Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Jelang Konfercab X, PCINU ANZ Gelar Tahlil dan Istighosah Kubro

Jelang Konfercab X, PCINU ANZ Gelar Tahlil dan Istighosah Kubro

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Di tengah berbagai dinamika organisasi, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia dan New Zealand (PCINU ANZ) memilih cara yang berbeda untuk menyambut Konferensi Cabang (Konfercab) ke-10. Alih-alih langsung berbicara soal kepengurusan atau agenda organisasi, PCINU ANZ terlebih dahulu mengajak warga Nahdliyin memperkuat ikatan spiritual melalui Tahlil dan Istighosah Kubro.

Kegiatan bertajuk Menuju Konfercab PCINU Australia New Zealand X tersebut dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 18.00 AEST atau 15.00 WIB.,

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Konfercab sekaligus membawa semangat menyambut satu abad Nahdlatul Ulama yang kini memasuki abad kedua perjalanan organisasinya.

Konfercab Diawali dengan Doa dan Munajat Bersama

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, tahlil dan istighosah bukan sekadar agenda seremonial. Keduanya menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memohon keberkahan atas setiap langkah yang akan dijalani.

Karena itu, menjelang Konfercab X, PCINU ANZ memilih mengawali proses konsolidasi dengan pendekatan spiritual.

Kegiatan akan dipimpin oleh Rois Syuriah PCINU ANZ, KH Emil Idad, serta Mustasyar PCINU ANZ, Ust Mohammad Mubarak Omo atau yang akrab disapa Aang Mumu.

Kehadiran kedua tokoh tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat ukhuwah warga Nahdliyin yang tersebar di berbagai kota di Australia dan New Zealand.

Menjaga Tradisi NU di Negeri Rantau

Bagi diaspora Indonesia, menjaga tradisi keagamaan di luar negeri bukan selalu perkara mudah.

Jarak geografis yang jauh, kesibukan pekerjaan, hingga perbedaan zona waktu sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Namun justru di tengah kondisi itulah kegiatan seperti tahlil dan istighosah memiliki makna yang lebih dalam.

Tidak sedikit warga Indonesia di luar negeri yang menjadikan kegiatan keagamaan sebagai ruang untuk menjaga identitas, mempererat persaudaraan, dan mengobati kerinduan terhadap suasana kampung halaman.

Menariknya, meski kegiatan dilaksanakan secara daring, semangat kebersamaan tetap terasa. Dalam berbagai agenda serupa sebelumnya, peserta sering datang dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari mahasiswa, pekerja profesional, akademisi, hingga keluarga Indonesia yang telah lama menetap di Australia dan New Zealand.

Menjelang Acara, Poster Mulai Beredar di Grup Diaspora

Menjelang pelaksanaan kegiatan, poster digital Tahlil dan Istighosah Kubro mulai beredar di berbagai grup WhatsApp warga Nahdliyin Australia dan New Zealand. Sebagian anggota membagikannya kembali ke komunitas diaspora Indonesia di kota masing-masing, mulai dari Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth hingga Auckland.

Di beberapa grup percakapan, sejumlah anggota terlihat saling mengingatkan jadwal kegiatan. Hal itu cukup penting karena peserta berasal dari wilayah dengan zona waktu yang berbeda. Tidak sedikit yang memastikan kembali konversi waktu antara Australia, New Zealand, dan Indonesia agar tidak terlambat bergabung ke ruang Zoom.

Fragmen Kecil yang Sering Terjadi di Balik Layar Zoom

Di balik layar Zoom, suasana kegiatan keagamaan daring sering menghadirkan cerita-cerita sederhana yang jarang terlihat.

Ada peserta yang bergabung dari ruang kerja setelah menyelesaikan aktivitas kantor. Ada pula yang mengikuti acara dari ruang keluarga sambil menemani anak-anak mereka.

Sebagian peserta biasanya masuk ke ruang virtual beberapa menit lebih awal untuk menyapa sesama jamaah. Sementara yang lain baru bergabung menjelang acara dimulai karena menyesuaikan jadwal pekerjaan dan aktivitas harian.

Fragmen-fragmen kecil seperti itu menjadi bagian dari wajah diaspora Indonesia yang berusaha menjaga tradisi meski berada ribuan kilometer dari tanah air.

Menjaga Tradisi di Tengah Kesibukan Negeri Rantau

Jujur saja, mengikuti kegiatan organisasi dari luar negeri tidak selalu mudah. Jadwal kerja, perbedaan waktu, hingga kesibukan keluarga sering menjadi tantangan tersendiri bagi diaspora Indonesia.

Sebagian peserta mungkin baru dapat bergabung setelah menyelesaikan pekerjaan kantor. Sebagian lainnya harus menyesuaikan agenda keluarga terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan secara daring. Namun justru di tengah berbagai keterbatasan itulah semangat kebersamaan warga Nahdliyin di perantauan sering kali terlihat lebih kuat.

Menyambut Abad Kedua Nahdlatul Ulama

Keberadaan logo 100 Tahun Nahdlatul Ulama dalam poster kegiatan menunjukkan bahwa acara ini juga membawa pesan yang lebih luas.

NU kini memasuki abad kedua dengan berbagai tantangan baru, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika kehidupan global.

Karena itu, menjaga tradisi tidak berarti menolak perubahan. Sebaliknya, tradisi menjadi fondasi agar perubahan tetap memiliki arah dan nilai.

Jujur saja, tidak semua generasi muda mengenal tradisi tahlil dan istighosah dengan tingkat pemahaman yang sama. Sebagian tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan tradisi tersebut, sementara yang lain baru mulai mempelajarinya ketika berada di komunitas Nahdliyin.

Karena itulah kegiatan seperti ini tetap relevan. Selain mempererat hubungan antaranggota, acara juga menjadi ruang pembelajaran lintas generasi.

Teknologi Menjadi Jembatan Tradisi

Di era rapat virtual dan komunikasi serba digital, kegiatan tahlil daring menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu menjauhkan manusia dari tradisi. Justru dalam banyak kasus, teknologi membantu tradisi tetap hidup meski dipisahkan ribuan kilometer oleh lautan dan perbedaan negara.

Bagi sebagian diaspora Indonesia, layar komputer atau telepon genggam mungkin menjadi ruang pertemuan baru. Namun doa yang dipanjatkan, bacaan tahlil yang dilantunkan, dan rasa kebersamaan yang terbangun tetap memiliki makna yang sama seperti ketika berkumpul secara langsung.

Bukan Sekadar Agenda Organisasi

Dalam banyak organisasi, persiapan konferensi biasanya identik dengan pembahasan program kerja, laporan pertanggungjawaban, atau pemilihan kepemimpinan.

Namun PCINU ANZ memilih menambahkan satu hal yang tidak kalah penting, yaitu doa bersama.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya dibangun oleh struktur dan program, tetapi juga oleh nilai, kebersamaan, dan spiritualitas yang menjadi fondasi perjalanan bersama.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, tahlil dan istighosah menghadirkan jeda sejenak untuk kembali mengingat tujuan yang lebih besar daripada sekadar aktivitas organisasi.

Konferensi mungkin memilih pemimpin baru. Program kerja mungkin berubah dari waktu ke waktu. Namun sebuah organisasi akan tetap kuat ketika langkahnya diawali dengan doa, dipersatukan oleh ukhuwah, dan dijaga oleh nilai-nilai yang tidak lekang oleh zaman. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung Pentagon Amerika Serikat tampak dari udara dengan bentuk segi lima khas sebagai pusat pertahanan AS

    Analisis: Bocoran Pentagon Bisa Picu Retaknya NATO, Ini Dampaknya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kebocoran dokumen Pentagon bocor bukan sekadar isu intelijen biasa. Di balik itu, tersimpan sinyal yang lebih dalam: perubahan arah hubungan antar sekutu Barat. Konflik Iran menjadi pemicu, tetapi dampaknya meluas hingga ke fondasi kerja sama NATO. Ini bukan hanya soal strategi militer. Ini soal kepercayaan. Dari Aliansi ke Tekanan: Pergeseran Sikap Amerika […]

  • wawasan kebangsaan

    Pemkab Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pemkab Ciamis memperkuat wawasan kebangsaan ASN sebagai upaya menjaga persatuan dan mencegah ancaman sosial. albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya wawasan kebangsaan di tubuh aparatur sipil negara. Kebijakan ini tak hanya bertumpu pada seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai perekat sosial di tengah ancaman narkoba dan meningkatnya intoleransi. Penguatan Nilai […]

  • TPPO Tasikmalaya

    Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kasus dugaan TPPO Tasikmalaya membuka celah perlindungan migran dan menuntut respons negara yang lebih cepat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok pria asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Rekaman berdurasi sekitar satu menit itu menampilkan para korban […]

  • data AMEL

    Belanja Internet “Siluman” di AMEL Kominfo Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Redaksi Albadarpost menilai kekosongan data AMEL Kominfo Tasikmalaya melemahkan transparansi dan pengawasan uang publik. Etalase Transparansi yang Sengaja Dikaburkan albadarpost.com, EDITORIAL – Aplikasi Monitoring-Evaluasi Lokal atau AMEL dirancang sebagai etalase transparansi pengadaan barang dan jasa negara. Di dalamnya, publik seharusnya dapat melihat siapa membeli apa, dari siapa, dengan nilai berapa. Namun pada belanja internet Dinas […]

  • literasi Al-Qur’an guru

    Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Lebih 58 persen guru PAI SD belum fasih baca Al-Qur’an. Kemenag siapkan reformasi rekrutmen dan sertifikasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Agama mengungkap temuan krusial terkait kualitas pendidikan agama di sekolah dasar. Hasil asesmen nasional Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 menunjukkan 58,26 persen guru PAI tingkat SD dan SDLB di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Kondisi […]

  • doa dimudahkan urusan

    Saat Hidup Terasa Sulit, Amalkan Doa Ini untuk Jalan Keluar

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari doa dimudahkan urusan saat menghadapi masalah hidup, tekanan pekerjaan, atau kesulitan rezeki. Doa agar segala urusan lancar, doa dimudahkan rezeki, hingga amalan pembuka jalan menjadi harapan spiritual yang terus dicari. Dalam Islam, doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga bentuk keyakinan penuh kepada Allah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. […]

expand_less