Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

Hujan Deras Picu Banjir Dayeuhkolot dan Ganggu Mobilitas Warga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banjir Dayeuhkolot kembali merendam permukiman dan menghambat aktivitas warga setelah hujan deras sejak Kamis.

albadarpost.com, HUMANIORABanjir Dayeuhkolot kembali menggenangi kawasan permukiman di Kabupaten Bandung setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis siang hingga sore. Air mulai naik menjelang malam dan bertahan sampai Jumat pagi, menyebabkan aktivitas warga tersendat di sejumlah titik. Genangan yang berulang ini menegaskan persoalan banjir di wilayah Dayeuhkolot yang tak kunjung tertangani tuntas.

Nita Nurhalisa, warga Bojong Asih yang ditemui pada Kamis malam, mengatakan genangan kali ini bukan kejadian baru. Ia pulang dari rumah saudaranya saat air sudah mulai meninggi. “Airnya naik dari sore sampai malam. Dari kemarin sudah mulai tinggi,” ujarnya. Menurut Nita, ketinggian air di Dayeuhkolot pada Jumat pagi mencapai sekitar satu meter, sementara di Bojong Asih lebih dalam. “Sepinggang orang dewasa,” katanya. Di wilayah yang dekat aliran Sungai Citarum, ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter.

Rumah Nita termasuk yang kembali terendam. Ia menuturkan bahwa sejak kecil, banjir sudah menjadi langganan di daerah tersebut. “Sering setiap musim hujan. Dari saya kecil juga begitu,” ucapnya. Banjir rutin itu bukan hanya merendam rumah, tetapi juga menghentikan sementara usaha konveksi rumahan yang ia jalankan. Pengiriman barang sering terganggu, apalagi ketika listrik padam karena genangan terlalu tinggi.


Genangan Menyebar dan Macet Mengular

Di jalur utama Dayeuhkolot, banjir Dayeuhkolot memicu kemacetan panjang sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Yusuf Ramdan, pengendara motor yang terjebak dalam antrean, mengatakan biasanya hanya perlu 15 menit melewati jalur tersebut. Namun hari itu, ia menghabiskan hampir dua jam. “Motor beberapa kali mogok. Banyak yang dorong motor, banyak juga yang putar balik,” katanya.

Yusuf berharap pemerintah menempatkan petugas di titik banjir agar kendaraan bisa bergerak lebih tertib. “Setidaknya ada yang mengatur supaya enggak kacau,” ujarnya. Menurut Yusuf, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter karena pengendara harus melaju perlahan melewati air setinggi lutut.

Sementara itu, pedagang di Pasar Dayeuhkolot ikut terdampak. Rina Wulandari, pedagang sayuran, mengatakan pendapatan harian turun tajam sejak banjir kembali merendam kawasan tersebut. “Pembeli susah lewat. Barang dari pemasok juga telat, ada yang batal kirim,” katanya. Rina, yang harus berjalan kaki dari rumahnya di Cangkuang, khawatir bila kondisi ini berlarut-larut akan menyulitkan pedagang kecil bertahan.


Akar Masalah dan Respons Pemerintah

Genangan besar di Dayeuhkolot dipicu kombinasi curah hujan tinggi, kapasitas sungai yang terbatas, serta aliran Sungai Citarum yang meluap pada Kamis malam. Pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir membangun kolam retensi, meninggikan jalan, dan memperbaiki beberapa titik tanggul. Namun, bagi warga, upaya tersebut belum cukup untuk mengakhiri persoalan banjir.

Baca juga: Polrestabes Bandung Tetapkan EE Tersangka dalam Kasus KDRT Bandung

Nita memahami pemerintah telah melakukan sejumlah pekerjaan fisik, tetapi ia berharap perbaikan saluran air menjadi prioritas lanjutan. “Kalau pengairan dan salurannya diperbaiki, mungkin bisa lebih cepat surut,” ujarnya. Keluhan serupa disampaikan warga lain yang berharap intervensi pemerintah tidak berhenti pada proyek insidental.

Hingga Jumat siang, air masih menggenangi sejumlah titik di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojong Asih. Petugas gabungan terlihat membantu warga yang kesulitan melintas dan memantau lokasi yang rawan arus deras. Meski begitu, warga berharap penanganan banjir tidak lagi bersifat sementara, tetapi menyentuh akar persoalan yang menyebabkan banjir terus muncul.

Banjir Dayeuhkolot yang datang berulang kali bukan hanya menguji kesabaran warga, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi, mobilitas pekerja, dan keamanan permukiman. Ketika hujan deras terus mendominasi cuaca di Kabupaten Bandung, kebutuhan terhadap solusi permanen menjadi semakin mendesak.

Banjir Dayeuhkolot kembali menegaskan perlunya perbaikan saluran air dan mitigasi yang lebih serius di Bandung Selatan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Amul Huzni, Nabi Muhammad bersedih kehilangan Abu Thalib dan Khadijah serta peristiwa Isra Mi'raj sebagai penguat iman

    Amul Huzni: Saat Dunia Rasulullah Runtuh, Langit Justru Terbuka

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amul Huzni atau tahun kesedihan Nabi Muhammad, menjadi salah satu fase paling mengguncang dalam sejarah Islam. Pada masa ini, Rasulullah kehilangan dua sosok terpenting: pelindung dan pendamping hidup. Namun, di balik Amul Huzni, tersimpan pelajaran besar tentang keteguhan, kesabaran, dan kekuatan iman yang terus relevan hingga hari ini. Ketika Dua Cahaya Padam […]

  • pengangguran tertinggi

    Provinsi Dorong Perbaikan setelah BPS Catat Pengangguran Tertinggi 2025

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Daftar provinsi pengangguran tertinggi 2025 menunjukkan ketimpangan pasar kerja dan kebutuhan reformasi ketenagakerjaan. albadarpost.com, HUMANIORA – Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menempatkan sejumlah provinsi dalam sorotan. Daftar provinsi dengan pengangguran tertinggi per Agustus 2025 menunjukkan ketimpangan pasar kerja yang masih lebar, dari Papua hingga pusat ekonomi nasional seperti Jawa Barat dan Jakarta. Angkanya […]

  • Ilustrasi Abu Bakar Ash-Shiddiq mendampingi Rasulullah SAW dalam hijrah, menggambarkan keteguhan iman dan kepemimpinan Islam awal.

    Jejak Abu Bakar: Khalifah Pertama yang Menggetarkan Langit

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama Abu Bakar Ash-Shiddiq bukan sekadar sejarah, melainkan gema yang terus memantul di relung umat. Sosok khalifah pertama, sahabat utama Nabi, dan lelaki dewasa pertama yang memeluk Islam ini menghadirkan paradoks sufi: ia pedagang kaya, tetapi hatinya fakir di hadapan Allah. Ia memegang dunia di tangannya, namun menolak menaruhnya di hati. Di […]

  • sertifikat tanah

    Pentingnya Sertifikat Tanah

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kasus Nenek Elina di Surabaya menegaskan risiko sengketa tanah tanpa sertifikat tanah yang kuat dan sah. albadarpost.com, FOKUS – Kasus pengusiran dan perobohan rumah yang dialami Nenek Elina Widjajati di Surabaya kembali menyorot persoalan klasik kepemilikan lahan di Indonesia: lemahnya perlindungan hukum bagi warga yang belum memiliki sertifikat tanah resmi. Peristiwa ini penting karena menyangkut […]

  • gelondongan kayu

    Gelondongan Kayu Pascabanjir: Regulasi Hutan Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pemerintah wajib transparan mengungkap gelondongan kayu banjir bandang demi keadilan ekologis. Risiko Publik yang Tak Boleh Dianggap Remeh albadarpost.com, EDITORIAL – Gelondongan kayu berukuran masif terbawa arus banjir bandang di Sumatera Utara. Video yang viral memicu pertanyaan sederhana namun berbahaya: dari mana kayu-kayu itu berasal? Publik menduga praktik ilegal logging sebagai biang utamanya. […]

  • rokok ilegal

    Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Bea Cukai Jawa Barat menyita 88 juta batang rokok ilegal hingga November 2025, mayoritas dari jalur darat perlintasan. albadarpost.com, LENSA – Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Setiawan, menyatakan wilayahnya menjadi titik perlintasan paling strategis dalam distribusi rokok ilegal. Hingga November 2025, total 88 juta batang rokok tanpa cukai disita dan dimusnahkan […]

expand_less