Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Hardiknas 2026: Nilai Sekolah Naik, Tapi Kasus Bullying dan Etika Pelajar Jadi Sorotan

Hardiknas 2026: Nilai Sekolah Naik, Tapi Kasus Bullying dan Etika Pelajar Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Peringatan Hardiknas 2026 atau Hari Pendidikan Nasional tahun ini menghadirkan kegelisahan baru di tengah masyarakat. Di satu sisi, pendidikan Indonesia terus berkembang dengan dukungan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan sistem pembelajaran modern. Namun di sisi lain, kasus bullying, kekerasan pelajar, hingga rendahnya etika digital justru semakin sering muncul.

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan besar: apakah pendidikan Indonesia terlalu fokus mengejar prestasi akademik tetapi mulai kehilangan perhatian terhadap pembentukan karakter?

Isu itu semakin terasa setelah sejumlah kasus pelajar viral di media sosial sepanjang 2025 hingga awal 2026. Mulai dari perundungan antarsiswa, kekerasan di lingkungan sekolah, hingga konten penghinaan guru yang tersebar di platform digital.

Banyak masyarakat menilai kemajuan teknologi ternyata belum otomatis membentuk generasi yang lebih matang secara moral dan sosial.

Kasus Bullying dan Kekerasan Pelajar Jadi Alarm Serius

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus bullying di sekolah terus menjadi perhatian publik.

Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebelumnya menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan masih terjadi di berbagai daerah.

Selain itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga beberapa kali menyoroti meningkatnya kasus perundungan yang melibatkan pelajar.

Tidak hanya terjadi secara langsung, bullying kini juga berkembang di media sosial melalui ejekan digital, penyebaran video, hingga komentar yang menyerang mental korban.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan akademik ternyata belum selalu diiringi penguatan empati dan etika sosial.

Banyak guru mengakui tantangan pendidikan saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu.

Karena selain mendidik secara akademik, sekolah juga harus menghadapi perubahan perilaku generasi digital yang tumbuh bersama media sosial dan arus informasi tanpa batas.

Pemerintah Sebenarnya Sudah Perkuat Pendidikan Karakter

Pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan sejumlah regulasi untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah.

Salah satu yang paling dikenal ialah Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Regulasi tersebut menekankan pentingnya pembentukan nilai:

  • religius,
  • nasionalis,
  • mandiri,
  • gotong royong,
  • dan integritas dalam sistem pendidikan nasional.

Selain itu, Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan secara luas juga membawa konsep Profil Pelajar Pancasila.

Melalui kebijakan tersebut, sekolah didorong tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk pelajar yang:

  • kritis,
  • kreatif,
  • berakhlak,
  • dan mampu hidup berdampingan secara sehat di masyarakat.

Namun di lapangan, implementasi pendidikan karakter masih menghadapi banyak tantangan.

Tidak semua sekolah memiliki pendekatan yang sama dalam membangun budaya positif di lingkungan pendidikan.

Selain itu, pengaruh media sosial dan budaya digital yang berkembang sangat cepat sering kali membuat proses pembentukan karakter menjadi lebih sulit.

Generasi Digital Hadapi Tantangan Baru

Perubahan zaman membuat anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Jika dulu interaksi sosial lebih banyak terjadi secara langsung, kini sebagian besar komunikasi berlangsung melalui layar gawai.

Akibatnya, banyak anak menjadi lebih rentan terhadap:

  • kecanduan media sosial,
  • tekanan mental,
  • hingga rendahnya kemampuan komunikasi interpersonal.

Bahkan, tidak sedikit kasus pelajar yang viral akibat konten emosional di internet.

Karena itu, banyak pemerhati pendidikan menilai sekolah harus mulai menghadirkan pendidikan yang lebih manusiawi dan adaptif terhadap tantangan era digital.

Pendidikan modern tidak cukup hanya mengajarkan teknologi dan akademik.

Sekolah juga perlu mengajarkan:

  • etika digital,
  • kontrol emosi,
  • empati,
  • dan tanggung jawab sosial.

Tanpa penguatan karakter, kemajuan teknologi justru bisa menjadi ancaman baru bagi generasi muda.

Hardiknas 2026 Jadi Momentum Evaluasi Bersama

Hari Pendidikan Nasional 2026 akhirnya menjadi momentum penting untuk mengevaluasi arah pendidikan Indonesia.

Kemajuan teknologi memang penting. Prestasi akademik juga tetap dibutuhkan.

Namun pendidikan sejatinya tidak hanya bertugas mencetak anak pintar.

Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang punya hati nurani, empati, dan kemampuan menjaga nilai moral di tengah perubahan zaman.

Karena pada akhirnya, bangsa besar tidak lahir hanya dari generasi yang unggul secara intelektual.

Bangsa kuat lahir dari manusia yang tetap punya karakter ketika dunia berubah semakin cepat.

Dan ketika sekolah mulai kehilangan ruang untuk membentuk akhlak, masa depan pendidikan sebenarnya sedang menghadapi ancaman yang jauh lebih besar daripada sekadar rendahnya nilai ujian. (Redaksi)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pelantikan pejabat tasikmalaya

    262 ASN Dilantik Sekaligus, Langkah Berani Bupati Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 262 pejabat berdiri, mengucap sumpah, lalu resmi dilantik dalam satu waktu. Sekilas terlihat megah. Terlihat serius. Bahkan terasa penuh harapan. Namun di balik itu semua, muncul pertanyaan yang tidak semua orang berani ucapkan:apakah pelantikan pejabat Tasikmalaya ini benar-benar membawa perubahan, atau hanya rutinitas birokrasi yang diulang kembali? Fenomena Besar yang […]

  • kisah Nabi Ibrahim

    Kisah Nabi Ibrahim yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Nabi Ibrahim dikenal sebagai salah satu kisah paling inspiratif dalam sejarah Islam. Namun tidak banyak yang benar-benar memahami bagaimana hikayat ini yang mengajarkan keikhlasan menghadirkan pelajaran iman yang begitu mendalam. Dalam perjalanan hidupnya, hikayat ini memperlihatkan bagaimana seorang nabi mampu menghadapi ujian berat dengan hati yang penuh ketundukan kepada Allah SWT. […]

  • KPK geledah rumah Ono Surono

    Drama Baru Kasus Bekasi: KPK Datangi Rumah Ono Surono di Bandung

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus KPK geledah rumah Ono Surono menjadi sorotan publik setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi kediaman politisi Jawa Barat tersebut. Penggeledahan rumah Ono Surono oleh KPK terkait dugaan korupsi proyek di Kabupaten Bekasi langsung memicu perhatian karena kasus ijon proyek kini berkembang semakin luas. Langkah KPK ini menandai fase baru penyidikan […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kesendirian saat malam hari dengan nuansa tenang dan penuh harapan

    Doa Darurat Kehidupan yang Sering Terlupakan Padahal Sangat Dibutuhkan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah hidup yang semakin cepat dan penuh tekanan, banyak orang sebenarnya sedang tidak benar-benar baik-baik saja. Di balik aktivitas yang terlihat normal, ada yang diam-diam berjuang melawan stres, cemas soal rezeki, hingga lelah secara mental. Pada titik seperti ini, doa darurat kehidupan—atau bisa disebut juga doa saat tertekan, doa saat rezeki […]

  • rokok ilegal

    Rantai Distribusi Rokok Ilegal dari Sisi Pelaku dan Konsumen

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Rantai rokok ilegal tumbuh dari tekanan ekonomi, kebutuhan harian, dan celah distribusi tanpa regulasi. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di kios kecilnya yang bersebelahan dengan bengkel motor, Jaya menata bungkus-bungkus rokok tanpa pita cukai seperti menata permen. Ia tidak pernah menyebut produk itu “ilegal.” Sebutan yang dipilihnya jauh lebih sederhana: “rokok murah.” Di warungnya, orang datang karena […]

  • Pakistan tempat perundingan Amerika Iran

    Dunia Kaget: Pakistan Jadi Kunci Negosiasi Amerika Iran

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Fenomena Pakistan tempat perundingan Amerika Iran langsung menyita perhatian global. Banyak pihak awalnya memprediksi negosiasi akan berlangsung di negara netral seperti Eropa. Namun, realitas justru berbeda. Pakistan, yang sering dianggap pemain regional, kini tampil sebagai pusat diplomasi penting. Dalam konteks ini, lokasi negosiasi Amerika Iran, peran Pakistan dalam geopolitik, dan diplomasi […]

expand_less