukan hanya sistem, tetapi kepercayaan publik.


Fakta Dasar: Kominfo Tak Mandiri, SPBE Tertahan

Fakta menunjukkan, urusan komunikasi dan informatika di Kabupaten Tasikmalaya belum berdiri sebagai dinas mandiri. Kominfo masih berada di bawah Dinas Perhubungan. Struktur ini membuat kewenangan digital tersebar dan tidak fokus.

Redaksi menilai kondisi tersebut sebagai hambatan utama transformasi digital. Sebab digitalisasi pemerintahan membutuhkan institusi penggerak yang kuat, bukan sekadar bidang administratif.

Data Satu Data Indonesia memperkuat gambaran itu. Dari 44 perangkat daerah di Kabupaten Tasikmalaya, hanya 12 OPD yang memiliki sistem informasi terintegrasi. Selebihnya masih bergantung pada pengolahan manual atau aplikasi yang berdiri sendiri.


Analisis Redaksi: Masalahnya Bukan Teknologi, Tapi Keputusan

Redaksi Albadarpost berpandangan, tersendatnya digitalisasi Pemkab Tasikmalaya bukan disebabkan kurangnya teknologi atau infrastruktur. Akar persoalannya adalah keberanian politik dalam menata kelembagaan.

Transformasi digital selalu dimulai dari struktur. Tanpa Kominfo yang mandiri, tidak ada otoritas tunggal untuk mengintegrasikan data, menjaga keamanan informasi, dan memaksa interoperabilitas antar-OPD. Akibatnya, ratusan aplikasi hanya hidup sendiri-sendiri.

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

Di titik ini, digitalisasi berubah menjadi slogan. Ada anggaran, ada aplikasi, tetapi tidak ada komando. Yang muncul justru risiko baru: duplikasi data, pemborosan anggaran, dan layanan publik yang tidak konsisten.

Digitalisasi semestinya memangkas birokrasi. Yang terjadi di Tasikmalaya justru sebaliknya. Birokrasi manual bertahan karena struktur digital tidak pernah benar-benar dibangun.


Konteks dan Perbandingan: Tasikmalaya Tertinggal dari Daerah Tetangga

Studi Kinerja Pemerintah Daerah 2023 dari Kementerian PAN-RB mencatat, daerah dengan Dinas Kominfo mandiri memiliki indeks SPBE rata-rata 31 persen lebih tinggi dibanding daerah yang menggabungkannya dengan dinas lain.

Kabupaten Sumedang mencatat indeks SPBE 3,7. Kabupaten Tasikmalaya masih berada di kisaran 2,2 pada 2024. Selisih ini bukan kebetulan. Sumedang, Ciamis, dan Garut memiliki Kominfo yang berdiri sendiri, beranggaran jelas, dan didukung tim teknis profesional.

Perbandingan ini menunjukkan pola yang konsisten. Digitalisasi berjalan cepat ketika kelembagaan ditata. Ia melambat ketika urusan digital diperlakukan sebagai fungsi tambahan, bukan prioritas.


Sikap Redaksi: Saatnya Keberanian Politik Diuji

Albadarpost berpihak pada kepentingan warga. Karena itu, kami menilai langkah paling rasional untuk mengejar ketertinggalan adalah mengembalikan Kominfo menjadi SKPD mandiri.

Langkah ini bukan sekadar perubahan struktur. Ia adalah sinyal politik bahwa digitalisasi benar-benar menjadi agenda utama, bukan pelengkap pidato. Dengan Kominfo yang mandiri, integrasi data, keamanan informasi, dan efisiensi birokrasi bisa dikerjakan secara sistematis.

Redaksi juga mendorong penyusunan peta jalan digitalisasi daerah yang terukur. Targetnya harus jelas: peningkatan indeks SPBE, perluasan konektivitas publik, dan pembentukan pusat data kabupaten.


Reflektif

Digitalisasi pemerintahan bukan mimpi teknologi. Ia adalah ukuran keberpihakan negara kepada warganya.

Jika digitalisasi Pemkab Tasikmalaya terus dibiarkan tanpa fondasi kelembagaan yang kuat, yang tertinggal bukan hanya sistem—melainkan hak warga atas pelayanan yang layak.

Birokrasi yang lambat bukanlah takdir, melainkan wujud dari jemari yang enggan mengetuk pintu qada. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puncak Segala Tujuan

    Keledai Penggilingan dan Manusia yang Tak Pernah Sampai

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH — Puncak segala tujuan bukanlah jabatan, kekayaan, ketenaran, ataupun pujian manusia. Tujuan hidup kepada Allah itulah pesan yang berulang kali diajarkan para ulama. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa hidupnya terus maju, padahal sesungguhnya hanya berputar di tempat? Bayangkan seekor keledai yang sejak pagi menarik batu penggilingan. Langkahnya tak pernah berhenti. Debu beterbangan. […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dan berdoa untuk menghindari penyakit hati seperti iri, dengki, dan gelisah

    Doa Memohon Ampunan: Diam-Diam Mengubah Hidup

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup terasa berat, hati gelisah, dan doa seperti belum menemukan jawaban? Bisa jadi, ada satu amalan yang sering terlewat: doa ampunan. Doa memohon ampunan, istighfar, dan permohonan penghapus dosa bukan sekadar ritual, melainkan kunci untuk membuka ketenangan dan keberkahan hidup. Banyak orang mencari doa ampunan dosa saat menghadapi masalah. Namun, […]

  • Prediksi Brasil vs Maroko

    Brasil Wajib Waspada, Maroko Datang dengan Modal Berbahaya

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Prediksi Brasil vs Maroko menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan menjelang pertandingan Grup C Piala Dunia 2026, 14 Juni 2026. Laga Brasil vs Maroko kali ini terasa berbeda. Nama Brasil memang masih identik dengan kejayaan dan lima bintang di dada. Namun di seberang lapangan berdiri Maroko, tim yang dalam beberapa […]

  • Piala Soeratin Garut

    Piala Soeratin Garut, Mampukah Lahirkan Bintang Baru?

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di sebuah lapangan desa yang sederhana di Kecamatan Pamulihan, mimpi ratusan pemain muda mulai dipertaruhkan. Piala Soeratin Garut 2026 bukan sekadar kompetisi usia dini. Turnamen ini menjadi panggung pembuktian bagi pemain muda Garut, sekaligus jalur awal untuk menemukan talenta sepak bola Garut yang berpeluang menembus level lebih tinggi. Di balik setiap peluit […]

  • resep ayam goreng telur

    Resep Ayam Goreng Telur Renyah, Ini Trik agar Tidak Mudah Lepas

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, LIFESTYLE — Resep ayam goreng telur menjadi salah satu pilihan menarik untuk menu makan keluarga pada Sabtu malam. Perpaduan ayam berbumbu gurih dan lapisan telur yang renyah membuat hidangan ini terasa berbeda dari ayam goreng biasa. Namun, ada satu masalah yang sering muncul: lapisan telur mudah terlepas ketika ayam digoreng. Kuncinya bukan membuat lapisan telur […]

  • kasus korupsi Abdul Wahid

    Gubernur Riau Abdul Wahid Tersandung Kasus Korupsi Jatah Preman di Awal Masa Jabatan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    KPK menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka dalam kasus korupsi jatah preman sejak awal masa jabatannya. Sumpah Jabatan Berujung Ironi: Kasus Korupsi Abdul Wahid Terungkap albadarpost.com, LENSA – Baru beberapa bulan setelah dilantik, kasus korupsi Abdul Wahid menyeret Gubernur Riau itu ke meja penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal pada 20 Februari 2025, ia mengucapkan sumpah […]

expand_less