Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kepala SD Diciduk Usai Cabuli Remaja di Pangandaran, Polisi Telusuri Korban Lain

Kepala SD Diciduk Usai Cabuli Remaja di Pangandaran, Polisi Telusuri Korban Lain

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus pencabulan Pangandaran menyeret kepala sekolah. Polisi selidiki dugaan korban lain dan pendampingan bagi remaja.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Kasus pencabulan Pangandaran yang menyeret seorang kepala sekolah negeri dari Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan rapuhnya perlindungan anak di ruang publik. Seorang kepala SD berinisial UR, 55 tahun, digerebek warga di sebuah kamar hotel kawasan Pantai Pangandaran, Kamis pagi. Polisi kini mendalami dugaan adanya korban lain setelah lima remaja putri ditemukan bersamanya.

Penggerebekan itu terjadi setelah salah satu remaja berlari ke luar kamar sambil meminta pertolongan. Warga sekitar penginapan segera menuju kamar yang ditunjuk korban dan mendapati empat remaja lainnya masih berada di dalam. Pelaku lalu diamankan warga sebelum diserahkan ke Polres Pangandaran.

Ketua Forum KPAID Jawa Barat, Ato Rinanto, menyebut laporan awal yang masuk ke lembaganya menunjukkan pelaku adalah seorang kepala sekolah negeri aktif di Kabupaten Tasikmalaya. Kelima korban remaja putri berusia rata-rata 14 tahun dan berdomisili di Kota Tasikmalaya.

Menurut Ato, pelaku sudah dua hari menginap di Pangandaran bersama para remaja tersebut. Kejadian ini kemudian bergerak cepat setelah salah satu korban berhasil kabur dan menarik perhatian warga. “Kami menyesalkan peristiwa ini. Kasus pencabulan Pangandaran harus segera ditangani secara komprehensif mengingat pelaku adalah ASN aktif,” ujar Ato saat ditemui di Bandung, Jumat.

Polisi Dalami Dugaan Korban Lain

KPAID Jawa Barat kini berkoordinasi dengan Polres Pangandaran serta Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Langkah ini untuk memastikan perlindungan terhadap lima korban awal sekaligus membuka kemungkinan munculnya laporan lain. Menurut Ato, posisi pelaku yang memiliki jabatan struktural di sekolah membuat penyelidikan tak boleh berhenti pada lima remaja tersebut.

“Korban yang belum melapor akan tetap mendapat pendampingan. Kami juga berkomunikasi dengan KPAID Kota Tasikmalaya mengingat semua korban berdomisili di sana,” kata Ato.

Penyidikan sementara mencatat bahwa para korban merupakan remaja putus sekolah. Mereka mengenal pelaku melalui media sosial, seperti diceritakan salah satu orangtua korban asal Indihiang, Kota Tasikmalaya. Orangtua berinisial N, 45 tahun, mengatakan ia menerima telepon dari polisi setelah anaknya ditemukan di hotel tersebut.

Anak N adalah remaja yang berhasil kabur. Ia mengalami tangan patah setelah mencoba melompat keluar kamar untuk melarikan diri. “Anak saya mengaku ditampar lima kali saat berusaha keluar. Usianya 14 tahun, sama seperti teman-temannya,” kata N melalui sambungan telepon.

Celah Pengawasan dan Risiko Berulang

Kasus pencabulan Pangandaran ini mengungkap celah serius dalam pengawasan terhadap aktor pendidikan. Pelaku adalah ASN aktif yang memimpin sekolah dasar, posisi yang seharusnya melekat pada standar etik paling ketat. Namun tidak ada sistem peringatan dini yang mencegahnya membawa lima remaja putri ke luar daerah selama dua hari.

Baca juga: BBKK Soetta Perketat Pengawasan Cegah Migrasi Malaria Saat Nataru

Para korban merupakan remaja putus sekolah dengan latar belakang sosial rentan. Relasi kuasa antara pelaku dan korban, meski tidak terjadi dalam lingkup sekolah, tetap relevan untuk dianalisis karena pelaku membawa otoritas struktural dan citra publik sebagai pendidik.

Fakta bahwa korban mengenal pelaku lewat media sosial menunjukkan risiko eksploitasi digital yang makin tinggi pada anak-anak di wilayah urban dan semi-urban. Tanpa literasi digital memadai dan pengawasan orangtua, ruang daring dapat membuka jalan bagi grooming, yakni proses pendekatan untuk tujuan eksploitasi.

Dampak dan Langkah Lanjut

Polres Pangandaran masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan para korban. Penyidik menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak sebagai dasar penjeratan hukum. Polisi juga mengumpulkan rekam jejak digital pelaku untuk menelusuri potensi korban tambahan.

Bagi masyarakat Tasikmalaya dan Pangandaran, kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan sosial kolektif. Respons cepat warga yang menolong korban menjadi elemen penting dalam penyelamatan. Pemerintah daerah kini dihadapkan pada kewajiban memulihkan kondisi psikologis para korban serta memperkuat sistem perlindungan anak di sekolah maupun lingkungan sosial.

Kasus pencabulan Pangandaran melibatkan kepala sekolah. Polisi dan KPAID menelusuri korban lain untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi para remaja. (Red/Arrian)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pesan quraish shihab untuk prabowo

    Pesan Quraish Shihab untuk Prabowo Jadi Sorotan, Ini Isinya

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pesan Quraish Shihab untuk Prabowo menjadi perhatian publik setelah ulama tafsir terkemuka itu menyampaikan tausiah langsung di hadapan Presiden dalam acara peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara. Nasihat Quraish Shihab kepada presiden tersebut menyoroti makna kepemimpinan yang jujur, amanah, serta tanggung jawab moral seorang pemimpin terhadap rakyatnya. Sejak awal ceramah, pesan […]

  • child grooming

    Waspada Child Grooming di Ruang Digital

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Praktik child grooming di ruang digital menjadi ancaman nyata bagi keamanan anak dan remaja. Modusnya halus, sering tak terlihat, namun berdampak serius terhadap keselamatan dan kesehatan mental anak. Pemerintah dan masyarakat kini didorong untuk memperkuat pencegahan melalui edukasi, pendampingan, dan lingkungan digital yang lebih aman. Child grooming bukan peristiwa tunggal, melainkan proses. […]

  • Aktivis KontraS disiram air keras memicu kekhawatiran publik. Teror terhadap aktivis HAM dinilai menjadi ancaman serius bagi demokrasi.

    Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Demokrasi Terancam?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari itu seharusnya berjalan biasa. Namun dalam hitungan detik, semuanya berubah. Aktivis KontraS disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menjalankan aktivitas advokasi. Serangan mendadak ini langsung memicu kegemparan publik sekaligus memunculkan kekhawatiran besar: apakah teror terhadap aktivis HAM semakin nyata di Indonesia? Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan luka fisik bagi […]

  • ilustrasi kota Madinah pada masa awal Islam dengan Masjid Nabawi sebagai pusat kehidupan umat

    Kisah Madinah: Dari Kota Penuh Konflik Menjadi Pusat Peradaban Islam

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Malam itu menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Islam. Nabi Muhammad SAW meninggalkan Makkah secara diam-diam. Perjalanan yang tampak sederhana itu ternyata mengubah arah peradaban dunia. Dari peristiwa hijrah itulah sejarah kota Madinah mulai berubah. Kota yang sebelumnya dikenal sebagai Yatsrib perlahan berkembang menjadi pusat peradaban Islam. Perjalanan ini […]

  • arsitektur Islam

    Mengapa Arsitektur Islam Selalu Memukau? Ini Jawabannya

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRWALA – Banyak orang mengagumi keindahan masjid, kubah, dan ornamen Timur Tengah. Namun, tidak semua orang memahami bahwa arsitektur Islam bukan hanya soal bangunan yang indah. Seni arsitektur Islam, desain bangunan Islam, dan gaya arsitektur masjid justru menyimpan nilai spiritual, filosofi, serta pesan kehidupan yang sangat dalam. Karena itu, bangunan dalam tradisi Islam selalu […]

  • Prospek kerja lulusan sarjana di tengah persaingan dunia kerja

    Jurusan Favorit Tapi Sulit Dapat Kerja, Ini Tips Menentukan Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Setiap tahun, jutaan calon mahasiswa berburu jurusan favorit. Nama jurusan sering dianggap sebagai tiket aman menuju masa depan mapan. Semakin populer sebuah jurusan, semakin tinggi pula kepercayaan bahwa lulusannya akan mudah terserap dunia kerja. Namun realitas di lapangan tidak selalu seindah brosur kampus. Di balik tingginya minat, sejumlah jurusan justru menyimpan risiko […]

expand_less