Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Sumur Zamzam, Dari Tangisan Seorang Ibu hingga Mengalir Ribuan Tahun

Kisah Sumur Zamzam, Dari Tangisan Seorang Ibu hingga Mengalir Ribuan Tahun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 141
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Matahari membakar gurun Makkah siang itu. Hamparan pasir terlihat begitu luas dan nyaris tidak menyisakan harapan. Angin panas berembus pelan melewati lembah tandus yang saat itu bahkan belum menjadi kota.

Di tempat sunyi itulah, seorang ibu berlari kecil sambil menahan panik.

Namanya Siti Hajar.

Di dekatnya, seorang bayi menangis kehausan. Tidak ada mata air. Tidak ada pepohonan. Dan tidak ada manusia lain yang bisa dimintai pertolongan.

Persediaan air telah habis.

Namun Siti Hajar tidak menyerah begitu saja.

Ia mulai berlari dari Bukit Shafa menuju Marwah. Langkahnya cepat. Napasnya mulai berat. Sesekali ia melihat ke arah anaknya yang masih kecil.

Belum ada air.

Ia kembali berlari.

Lagi dan lagi.

Tujuh kali.

Dan dari perjuangan seorang ibu di tengah gurun itulah, kisah Sumur Zamzam bermula.

Tangisan Bayi yang Mengubah Peradaban

Banyak orang mengenal zamzam sebagai air suci. Namun tidak semua menyadari bahwa kisah itu lahir dari rasa takut seorang ibu kehilangan anaknya.

Dalam keputusasaan, Allah menghadirkan pertolongan dari arah yang tidak pernah disangka.

Air tiba-tiba memancar dari dekat kaki Nabi Ismail AS.

Siti Hajar terkejut. Ia segera mengumpulkan air itu dengan kedua tangannya sambil menahan agar tidak mengalir terlalu jauh.

“Zamzam… zamzam…”

Yang berarti: berkumpullah.

Sejak saat itu, air terus keluar dari tanah tandus tersebut.

Dan ribuan tahun kemudian, jutaan manusia masih meminum air yang sama.

Allah SWT mengabadikan peristiwa sa’i antara Shafa dan Marwah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 158)

Karena itu, setiap langkah jemaah saat sa’i bukan sekadar ritual ibadah.

Mereka sedang mengulang jejak perjuangan seorang ibu yang percaya penuh kepada pertolongan Allah.

Sumur yang Tidak Pernah Kehabisan Air

Di tengah kawasan gurun yang panas, sumur zamzam terus mengalir hingga hari ini.

Jutaan liter air dikonsumsi setiap tahun oleh jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Namun sumur itu tetap bertahan.

Banyak peneliti mencoba memahami fenomena tersebut. Sebagian meneliti kandungan mineralnya. Sebagian lain mempelajari sumber aliran airnya.

Namun bagi umat Islam, zamzam bukan sekadar tentang penelitian.

Ada sesuatu yang sulit dijelaskan dengan logika biasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Air zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”
(HR. Ibnu Majah)

Karena itu, banyak orang meminum zamzam sambil membawa doa paling dalam di hidup mereka.

Ada yang memohon kesehatan. Ada yang meminta ketenangan. Dan ada pula yang menangis diam-diam di depan Ka’bah sambil menggenggam gelas kecil berisi zamzam.

Makkah dan Rasa yang Sulit Dijelaskan

Di area Masjidil Haram, jemaah dari berbagai negara berkumpul tanpa memandang status sosial.

Bahasa mereka berbeda. Warna kulit mereka tidak sama. Namun semua bergerak menuju tempat yang sama.

Dan di antara jutaan manusia itu, zamzam menjadi salah satu hal yang paling dicari.

Sebagian jemaah bahkan rela antre panjang hanya untuk membawa pulang beberapa liter air zamzam bagi keluarga di rumah.

Bukan karena air itu mahal.

Namun karena mereka ingin membagikan keberkahan dan kisah spiritual yang mereka rasakan di tanah suci.

Ada Alasan Mengapa Banyak Orang Menangis Saat Meminum Zamzam

Bagi sebagian orang, zamzam mungkin hanya terlihat seperti air biasa.

Namun bagi mereka yang pernah berdiri di depan Ka’bah sambil meminumnya perlahan, perasaan itu berbeda.

Ada haru yang sulit dijelaskan.

Mungkin karena setiap tetes zamzam membawa manusia kembali mengingat bahwa pertolongan Allah bisa datang di saat keadaan terasa paling mustahil.

Kisah zamzam juga mengajarkan bahwa harapan tidak selalu lahir dari tempat yang nyaman.

Kadang justru dari gurun paling sunyi, Allah menghadirkan keajaiban yang mengubah sejarah dunia.

Dan hingga hari ini, sumur zamzam terus mengalir.

Bukan hanya mengalirkan air.

Tetapi juga mengalirkan harapan, doa, dan kerinduan jutaan hati yang selalu ingin kembali ke Makkah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patroli Siber

    Patroli Siber Bongkar Modus Baru Judi Online

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Patroli siber Polri membongkar modus baru judi online memakai perusahaan fiktif untuk menyamarkan aliran dana ilegal. Patroli Siber Ungkap Modus Baru Judi Online albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Aparat kepolisian kembali mengungkap wajah baru kejahatan judi online di Indonesia. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar penggunaan perusahaan fiktif sebagai alat penampung dan pencuci uang hasil […]

  • strategi UMKM

    Jarang Diketahui! Ini Cara UMKM Kalahkan Produk Raksasa

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi UMKM menjadi kunci utama bagi pelaku usaha kecil untuk bersaing di pasar yang didominasi brand besar. Banyak yang mengira usaha kecil sulit menang, padahal dengan strategi UMKM cerdas, taktik bisnis kecil, dan cara bersaing UMKM yang tepat, peluang justru terbuka lebar. Oleh karena itu, memahami strategi UMKM yang jarang diketahui […]

  • prediksi man city vs arsenal

    Final Dini! City vs Arsenal Bisa Ubah Arah Juara

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pertandingan prediksi man city vs arsenal langsung terasa seperti final. Duel antara Manchester City dan Arsenal ini bukan cuma soal tiga poin—ini soal arah gelar juara. Banyak yang menyebutnya sebagai final dini Liga Inggris, dan itu bukan berlebihan. Di atas kertas, Arsenal masih memimpin. Namun di lapangan, situasinya jauh lebih rumit. Momentum, tekanan, dan kondisi tim membuat […]

  • Self Care

    Self Care Pagi yang Bikin Mood Lebih Baik

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Self Care tidak selalu identik dengan perawatan kulit, spa, atau liburan mahal. Justru, perawatan diri atau self-care dapat dimulai dari 15 menit pertama setelah bangun tidur. Kebiasaan sederhana pada awal hari terbukti membantu menjaga suasana hati, meningkatkan fokus, dan membuat aktivitas harian terasa lebih ringan. Momentum Self-Care Day menjadi pengingat bahwa merawat […]

  • guru termenung di kelas kosong menggambarkan sisi sunyi dunia guru yang jarang diketahui murid

    Tak Pernah Terlihat, Ini Sisi Sunyi Dunia Guru yang Bikin Terdiam

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Dunia guru sering terlihat sederhana dari bangku kelas. Namun, kehidupan guru, realita dunia guru, dan beban profesi guru menyimpan cerita yang jauh lebih dalam dari yang tampak. Banyak murid hanya melihat guru sebagai sosok yang mengajar, padahal dunia guru penuh tekanan, pengorbanan, dan sisi sunyi yang jarang terungkap. Bahkan, tidak sedikit siswa […]

  • Dzulqarnain

    Siapa Dzulqarnain, Raja Adil dalam Al-Qur’an?

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama Dzulqarnain kembali ramai dibahas publik setelah banyak orang mencari kisah Yajuj dan Majuj dalam Al-Qur’an. Sosok Dzulqarnain memang selalu memancing rasa penasaran karena ia dikenal sebagai pemimpin besar yang berhasil membangun dinding raksasa untuk menghalangi kaum perusak menjelang akhir zaman. Dalam Al-Qur’an, ia digambarkan sebagai raja kuat, adil, dan beriman kepada […]

expand_less