Seleksi PPG 2026 Dimulai, Simak Tahapannya
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi calon peserta PPG Calon Guru 2026 sedang mempersiapkan dokumen seleksi dan mengikuti pembelajaran daring.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA – PPG Calon Guru 2026 segera memasuki proses seleksi. Berdasarkan informasi resmi Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen, seleksi PPG 2026 berlangsung melalui tiga tahapan, yakni seleksi administrasi, tes substansi, dan tes wawancara. Setiap tahap menjadi syarat untuk melanjutkan ke proses berikutnya sehingga calon peserta perlu memahami seluruh mekanisme sejak awal.
Program Pendidikan Profesi Guru tersebut bertujuan menyiapkan guru profesional yang memenuhi standar kompetensi nasional. Karena itu, seluruh proses seleksi dirancang secara bertahap agar setiap peserta menjalani penilaian secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain memahami alur seleksi, calon peserta juga perlu memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap. Di sisi lain, data pada Sistem Informasi Manajemen untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) juga harus diperbarui agar proses administrasi berjalan tanpa kendala.
Seleksi Administrasi Menjadi Gerbang Awal
Tahapan pertama dimulai melalui seleksi administrasi secara daring menggunakan platform SIMPKB. Pada tahap ini, peserta wajib melengkapi identitas, mengunggah dokumen yang dipersyaratkan, serta memastikan seluruh data sesuai dengan ketentuan penyelenggara.
Kelengkapan administrasi menjadi faktor penting karena menentukan kelayakan peserta untuk mengikuti tahapan berikutnya. Oleh sebab itu, pemeriksaan ulang terhadap setiap dokumen sangat dianjurkan sebelum proses pendaftaran ditutup.
Lebih lanjut, peserta juga sebaiknya tidak menunggu hingga batas akhir pendaftaran. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko gangguan teknis maupun kesalahan pengisian data yang berpotensi menghambat proses seleksi.
Tes Substansi Mengukur Kompetensi Calon Guru
Setelah lolos administrasi, peserta akan mengikuti tes substansi secara luring melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) – CAT ANBK.
Tes ini mengukur tiga aspek utama, yaitu penguasaan bidang studi, kemampuan literasi, dan numerasi. Ketiga komponen tersebut menjadi indikator penting dalam menilai kesiapan akademik calon peserta sebelum memasuki pendidikan profesi guru.
Karena itu, persiapan materi tidak hanya berfokus pada bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga mencakup kemampuan memahami bacaan serta menyelesaikan persoalan numerasi.
Di samping belajar secara mandiri, peserta dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar resmi sebagai bahan latihan sehingga lebih siap menghadapi tes substansi.
Tes Wawancara Menjadi Tahap Penentu
Peserta yang berhasil melewati tes substansi akan mengikuti tes wawancara secara daring melalui platform virtual meeting.
Tahapan ini bertujuan menggali kesiapan peserta mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru, termasuk komitmen, motivasi, dan pemahaman terhadap profesi guru.
Oleh karena itu, peserta perlu memastikan perangkat yang digunakan berfungsi dengan baik, koneksi internet stabil, serta lingkungan wawancara kondusif agar proses berlangsung lancar.
Selain kesiapan teknis, kemampuan berkomunikasi secara jelas dan sistematis juga menjadi bagian penting selama wawancara berlangsung.
Seleksi Berlangsung Secara Berjenjang
Direktorat Pendidikan Profesi Guru menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi bersifat sekuensial. Dengan demikian, peserta yang tidak memenuhi persyaratan pada satu tahapan tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas proses seleksi sekaligus memastikan setiap peserta memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Karena seluruh tahapan saling berkaitan, calon peserta perlu memberikan perhatian yang sama terhadap proses administrasi, tes substansi, maupun wawancara.
Biaya Seleksi Rp200 Ribu, Pendidikan Ditanggung Pemerintah
Selain mengatur mekanisme seleksi, penyelenggara juga menjelaskan ketentuan pembiayaan program.
Calon peserta membayar biaya seleksi sebesar Rp200.000 untuk mengikuti proses seleksi.
Sementara itu, biaya pendidikan Program Pendidikan Profesi Guru ditanggung pemerintah melalui bantuan pendidikan atau skema beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lolos sesuai ketentuan program.
Kebijakan tersebut memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mengikuti pendidikan profesi guru tanpa terbebani biaya pendidikan setelah resmi diterima sebagai mahasiswa PPG.
Peserta Diminta Aktif Memantau Informasi Resmi
Direktorat Pendidikan Profesi Guru mengimbau seluruh calon peserta agar terus memantau pengumuman melalui kanal resmi Kemendikdasmen.
Langkah tersebut penting untuk mengetahui jadwal, persyaratan, maupun perubahan ketentuan apabila sewaktu-waktu terdapat pembaruan kebijakan.
Selain itu, mengikuti informasi resmi membantu peserta memperoleh informasi yang akurat sekaligus menghindari beredarnya informasi yang belum terverifikasi.
Sebagai bentuk antisipasi, peserta juga disarankan menyimpan seluruh dokumen persyaratan dalam format digital sehingga dapat digunakan kembali apabila diperlukan pada setiap tahapan seleksi.
Perlu diperhatikan pula bahwa jadwal dan mekanisme seleksi dapat berubah sesuai kebijakan penyelenggara. Oleh karena itu, masyarakat diimbau selalu merujuk pada pengumuman resmi Direktorat Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen sebagai sumber informasi utama.
Ringkasan Tahapan Seleksi PPG Calon Guru 2026
Tahap 1
- Seleksi Administrasi secara daring melalui SIMPKB.
Tahap 2
- Tes Substansi secara luring menggunakan TUK–CAT ANBK.
- Materi meliputi bidang studi, literasi, dan numerasi.
Tahap 3
- Tes Wawancara secara daring melalui platform virtual meeting.
Biaya Seleksi
- Rp200.000 per peserta.
Biaya Pendidikan
- Ditanggung pemerintah melalui bantuan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesempatan menjadi guru profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesiapan menghadapi setiap tahapan seleksi. Persiapkan dokumen, pahami mekanismenya, dan ikuti informasi resmi. Langkah yang matang hari ini bisa menjadi awal perjalanan menuju ruang kelas sebagai pendidik profesional masa depan. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar