Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tepat ketika jarum jam mendekati pukul 12.00 WIB, suasana di Rumah Makan Cahaya Minang, Jalan Cigeureung, Kota Tasikmalaya, berubah berbeda dari hari biasanya. Aroma masakan khas Minang masih mengepul dari dapur. Namun, siang itu bukan suara kasir yang paling sering terdengar, melainkan ucapan, “Silakan makan.”

Program makan gratis Tasikmalaya yang digelar rumah makan tersebut telah menjadi agenda rutin setiap tanggal 25. Ratusan porsi makanan disiapkan untuk siapa saja yang datang, mulai dari pelanggan tetap, guru, wartawan, pengemudi ojek online, hingga warga sekitar. Tidak ada syarat khusus. Semua dipersilakan menikmati hidangan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Bukan Promosi, Melainkan Rasa Syukur

Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat, langkah yang dilakukan Rumah Makan Cahaya Minang terbilang tidak biasa. Ketika banyak pelaku usaha berlomba menarik pelanggan melalui potongan harga atau promosi digital, rumah makan ini justru memilih berbagi makanan secara cuma-cuma.

Pemilik Rumah Makan Cahaya Minang, Santo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan strategi pemasaran. Baginya, program makan gratis merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah sekaligus ikhtiar menyambut datangnya bulan Muharram.

Ia berharap rezeki yang diterimanya tidak berhenti di meja kasir, tetapi juga mengalir kepada masyarakat yang membutuhkan ataupun siapa saja yang ingin menikmati makan siang bersama.

Saat awak media menanyakan apakah kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan itu tidak membuat usahanya merugi, Santo tersenyum sebelum menjawab singkat.

“Tidak. Karena dealing saya langsung dengan Tuhan,” ujarnya.

Menurut Santo, keyakinan itulah yang membuatnya tetap konsisten menjalankan kegiatan tersebut. Ia percaya setiap rezeki yang dibagikan akan kembali dalam bentuk keberkahan yang mungkin tidak selalu dapat dihitung dengan angka.

Spanduk Sederhana, Antrean Datang dengan Sendirinya

Tidak ada iklan besar, tidak ada promosi berbayar di media sosial, bahkan tidak ada syarat untuk memperoleh makan gratis.

Informasi mengenai jadwal pembagian biasanya disampaikan langsung kepada pelanggan yang sedang makan di rumah makan tersebut. Selain itu, sebuah spanduk sederhana bertuliskan “Makan Gratis” dipasang di depan rumah makan sebagai penanda bahwa siapa pun boleh datang pada tanggal 25, mulai pukul 12.00 hingga 14.30 WIB.

Cara sederhana itu ternyata cukup efektif.

Menjelang waktu makan siang, satu per satu pengunjung mulai berdatangan. Ada yang mengenakan seragam guru, sebagian masih memakai jaket pengemudi ojek online, sementara lainnya datang sebagai warga sekitar yang mengetahui informasi tersebut dari mulut ke mulut.

Tidak terlihat perbedaan perlakuan. Semua duduk di meja yang sama, menikmati hidangan yang sama, dan pulang dengan senyum yang serupa.

Makan Gratis Tasikmalaya

Pelanggan sedang menikmati Makan Gratis di Cahaya Minang, Kamis (25/6/2026).

Ratusan Porsi Habis, Doa Terus Mengalir

Dalam setiap pelaksanaannya, ratusan porsi makanan dibagikan kepada masyarakat.

Selain melayani makan sehari-hari, Rumah Makan Cahaya Minang juga menerima pesanan paket hajatan. Namun, di sela kesibukan melayani pelanggan komersial, Santo tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan sosial yang kini menjadi ciri khas rumah makannya.

Hasan, seorang wartawan media online yang ikut menikmati makan gratis, mengaku mengapresiasi konsistensi kegiatan tersebut.

“Hatur nuhun kepada Rumah Makan Cahaya Minang. Semoga sukses dan berkah,” katanya.

Ucapan itu mungkin terdengar sederhana. Namun, di balik sepiring nasi yang tersaji, tersimpan rasa terima kasih yang tidak selalu bisa diukur dengan nominal uang.

Berharap Menjadi Tradisi Kebaikan

Santo berharap kegiatan berbagi makan gratis dapat terus berlangsung setiap tanggal 25. Baginya, berbagi makanan bukan sekadar memberi makan orang lain, melainkan menjaga agar rasa syukur tetap hidup dalam menjalankan usaha.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, aksi sederhana seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih memiliki ruang untuk tumbuh. Tidak selalu harus melalui kegiatan besar ataupun bantuan bernilai fantastis. Terkadang, sepiring makanan hangat sudah cukup untuk membuat seseorang merasa diperhatikan.

Mungkin ratusan porsi itu akan habis dalam waktu dua jam. Namun, doa-doa yang mengiringinya bisa jadi bertahan jauh lebih lama. Sebab, bagi Santo, keuntungan terbesar bukan berasal dari uang yang masuk ke laci kasir, melainkan dari keyakinan bahwa setiap rezeki yang dibagikan akan kembali sebagai keberkahan.

Di saat banyak orang sibuk menghitung untung dan rugi, Cahaya Minang memilih menghitung keberkahan. Sebab, rezeki yang dibagikan mungkin habis di piring, tetapi kebaikannya bisa terus hidup di hati orang-orang yang menerimanya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Passport Index 2026

    Kini, WNI Bisa Keliling Dunia Tanpa Visa

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Passport Index 2026 membuka akses bebas visa ke 43 negara, memberi kemudahan perjalanan internasional bagi WNI. albadarpost.com, LIFESTYLE – Bagi banyak warga Indonesia, bepergian ke luar negeri selama ini identik dengan antrean visa, biaya tambahan, dan ketidakpastian. Mulai Januari 2026, situasi itu perlahan berubah. Passport Index 2026 mencatat paspor Indonesia kini mendapat akses bebas visa […]

  • murid aktif bertanya

    Rahasia Guru Hebat: Cara Membuat Murid Berani Bertanya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak guru menghadapi situasi yang sama: kelas terlihat tenang, tetapi sebenarnya pasif. Murid mendengarkan tanpa bertanya, bahkan ketika materi sulit dipahami. Padahal, murid aktif bertanya menjadi indikator utama pembelajaran berhasil. Ketika siswa berani mengajukan pertanyaan, proses belajar berubah menjadi dialog, bukan sekadar ceramah. Karena itu, strategi meningkatkan keaktifan siswa, partisipasi kelas, dan […]

  • Ilustrasi refleksi batin tentang syukur sebagai jalan ruhani dalam Islam berdasarkan Surat Ibrahim ayat 7

    Janji Allah di Jalan Syukur

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang tidak turun untuk diperdebatkan, melainkan untuk direnungkan. Ia tidak menggedor telinga, tetapi mengetuk hati. Surat Ibrahim ayat 7 adalah salah satunya. Sebuah pengumuman dari langit yang tidak memaksa, tetapi mengundang kesadaran terdalam manusia. “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Namun jika kamu mengingkari, sungguh azab-Ku sangat […]

  • Ilustrasi penahanan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK terkait kasus kuota haji dengan suasana tegang dan dramatis

    Yaqut Kembali Ditahan KPK: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kabar Yaqut ditahan KPK kembali menjadi sorotan publik. Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, kembali menjalani penahanan di rumah tahanan setelah sebelumnya berstatus tahanan rumah. Kasus kuota haji yang menyeret namanya kini memasuki babak baru dan semakin memanas. Status Penahanan Berubah, Ada Apa? Perubahan status dari tahanan rumah ke rutan bukan […]

  • Korban kekerasan seksual duduk termenung di ruang gelap, menggambarkan ketakutan dan hambatan melapor ke aparat hukum.

    Korban Kekerasan Seksual Lebih Memilih Diam, Mengapa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kekerasan seksual terus terjadi di berbagai ruang kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ironi paling menyakitkan justru muncul setelah peristiwa itu terjadi: sebagian besar korban memilih diam. Mereka tidak melapor ke aparat penegak hukum, tidak mendatangi layanan pendampingan, bahkan tidak menceritakan pengalaman traumatis itu kepada orang terdekat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang […]

  • delik-aduan

    Delik Aduan dalam KUHP Baru: Apa Artinya bagi Publik?

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    KUHP baru menetapkan penghinaan lembaga negara sebagai delik aduan, membatasi pelaporan dan mencegah penyalahgunaan hukum. albadarpost.com, OPINI – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru mulai 2026 membawa satu istilah hukum yang sering terdengar, tetapi belum tentu dipahami publik: delik aduan. Istilah ini menjadi kunci dalam pengaturan kasus penghinaan terhadap lembaga negara yang belakangan banyak […]

expand_less