Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kepala SD Diciduk Usai Cabuli Remaja di Pangandaran, Polisi Telusuri Korban Lain

Kepala SD Diciduk Usai Cabuli Remaja di Pangandaran, Polisi Telusuri Korban Lain

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus pencabulan Pangandaran menyeret kepala sekolah. Polisi selidiki dugaan korban lain dan pendampingan bagi remaja.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Kasus pencabulan Pangandaran yang menyeret seorang kepala sekolah negeri dari Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan rapuhnya perlindungan anak di ruang publik. Seorang kepala SD berinisial UR, 55 tahun, digerebek warga di sebuah kamar hotel kawasan Pantai Pangandaran, Kamis pagi. Polisi kini mendalami dugaan adanya korban lain setelah lima remaja putri ditemukan bersamanya.

Penggerebekan itu terjadi setelah salah satu remaja berlari ke luar kamar sambil meminta pertolongan. Warga sekitar penginapan segera menuju kamar yang ditunjuk korban dan mendapati empat remaja lainnya masih berada di dalam. Pelaku lalu diamankan warga sebelum diserahkan ke Polres Pangandaran.

Ketua Forum KPAID Jawa Barat, Ato Rinanto, menyebut laporan awal yang masuk ke lembaganya menunjukkan pelaku adalah seorang kepala sekolah negeri aktif di Kabupaten Tasikmalaya. Kelima korban remaja putri berusia rata-rata 14 tahun dan berdomisili di Kota Tasikmalaya.

Menurut Ato, pelaku sudah dua hari menginap di Pangandaran bersama para remaja tersebut. Kejadian ini kemudian bergerak cepat setelah salah satu korban berhasil kabur dan menarik perhatian warga. “Kami menyesalkan peristiwa ini. Kasus pencabulan Pangandaran harus segera ditangani secara komprehensif mengingat pelaku adalah ASN aktif,” ujar Ato saat ditemui di Bandung, Jumat.

Polisi Dalami Dugaan Korban Lain

KPAID Jawa Barat kini berkoordinasi dengan Polres Pangandaran serta Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Langkah ini untuk memastikan perlindungan terhadap lima korban awal sekaligus membuka kemungkinan munculnya laporan lain. Menurut Ato, posisi pelaku yang memiliki jabatan struktural di sekolah membuat penyelidikan tak boleh berhenti pada lima remaja tersebut.

“Korban yang belum melapor akan tetap mendapat pendampingan. Kami juga berkomunikasi dengan KPAID Kota Tasikmalaya mengingat semua korban berdomisili di sana,” kata Ato.

Penyidikan sementara mencatat bahwa para korban merupakan remaja putus sekolah. Mereka mengenal pelaku melalui media sosial, seperti diceritakan salah satu orangtua korban asal Indihiang, Kota Tasikmalaya. Orangtua berinisial N, 45 tahun, mengatakan ia menerima telepon dari polisi setelah anaknya ditemukan di hotel tersebut.

Anak N adalah remaja yang berhasil kabur. Ia mengalami tangan patah setelah mencoba melompat keluar kamar untuk melarikan diri. “Anak saya mengaku ditampar lima kali saat berusaha keluar. Usianya 14 tahun, sama seperti teman-temannya,” kata N melalui sambungan telepon.

Celah Pengawasan dan Risiko Berulang

Kasus pencabulan Pangandaran ini mengungkap celah serius dalam pengawasan terhadap aktor pendidikan. Pelaku adalah ASN aktif yang memimpin sekolah dasar, posisi yang seharusnya melekat pada standar etik paling ketat. Namun tidak ada sistem peringatan dini yang mencegahnya membawa lima remaja putri ke luar daerah selama dua hari.

Baca juga: BBKK Soetta Perketat Pengawasan Cegah Migrasi Malaria Saat Nataru

Para korban merupakan remaja putus sekolah dengan latar belakang sosial rentan. Relasi kuasa antara pelaku dan korban, meski tidak terjadi dalam lingkup sekolah, tetap relevan untuk dianalisis karena pelaku membawa otoritas struktural dan citra publik sebagai pendidik.

Fakta bahwa korban mengenal pelaku lewat media sosial menunjukkan risiko eksploitasi digital yang makin tinggi pada anak-anak di wilayah urban dan semi-urban. Tanpa literasi digital memadai dan pengawasan orangtua, ruang daring dapat membuka jalan bagi grooming, yakni proses pendekatan untuk tujuan eksploitasi.

Dampak dan Langkah Lanjut

Polres Pangandaran masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan para korban. Penyidik menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak sebagai dasar penjeratan hukum. Polisi juga mengumpulkan rekam jejak digital pelaku untuk menelusuri potensi korban tambahan.

Bagi masyarakat Tasikmalaya dan Pangandaran, kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan sosial kolektif. Respons cepat warga yang menolong korban menjadi elemen penting dalam penyelamatan. Pemerintah daerah kini dihadapkan pada kewajiban memulihkan kondisi psikologis para korban serta memperkuat sistem perlindungan anak di sekolah maupun lingkungan sosial.

Kasus pencabulan Pangandaran melibatkan kepala sekolah. Polisi dan KPAID menelusuri korban lain untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi para remaja. (Red/Arrian)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fun Walk Tasikmalaya

    Bhayangkara Fun Walk Pecah, 10 Ribu Peserta Hadir

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bhayangkara Galunggung Fun Walk 2026 berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (13/6/2026). Sekitar 10 ribu peserta Fun Walk Tasikmalaya memadati kawasan Mapolresta Tasikmalaya sejak pagi hari. Jalan Letnan Harun yang biasanya dipenuhi lalu lintas kendaraan berubah menjadi lautan kaos peserta dengan warna-warni yang bergerak serentak mengikuti rute jalan santai. Bahkan sebelum matahari […]

  • Pengamanan Wisata Pamijahan

    Pamijahan Tasikmalaya Dipadati Peziarah, Polisi Cepat Amankan Lokasi

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengamanan Wisata Pamijahan Kabupaten Tasikmalaya diperketat sejak pagi menjelang lonjakan peziarah libur panjang. Pengamanan Wisata Pamijahan atau patroli intensif di kawasan ziarah tersebut dilakukan Polsek Bantarkalong untuk memastikan situasi tetap aman di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat. Di lapangan, suasana Pamijahan mulai berubah sejak Jumat (24/4/2026) siang. Arus kendaraan meningkat, pedagang musiman […]

  • Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama menyerahkan hewan kurban Iduladha 2026 kepada masyarakat dan pondok pesantren.

    Iduladha 2026, Polres Tasikmalaya Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Warga

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Momentum Kurban Polres Tasikmalaya 2026 terasa berbeda tahun ini. Di tengah suasana Iduladha 1447 Hijriah, keluarga besar Polres Tasikmalaya menyalurkan puluhan hewan kurban ke masyarakat dan pondok pesantren di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Bukan hanya soal jumlah hewan yang meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, tetapi juga tentang cara kepolisian mencoba hadir […]

  • Karakter ASN Tasikmalaya

    Dandim Tasikmalaya Tegaskan ASN Harus Berintegritas

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Karakter ASN Tasikmalaya menjadi fokus utama dalam kegiatan penguatan karakter ASN yang digelar Kodim 0612/Tasikmalaya di Aula Makodim, Jalan Otto Iskandardinata Nomor 9, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Senin (6/7/2026). Melalui program karakter kebangsaan ASN, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tasikmalaya memperoleh pembekalan untuk memperkuat integritas, disiplin, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. […]

  • Peserta muda mengikuti kegiatan relawan KSR PMI Pangandaran dalam pelatihan kepalangmerahan tahun 2026.

    Open Recruitment KSR PMI Pangandaran 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 459
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Semangat menjadi relawan kemanusiaan kembali menggema di Kabupaten Pangandaran. Melalui akun resminya, Palang Merah Indonesia atau PMI Kabupaten Pangandaran resmi membuka Open Recruitment KSR PMI Pangandaran 2026 bagi generasi muda yang ingin terjun langsung membantu masyarakat. Program relawan ini langsung menarik perhatian publik karena membuka kesempatan luas bagi anak muda yang ingin […]

  • Tunduk yang Bukan Takut: Menjawab Tuduhan Feodalisme di Dunia Pesantren

    Tunduk yang Bukan Takut: Menjawab Tuduhan Feodalisme di Dunia Pesantren

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Cinta yang Bukan Asmara menggambarkan adab santri pada kiai atau ajengan sebagai wujud cinta ilmu, bukan feodalisme. Tunduk yang Lahir dari Cinta, Bukan dari Ketakutan albadarpost.com, CENDIKIA – Di tengah arus perdebatan publik tentang modernisasi lembaga pendidikan Islam, pesantren kembali menjadi sorotan. Sebagian kalangan luar menilai pesantren sebagai tempat yang masih memelihara sistem feodal, di […]

expand_less