Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 238
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tepat ketika jarum jam mendekati pukul 12.00 WIB, suasana di Rumah Makan Cahaya Minang, Jalan Cigeureung, Kota Tasikmalaya, berubah berbeda dari hari biasanya. Aroma masakan khas Minang masih mengepul dari dapur. Namun, siang itu bukan suara kasir yang paling sering terdengar, melainkan ucapan, “Silakan makan.”

Program makan gratis Tasikmalaya yang digelar rumah makan tersebut telah menjadi agenda rutin setiap tanggal 25. Ratusan porsi makanan disiapkan untuk siapa saja yang datang, mulai dari pelanggan tetap, guru, wartawan, pengemudi ojek online, hingga warga sekitar. Tidak ada syarat khusus. Semua dipersilakan menikmati hidangan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Bukan Promosi, Melainkan Rasa Syukur

Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat, langkah yang dilakukan Rumah Makan Cahaya Minang terbilang tidak biasa. Ketika banyak pelaku usaha berlomba menarik pelanggan melalui potongan harga atau promosi digital, rumah makan ini justru memilih berbagi makanan secara cuma-cuma.

Pemilik Rumah Makan Cahaya Minang, Santo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan strategi pemasaran. Baginya, program makan gratis merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah sekaligus ikhtiar menyambut datangnya bulan Muharram.

Ia berharap rezeki yang diterimanya tidak berhenti di meja kasir, tetapi juga mengalir kepada masyarakat yang membutuhkan ataupun siapa saja yang ingin menikmati makan siang bersama.

Saat awak media menanyakan apakah kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan itu tidak membuat usahanya merugi, Santo tersenyum sebelum menjawab singkat.

“Tidak. Karena dealing saya langsung dengan Tuhan,” ujarnya.

Menurut Santo, keyakinan itulah yang membuatnya tetap konsisten menjalankan kegiatan tersebut. Ia percaya setiap rezeki yang dibagikan akan kembali dalam bentuk keberkahan yang mungkin tidak selalu dapat dihitung dengan angka.

Spanduk Sederhana, Antrean Datang dengan Sendirinya

Tidak ada iklan besar, tidak ada promosi berbayar di media sosial, bahkan tidak ada syarat untuk memperoleh makan gratis.

Informasi mengenai jadwal pembagian biasanya disampaikan langsung kepada pelanggan yang sedang makan di rumah makan tersebut. Selain itu, sebuah spanduk sederhana bertuliskan “Makan Gratis” dipasang di depan rumah makan sebagai penanda bahwa siapa pun boleh datang pada tanggal 25, mulai pukul 12.00 hingga 14.30 WIB.

Cara sederhana itu ternyata cukup efektif.

Menjelang waktu makan siang, satu per satu pengunjung mulai berdatangan. Ada yang mengenakan seragam guru, sebagian masih memakai jaket pengemudi ojek online, sementara lainnya datang sebagai warga sekitar yang mengetahui informasi tersebut dari mulut ke mulut.

Tidak terlihat perbedaan perlakuan. Semua duduk di meja yang sama, menikmati hidangan yang sama, dan pulang dengan senyum yang serupa.

Makan Gratis Tasikmalaya

Pelanggan sedang menikmati Makan Gratis di Cahaya Minang, Kamis (25/6/2026).

Ratusan Porsi Habis, Doa Terus Mengalir

Dalam setiap pelaksanaannya, ratusan porsi makanan dibagikan kepada masyarakat.

Selain melayani makan sehari-hari, Rumah Makan Cahaya Minang juga menerima pesanan paket hajatan. Namun, di sela kesibukan melayani pelanggan komersial, Santo tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan sosial yang kini menjadi ciri khas rumah makannya.

Hasan, seorang wartawan media online yang ikut menikmati makan gratis, mengaku mengapresiasi konsistensi kegiatan tersebut.

“Hatur nuhun kepada Rumah Makan Cahaya Minang. Semoga sukses dan berkah,” katanya.

Ucapan itu mungkin terdengar sederhana. Namun, di balik sepiring nasi yang tersaji, tersimpan rasa terima kasih yang tidak selalu bisa diukur dengan nominal uang.

Berharap Menjadi Tradisi Kebaikan

Santo berharap kegiatan berbagi makan gratis dapat terus berlangsung setiap tanggal 25. Baginya, berbagi makanan bukan sekadar memberi makan orang lain, melainkan menjaga agar rasa syukur tetap hidup dalam menjalankan usaha.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, aksi sederhana seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih memiliki ruang untuk tumbuh. Tidak selalu harus melalui kegiatan besar ataupun bantuan bernilai fantastis. Terkadang, sepiring makanan hangat sudah cukup untuk membuat seseorang merasa diperhatikan.

Mungkin ratusan porsi itu akan habis dalam waktu dua jam. Namun, doa-doa yang mengiringinya bisa jadi bertahan jauh lebih lama. Sebab, bagi Santo, keuntungan terbesar bukan berasal dari uang yang masuk ke laci kasir, melainkan dari keyakinan bahwa setiap rezeki yang dibagikan akan kembali sebagai keberkahan.

Di saat banyak orang sibuk menghitung untung dan rugi, Cahaya Minang memilih menghitung keberkahan. Sebab, rezeki yang dibagikan mungkin habis di piring, tetapi kebaikannya bisa terus hidup di hati orang-orang yang menerimanya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi umat muslim berbagi makanan berbuka puasa kepada jamaah di masjid saat bulan Ramadhan.

    Cuma Beri Takjil? Ini Hadis Nabi yang Mengejutkan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak orang belum menyadari keutamaan memberi makan orang berbuka. Padahal, dalam hadis Nabi tentang memberi makan orang berbuka, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pahala amalan ini bisa menyamai pahala orang yang menjalankan puasa. Karena itu, tradisi berbagi takjil yang sering terlihat di jalan, masjid, atau lingkungan masyarakat sebenarnya memiliki nilai ibadah yang […]

  • Kades Pemalang

    Bukan Jabatan, Ini Warisan Sejati Seorang Kades Sukandar

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ribuan warga memenuhi jalan-jalan di Desa Kalirandu, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, saat mengantar Kepala Desa Kalirandu, Sukandar, menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Prosesi pemakaman Kades Pemalang itu menyita perhatian karena jumlah pelayat yang begitu banyak. Menurut laporan Detik, warga dan perangkat desa mengenang almarhum sebagai sosok yang sederhana, dekat dengan masyarakat, tidak membedakan […]

  • OJK dan debitur

    OJK Minta Debitur Kooperatif, Hindari Debt Collector dan Tindakan Hukum

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    OJK minta debitur kooperatif hadapi utang, hindari debt collector, dan manfaatkan restrukturisasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya sikap kooperatif bagi debitur yang tengah menghadapi kesulitan membayar utang. Penghindaran tanggung jawab dengan berpindah alamat atau menghilang justru bisa memicu penagihan lapangan oleh debt collector. Langkah ini, menurut OJK, bukan hanya melanggar etika […]

  • Hati

    Mengapa Rasulullah Menyebut Hati Penentu Kehidupan?

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Mengapa seseorang yang tampak rajin beribadah masih mudah marah, menyebarkan fitnah, atau meremehkan orang lain? Sebaliknya, mengapa ada orang yang sederhana, tidak banyak bicara, tetapi kehadirannya selalu membawa ketenangan? Rasulullah SAW telah menjelaskan akar persoalan itu lebih dari 14 abad yang lalu. Jawabannya bukan terletak pada kekuatan fisik, kecerdasan, atau kekayaan, melainkan […]

  • wisata Garut Nataru

    Garut Dominasi Kunjungan Wisata Nataru Priangan Timur

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BPS Jawa Barat memproyeksikan Garut menjadi tujuan wisata utama Priangan Timur saat libur Nataru 2026. albadarpost.com, FOKUS – Kabupaten Garut diproyeksikan menjadi tujuan utama wisatawan nusantara di wilayah Priangan Timur pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Proyeksi ini penting karena mencerminkan arah pergerakan wisata akhir tahun yang berdampak langsung pada kesiapan layanan […]

  • Ilustrasi seseorang terjebak dalam kebiasaan buruk yang menghambat kesuksesan dan perkembangan hidup

    Tanpa Sadar! 7 Kebiasaan Ini Menghambat Kesuksesan Anda

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kebiasaan buruk sukses sering tidak terlihat sebagai masalah. Justru karena terasa “normal”, kebiasaan ini diam-diam menghambat kesuksesan tanpa disadari. Banyak orang merasa sudah berusaha keras, tetapi hasilnya stagnan. Mereka tidak gagal karena kurang pintar, melainkan karena terjebak pola yang sama setiap hari. Lebih berbahaya lagi, kebiasaan ini terasa nyaman. Kenapa Kita Sulit […]

expand_less