Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » 18 Mei Resmi Jadi Hari Tatar Sunda, Jabar Perkuat Identitas Budaya

18 Mei Resmi Jadi Hari Tatar Sunda, Jabar Perkuat Identitas Budaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil satu langkah yang sarat makna budaya. Mulai tahun ini, setiap 18 Mei resmi diperingati sebagai Hari Tatar Sunda.

Bagi sebagian orang, keputusan itu mungkin terlihat seperti agenda seremonial biasa. Namun bagi masyarakat Sunda, penetapan tersebut menyimpan pesan yang jauh lebih dalam: menjaga identitas, merawat akar budaya, sekaligus mengingatkan generasi muda agar tidak tercerabut dari sejarahnya sendiri.

Keputusan itu tertuang dalam Pergub Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter budaya masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi.

Di saat budaya global semakin mudah masuk lewat layar ponsel, Jawa Barat justru memilih kembali mengetuk ingatan kolektif warganya tentang siapa mereka sebenarnya.

Tanggal 18 Mei Dipilih dari Jejak Panjang Sejarah Sunda

Tanggal 18 Mei bukan dipilih secara simbolis tanpa alasan. Ada jejak sejarah panjang yang menjadi dasar penetapannya.

Peneliti sejarah dari Universitas Padjadjaran, Prof. Nina Herlina, menjelaskan bahwa tanggal tersebut merujuk pada momentum pergantian nama Kerajaan Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda oleh Maharaja Tarusbawa pada 18 Mei 669 Masehi.

Catatan mengenai peristiwa itu tercantum dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara serta sumber sejarah Dinasti Tang dari Tiongkok.

Meski demikian, Hari Tatar Sunda tidak dimaksudkan untuk memperingati berdirinya kerajaan semata.

“Esensinya bukan glorifikasi kerajaan, tetapi bagaimana budaya Sunda tetap hidup di tengah masyarakat hari ini,” demikian penjelasan yang berkembang dalam kajian sejarah terkait penetapan Hari Tatar Sunda.

Artinya, yang ingin dijaga bukan hanya romantisme masa lalu, melainkan nilai-nilai budaya yang masih relevan dalam kehidupan modern.

Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Pengingat Identitas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan Hari Tatar Sunda hadir bukan hanya untuk seremoni tahunan. Momentum ini diharapkan menjadi ruang refleksi budaya bagi masyarakat Sunda di berbagai daerah.

Ada kekhawatiran yang perlahan mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir. Bahasa Sunda semakin jarang digunakan di ruang publik tertentu. Sebagian generasi muda lebih akrab dengan budaya luar dibanding tradisi daerahnya sendiri.

Fenomena itu tidak sepenuhnya salah. Perubahan zaman memang sulit dihindari. Namun di sisi lain, identitas budaya juga tidak bisa dibiarkan memudar begitu saja.

Karena itu, Hari Tatar Sunda diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk:

  • lebih percaya diri terhadap identitas budaya,
  • menjaga tradisi lokal,
  • menghidupkan kembali ajen inajen Sunda,
  • dan meneruskan nilai luhur kepada generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Sunda, budaya bukan sekadar kesenian atau pakaian adat. Ada nilai tata krama, rasa hormat, gotong royong, hingga cara berbicara yang selama ini menjadi ciri khas urang Sunda.

Berbeda dengan Hari Jadi Jawa Barat

Masih banyak warga yang mengira Hari Tatar Sunda sama dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat. Padahal keduanya memiliki konteks berbeda.

Hari Jadi Jawa Barat diperingati setiap 19 Agustus dan berkaitan dengan aspek administratif pemerintahan pasca keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Sementara itu, Hari Tatar Sunda lebih menitikberatkan pada sejarah budaya dan identitas masyarakat Pasundan.

Keduanya justru saling melengkapi.

Satu berbicara tentang perjalanan pemerintahan daerah, sedangkan yang lainnya mengingatkan masyarakat pada akar budaya yang membentuk karakter sosial warga Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu.

Kekhawatiran tentang Lunturnya Budaya Lokal Makin Nyata

Di berbagai kota besar Jawa Barat, perubahan gaya hidup generasi muda terlihat semakin cepat. Bahasa campuran asing mendominasi percakapan sehari-hari. Konten budaya global membanjiri media sosial hampir tanpa jeda.

Sementara itu, sebagian tradisi lokal mulai jarang disentuh.

Situasi inilah yang membuat Hari Tatar Sunda terasa penting. Sebab tanpa upaya menjaga budaya secara sadar, identitas daerah perlahan bisa berubah hanya menjadi simbol tanpa makna.

Padahal budaya Sunda selama ini dikenal memiliki filosofi hidup yang kuat:

  • someah,
  • silih asah,
  • silih asih,
  • dan silih asuh.

Nilai-nilai itu bukan sekadar slogan. Di banyak kampung Sunda, prinsip tersebut masih hidup dalam kehidupan sosial masyarakat hingga hari ini.

Hari Tatar Sunda dan Pesan untuk Generasi Muda

Penetapan Hari Tatar Sunda juga membawa pesan penting bagi generasi muda Jawa Barat.

Modernisasi tidak harus membuat seseorang kehilangan akar budayanya. Anak muda tetap bisa tumbuh mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas daerahnya sendiri.

Karena itu, banyak pihak berharap Hari Tatar Sunda tidak berhenti sebagai agenda formal tahunan. Momentum ini diharapkan mampu melahirkan gerakan budaya yang benar-benar hidup di sekolah, keluarga, komunitas, hingga ruang digital.

Sebab ketika budaya tetap dikenali oleh generasi mudanya, sebuah daerah tidak hanya bertahan secara administratif, tetapi juga tetap memiliki jiwa.

Gedung bisa berubah, teknologi akan terus berkembang, bahkan zaman bisa berganti arah. Namun selama masyarakatnya masih mengenal akar budayanya sendiri, Tatar Sunda tidak akan pernah benar-benar kehilangan ruhnya. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NasDem demo Tempo

    NasDem Geruduk Tempo: Batas Kebebasan Pers Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Aksi NasDem demo Tempo ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ada emosi, ada kekecewaan—dan mungkin juga ada luka yang belum reda. Di di depan Kantor Redaksi Tempo, di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/4/2026) ini, sebagian kader menyampaikan bahwa pemberitaan terbaru Tempo sudah melewati batas. Awalnya dari Sampul, Berujung Gelombang […]

  • Ilustrasi reflektif La Tahzan sebagai pesan Allah dalam Surah At-Taubah untuk menenangkan hati dan mengelola kecemasan hidup

    La Tahzan: Ini Pesan Allah untuk Hati yang Cemas

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada masa ketika cemas datang tanpa suara. Dada terasa sesak, pikiran berisik, dan hati lelah menahan beban yang tak terlihat. La Tahzan —jangan bersedih— hadir bukan sebagai nasihat kosong, melainkan sebagai pelukan ilahi yang menenangkan jiwa. Dalam Surah At-Taubah, pesan ini menjadi jawaban bagi mereka yang sedang berjuang mengelola cemas dan mencari […]

  • pemimpin rumah tangga Islami

    Makna Kepemimpinan yang Bertanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Pemimpin rumah tangga Islami menuntut tanggung jawab, etika, dan kasih sayang, bukan sekadar otoritas dalam keluarga. albadarpost.com, LIFESTYLE – Peran suami dalam Islam kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya diskursus tentang kualitas kepemimpinan dalam keluarga. Islam memposisikan suami sebagai pemimpin rumah tangga Islami, namun kepemimpinan tersebut tidak dimaknai sebagai kekuasaan sepihak. Ajaran Islam menekankan tanggung […]

  • HPN Ciamis 2026

    HPN 2026 Ciamis Bikin Standar Baru: Pers Tak Lagi Cuma Menulis

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HPN Ciamis 2026 langsung mematahkan pola lama peringatan Hari Pers Nasional di Ciamis. Tidak ada panggung megah yang dominan. Tidak ada seremoni bertele-tele. Sebaliknya, wartawan justru turun ke lapangan dan menyentuh persoalan nyata. Sejak awal kegiatan, publik langsung melihat perbedaan. Alih-alih duduk rapi mendengar sambutan, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya dan […]

  • Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Diumumkan KPK

    Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Diumumkan KPK, Ini Perkembangannya

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KPK segera tetapkan tersangka kasus korupsi kuota haji. Simak kronologi, data kerugian Rp1 triliun, dan langkah hukum yang sedang diproses. albadarpost.com, LENSA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa tersangka kasus korupsi kuota haji diumumkan KPK dalam waktu dekat. Penyidik menyebut proses penyidikan berjalan lancar tanpa hambatan berarti dan segera memasuki tahap penting penetapan tersangka. KPK […]

  • pilkades elektronik

    Pilkades Elektronik Karawang dalam Ujian Hukum Tata Negara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pilkades elektronik Karawang membuka debat efisiensi demokrasi dan dampaknya bagi anggaran serta partisipasi warga. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Penerapan pemilihan kepala desa (pilkades) elektronik secara luring di Kabupaten Karawang membuka babak baru dalam praktik demokrasi lokal. Di balik klaim efisiensi anggaran dan lonjakan partisipasi pemilih, terdapat pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana posisi pilkades elektronik dalam kerangka […]

expand_less