Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Bahaya Ujub: Saat Amal Justru Menjauhkan dari Allah

Bahaya Ujub: Saat Amal Justru Menjauhkan dari Allah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Menjelang Subuh, lampu masjid kampung masih menyala. Beberapa jamaah datang sambil merapatkan jaket. Ada yang baru mematikan mesin motor. Ada yang terburu-buru karena hampir tertinggal iqamah.

Semuanya tampak biasa.

Sangat biasa.

Namun kehidupan sering menyimpan ironi yang tidak terlihat dari luar.

Seseorang bisa rajin ke masjid setiap hari, tetapi hatinya perlahan dipenuhi kesombongan.

Sebaliknya, ada orang yang sedang berjuang keluar dari masa lalunya yang kelam, tetapi hatinya justru lebih dekat kepada Allah.

Ini terdengar aneh.

Namun sejarah agama penuh dengan kisah seperti itu.

Dan mungkin, salah satu alasan mengapa banyak orang sulit menerima kisah-kisah tersebut adalah karena diam-diam kita lebih suka menjadi hakim daripada terdakwa.

Ketika Kolom Komentar Lebih Ramai daripada Muhasabah

Hari ini, menghakimi orang lain menjadi sangat mudah.

Kadang bahkan sebelum sarapan, kolom komentar sudah lebih dulu dipenuhi vonis-vonis keagamaan.

Ada yang menilai keimanan seseorang dari foto profilnya.

Ada yang mengukur ketakwaan orang lain dari potongan video berdurasi 15 detik.

Dan ada yang merasa cukup mengenal isi hati seseorang hanya karena membaca satu status Facebook.

Anehnya, semakin sedikit informasi yang dimiliki, kadang semakin besar keberanian untuk menghakimi.

Sebagian orang mungkin belum selesai membaca Al-Fatihah Subuhnya, tetapi sudah sibuk mengukur kualitas iman orang lain.

Sebagian lagi belum sempat memeriksa kesalahan dirinya sendiri, tetapi sudah ahli menjelaskan dosa tetangganya.

Manusia memang unik.

Saat membicarakan kekurangan orang lain, ingatannya sangat tajam.

Namun ketika membicarakan kekurangan dirinya sendiri, memorinya tiba-tiba bermasalah.

Kisah yang Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman

Ibnu Athaillah As-Sakandari menulis sebuah hikmah yang terasa seperti pukulan telak bagi ego manusia:

“مَعْصِيَةٌ أَوْرَثَتْ ذُلًّا وَافْتِقَارًا خَيْرٌ مِنْ طَاعَةٍ أَوْرَثَتْ عِزًّا وَاسْتِكْبَارًا”
“Maksiat yang melahirkan rasa hina dan membutuhkan rahmat Allah lebih baik daripada ketaatan yang melahirkan rasa mulia dan kesombongan.”

Kalimat ini tidak sedang memuji dosa.

Ia sedang membongkar jebakan yang sering tersembunyi di balik amal.

Karena ada orang yang selesai berbuat salah lalu menangis dalam sujudnya.

Dan ada orang yang selesai beribadah lalu diam-diam merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.

Yang pertama sadar bahwa dirinya membutuhkan Allah.

Yang kedua mulai merasa Allah membutuhkan dirinya.

Tentu saja itu berlebihan.

Tetapi kesombongan memang selalu berlebihan.

Ketika Langit Membuat Keputusan yang Berbeda

Dalam salah satu riwayat yang dinukil para ulama, diceritakan seorang ahli ibadah dari Bani Israil yang begitu dihormati masyarakat.

Ke mana pun ia pergi, awan menaunginya.

Kalau hidup hari ini, mungkin setara dengan seseorang yang selalu mendapat pujian, undangan ceramah, dan ribuan komentar yang berisi kata “masya Allah”.

Suatu hari, seorang perempuan yang dikenal bergelimang maksiat melihatnya.

Perempuan itu tidak datang untuk merusak.

Tidak datang untuk menggoda.

Ia hanya berharap mendapat keberkahan karena berada dekat dengan orang saleh.

Namun yang ia terima justru pengusiran.

Sederhana.

Tetapi menyakitkan.

Dan di situlah cerita berubah arah.

Allah mengampuni perempuan tersebut, sementara ahli ibadah itu kehilangan kemuliaan yang selama ini ia banggakan.

Kisah ini membuat banyak orang gelisah.

Karena kisah itu mengingatkan bahwa penampilan saleh dan keadaan hati tidak selalu berjalan beriringan.

Dosa yang Ditangisi dan Amal yang Dipamerkan

Ada perbedaan besar antara dosa yang ditangisi dan amal yang dipamerkan.

Dosa yang membuat seseorang menangis sering melahirkan taubat.

Sedangkan amal yang terus-menerus dipandang sebagai alasan untuk merasa hebat bisa melahirkan ujub.

Dan ujub adalah penyakit yang sangat licin.

Ia tidak datang dengan wajah menakutkan.

Ia datang sambil membawa tasbih.

Kadang ia datang setelah tahajud.

Kadang ia datang setelah sedekah.

Dan kadang ia datang setelah seseorang dipuji sebagai orang baik.

Karena itu para ulama lebih takut kepada ujub daripada kepada banyak dosa lahiriah.

Sebab pelaku dosa biasanya sadar bahwa dirinya sakit.

Sedangkan orang yang terkena ujub sering merasa dirinya paling sehat.

Yang Allah Lihat Tidak Selalu Sama dengan yang Dilihat Manusia

Allah berfirman:

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.”

(QS An-Najm: 32)

Dan Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”

(HR Muslim)

Ayat dan hadis ini seharusnya cukup membuat manusia lebih hati-hati.

Namun kenyataannya tidak selalu demikian.

Karena mengoreksi orang lain terasa lebih ringan daripada mengoreksi diri sendiri.

Menghitung dosa orang lain terasa lebih mudah daripada menghitung kesombongan yang tumbuh diam-diam dalam hati.

Padahal belum tentu orang yang hari ini kita pandang rendah berakhir lebih buruk daripada kita.

Dan belum tentu orang yang hari ini kita kagumi berakhir lebih baik daripada mereka.

Cerita belum selesai.

Takdir belum ditutup.

Kitab amal belum dikunci.

Mungkin yang paling jauh dari Allah bukanlah orang yang pernah jatuh ke dalam dosa. Mungkin yang paling jauh justru orang yang terlalu sibuk memandang ke bawah untuk melihat kesalahan orang lain, sampai lupa mendongak ke atas dan menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Allah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin AlbadarPost)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • lingkungan kerja tidak sehat

    7 Tanda Lingkungan Kerja Sudah Tidak Sehat, Jangan Abaikan Sebelum Terlambat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa cepat lelah, sulit fokus, dan kehilangan semangat setiap kali masuk kantor? Bisa jadi Anda sedang berada di lingkungan kerja tidak sehat. Kondisi ini sering muncul perlahan. Namun, jika dibiarkan, suasana kerja toxic, kantor yang tidak kondusif, dan hubungan kerja yang buruk dapat merusak kesehatan mental, produktivitas, bahkan karier. Banyak orang […]

  • Argentina vs Inggris

    Argentina Siapkan Senjata Premier League Hadapi Inggris

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Argentina vs Inggris menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada semifinal Piala Dunia 2026. Duel dua raksasa sepak bola dunia ini bukan hanya menghadirkan persaingan dua tim elite, tetapi juga mempertemukan sejumlah pemain Argentina yang sangat mengenal karakter permainan Inggris berkat pengalaman mereka di Premier League. Faktor tersebut diperkirakan menjadi salah […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan penuh ketenangan sebagai bentuk penguatan tauhid dalam kehidupan sehari-hari

    Saat Hidup Terasa Berat, Tauhid Jadi Jalan Pulang Paling Tenang

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tauhid sehari-hari sering terdengar sederhana. Namun dalam praktiknya, tauhid dalam kehidupan justru menjadi hal yang paling sering terlupakan. Banyak orang menjalani hari dengan aktivitas yang padat, target yang menumpuk, dan pikiran yang tidak pernah benar-benar tenang. Di satu sisi, semua terlihat berjalan baik. Namun di sisi lain, ada rasa kosong yang sulit […]

  • Pendaftaran TNI AD 2026

    Pendaftaran TNI AD 2026 Dibuka, Catat Jadwal Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pendaftaran TNI AD 2026 resmi dibuka. Kesempatan mengikuti rekrutmen TNI AD 2026 melalui jalur Bintara PK maupun Tamtama PK Gelombang III Tahun Anggaran 2026 kembali hadir bagi putra-putri Indonesia yang ingin mengabdi kepada bangsa. Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Kodam III/Siliwangi dan situs resmi rekrutmen TNI AD. Setiap tahun, […]

  • ilustrasi pencairan tpg guru madrasah 2026

    Akhirnya Cair! TPG Guru Madrasah Mulai Dibayarkan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kabar yang dinanti akhirnya datang. TPG madrasah cair secara bertahap mulai Maret 2026. Pencairan tunjangan profesi guru madrasah ini menjadi kabar baik bagi para pendidik di seluruh Indonesia, terutama bagi mereka yang selama ini menunggu kepastian pembayaran. Tidak hanya guru yang telah lama bersertifikasi, pemerintah juga memastikan bahwa lulusan Pendidikan Profesi […]

  • Bandung Siaga 24 Jam

    Bandung Siaga 24 Jam, Keamanan Kota Kini Diperkuat

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH– Pemerintah Kota Bandung memperkuat program Bandung Siaga 24 Jam guna meningkatkan keamanan kota melalui patroli intensif, pengawasan wilayah, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat. Program pengamanan ini melibatkan Satpol PP, Polri, TNI, Dinas Perhubungan, hingga unsur kewilayahan agar situasi tetap kondusif selama 24 jam. Selain memperkuat keamanan Bandung, Pemkot juga mengajak masyarakat […]

expand_less