Curanmor Gagal Saat Magrib di Tamansari, Pelaku Babak Belur Diamuk Warga
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga Tamansari mengamankan pelaku curanmor di sekitar parkiran pangkas rambut saat waktu magrib, Rabu (20/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Curanmor Tamansari kembali membuat warga resah. Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor gagal membawa kabur motor milik warga di Kampung Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/05/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Aksi itu terbongkar saat pemilik motor memergoki kendaraannya sedang didorong pelaku dari area parkir sebuah tempat pangkas rambut. Korban spontan berteriak maling hingga warga yang baru selesai salat magrib langsung berhamburan keluar dan mengejar pelaku.
Suasana mendadak gaduh.
Dan semuanya terjadi sangat cepat.
Pelaku Dipergoki Saat Warga Sedang Salat Magrib
Berdasarkan keterangan warga di lokasi, situasi sekitar sebenarnya cukup sepi karena sebagian warga tengah melaksanakan salat magrib berjamaah.
Diduga pelaku memanfaatkan momen tersebut untuk menjalankan aksinya.
Motor milik korban terparkir di depan tempat pangkas rambut tanpa pengawasan dalam waktu singkat. Namun ketika pelaku mulai mendorong kendaraan itu, pemilik motor langsung menyadari ada gerakan mencurigakan.
“Korban langsung teriak maling. Warga yang dengar langsung keluar dan mengejar,” ujar salah seorang warga.
Tidak sedikit warga yang masih mengenakan sarung dan peci ikut berlari ke arah jalan kampung setelah mendengar teriakan tersebut.
Ada pula pengendara yang spontan menghentikan motor untuk membantu pengejaran.
Dan suasana langsung berubah tegang.
Pelaku Tidak Sempat Kabur
Pelaku akhirnya gagal melarikan diri setelah warga berhasil mengepungnya tidak jauh dari lokasi kejadian.
Emosi warga yang sudah lama resah akibat maraknya kasus pencurian motor di wilayah Tamansari langsung memuncak.
Pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka cukup serius.
Beberapa warga lain kemudian berusaha melerai dan mengamankan pelaku sambil menunggu polisi datang ke lokasi.
Belakangan, kasus kehilangan motor memang semakin sering menjadi pembicaraan warga di lingkungan Tamansari. Obrolan soal kendaraan hilang kerap muncul di pos ronda, warung kopi, hingga grup WhatsApp warga. Karena itu, ketika pelaku tertangkap langsung, emosi masyarakat sulit dibendung.
Dan itu terasa sangat nyata.
Polisi Langsung Amankan Pelaku
Petugas Polsek Tamansari yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, polisi langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti motor yang diduga hendak dicuri.
Kapolsek Tamansari membenarkan adanya kejadian tersebut dan memastikan proses hukum tetap berjalan.
“Kami sudah mengamankan pelaku dan barang bukti. Pelaku juga sudah mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus pencurian kendaraan bermotor lainnya.
Selain itu, aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Kami memahami emosi warga, tetapi serahkan proses hukum kepada kepolisian,” tegasnya.
Warga Diminta Lebih Waspada
Kasus curanmor di Tamansari menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan.
Polisi mengingatkan warga untuk:
- menggunakan kunci ganda,
- memilih lokasi parkir aman,
- serta tidak meninggalkan kendaraan tanpa pengawasan terlalu lama.
Karena sering kali pelaku memanfaatkan situasi sepi atau momen tertentu seperti waktu salat untuk menjalankan aksinya.
Tidak sedikit warga baru sadar motornya hilang beberapa menit setelah ditinggalkan. Bahkan ada yang mengaku kini lebih sering mengecek kondisi motor meski hanya parkir sebentar di depan toko atau warung.
Dan rasa waswas itu mulai terasa di banyak lingkungan.
Kerja Sama Warga dan Polisi Dinilai Penting
Warga menilai keberhasilan menggagalkan aksi curanmor kali ini tidak lepas dari respons cepat masyarakat sekitar.
Teriakan korban langsung memancing reaksi spontan warga yang berada di sekitar lokasi.
Kerja sama semacam itu dinilai penting untuk memutus rantai pencurian kendaraan bermotor yang belakangan semakin meresahkan masyarakat.
Namun aparat tetap mengingatkan bahwa tindakan pengamanan harus dilakukan dengan bijak dan tidak berujung kekerasan berlebihan.
Karena proses hukum tetap harus berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Tamansari Dihadapkan Ancaman Curanmor Berulang
Peristiwa ini menambah daftar kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Tamansari dalam beberapa waktu terakhir.
Warga berharap aparat keamanan meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan dan kawasan permukiman yang minim pengawasan.
Sementara itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kepedulian lingkungan dan tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Karena satu teriakan warga sore itu berhasil menggagalkan aksi pencurian.
Tetapi ancaman curanmor di jalanan… belum benar-benar selesai.
Motor memang berhasil diselamatkan sore itu.
Namun yang paling terasa di tengah warga Tamansari adalah satu hal:
rasa aman ternyata bisa hilang hanya dalam hitungan detik. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar