Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » PHK Guru Mulai Terjadi, Anggaran Dialihkan ke MBG. Siapa Bertanggung Jawab?

PHK Guru Mulai Terjadi, Anggaran Dialihkan ke MBG. Siapa Bertanggung Jawab?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena PHK guru kini tidak lagi sebatas kekhawatiran. Dampak pemangkasan dana transfer daerah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa di lapangan. Guru honorer dirumahkan, jam mengajar dipangkas, dan penghasilan menurun. Situasi ini mempertegas bahwa pemutusan kerja guru bukan sekadar isu, melainkan realitas yang sedang berjalan.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengungkap sinyal bahaya tersebut. Mereka menerima laporan dari berbagai daerah yang menunjukkan tekanan langsung terhadap tenaga pengajar, terutama mereka yang tidak memiliki status pegawai tetap.

“Ini Bukan Efisiensi, Ini Alarm Bahaya Pendidikan”

Koordinator P2G dalam keterangannya menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bisa dianggap sebagai langkah efisiensi biasa.

“Ini bukan sekadar penghematan anggaran. Ini alarm bahaya bagi pendidikan. Guru kehilangan penghasilan, bahkan pekerjaan,” tegas perwakilan P2G.

Pernyataan ini mencerminkan keresahan yang mulai meluas. Sebab, ketika anggaran pendidikan tergerus, yang pertama terdampak bukan sistem, melainkan manusia di dalamnya—guru.

Sekolah Mulai Mengurangi Guru, Beban Mengajar Meningkat

Di sejumlah daerah, sekolah terpaksa menyesuaikan kondisi keuangan. Karena itu, pengurangan tenaga pengajar menjadi pilihan yang sulit dihindari. Guru honorer menjadi pihak paling rentan karena status mereka bergantung pada kemampuan anggaran sekolah.

Selain itu, guru yang masih bertahan harus menanggung beban lebih besar. Jumlah siswa tetap, tetapi jumlah pengajar berkurang. Akibatnya, kualitas pembelajaran terancam menurun.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada guru, tetapi juga langsung menyentuh siswa. Proses belajar menjadi kurang optimal, sementara perhatian guru harus terbagi lebih luas.

Program MBG Disorot, Prioritas Anggaran Dipertanyakan

Program MBG memang bertujuan meningkatkan gizi anak. Namun, realokasi anggaran yang mengorbankan sektor pendidikan memicu kritik tajam.

P2G menilai pemerintah perlu menata ulang prioritas. Mereka tidak menolak program MBG, tetapi menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengorbankan keberlangsungan pendidikan.

Lebih jauh, mereka juga menyoroti tidak adanya skema perlindungan bagi guru terdampak. Padahal, kebijakan publik seharusnya hadir dengan mitigasi risiko yang jelas.

Ketimpangan Pendidikan Mengintai

Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya tidak berhenti pada PHK semata. Ketimpangan pendidikan antarwilayah berpotensi melebar. Daerah dengan anggaran terbatas akan semakin tertinggal.

Selain itu, keberlanjutan tenaga pengajar juga menjadi pertaruhan. Ketika profesi guru semakin tidak stabil, minat generasi muda untuk masuk ke dunia pendidikan bisa menurun.

Hal ini membuka risiko jangka panjang yang lebih serius: krisis kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah Didorong Bertindak Cepat

Seiring meningkatnya sorotan publik, tekanan terhadap pemerintah semakin kuat. Evaluasi kebijakan menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Pakar pendidikan menilai solusi harus mencakup perlindungan guru honorer dan penguatan kembali anggaran pendidikan. Tanpa langkah konkret, dampak kebijakan ini akan meluas dan sulit dikendalikan.

Di sisi lain, transparansi anggaran juga menjadi tuntutan utama. Publik berhak mengetahui bagaimana prioritas ditetapkan dan siapa yang terdampak.

Kebijakan bisa berubah dalam rapat anggaran, tetapi bagi guru, dampaknya terasa di kehidupan nyata—dan ketika guru mulai tersingkir, pendidikan sedang menuju titik paling rapuhnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kota inklusif Banjar

    Wali Kota Banjar Tegaskan Kebijakan Inklusi untuk Disabilitas Berdaya

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 menegaskan arah Kota Banjar sebagai kota inklusif dan berdaya. albadarpost.com, HUMANIORA — Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kota Banjar pada Jumat (12/12/2025), menjadi penanda penting arah pembangunan daerah yang semakin menempatkan inklusi sebagai fondasi kebijakan publik. Mengusung tema “Kota Banjar Inklusi, Penyandang Disabilitas Berdaya”, peringatan ini menegaskan komitmen […]

  • perjuangan ekonomi

    Bukan Lagi Angkat Senjata: Gen Z Membangun ‘Indonesia Emas’ Lewat Perjuangan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Generasi Z menjadi motor perjuangan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui inovasi dan ketahanan digital. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perjuangan ekonomi kini menjadi medan juang generasi muda. Pada peringatan Hari Pahlawan, narasi tentang bambu runcing dan medan tempur tetap hidup, tetapi tantangan yang dihadapi generasi sekarang bergeser dari perlawanan fisik menjadi perebutan peluang di tengah ketidakpastian […]

  • SPPG Tasikmalaya

    Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasikmalaya tak lagi sekadar data di atas kertas. Saat Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya turun langsung ke dapur layanan gizi di Singkup, Purbaratu, fakta di lapangan berbicara lebih keras. Aktivitas memasak tetap berjalan, sementara izin belum terlihat. Dapur yang memasok makanan untuk balita, ibu hamil, […]

  • arus balik Nataru 2026

    Arus Balik Nataru 2026 Dipantau di GT Kalihurip Utama

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    GT Kalihurip Utama menjadi titik pantau arus balik Nataru 2026. Lalu lintas ramai namun tetap lancar. albadarpost.com, FOKUS – Gerbang Tol (GT) Kalihurip Utama menjadi salah satu titik pantau utama dalam arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Gerbang tol yang menghubungkan arus kendaraan dari Bandung dan sekitarnya menuju wilayah Jabodetabek ini mencerminkan kondisi […]

  • Surat Yasin

    Keutamaan Surat Yasin

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tradisi membaca Surat Yasin pada malam Jumat terus hidup di tengah umat Islam. Amalan ini diyakini membawa ketenangan batin, harapan ampunan dosa, serta kemudahan urusan dunia dan akhirat. Namun, di balik praktik yang meluas tersebut, penting bagi umat untuk memahami dasar dalilnya secara proporsional agar ibadah tetap berpijak pada ilmu dan tidak […]

  • Ekosistem Halal Ciamis

    DPR RI & BPJPH Turun Tangan, Ekosistem Halal Ciamis “Digaskeun”

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ekosistem halal Ciamis kini bergerak cepat. Penguatan ekosistem halal di Ciamis bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang mulai dijalankan dari hulu hingga hilir. Di tengah dorongan sertifikasi halal, UMKM dihadapkan pada satu kenyataan: peluang besar terbuka, tetapi risiko tertinggal juga semakin nyata. Senin, 27 April 2026, ruang BKPSDM Kabupaten […]

expand_less