Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pariwisata Pangandaran Siap Melonjak, Tol Getaci Bakal Pangkas Waktu Tempuh Wisatawan

Pariwisata Pangandaran Siap Melonjak, Tol Getaci Bakal Pangkas Waktu Tempuh Wisatawan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tol Getaci diprediksi dorong pariwisata Pangandaran, memangkas waktu tempuh Jakarta–Pangandaran hingga separuhnya.

albadarpost.com, LENSA – Pariwisata Pangandaran, Jawa Barat, terus menunjukkan geliat positif dengan potensi wisata alam dan budaya yang makin beragam. Namun, perjalanan panjang dan macet menuju kawasan itu masih menjadi hambatan utama. Kehadiran proyek strategis nasional Tol Getaci digadang bakal jadi solusi yang mempercepat akses menuju surga wisata selatan Jawa Barat ini.


Pesona Pariwisata Pangandaran yang Terus Berkembang

Kabupaten Pangandaran kini menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, wilayah ini memiliki 170 objek wisata yang mencakup 15 destinasi buatan, 27 wisata budaya, dan 128 wisata alam.

Daya tarik Pangandaran bukan sekadar pantai. Wisatawan bisa menikmati pengalaman body rafting, menjelajahi gua alam, hingga menyaksikan ritual budaya masyarakat pesisir. Alamnya yang memesona dipadukan dengan keramahan penduduk dan kekayaan kuliner lokal menjadikan Pangandaran magnet bagi wisatawan dari Bandung, Jakarta, hingga luar Jawa.

Kawasan pesisir ini juga dilengkapi berbagai hotel dan penginapan dengan fasilitas modern. Sajian kuliner seperti ikan bakar Pangandaran, pindang gunung, dan seafood segar menjadi pelengkap liburan yang tak terlupakan. Namun, di balik keindahan itu, masih tersisa satu persoalan klasik: waktu tempuh yang panjang dan melelahkan menuju lokasi wisata.


Jarak Panjang, Wisatawan Sering Kehabisan Energi di Jalan

Bagi pelancong dari Jakarta, jarak sekitar 300 kilometer menuju Pangandaran dapat memakan waktu 8–9 jam perjalanan darat. Sementara dari Bandung yang berjarak 170 kilometer, waktu tempuhnya berkisar antara 6–7 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Beberapa titik seperti Cileunyi, Nagreg, Kadungora, Leles, Limbangan, dan Gentong dikenal sebagai simpul kemacetan kronis yang kerap memperlambat laju kendaraan, terutama saat akhir pekan atau musim libur panjang.

Baca juga: Maladewa Larang Rokok Nasional, Langkah Berani Lindungi Generasi Muda

Tak sedikit wisatawan mengeluhkan kelelahan bahkan sebelum tiba di lokasi wisata. Kondisi jalan berliku dan padat membuat banyak orang berpikir dua kali untuk kembali liburan ke Pangandaran. Situasi ini menjadi salah satu faktor yang membatasi pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan, meskipun potensi pariwisata Pangandaran sangat besar.


Tol Getaci: Harapan Baru Akses Cepat Menuju Pangandaran

Kabar baik datang ketika pemerintah pusat menetapkan proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2025. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan proyek ini akan dilelang ulang pada 2026 dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2029.

Tol Getaci yang menjadi bagian jaringan Tol Trans Jawa Selatan akan membentang sepanjang 206,65 kilometer, menghubungkan dua provinsi besar: Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jalurnya melintasi Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, hingga berakhir di Cilacap.

Jika proyek ini rampung, waktu tempuh perjalanan Jakarta–Pangandaran yang kini mencapai 8–9 jam dipangkas drastis menjadi hanya sekitar 4 jam. Sementara dari Bandung, jarak 170 kilometer dapat ditempuh hanya dalam 2 jam. Kecepatan rata-rata kendaraan di tol, yang berkisar antara 80–100 km/jam, akan memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi wisatawan.

Dalam rencana teknisnya, Tol Getaci akan memiliki 10 simpang susun (gerbang tol), di antaranya Majalaya, Nagreg, Garut Utara, Garut Selatan, Singaparna, Kawalu, Ciamis, Banjar, Patimuan, dan Cilacap. Bagi wisatawan yang menuju Pangandaran, pintu keluar Gerbang Tol Patimuan akan menjadi akses utama menuju pantai selatan yang terkenal dengan pasir putih dan ombaknya.


Dampak Ekonomi dan Sosial dari Tol Getaci

Keberadaan Tol Getaci bukan hanya akan mempercepat perjalanan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru di kawasan selatan Jawa Barat. Arus wisatawan yang meningkat akan mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, dan industri kreatif lokal.

Pemerintah daerah pun mulai menyiapkan strategi menyambut perubahan ini. Sejumlah proyek infrastruktur pendukung seperti pembangunan Jembatan Ikonik Sodongkopo tengah dikebut untuk memperkuat daya tarik kawasan wisata dan mempermudah akses antarwilayah.

Selain itu, Tol Getaci diharapkan mampu mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Jawa Barat. Selama ini, wilayah selatan cenderung tertinggal karena keterbatasan akses transportasi dan logistik. Dengan jalur tol baru, distribusi barang dan jasa dapat berjalan lebih cepat dan efisien.


Pangandaran Menuju Era Baru Wisata Modern

Dengan hadirnya Tol Getaci, pariwisata Pangandaran diyakini akan memasuki babak baru. Aksesibilitas yang semakin mudah akan meningkatkan daya saing daerah ini dengan destinasi wisata populer lainnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Para pelaku wisata berharap proyek ini dapat mendorong pemerataan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Selain itu, wisata alam, budaya, dan kuliner khas Pangandaran akan semakin mudah dijangkau, memperkaya pilihan liburan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tol Getaci menjadi angin segar bagi pariwisata Pangandaran. Akses cepat dan mudah akan memperkuat daya tarik wisata selatan Jawa Barat. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi keluarga duduk bersama di ruang tamu sambil menyimpan ponsel untuk menjaga keharmonisan keluarga di era digital.

    7 Cara Islam Menjaga Keluarga Tetap Harmonis di Era Digital

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH -Konflik keluarga Islam di era digital kini semakin sering dibahas. Banyak keluarga Muslim mulai merasakan perubahan suasana rumah karena media sosial, kebiasaan bermain gadget, komunikasi yang dingin, hingga manusia yang perlahan lebih sibuk menatap layar dibanding mendengarkan keluarganya sendiri. Padahal Islam sangat menekankan ketenangan dalam rumah tangga. Namun suasananya sekarang berbeda. Di beberapa […]

  • merger NasDem Gerindra

    Dilempar Lalu Ditarik: Ada Apa di Balik Isu Merger NasDem–Gerindra?

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu merger NasDem Gerindra, atau kabar penggabungan antara Partai NasDem dan Partai Gerindra, tiba-tiba muncul ke permukaan—lalu cepat pula dibantah. Pola seperti ini bukan hal baru. Justru di situlah letak menariknya. Banyak yang mulai membaca ini sebagai bagian dari strategi uji reaksi publik, bukan sekadar rumor politik biasa. Wacana Dilempar, Lalu […]

  • Mobil Daihatsu Sigra abu-abu terparkir di Jalan KHZ Mustofa Tasikmalaya saat polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah anggota polisi.

    Fakta Baru! Pria Meninggal Dalam Mobil di KHZ Mustofa Seorang Polisi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah tegang pada Kamis, 30 April 2026. Warga yang sejak subuh penasaran dengan sebuah mobil Daihatsu Sigra abu-abu akhirnya dikejutkan fakta memilukan. Pria yang ditemukan meninggal di dalam mobil tersebut ternyata seorang anggota polisi aktif dari Polsek Langensari Kota Banjar. Korban diketahui […]

  • kota inklusif Banjar

    Wali Kota Banjar Tegaskan Kebijakan Inklusi untuk Disabilitas Berdaya

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 menegaskan arah Kota Banjar sebagai kota inklusif dan berdaya. albadarpost.com, HUMANIORA — Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kota Banjar pada Jumat (12/12/2025), menjadi penanda penting arah pembangunan daerah yang semakin menempatkan inklusi sebagai fondasi kebijakan publik. Mengusung tema “Kota Banjar Inklusi, Penyandang Disabilitas Berdaya”, peringatan ini menegaskan komitmen […]

  • Ilustrasi suasana Ramadan dengan jamaah berdoa, menggambarkan makna sabar dan ridho menerima takdir Allah.

    Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sabar dan ridho adalah dua ibadah batin yang sering terucap, namun kerap luput diamalkan. Sabar dan ridho bukan sekadar nasihat, melainkan fondasi keimanan yang menguatkan hati. Dalam tradisi ulama, keduanya termasuk ibadah batiniyah yang wajib dijaga. Terutama di bulan Ramadan, ketika lapar, lelah, dan berbagai ujian datang silih berganti, kesabaran dan kelapangan […]

  • PBBAB Tasikmalaya

    GOR Susi Susanti Bergemuruh, 29 Regu PBBAB Siap Rebut Tiket Kejurcab

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapangan GOR Susi Susanti mendadak bergemuruh oleh suara aba-aba dan hentakan langkah serempak para pelajar. Untuk pertama kalinya, Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa atau PBBAB Tasikmalaya resmi masuk dalam rangkaian Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Tasikmalaya dan langsung menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai sekolah. Ajang PBBAB Tasikmalaya ini menghadirkan 29 regu dari […]

expand_less