Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Usia 25-28 Disebut Paling Ideal untuk Menikah, Ini Penjelasan KUA Padakembang

Usia 25-28 Disebut Paling Ideal untuk Menikah, Ini Penjelasan KUA Padakembang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Perbincangan soal usia menikah kembali ramai di media sosial setelah beredar infografik kategori usia menikah dari KUA Gayamsari, Kota Semarang. Grafik tersebut membagi usia pernikahan ke dalam beberapa kategori, mulai dari “kurang”, “matang (ideal)”, “cukup”, “waspada”, hingga “siaga”.

Infografik usia menikah itu langsung menarik perhatian publik karena memuat simulasi perjalanan hidup keluarga, mulai dari usia saat memiliki anak pertama, anak masuk sekolah, kuliah, hingga menikah.

Banyak warganet kemudian membandingkan usia mereka dengan kategori dalam grafik tersebut. Sebagian merasa tertampar. Sebagian lain justru mulai menghitung ulang rencana hidup dan kesiapan finansial sebelum menikah.

Namun di balik viralnya grafik itu, ada pesan yang lebih dalam: pernikahan bukan hanya soal siap akad atau resepsi, melainkan kesiapan menjalani fase hidup jangka panjang.

Usia Menikah Dinilai Berkaitan dengan Stabilitas Keluarga

Dalam infografik yang beredar, kategori usia 25 hingga 28 tahun disebut sebagai fase “matang” atau ideal untuk menikah. Pada rentang usia itu, pasangan dinilai lebih seimbang secara fisik, mental, dan finansial ketika membangun keluarga.

Sebaliknya, kategori usia terlalu muda disebut memiliki tantangan tersendiri. Risiko mental yang belum stabil, kesiapan ekonomi yang belum kuat, hingga potensi kehilangan masa produktif menjadi beberapa catatan yang disorot.

Sementara itu, usia menikah yang terlalu matang juga dianggap memerlukan kewaspadaan ekstra. Faktor kesehatan, energi fisik, hingga kesiapan menghadapi masa pensiun saat anak belum mandiri menjadi perhatian tersendiri.

Fenomena ini kemudian memunculkan diskusi luas di media sosial. Banyak pengguna internet mulai membahas tekanan ekonomi, biaya pendidikan anak, harga rumah, hingga kondisi kerja generasi muda yang semakin tidak pasti.

Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai tidak ada ukuran mutlak soal usia menikah. Mereka menekankan bahwa kesiapan mental dan tanggung jawab tetap menjadi faktor utama.

KUA Ingatkan Pernikahan Bukan Sekadar Tren Sosial

Kepala KAU Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Dede Burhanudin, S.Ag., M.Ag., menilai diskusi soal usia menikah sebenarnya dapat menjadi momentum edukasi bagi generasi muda.

Menurutnya, masyarakat sering melihat pernikahan hanya dari sisi romantisme atau tren media sosial. Padahal setelah akad berlangsung, pasangan akan menghadapi tanggung jawab panjang yang berkaitan dengan ekonomi, pendidikan anak, kesehatan, hingga ketahanan mental keluarga.

“Jangan sampai menikah hanya karena tekanan usia atau ikut-ikutan tren. Rumah tangga itu panjang, bukan sekadar ramai satu hari di pelaminan,” ujar Dede.,” ujar Dede Burhanudin saat dimintai tanggapan terkait viralnya infografik usia menikah.

Ia juga menegaskan bahwa setiap orang memiliki kondisi berbeda. Karena itu, infografik tersebut tidak boleh dipahami sebagai aturan mutlak.

“Angka-angka itu lebih kepada bahan edukasi dan perencanaan kehidupan keluarga. Jadi jangan dipahami secara kaku. Ada banyak faktor lain yang menentukan keberhasilan rumah tangga, termasuk komunikasi, akhlak, dan kedewasaan berpikir,” tambahnya.

Kepala KAU Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Dede Burhanudin, S.Ag., M.Ag.

Generasi Muda Mulai Menghitung Realita Kehidupan Setelah Menikah

Viralnya pembahasan usia menikah juga memperlihatkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap pernikahan.

Jika dulu banyak orang menikah pada usia muda tanpa banyak pertimbangan ekonomi, kini banyak pasangan mulai menghitung biaya hidup secara detail sebelum memutuskan menikah.

Harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya pendidikan anak, cicilan rumah, hingga tekanan pekerjaan membuat banyak anak muda merasa perlu lebih matang sebelum membangun keluarga.

Di media sosial, sebagian warganet bahkan mulai bercanda menghitung usia pensiun mereka saat anak pertama nanti wisuda kuliah

Ada yang mulai menghitung usia ketika anak masuk kuliah. Ada pula yang baru sadar bahwa saat anak menikah nanti, mereka mungkin sudah mendekati masa pensiun.

Karena itu, pembahasan usia menikah tidak lagi sekadar soal angka. Topik ini mulai menyentuh isu yang lebih luas, seperti stabilitas ekonomi keluarga, kesehatan mental, hingga kesiapan menjadi orang tua.

Pernikahan Tetap Kembali pada Kesiapan dan Tanggung Jawab

Meski infografik usia menikah viral di berbagai platform media sosial, banyak pihak mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada standar tunggal.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan rumah tangga tidak hanya ditentukan usia, tetapi juga cara pasangan menghadapi masalah, menjaga komunikasi, dan membangun tanggung jawab bersama.

Namun satu hal yang kini mulai disadari banyak orang: menikah memang membutuhkan cinta, tetapi mempertahankan rumah tangga membutuhkan kesiapan yang jauh lebih besar.

Akad nikah mungkin hanya berlangsung beberapa menit.
Tetapi setelah itu, seseorang akan menjalani puluhan tahun kehidupan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan kata “siap”. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tailan

    Thailand Kini Ditulis Tailan, Ini Penjelasan Resminya

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Publik kembali dikejutkan dengan perubahan penulisan nama negara. Thailand kini resmi ditulis Tailan dalam standar bahasa Indonesia. Perubahan ini bukan kesalahan ejaan, apalagi typo. Pemerintah Indonesia secara sadar mengajukannya melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nasional menata kembali penulisan nama negara asing agar sesuai dengan kaidah linguistik […]

  • Lelang barang rampasan korupsi oleh KPK melalui KPKNL sebagai bagian dari strategi asset recovery untuk memulihkan kerugian negara

    KPK Segera Lelang Aset Koruptor Rp26,2 Miliar! Ini Jadwal dan Cara Ikutnya

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi asset recovery KPK kembali berjalan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang puluhan barang rampasan negara dari berbagai perkara korupsi sebagai bagian dari upaya pemulihan aset korupsi dan pengembalian kerugian negara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali akan melelang barang rampasan negara melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta […]

  • ikhlas sabar syukur

    Perbedaan Ikhlas, Sabar, dan Syukur dalam Tasawuf

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 236
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ikhlas, sabar, dan syukur sering disebut dalam ajaran Islam, tetapi banyak orang masih mencampurkan maknanya. Dalam perspektif tasawuf, ketiganya bukan sekadar sikap, melainkan maqam (tingkatan spiritual) yang berbeda. Pemahaman tentang ikhlas sabar syukur ini penting karena akan menentukan kualitas ibadah dan ketenangan batin seseorang. Lebih jauh, tasawuf menjelaskan bahwa perjalanan ruhani tidak […]

  • kisah Nabi Ibrahim

    Kisah Nabi Ibrahim yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Nabi Ibrahim dikenal sebagai salah satu kisah paling inspiratif dalam sejarah Islam. Namun tidak banyak yang benar-benar memahami bagaimana hikayat ini yang mengajarkan keikhlasan menghadirkan pelajaran iman yang begitu mendalam. Dalam perjalanan hidupnya, hikayat ini memperlihatkan bagaimana seorang nabi mampu menghadapi ujian berat dengan hati yang penuh ketundukan kepada Allah SWT. […]

  • Trombolisis Stroke

    Layanan Pertama di Priangan Timur, Stroke Bisa Ditangani Cepat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Harapan sempat memudar ketika seorang pasien stroke datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya dengan kondisi tidak mampu berbicara dan hampir tidak memberikan respons. Namun, sekitar satu jam setelah mendapatkan terapi trombolisis stroke, kondisi pasien mulai membaik. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti efektivitas layanan trombolisis stroke […]

  • Anak Tenggelam Ciamis

    Anak Tenggelam Ciamis, Bocah 7 Tahun Meninggal

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Anak tenggelam Ciamis kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak saat beraktivitas di kawasan perairan. Seorang bocah tenggelam di Sungai Citanduy di Dusun Manganti, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Minggu pagi (26/7/2026). Korban yang berusia 7 tahun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian. Berdasarkan informasi […]

expand_less