Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banjir Dayeuhkolot kembali merendam permukiman dan menghambat aktivitas warga setelah hujan deras sejak Kamis.

albadarpost.com, HUMANIORABanjir Dayeuhkolot kembali menggenangi kawasan permukiman di Kabupaten Bandung setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis siang hingga sore. Air mulai naik menjelang malam dan bertahan sampai Jumat pagi, menyebabkan aktivitas warga tersendat di sejumlah titik. Genangan yang berulang ini menegaskan persoalan banjir di wilayah Dayeuhkolot yang tak kunjung tertangani tuntas.

Nita Nurhalisa, warga Bojong Asih yang ditemui pada Kamis malam, mengatakan genangan kali ini bukan kejadian baru. Ia pulang dari rumah saudaranya saat air sudah mulai meninggi. “Airnya naik dari sore sampai malam. Dari kemarin sudah mulai tinggi,” ujarnya. Menurut Nita, ketinggian air di Dayeuhkolot pada Jumat pagi mencapai sekitar satu meter, sementara di Bojong Asih lebih dalam. “Sepinggang orang dewasa,” katanya. Di wilayah yang dekat aliran Sungai Citarum, ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter.

Rumah Nita termasuk yang kembali terendam. Ia menuturkan bahwa sejak kecil, banjir sudah menjadi langganan di daerah tersebut. “Sering setiap musim hujan. Dari saya kecil juga begitu,” ucapnya. Banjir rutin itu bukan hanya merendam rumah, tetapi juga menghentikan sementara usaha konveksi rumahan yang ia jalankan. Pengiriman barang sering terganggu, apalagi ketika listrik padam karena genangan terlalu tinggi.


Genangan Menyebar dan Macet Mengular

Di jalur utama Dayeuhkolot, banjir Dayeuhkolot memicu kemacetan panjang sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Yusuf Ramdan, pengendara motor yang terjebak dalam antrean, mengatakan biasanya hanya perlu 15 menit melewati jalur tersebut. Namun hari itu, ia menghabiskan hampir dua jam. “Motor beberapa kali mogok. Banyak yang dorong motor, banyak juga yang putar balik,” katanya.

Yusuf berharap pemerintah menempatkan petugas di titik banjir agar kendaraan bisa bergerak lebih tertib. “Setidaknya ada yang mengatur supaya enggak kacau,” ujarnya. Menurut Yusuf, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter karena pengendara harus melaju perlahan melewati air setinggi lutut.

Sementara itu, pedagang di Pasar Dayeuhkolot ikut terdampak. Rina Wulandari, pedagang sayuran, mengatakan pendapatan harian turun tajam sejak banjir kembali merendam kawasan tersebut. “Pembeli susah lewat. Barang dari pemasok juga telat, ada yang batal kirim,” katanya. Rina, yang harus berjalan kaki dari rumahnya di Cangkuang, khawatir bila kondisi ini berlarut-larut akan menyulitkan pedagang kecil bertahan.


Akar Masalah dan Respons Pemerintah

Genangan besar di Dayeuhkolot dipicu kombinasi curah hujan tinggi, kapasitas sungai yang terbatas, serta aliran Sungai Citarum yang meluap pada Kamis malam. Pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir membangun kolam retensi, meninggikan jalan, dan memperbaiki beberapa titik tanggul. Namun, bagi warga, upaya tersebut belum cukup untuk mengakhiri persoalan banjir.

Baca juga: Polrestabes Bandung Tetapkan EE Tersangka dalam Kasus KDRT Bandung

Nita memahami pemerintah telah melakukan sejumlah pekerjaan fisik, tetapi ia berharap perbaikan saluran air menjadi prioritas lanjutan. “Kalau pengairan dan salurannya diperbaiki, mungkin bisa lebih cepat surut,” ujarnya. Keluhan serupa disampaikan warga lain yang berharap intervensi pemerintah tidak berhenti pada proyek insidental.

Hingga Jumat siang, air masih menggenangi sejumlah titik di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojong Asih. Petugas gabungan terlihat membantu warga yang kesulitan melintas dan memantau lokasi yang rawan arus deras. Meski begitu, warga berharap penanganan banjir tidak lagi bersifat sementara, tetapi menyentuh akar persoalan yang menyebabkan banjir terus muncul.

Banjir Dayeuhkolot yang datang berulang kali bukan hanya menguji kesabaran warga, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi, mobilitas pekerja, dan keamanan permukiman. Ketika hujan deras terus mendominasi cuaca di Kabupaten Bandung, kebutuhan terhadap solusi permanen menjadi semakin mendesak.

Banjir Dayeuhkolot kembali menegaskan perlunya perbaikan saluran air dan mitigasi yang lebih serius di Bandung Selatan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Karakter

    Pesan Diky untuk Lulusan SD: Akhlak Lebih Berharga dari Nilai

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tepuk tangan bergema di aula saat satu per satu siswa Kelas 6 melangkah menuju akhir perjalanan mereka di bangku sekolah dasar. Di antara senyum bangga para orang tua, terselip mata yang mulai berkaca-kaca. Momen pelepasan siswa memang selalu menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun dalam acara pelepasan siswa SD […]

  • SKCK online

    Polri Terapkan SKCK Online, Warga Bebas Pilih Lokasi Pengambilan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Layanan SKCK online lewat Super Apps Polri memudahkan pengajuan tanpa mengikuti domisili dan akses lebih praktis. albadarpost.com, LENSA – Masyarakat kini tak lagi bergantung pada kantor polisi untuk mengurus SKCK online. Polri resmi menghadirkan layanan daring melalui aplikasi Super Apps Polri yang memungkinkan pengajuan dokumen secara mandiri dari ponsel. Kebijakan ini menjadi penting karena menekan […]

  • penemuan jasad bayi

    Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Stasiun Citayam mengusut motif pelaku, polisi kumpulkan saksi dan lakukan autopsi. albadarpost.com, HUMANIORA — Penemuan jasad bayi perempuan di toilet Stasiun Citayam mengubah rutinitas sore pengguna KRL menjadi laporan kriminal yang menuntut kejelasan. Senin, 1 Desember 2025, seorang petugas kebersihan menemukan bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari di dalam sebuah […]

  • Program MBG

    Sidang MK Ungkap Fakta MBG di Sekolah

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program MBG atau Program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah ahli, akademisi, pakar gizi, dan kepala sekolah menyampaikan pandangan mereka dalam sidang uji materi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dan UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (1/7/2026). Pembahasan kali ini tidak hanya menyentuh aspek hukum, […]

  • relaksasi pajak PPN media

    Era Digital Himpit Media Lokal, Relaksasi Pajak PPN Menguat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tekanan terhadap industri media nasional kian menguat seiring perubahan lanskap ekonomi digital. Di tengah dominasi platform global dan penurunan pendapatan iklan, wacana relaksasi pajak PPN media kembali mengemuka sebagai salah satu opsi perlindungan bagi media nasional. Sejumlah organisasi pers dan pelaku industri menilai relaksasi pajak PPN media bukan sekadar insentif fiskal, […]

  • UMKM Jabar

    Kemenko PM Siapkan Program 1001 Pasar Malam untuk UMKM Jabar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Kemenko PM rancang program 1001 Pasar Malam untuk memperkuat pemasaran UMKM Jabar berbasis aset publik. albadarpost.com, LENSA – Kondisi UMKM Jabar kembali menjadi perhatian pemerintah pusat karena hambatan struktural yang terus menggerus potensi pelaku usaha. Pemerintah menilai ketertinggalan literasi pemasaran digital dan keterbatasan akses pasar telah menahan ekspansi UMKM, meski Jawa Barat selama ini menjadi […]

expand_less