Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman.

Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu gambar besar: ada yang sedang tidak baik-baik saja dalam sistem pendidikan kita.

Dan jujur saja, kita semua sebenarnya sudah lama merasakannya.

Rasa Hormat Itu Hilang Pelan-Pelan

Dulu, hubungan guru dan murid punya jarak yang jelas—bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menjaga wibawa.

Sekarang? Batas itu makin kabur.

Media sosial mengubah cara pandang. Semua terasa setara. Kini, semua orang bebas mengomentari apa saja. Bahkan, sebagian mulai menganggap otoritas sebagai sesuatu yang sah untuk ditantang kapan saja.

Ini bukan sepenuhnya salah siswa. Tapi juga bukan sesuatu yang bisa dimaklumi.

Karena ketika rasa hormat hilang, yang runtuh bukan cuma aturan—tapi juga makna pendidikan itu sendiri.

Kita Terlalu Lama Fokus pada Nilai, Bukan Nilai

Ada ironi yang jarang dibicarakan.

Sekolah makin sibuk mengejar angka—ranking, nilai ujian, prestasi akademik. Tapi di saat yang sama, hal yang paling mendasar justru terlewat: karakter.

Program seperti Panca Waluya dengan nilai cageur, bageur, bener, pinter, dan singer terdengar ideal. Bahkan sangat ideal.

Masalahnya bukan di konsep.
Masalahnya di praktik.

Sekolah mengajarkan kebenaran, tetapi gagal membiasakan siswa menjalaninya. Sistem menuntut guru membentuk karakter, namun justru minim memberi dukungan.

Akhirnya? Pendidikan jadi timpang. Pintar, tapi rapuh.

Viral Itu Pedang Bermata Dua

Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta meledak cepat. Seperti biasa, media sosial bekerja tanpa rem.

Di satu sisi, ini bagus. Publik jadi tahu. Ada tekanan. Ada respons.

Tapi di sisi lain, ada efek yang lebih halus—dan lebih berbahaya.

Ketika sesuatu terlalu sering muncul di layar, ia perlahan terasa biasa.

Dan di situlah masalahnya.

Perilaku yang seharusnya jadi alarm, bisa berubah jadi tontonan.
Tontonan yang diulang.
Lalu ditiru.

Ini Bukan Sekadar Ulah Siswa

Mudah untuk menunjuk satu pihak. Menyalahkan siswa. Selesai.

Tapi realitasnya tidak sesederhana itu.

Kasus ini adalah hasil dari banyak hal yang bertemu di satu titik:

  • Sekolah yang kadang ragu bersikap tegas
  • Orang tua yang terlalu melepas atau justru abai
  • Sistem pendidikan yang terlalu lama memuja angka

Dan di tengah semua itu, guru sering berdiri sendirian.

Bukan karena mereka lemah.
Tapi karena sistem tidak selalu memberi ruang untuk kuat.

Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?

Peristiwa ini seharusnya jadi titik balik. Bukan sekadar bahan diskusi lalu hilang.

Perubahan tidak butuh teori baru. Kita sudah punya banyak.

Kita butuh keberanian untuk benar-benar menjalankan:

Guru perlu dilindungi—secara nyata, bukan sekadar wacana.
Sekolah perlu tegas—tanpa takut tekanan.
Orang tua perlu hadir—bukan hanya saat masalah muncul.
Dan siswa perlu dibimbing—bukan hanya dinilai.

Sederhana diucapkan. Sulit dijalankan. Tapi bukan berarti tidak mungkin.

Ini Bukan Kasus Biasa

Kasus di Purwakarta bukan sekadar berita hari ini. Ini peringatan.

Bukan tentang satu siswa. Bukan tentang satu guru.

Ini tentang arah.

Kalau ruang kelas tak lagi punya rasa hormat, maka yang hilang bukan hanya ketertiban. Tapi masa depan itu sendiri.

Dan pertanyaannya sekarang bukan lagi “siapa yang salah”.

Tapi:
kita mau membiarkan ini terus terjadi, atau mulai memperbaiki? (Red)


 

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertandingan Dewa United vs Persib Bandung di stadion tanpa penonton dengan suasana tegang dan fokus pemain

    Tanpa Suporter, Dewa United vs Persib Bisa Tak Terduga, Siapa Diuntungkan?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Dewa United vs Persib kali ini terasa berbeda sejak awal. Pertandingan Dewa United vs Persib bukan hanya soal perebutan poin, tetapi juga soal adaptasi dalam situasi yang tidak biasa. Tanpa penonton di Stadion Internasional Banten, Senin (20/4), duel ini kehilangan satu elemen penting: tekanan dari tribun. Keputusan menggelar pertandingan tanpa […]

  • Proses packaging frozen food menggunakan vacuum sealer, ice gel, dan insulated box untuk pengiriman jarak jauh.

    Teknik Kirim Frozen Food Jarak Jauh Anti Gagal

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Packaging frozen food menjadi kunci sukses bisnis kuliner jarak jauh. Teknik kemasan frozen food atau cara mengemas makanan beku tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga menentukan kepuasan pelanggan. Tanpa packaging frozen food yang tepat, produk mudah rusak, berubah rasa, bahkan gagal sampai tujuan dalam kondisi baik. Karena itu, pelaku usaha wajib […]

  • Final PSG vs Arsenal

    Final PSG vs Arsenal: Bukan Cuma Dembélé dan Saka, Rice dan Vitinha Bisa Tentukan Juara

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketika publik membicarakan Final PSG vs Arsenal, perhatian hampir otomatis tertuju pada para pencetak gol. Namun partai puncak yang berlangsung pada 30 Mei 2026 ini menyimpan cerita yang lebih menarik. Di balik gemerlap trofi dan sorotan kamera, terdapat dua duel yang berpotensi menentukan arah pertandingan: Dembélé vs Saka di lini depan […]

  • Deklarasi SWAKKA kolaborasi media lokal dan stakeholder pentahelix informasi daerah

    SWAKKA Dorong Kolaborasi Media & Pemerintah di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deklarasi SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif) menjadi momentum strategis bagi ekosistem informasi di tingkat daerah. Ketika wartawan, konten kreator, pemerintah, legislatif, penegak hukum, akademisi, dan pelaku bisnis berkumpul, maka kekuatan komunikasi publik meningkat. Sinergi ini lahir bukan secara kebetulan, melainkan sebagai bentuk respons nyata atas kebutuhan masyarakat akan informasi […]

  • Obat Keras Tasikmalaya

    Polisi Ungkap COD Obat Keras di Tasikmalaya, Target Pelajar Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengungkapan kasus obat keras Tasikmalaya kembali mengguncang publik setelah aparat kepolisian membongkar jaringan peredaran pil terlarang yang menyasar pelajar hingga orang dewasa. Obat keras Tasikmalaya atau peredaran ilegal Tramadol, Hexymer, dan Double Y ini terungkap dalam operasi intensif yang dilakukan sejak awal tahun 2026 di berbagai titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Pengungkapan ini […]

  • Australia SAS Timur Tengah

    Australia Bungkam Soal Pasukan SAS di Timur Tengah, Ada Apa?

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA DUNIA – Isu Australia kirim pasukan khusus Special Air Service (SAS) ke Timur Tengah mendadak menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa sekitar 90 personel pasukan elite SAS diduga telah dikirim ke kawasan Teluk. Dugaan pengiriman pasukan Australia ke Timur Tengah itu langsung memicu spekulasi karena terjadi di tengah perang antara Amerika Serikat, Israel, […]

expand_less