Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Mengapa Muharram Sering Berlalu Tanpa Perubahan?

Mengapa Muharram Sering Berlalu Tanpa Perubahan?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang Muharram, suasana masjid di berbagai kampung kembali hidup. Anak-anak berlatih pawai obor, pengajian Tahun Baru Islam digelar, dan ucapan selamat Muharram memenuhi media sosial. Namun di balik semarak tersebut, ada satu pertanyaan yang jarang dibahas: mengapa banyak orang gagal memanfaatkan Muharram sebagai momentum perubahan?

Padahal makna hijrah, pesan hijrah, dan sejarah hijrah merupakan inti dari Tahun Baru Islam. Ironisnya, banyak orang merayakan Muharram setiap tahun, tetapi tetap mengulang kebiasaan yang sama. Kalender berubah. Angka tahun bertambah. Namun hidup berjalan di tempat.

Jawabannya ternyata bisa ditemukan dalam sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW.

Muharram Sering Dirayakan, Tetapi Jarang Dimaknai

Di banyak daerah, malam 1 Muharram berlangsung meriah. Lampu masjid menyala hingga larut malam. Warga berkumpul mengikuti pengajian. Anak-anak berjalan membawa obor menyusuri jalan kampung.

Pemandangan itu indah.

Namun sering kali Muharram berhenti sebagai perayaan.

Banyak orang mengingat tanggalnya, tetapi melupakan pesannya.

Padahal para sahabat tidak memilih peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai awal kalender Islam. Mereka juga tidak memilih turunnya wahyu pertama. Sebaliknya, mereka memilih peristiwa hijrah sebagai titik awal penanggalan Islam.

Keputusan itu bukan tanpa alasan.

Hijrah merupakan simbol perubahan besar yang lahir dari keimanan, pengorbanan, dan keberanian meninggalkan zona nyaman.

Sejarah Hijrah Mengajarkan Bahwa Perubahan Tidak Instan

Salah satu kesalahan terbesar manusia adalah menginginkan perubahan tanpa proses.

Padahal sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW menunjukkan hal yang berbeda.

Sebelum hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW menghadapi berbagai ujian. Beliau dicaci, diusir, bahkan menghadapi ancaman pembunuhan dari kaum Quraisy.

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia.” (QS. An-Nahl: 41)

Ayat ini menunjukkan bahwa hijrah bukan jalan yang mudah.

Karena itu, banyak orang gagal memanfaatkan Muharram karena mereka menginginkan hasil tanpa perjuangan. Mereka ingin hidup berubah dalam semalam, padahal perubahan sejati membutuhkan kesabaran dan konsistensi.

Banyak Orang Mengganti Target, Bukan Mengganti Diri

Muharram sering identik dengan resolusi.

Ada yang ingin lebih sukses dalam usaha. Ada yang ingin memiliki pekerjaan lebih baik. Dan ada pula yang ingin mencapai target-target duniawi lainnya.

Semua itu tidak salah.

Namun sejarah hijrah mengajarkan bahwa perubahan pertama bukan terletak pada target, melainkan pada diri sendiri.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini sering dikutip. Akan tetapi, tidak semua orang benar-benar mengamalkannya.

Banyak orang ingin hasil berbeda, tetapi tetap mempertahankan kebiasaan lama.

Mereka berharap hidup berubah, tetapi enggan memperbaiki salat.

Dan mereka ingin hati tenang, tetapi masih memelihara dendam.

Serta mereka ingin rezeki berkah, tetapi masih mengabaikan kejujuran.

Di sinilah letak kegagalan yang paling sering terjadi.

Muharram Bukan Tentang Pindah Tempat, Tetapi Pindah Hati

Ketika mendengar kata hijrah, sebagian orang langsung membayangkan perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain.

Padahal makna hijrah jauh lebih luas.

Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari)

Hadis ini memberikan perspektif yang sangat penting.

Hijrah bukan hanya soal ke mana seseorang pergi.

Hijrah adalah tentang apa yang ia tinggalkan.

Meninggalkan kemalasan.

Meninggalkan kebiasaan buruk.

Dan meninggalkan maksiat yang selama ini dianggap biasa.

Karena itu, Muharram menjadi momentum yang tepat untuk bertanya kepada diri sendiri:

Apa yang harus saya tinggalkan agar hidup saya menjadi lebih baik?

Pelajaran dari Kampung yang Sering Terlupakan

Di sebuah kampung di Tasikmalaya, seorang jamaah lanjut usia terlihat duduk di serambi masjid setelah pengajian Muharram selesai. Ketika warga mulai pulang, ia masih duduk memandangi halaman masjid yang mulai sepi.

“Lima belas tahun lalu saya ikut pengajian Muharram di tempat yang sama,” katanya pelan.

“Saat itu saya berjanji akan lebih rajin ke masjid. Alhamdulillah, sampai sekarang saya masih berusaha menjaganya.”

Kalimat itu sederhana.

Namun justru di situlah makna hijrah yang sesungguhnya.

Bukan perubahan yang heboh.

Bukan perubahan yang viral.

Melainkan perubahan kecil yang terus dijaga bertahun-tahun.

Muharram Adalah Kesempatan, Bukan Sekadar Perayaan

Muharram datang setiap tahun.

Namun tidak semua orang memperoleh manfaat yang sama.

Sebagian hanya melihat pergantian tanggal.

Sebagian sibuk membuat resolusi yang akhirnya terlupakan.

Sementara itu, sebagian lainnya menjadikan Muharram sebagai titik awal memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Karena itu, amalan terbaik di bulan Muharram bukan hanya puasa, sedekah, atau membaca Al-Qur’an. Semua amalan tersebut sangat penting. Namun yang lebih penting adalah menjadikan Muharram sebagai awal perubahan yang benar-benar bertahan.

Ketika lampu masjid mulai dipadamkan malam itu, satu per satu warga pulang ke rumah masing-masing. Jalan kampung kembali sepi. Namun pertanyaan tentang hijrah seolah masih tertinggal di kepala mereka: apakah Muharram tahun ini hanya akan menjadi perayaan tahunan, atau benar-benar menjadi awal perubahan yang selama ini ditunda?

Muharram tidak meminta kita menjadi manusia sempurna dalam satu malam. Muharram hanya meminta satu langkah pertama. Sebab sejarah hijrah mengajarkan satu hal yang sering dilupakan: Allah tidak menilai seberapa cepat kita berubah, tetapi seberapa sungguh-sungguh kita berjalan menuju-Nya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tasikmalaya menghadiri rapat paripurna DPRD terkait persetujuan hibah kendaraan dan aset tanah untuk pelayanan publik.

    DPRD Tasikmalaya Setujui Hibah 39 Mobil untuk MUI Kecamatan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (29/4/2026), menyetujui hibah sejumlah aset milik pemerintah daerah untuk mendukung pelayanan masyarakat. Dalam agenda tersebut, DPRD menyepakati hibah kendaraan operasional serta aset tanah untuk pembangunan fasilitas kesehatan dan sosial di beberapa wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Keputusan terkait hibah aset Tasikmalaya itu disampaikan dalam rapat paripurna pembahasan […]

  • Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas kontingen Persigar Garut menuju putaran nasional Liga 4 di Pasuruan

    Persigar Bawa Harapan Garut di Liga 4 Nasional, Ini Pesan Bupati

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Langit Garut masih menyisakan hawa dingin pagi ketika satu per satu pemain Persigar mulai berkumpul di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (25/5/2026). Sebagian pemain tampak membawa tas ransel hitam dengan logo klub yang mulai sedikit pudar di bagian sudut. Ada pula yang sibuk merapikan jaket tim sambil bercanda kecil […]

  • penjarahan DPR

    Kriminolog UI: Penjarahan Rumah Anggota DPR Dipicu Rasa Ketidakadilan Kolektif

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Kriminolog UI sebut penjarahan rumah anggota DPR dipicu rasa ketidakadilan kolektif dan dipicu ajakan di media sosial. albadarpost.com, LENSA – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menilai aksi penjarahan terhadap rumah sejumlah anggota DPR dan menteri pada gelombang demonstrasi 25–31 Agustus lalu bukanlah tindakan spontan. Menurutnya, peristiwa itu merupakan akumulasi dari rasa ketidakadilan yang dirasakan […]

  • bupati Tasikmalaya

    Proyek di Kabupaten Tasikmalaya Dikondisikan oleh Tim Bupati?

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Laporan Khusus Albadarpost. albadarpost.com, EDITORIAL – Pelaksanaan proyek di lingkungan pemerintah daerah pada prinsipnya diatur melalui mekanisme yang jelas dan berlapis. Regulasi seperti Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (beserta aturan turunannya) menegaskan bahwa proses pengadaan harus dilakukan oleh struktur resmi: mulai dari perencanaan oleh SKPD, pemilihan penyedia oleh pejabat atau unit pengadaan, hingga pelaksanaan […]

  • kosmetik menyesatkan BPOM

    BPOM Cabut Izin 13 Kosmetik Menyesatkan BPOM Berklaim Medis

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    BPOM menindak 13 kosmetik menyesatkan BPOM yang mengklaim tingkatkan fungsi vital pria. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan kosmetik menyesatkan BPOM yang dipasarkan luas melalui platform digital. Sebanyak 13 produk teridentifikasi menggunakan klaim vulgar yang menyalahi aturan dan berpotensi merugikan konsumen. Temuan ini penting karena maraknya penjualan kosmetik ilegal yang memanfaatkan […]

  • Petugas Satreskrim Polres Banjar mengamankan terduga pelaku curanmor dalam Operasi Jaran Lodaya 2026 beserta barang bukti sepeda motor.

    Operasi Jaran Lodaya Berhasil Ungkap Curanmor di Banjar

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH  — Kasus curanmor kembali menjadi perhatian masyarakat Kota Banjar. Seorang pria berinisial M diamankan Satreskrim Polres Banjar karena diduga terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Kecamatan Pataruman. Penangkapan dilakukan di tengah pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2026. Operasi tersebut difokuskan untuk […]

expand_less