Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » PHK Guru Mulai Terjadi, Anggaran Dialihkan ke MBG. Siapa Bertanggung Jawab?

PHK Guru Mulai Terjadi, Anggaran Dialihkan ke MBG. Siapa Bertanggung Jawab?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena PHK guru kini tidak lagi sebatas kekhawatiran. Dampak pemangkasan dana transfer daerah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa di lapangan. Guru honorer dirumahkan, jam mengajar dipangkas, dan penghasilan menurun. Situasi ini mempertegas bahwa pemutusan kerja guru bukan sekadar isu, melainkan realitas yang sedang berjalan.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengungkap sinyal bahaya tersebut. Mereka menerima laporan dari berbagai daerah yang menunjukkan tekanan langsung terhadap tenaga pengajar, terutama mereka yang tidak memiliki status pegawai tetap.

“Ini Bukan Efisiensi, Ini Alarm Bahaya Pendidikan”

Koordinator P2G dalam keterangannya menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bisa dianggap sebagai langkah efisiensi biasa.

“Ini bukan sekadar penghematan anggaran. Ini alarm bahaya bagi pendidikan. Guru kehilangan penghasilan, bahkan pekerjaan,” tegas perwakilan P2G.

Pernyataan ini mencerminkan keresahan yang mulai meluas. Sebab, ketika anggaran pendidikan tergerus, yang pertama terdampak bukan sistem, melainkan manusia di dalamnya—guru.

Sekolah Mulai Mengurangi Guru, Beban Mengajar Meningkat

Di sejumlah daerah, sekolah terpaksa menyesuaikan kondisi keuangan. Karena itu, pengurangan tenaga pengajar menjadi pilihan yang sulit dihindari. Guru honorer menjadi pihak paling rentan karena status mereka bergantung pada kemampuan anggaran sekolah.

Selain itu, guru yang masih bertahan harus menanggung beban lebih besar. Jumlah siswa tetap, tetapi jumlah pengajar berkurang. Akibatnya, kualitas pembelajaran terancam menurun.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada guru, tetapi juga langsung menyentuh siswa. Proses belajar menjadi kurang optimal, sementara perhatian guru harus terbagi lebih luas.

Program MBG Disorot, Prioritas Anggaran Dipertanyakan

Program MBG memang bertujuan meningkatkan gizi anak. Namun, realokasi anggaran yang mengorbankan sektor pendidikan memicu kritik tajam.

P2G menilai pemerintah perlu menata ulang prioritas. Mereka tidak menolak program MBG, tetapi menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengorbankan keberlangsungan pendidikan.

Lebih jauh, mereka juga menyoroti tidak adanya skema perlindungan bagi guru terdampak. Padahal, kebijakan publik seharusnya hadir dengan mitigasi risiko yang jelas.

Ketimpangan Pendidikan Mengintai

Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya tidak berhenti pada PHK semata. Ketimpangan pendidikan antarwilayah berpotensi melebar. Daerah dengan anggaran terbatas akan semakin tertinggal.

Selain itu, keberlanjutan tenaga pengajar juga menjadi pertaruhan. Ketika profesi guru semakin tidak stabil, minat generasi muda untuk masuk ke dunia pendidikan bisa menurun.

Hal ini membuka risiko jangka panjang yang lebih serius: krisis kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah Didorong Bertindak Cepat

Seiring meningkatnya sorotan publik, tekanan terhadap pemerintah semakin kuat. Evaluasi kebijakan menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Pakar pendidikan menilai solusi harus mencakup perlindungan guru honorer dan penguatan kembali anggaran pendidikan. Tanpa langkah konkret, dampak kebijakan ini akan meluas dan sulit dikendalikan.

Di sisi lain, transparansi anggaran juga menjadi tuntutan utama. Publik berhak mengetahui bagaimana prioritas ditetapkan dan siapa yang terdampak.

Kebijakan bisa berubah dalam rapat anggaran, tetapi bagi guru, dampaknya terasa di kehidupan nyata—dan ketika guru mulai tersingkir, pendidikan sedang menuju titik paling rapuhnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedong Duwur

    Syuting Film Merusak Gedong Duwur, Pelestarian Cagar Budaya Diuji

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Vandalisme saat syuting film merusak Gedong Duwur, ancam nilai sejarah Indramayu. albadarpost.com, EDITORIAL – Bangunan Cagar Budaya Gedong Duwur di Kabupaten Indramayu rusak setelah aktivitas produksi film layar lebar. Coretan, noda, dan tempelan material ditemukan di dinding bangunan kolonial berusia hampir 150 tahun itu. Kerusakan ini bukan sekadar insiden teknis produksi, tetapi bentuk […]

  • Ilustrasi penggeledahan polisi dalam kasus TPPU emas ilegal bernilai puluhan triliun rupiah di Jawa Timur.

    Terkuak Sindikat Emas Ilegal, Rp 25,8 T Menjalar di Jatim

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – TPPU emas ilegal dengan nilai fantastis terungkap di Jawa Timur. Kepolisian membongkar sindikat pencucian uang emas ilegal senilai Rp 25,8 triliun setelah menggeledah sejumlah lokasi strategis. Kasus ini menunjukkan skala besar kejahatan ekonomi yang melibatkan peredaran emas tanpa izin dan aliran dana mencurigakan lintas wilayah. Pengungkapan pencucian uang emas ilegal tersebut […]

  • Kunjungan kerja DPR RI dan Kemenhub meninjau pengembangan perkeretaapian Kabupaten Tasikmalaya di Stasiun Rajapolah

    Rajapolah–Pirusa, Strategi Transportasi Baru Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong penguatan sektor transportasi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Salah satu langkah strategis yang kini menguat adalah reaktivasi stasiun dan pengembangan perkeretaapian Kabupaten Tasikmalaya, yang mulai mendapat dukungan serius dari pemerintah pusat. Komitmen tersebut tampak dalam kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian […]

  • Ilustrasi pengolahan limbah makanan MBG menjadi kompos dan pakan ternak bernilai ekonomi

    Limbah MBG Ternyata Bisa Jadi Ladang Cuan, Ini Peluang Usahanya

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menghadirkan dampak sosial dalam pemenuhan gizi masyarakat. Di berbagai daerah, limbah MBG dan sisa makanan kini mulai dilirik sebagai peluang usaha baru yang menghasilkan nilai ekonomi. Mulai dari sisa nasi, kulit buah, hingga sayuran yang tidak terpakai, banyak warga dan pelaku UMKM mulai mengolah limbah […]

  • Irwansyah kasus penjara

    Kasus Irwansyah: Ibu Stroke Berujung Penjara

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus yang menimpa Irwansyah di Medan menyentuh sisi paling mendasar dari kehidupan sosial: tanggung jawab anak terhadap orang tua yang sakit. Niatnya sederhana, membantu ibunya yang terserang stroke agar mendapat pengobatan. Namun langkah yang ia tempuh justru berujung pada proses hukum dan penahanan. Peristiwa ini menempatkan Irwansyah pada posisi sulit. Ia […]

  • Rekrutmen Koperasi 2026

    35 Ribu Lowongan Dibuka! Rekrutmen Koperasi 2026 Tanpa Biaya

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang besar akhirnya datang. Rekrutmen Koperasi 2026 resmi dibuka pemerintah dengan total 35.476 formasi. Program yang juga dikenal sebagai lowongan koperasi desa 2026 dan rekrutmen Koperasi Merah Putih ini langsung menyita perhatian karena menawarkan pekerjaan sekaligus peran strategis dalam menggerakkan ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan. Di tengah persaingan kerja yang […]

expand_less