Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Sumur Zamzam, Dari Tangisan Seorang Ibu hingga Mengalir Ribuan Tahun

Kisah Sumur Zamzam, Dari Tangisan Seorang Ibu hingga Mengalir Ribuan Tahun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Matahari membakar gurun Makkah siang itu. Hamparan pasir terlihat begitu luas dan nyaris tidak menyisakan harapan. Angin panas berembus pelan melewati lembah tandus yang saat itu bahkan belum menjadi kota.

Di tempat sunyi itulah, seorang ibu berlari kecil sambil menahan panik.

Namanya Siti Hajar.

Di dekatnya, seorang bayi menangis kehausan. Tidak ada mata air. Tidak ada pepohonan. Dan tidak ada manusia lain yang bisa dimintai pertolongan.

Persediaan air telah habis.

Namun Siti Hajar tidak menyerah begitu saja.

Ia mulai berlari dari Bukit Shafa menuju Marwah. Langkahnya cepat. Napasnya mulai berat. Sesekali ia melihat ke arah anaknya yang masih kecil.

Belum ada air.

Ia kembali berlari.

Lagi dan lagi.

Tujuh kali.

Dan dari perjuangan seorang ibu di tengah gurun itulah, kisah Sumur Zamzam bermula.

Tangisan Bayi yang Mengubah Peradaban

Banyak orang mengenal zamzam sebagai air suci. Namun tidak semua menyadari bahwa kisah itu lahir dari rasa takut seorang ibu kehilangan anaknya.

Dalam keputusasaan, Allah menghadirkan pertolongan dari arah yang tidak pernah disangka.

Air tiba-tiba memancar dari dekat kaki Nabi Ismail AS.

Siti Hajar terkejut. Ia segera mengumpulkan air itu dengan kedua tangannya sambil menahan agar tidak mengalir terlalu jauh.

“Zamzam… zamzam…”

Yang berarti: berkumpullah.

Sejak saat itu, air terus keluar dari tanah tandus tersebut.

Dan ribuan tahun kemudian, jutaan manusia masih meminum air yang sama.

Allah SWT mengabadikan peristiwa sa’i antara Shafa dan Marwah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 158)

Karena itu, setiap langkah jemaah saat sa’i bukan sekadar ritual ibadah.

Mereka sedang mengulang jejak perjuangan seorang ibu yang percaya penuh kepada pertolongan Allah.

Sumur yang Tidak Pernah Kehabisan Air

Di tengah kawasan gurun yang panas, sumur zamzam terus mengalir hingga hari ini.

Jutaan liter air dikonsumsi setiap tahun oleh jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Namun sumur itu tetap bertahan.

Banyak peneliti mencoba memahami fenomena tersebut. Sebagian meneliti kandungan mineralnya. Sebagian lain mempelajari sumber aliran airnya.

Namun bagi umat Islam, zamzam bukan sekadar tentang penelitian.

Ada sesuatu yang sulit dijelaskan dengan logika biasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Air zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”
(HR. Ibnu Majah)

Karena itu, banyak orang meminum zamzam sambil membawa doa paling dalam di hidup mereka.

Ada yang memohon kesehatan. Ada yang meminta ketenangan. Dan ada pula yang menangis diam-diam di depan Ka’bah sambil menggenggam gelas kecil berisi zamzam.

Makkah dan Rasa yang Sulit Dijelaskan

Di area Masjidil Haram, jemaah dari berbagai negara berkumpul tanpa memandang status sosial.

Bahasa mereka berbeda. Warna kulit mereka tidak sama. Namun semua bergerak menuju tempat yang sama.

Dan di antara jutaan manusia itu, zamzam menjadi salah satu hal yang paling dicari.

Sebagian jemaah bahkan rela antre panjang hanya untuk membawa pulang beberapa liter air zamzam bagi keluarga di rumah.

Bukan karena air itu mahal.

Namun karena mereka ingin membagikan keberkahan dan kisah spiritual yang mereka rasakan di tanah suci.

Ada Alasan Mengapa Banyak Orang Menangis Saat Meminum Zamzam

Bagi sebagian orang, zamzam mungkin hanya terlihat seperti air biasa.

Namun bagi mereka yang pernah berdiri di depan Ka’bah sambil meminumnya perlahan, perasaan itu berbeda.

Ada haru yang sulit dijelaskan.

Mungkin karena setiap tetes zamzam membawa manusia kembali mengingat bahwa pertolongan Allah bisa datang di saat keadaan terasa paling mustahil.

Kisah zamzam juga mengajarkan bahwa harapan tidak selalu lahir dari tempat yang nyaman.

Kadang justru dari gurun paling sunyi, Allah menghadirkan keajaiban yang mengubah sejarah dunia.

Dan hingga hari ini, sumur zamzam terus mengalir.

Bukan hanya mengalirkan air.

Tetapi juga mengalirkan harapan, doa, dan kerinduan jutaan hati yang selalu ingin kembali ke Makkah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KA Purwojaya anjlok

    KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh, KAI Pastikan Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KA Purwojaya anjlok di Kedunggedeh, seluruh penumpang selamat. KAI lakukan perbaikan jalur dan atur perjalanan. albadarpost.com, LENSA — Perjalanan sejumlah kereta api di lintas Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami keterlambatan setelah KA Purwojaya anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.14 WIB. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI […]

  • Dana MBG Raib

    Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Gizi Anak, Ahli Gizi Dorong Evaluasi Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Ahli gizi nilai program makan bergizi gratis penting untuk masa depan anak, namun perlu evaluasi agar manfaatnya maksimal. Program Makan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat Indonesia albadarpost.com, HUMANIORA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan unggulan di bidang kesehatan masyarakat. Tujuannya sederhana namun krusial: memperbaiki status gizi […]

  • kota inklusif Banjar

    Wali Kota Banjar Tegaskan Kebijakan Inklusi untuk Disabilitas Berdaya

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 menegaskan arah Kota Banjar sebagai kota inklusif dan berdaya. albadarpost.com, HUMANIORA — Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kota Banjar pada Jumat (12/12/2025), menjadi penanda penting arah pembangunan daerah yang semakin menempatkan inklusi sebagai fondasi kebijakan publik. Mengusung tema “Kota Banjar Inklusi, Penyandang Disabilitas Berdaya”, peringatan ini menegaskan komitmen […]

  • penurunan stunting

    Evaluasi Penurunan Stunting Tasikmalaya dan Uji Integrasi Kebijakan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Analisis evaluasi penurunan stunting Tasikmalaya dan integrasi koperasi sebagai strategi kebijakan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Evaluasi Program Pencegahan dan Penurunan Stunting yang digelar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, bersamaan dengan Bimbingan Teknis Koperasi Merah Putih 2025, bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi cermin penting untuk menilai sejauh mana kebijakan daerah mampu mengintegrasikan intervensi kesehatan […]

  • Kesempatan karier

    Lulusan D4–S2 Bisa Jadi Perwira Polri

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali membuka Seleksi Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2026. Program ini membuka kesempatan karier bagi lulusan perguruan tinggi jenjang D4, S1, hingga S2 untuk bergabung sebagai perwira pertama Polri. SIPSS menjadi jalur khusus yang dirancang untuk menjaring sumber daya manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu. […]

  • kontes sapi potong

    Pemerintah Tasikmalaya Gelar Kontes Sapi Potong untuk Naikkan Nilai Ternak

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Kontes sapi potong di RPH Indihiang Tasikmalaya fokus peningkatan nilai jual ternak dan edukasi peternak. albadarpost.com, LENSA — Kontes sapi potong yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang menghadirkan 50 peternak dari wilayah Priangan Timur hingga Bandung. Agenda ini bertujuan meningkatkan nilai jual ternak, memberi edukasi […]

expand_less