Anak Saleh Lebih Berharga dari Harta: Kisah yang Mengingatkan Banyak Orang Tua
- account_circle redaktur
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Yosep Rangga Gumilar dan keluarga menyambut kelahiran putra keempat sebagai amanah dan rezeki dari Allah SWT, Kamis (5/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HIKMAH — Anak saleh menjadi harapan hampir setiap keluarga Muslim. Karena itu, kelahiran Yadavendra Ryuga Gumilar, putra keempat pasangan Yosep Rangga Gumilar dan Apriani Kristi, bukan sekadar kabar bahagia bagi keluarga, melainkan juga pengingat tentang amanah besar yang Allah titipkan kepada setiap orang tua.
Yadavendra Ryuga Gumilar lahir di TMC pada tanggal 3 pukul 11.25 WIB. Kehadirannya melengkapi keluarga yang sebelumnya telah dikaruniai Ziggy Sava Gumilar, Cyra Alfadyah Gumilar, dan Axel Jayendra Gumilar.
Di ruang tunggu rumah sakit, suasana biasanya terasa berbeda ketika proses persalinan berlangsung. Suara roda troli sesekali melintas di lorong. Lampu putih memantul di lantai keramik yang mengilap. Seorang anggota keluarga berjalan pelan menuju dispenser air, lalu kembali duduk tanpa banyak bicara.
Sebentar-sebentar melihat jam.
Lalu menyimpan ponsel lagi.
Tidak ada yang benar-benar bisa menjelaskan perasaan itu.
Setiap Anak Datang Membawa Rezekinya
Ketika jumlah anak bertambah, sebagian orang langsung memikirkan biaya hidup, pendidikan, dan kebutuhan masa depan. Kekhawatiran itu manusiawi. Namun Islam mengajarkan agar seorang mukmin tidak hanya melihat persoalan dari hitungan dunia semata.
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu.”
(QS. Al-Isra: 31)
Ayat ini mengingatkan bahwa rezeki sejatinya berasal dari Allah SWT. Karena itu, banyak ulama menjelaskan bahwa setiap anak datang bersama ketetapan rezekinya masing-masing.
Di berbagai keluarga Muslim, keyakinan tersebut sering menemukan bentuknya dalam kisah-kisah sederhana. Ada yang memperoleh pekerjaan baru setelah kelahiran anak. Ada yang usahanya perlahan berkembang. Dan ada pula yang mendapatkan kemudahan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Mungkin bentuknya berbeda-beda.
Namun Allah selalu memiliki cara-Nya sendiri.
Amanah Besar yang Menyertai Tangisan Pertama
Tidak lama setelah kabar kelahiran beredar, ucapan selamat biasanya mulai berdatangan. Grup WhatsApp keluarga menjadi lebih ramai dari biasanya. Sebagian hanya mengirim emoji tangan berdoa. Sebagian lagi menuliskan harapan panjang agar sang bayi tumbuh sehat, saleh, dan menjadi kebanggaan keluarga.
Di balik ucapan selamat itu, ada amanah besar yang ikut lahir bersama seorang anak.
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengingatkan bahwa tugas orang tua tidak berhenti pada memenuhi kebutuhan fisik anak. Mereka juga berkewajiban menanamkan akhlak, membangun karakter, dan mengenalkan anak kepada Tuhannya.
Anehnya, setiap kelahiran anak selalu menghadirkan perasaan yang berbeda.
Meski sudah pernah mengalaminya beberapa kali, seorang ayah tetap bisa merasakan gugup yang sama saat menunggu kabar dari ruang bersalin.
Mungkin karena saat itulah manusia kembali menyadari bahwa ada banyak hal dalam hidup yang berada di luar kendalinya.
Anak Saleh Adalah Warisan yang Tidak Pernah Habis
Di zaman ketika ukuran kesuksesan sering dikaitkan dengan harta dan jabatan, Islam justru mengajarkan ukuran yang jauh lebih panjang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menjelaskan mengapa anak saleh sering disebut sebagai investasi akhirat.
Nilainya tidak berhenti ketika orang tua pensiun.
Tidak berakhir ketika usia semakin menua.
Bahkan tidak selesai ketika seseorang telah meninggalkan dunia.
Doa seorang anak yang saleh akan terus mengalir. Menembus waktu. Menjadi cahaya bagi kedua orang tuanya.
Karena itu, mendidik anak sejatinya bukan sekadar mempersiapkan masa depan mereka. Lebih dari itu, orang tua sedang mempersiapkan bekal bagi dirinya sendiri di hadapan Allah SWT.
Kebahagiaan yang Sesungguhnya
Kelahiran Yadavendra Ryuga Gumilar tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Komisaris PT. Denlegal Mitra Solution, Yosep Rangga Gumilar.
Namun kebahagiaan terbesar bukanlah ketika seorang anak lahir ke dunia.
Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika anak itu tumbuh mencintai Allah, menghormati orang tua, menjaga salatnya, dan membawa manfaat bagi sesama.
Tangisan bayi di ruang bersalin mungkin hanya terdengar beberapa detik.
Tetapi amanah yang lahir bersamanya bisa berlangsung sepanjang hayat.
Dan kelak, ketika semua harta, jabatan, dan kebanggaan dunia tertinggal, yang tetap menyertai seorang ayah dan ibu hanyalah amal saleh yang mereka tinggalkan melalui anak-anaknya.
Rumah yang paling kaya bukanlah rumah yang dipenuhi kemewahan. Rumah yang paling kaya adalah rumah yang melahirkan anak-anak saleh. Sebab ketika dunia berhenti mengenang nama seseorang, doa anak saleh masih terus naik ke langit, mengetuk pintu rahmat Allah untuk kedua orang tuanya. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar