Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Siti Hajar dan Nabi Ismail: Kisah Sunyi yang Melahirkan Kota Makkah

Siti Hajar dan Nabi Ismail: Kisah Sunyi yang Melahirkan Kota Makkah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail selama ini sering hanya muncul sekilas saat membahas sejarah kurban atau asal-usul air Zamzam. Padahal di balik perjalanan itu, tersimpan salah satu kisah paling emosional dalam sejarah Islam: tentang seorang ibu yang bertahan di padang tandus, seorang anak kecil yang menangis kehausan, dan sebuah kota suci yang lahir dari kesunyian.

Banyak orang mengenal Nabi Ibrahim AS sebagai tokoh utama dalam sejarah Iduladha. Namun tidak banyak yang benar-benar membayangkan bagaimana beratnya perjalanan yang dijalani Siti Hajar saat ditinggalkan di lembah Makkah yang saat itu masih kosong dan sunyi.

Tidak ada rumah.

Tidak ada pohon besar.

Bahkan suara manusia pun nyaris tidak terdengar.

Siti Hajar Ditinggalkan di Lembah Tandus Tanpa Siapa Pun

Allah SWT mengabadikan doa Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur’an:

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati.”
(QS. Ibrahim: 37)

Lembah itu panas dan kering. Angin gurun bergerak pelan sambil membawa pasir tipis yang kadang menempel di kaki. Tidak ada suara pasar. Tidak ada percakapan manusia. Yang terdengar mungkin hanya desiran angin dan tangis kecil Nabi Ismail yang mulai kehausan.

Di tempat itulah Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan bayi kecilnya.

Dalam riwayat Shahih Bukhari dijelaskan, Siti Hajar sempat mengejar Nabi Ibrahim sambil bertanya:

“Apakah Allah yang memerintahkan ini?”

Ketika Nabi Ibrahim menjawab “ya”, Siti Hajar berkata:

“Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”

Kalimat itu sangat singkat.

Namun justru dari sanalah keteguhan seorang ibu terlihat begitu besar.

Siti Hajar Tidak Hanya Berdoa, Tapi Juga Berlari

Saat bekal air mulai habis, Nabi Ismail kecil menangis kehausan. Tenggorokan terasa kering. Udara gurun makin panas. Pasir tipis bahkan mungkin ikut masuk ke sela sandal saat Siti Hajar berlari kecil di antara bukit.

Di titik itu, Siti Hajar tidak hanya duduk dan menunggu mukjizat.

Ia bergerak.

Dari Bukit Shafa ke Marwah. Lalu kembali lagi.

Satu kali.

Dua kali.

Tiga kali.

Sampai tujuh kali.

Sa’i yang hari ini dilakukan jutaan jamaah haji dan umrah ternyata lahir dari perjuangan seorang ibu mencari air untuk anaknya.

Di beberapa riwayat disebutkan, Siti Hajar sempat mempercepat langkah ketika melewati lembah kecil karena pandangannya terhadap Nabi Ismail terhalang. Kepanikan itu terasa sangat manusiawi.

Ia hanya seorang ibu yang takut kehilangan anaknya.

Dan mungkin di situlah kisah ini terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang hari ini.

Air Zamzam Muncul dari Dekat Kaki Nabi Ismail

Setelah usaha panjang itu, pertolongan Allah akhirnya datang dengan cara yang tidak disangka.

Malaikat Jibril menghentakkan tanah di dekat kaki Nabi Ismail, lalu muncullah mata air Zamzam.

Air itu terus mengalir hingga hari ini.

Data dari Masjidil Haram menunjukkan sumur Zamzam kini menjadi salah satu sumber air utama bagi jutaan jamaah setiap musim haji dan umrah. Distribusinya bahkan menggunakan jaringan modern yang menjangkau hampir seluruh area Masjidil Haram.

Namun yang sering terlupakan, awal mula Zamzam justru lahir dari perjuangan sunyi seorang ibu.

Bukan muncul di atas bukit tempat Siti Hajar berlari.

Tetapi dekat kaki kecil Ismail.

Seolah Allah ingin menunjukkan bahwa manusia wajib berusaha, sementara arah pertolongan tetap menjadi rahasia-Nya.

Nabi Ismail Tumbuh dari Didikan Ibu yang Tangguh

Kisah Nabi Ismail sering langsung dikaitkan dengan peristiwa kurban. Padahal sebelum itu, ia tumbuh bersama sosok ibu yang luar biasa kuat.

Ia melihat bagaimana Siti Hajar bertahan hidup di lembah asing. Bagaimana ibunya tidak menyerah meski berada di tempat yang nyaris tidak memiliki apa pun.

Pelan-pelan, lembah itu mulai didatangi manusia karena keberadaan Zamzam. Dari sanalah kehidupan Makkah tumbuh.

Maka ketika Nabi Ismail berkata kepada ayahnya:

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”
(QS. Ash-Shaffat: 102)

Keberanian itu bukan muncul tiba-tiba.

Ada keteguhan yang sudah ia lihat sejak kecil dari seorang ibu bernama Siti Hajar.

Hari ini, banyak orang mungkin mengenang sa’i hanya sebagai bagian dari ibadah haji dan umrah. Padahal di balik ritual itu ada jejak seorang ibu yang berlari dengan napas memburu di tengah gurun.

Dan jejak itu terus diulang jutaan manusia hingga sekarang.

Makkah Tumbuh dari Kesabaran dan Air Mata

Yang jarang disadari, Makkah tidak hanya dibangun oleh doa Nabi Ibrahim AS.

Kota suci itu juga tumbuh dari langkah kaki Siti Hajar, tangisan Nabi Ismail, dan kesabaran panjang di tengah lembah tandus.

Di beberapa rumah hari ini, mungkin masih ada ibu yang diam-diam menahan lelah demi anaknya. Ada juga yang tetap terlihat tenang meski pikirannya penuh tentang kebutuhan hidup esok hari.

Karena itu, kisah Siti Hajar terasa tidak pernah benar-benar jauh.

Makkah tidak lahir dari kemewahan.

Ia tumbuh dari seorang ibu yang tetap berlari di tengah gurun, bahkan saat tidak ada siapa pun selain Allah yang mendengarkan tangisnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah haji berdoa di depan Ka'bah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Masjidil Haram.

    Bukan Sekadar Pulang dari Makkah, Ini Tanda Haji Mabrur yang Sesungguhnya

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ketika musim haji berlangsung, doa “semoga menjadi haji mabrur dan maqbul” hampir selalu terdengar. Frasa haji mabrur, haji yang diberkahi, dan haji maqbul, haji yang diterima, sering diucapkan secara bersamaan oleh keluarga maupun masyarakat yang menyambut kepulangan jamaah dari Tanah Suci. Namun menariknya, masih banyak umat Islam yang menganggap keduanya memiliki arti […]

  • Bentrok WNA Ketapang

    Negara Diuji dalam Penanganan Bentrok WNA Ketapang

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Penanganan Bentrok WNA Ketapang menguji ketegasan negara dan tata kelola tambang. albadarpost.com, EDITORIAL – Bentrok WNA Ketapang yang melibatkan warga negara asing, prajurit TNI, dan warga sipil di area tambang emas Ketapang bukan sekadar insiden keamanan. Peristiwa ini membuka pertanyaan lebih besar tentang ketegasan negara dalam menegakkan hukum, mengawasi WNA, dan menertibkan konflik […]

  • Norwegia Donasi Gaza

    Norwegia Donasikan Laba Laga Kontra Israel untuk Gaza

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Norwegia Donasi Gaza menjadi sorotan setelah Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) memutuskan menyalurkan seluruh keuntungan pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Israel untuk bantuan kemanusiaan Gaza. Dana tersebut akan disalurkan melalui organisasi medis internasional Doctors Without Borders atau Médecins Sans Frontières (MSF) guna mendukung pelayanan kesehatan dan bantuan darurat bagi warga sipil yang […]

  • MMA Tasikmalaya

    Tim Baru, 11 Medali: IBCA MMA Tasikmalaya Bikin Kejutan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak banyak yang memperhitungkan langkah IBCA MMA Tasikmalaya saat memutuskan menurunkan 11 atlet pada ajang Temu Tarung Garut. Namun, tim mixed martial arts (MMA) yang masih dalam tahap merintis pembinaan itu justru pulang dengan hasil yang mengejutkan: 6 medali emas dan 5 medali perak. Prestasi MMA Tasikmalaya tersebut sekaligus menjadi sinyal […]

  • PBBAB Tasikmalaya

    GOR Susi Susanti Bergemuruh, 29 Regu PBBAB Siap Rebut Tiket Kejurcab

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapangan GOR Susi Susanti mendadak bergemuruh oleh suara aba-aba dan hentakan langkah serempak para pelajar. Untuk pertama kalinya, Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa atau PBBAB Tasikmalaya resmi masuk dalam rangkaian Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Tasikmalaya dan langsung menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai sekolah. Ajang PBBAB Tasikmalaya ini menghadirkan 29 regu dari […]

  • Sakola budaya 2026

    Sakola Budaya 2026 Dibuka, Pelajar Beruntung Akan Jelajahi Sejarah Galuh Ciamis

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sakola Budaya 2026 resmi membuka pendaftaran peserta mulai 18 hingga 24 Juni 2026. Program pembelajaran budaya berbasis pengalaman yang berlangsung di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ini mengajak pelajar SMA/SMK/sederajat untuk mengenal sejarah, budaya, dan kearifan lokal secara langsung melalui kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi bersejarah dan komunitas adat. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung […]

expand_less