Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap pagi, jauh sebelum rutinitas manusia dimulai, kehidupan sudah lebih dulu bergerak. Langit tidak pernah benar-benar sepi. Di sana, burung-burung meninggalkan sarangnya tanpa bekal, tanpa peta, dan tanpa jaminan hasil. Mereka terbang dengan satu keyakinan sederhana: rezeki telah disiapkan, tetapi harus dijemput.

Gambaran itu sejalan dengan pesan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang masyhur. Beliau bersabda bahwa seandainya manusia bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya mereka akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki: pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dengan perut kenyang. Hadis ini sering dikutip, namun tidak selalu dipahami secara utuh. Banyak orang berhenti pada kata “tawakal”, tetapi melewatkan makna “pergi pagi hari”.

Tawakal Bukan Diam, tetapi Bergerak

Burung tidak menunggu makanan jatuh dari langit. Ia mengepakkan sayapnya, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengamati, lalu mencoba kembali. Ketika satu dahan tak lagi memberi apa-apa, ia tidak berlama-lama meratapi keadaan. Ia terbang ke arah lain. Gerak itulah bagian dari keyakinan.

Di situlah letak tawakal yang sering luput dipahami. Tawakal bukan pasrah tanpa usaha. Ia justru hadir setelah ikhtiar dilakukan secara sungguh-sungguh. Dalam ajaran Islam, tawakal selalu berdampingan dengan usaha. Keduanya tidak saling meniadakan, melainkan saling menguatkan.

Burung bekerja tanpa hiruk-pikuk kecemasan. Ia tidak menyimpan kekhawatiran berlebih tentang hari esok, tetapi juga tidak menunda usaha hari ini. Seolah ia paham, bahwa bergerak adalah cara paling jujur untuk percaya. Rezeki memang ditetapkan, tetapi jalan menuju rezeki itu tetap harus ditempuh.

Antara Ikhtiar dan Kegelisahan Manusia

Manusia kerap terjebak pada dua sikap ekstrem. Sebagian berlari tanpa henti mengejar dunia, namun hatinya penuh rasa takut kehilangan. Sebagian lain bersembunyi di balik dalih tawakal, tetapi enggan melangkah keluar dari zona nyaman. Keduanya sama-sama menjauh dari makna tawakal yang seimbang.

Burung memberi pelajaran lain yang tidak kalah penting: kemampuan untuk berubah. Ia tidak bersikeras bertahan di tempat yang sudah tidak memberi kehidupan. Ketika lingkungan tak lagi menyediakan rezeki, ia pergi tanpa banyak keluh kesah. Tidak ada drama. Tidak ada penyesalan keyakinan. Ia hanya bergerak.

Pelajaran ini relevan bagi manusia yang sering bertahan dalam keadaan yang menyempitkan, lalu mengeluh tentang nasib. Bertahan di pekerjaan yang menguras jiwa tanpa usaha meningkatkan kapasitas diri. Bertahan pada cara lama yang tak lagi relevan, tetapi enggan belajar hal baru. Padahal, perubahan adalah bagian dari sunnatullah kehidupan.

Rezeki, Tanggung Jawab, dan Arah Pulang

Meski terbang jauh, burung selalu tahu ke mana ia akan pulang. Sarang menjadi tujuan, dan yang menunggu di sana menjadi alasan. Rezeki yang ia bawa bukan untuk ditimbun, tetapi untuk dibagi. Di sinilah dimensi lain dari tawakal muncul: orientasi pada keberkahan, bukan sekadar kecukupan pribadi.

Burung pulang sore hari membawa makanan untuk dirinya dan untuk yang menunggu dengan paruh kecil terbuka. Ia bergerak bukan karena ambisi, melainkan tanggung jawab. Ia terbang bukan demi gengsi, tetapi demi keberlangsungan hidup bersama. Sederhana, tetapi dalam.

Tawakal, pada akhirnya, bukan soal memastikan hasil. Tawakal adalah keberanian untuk berjalan di tengah ketidakpastian dengan hati yang tetap tenang. Jika hari ini langkah terasa berat, mungkin kita perlu menengadah sejenak, memperhatikan makhluk kecil di langit yang tak pernah menyusun rencana hidup rumit, tetapi tak pernah kehilangan arah.

Seperti burung, tugas manusia bukan memastikan rezeki datang dengan cara tertentu. Tugas kita adalah menunaikan perjalanan dengan ikhtiar terbaik. Selebihnya, Allah Maha Mengetahui ke mana rezeki itu seharusnya singgah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemred AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump NATO Iran

    Panas! Trump Salahkan NATO dan Ancam Keluar Usai Konflik Iran

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Trump NATO Iran menjadi sorotan global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyalahkan sekutu atas dinamika perang dengan Iran. Konflik ini memicu ketegangan serius, terutama ketika krisis NATO akibat Iran mulai terlihat dan memunculkan ancaman keluarnya AS dari aliansi tersebut. Situasi ini tidak hanya berdampak pada geopolitik, tetapi juga […]

  • Ilustrasi grafik saham digital dengan konsep investasi saham syariah dan hukum jual beli saham dalam Islam.

    5 Fakta Hukum Jual Beli Saham, Nomor 2 Mengejutkan Banyak Investor

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hukum jual beli saham sering menjadi perdebatan di kalangan masyarakat Muslim. Sebagian orang menilai investasi saham halal, sementara yang lain masih meragukannya. Oleh karena itu, pemahaman tentang hukum saham dalam Islam serta investasi saham menurut syariah sangat penting agar aktivitas finansial tetap sesuai dengan prinsip agama. Seiring berkembangnya pasar modal, semakin […]

  • pepes ikan duri lunak dibungkus daun pisang dengan bumbu rempah tradisional

    Pepes Ikan Duri Lunak: Ini Rahasia Bumbunya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pepes ikan duri lunak sering menjadi incaran pecinta kuliner tradisional karena rasanya gurih sekaligus aman dimakan tanpa takut duri keras. Banyak orang penasaran dengan rahasia pepes ikan duri lunak, sebab pada hidangan ini duri ikan terasa jauh lebih empuk dibandingkan olahan ikan biasa. Teknik memasak yang tepat ternyata membuat pepes ikan duri […]

  • Yonif 323 Kongo

    6 Prajurit Yonif 323 Banjar Dilepas untuk Misi PBB di Kongo

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kisah Yonif 323 Kongo menjadi perhatian dalam acara pelepasan enam prajurit Yonif 323/Buaya Putih di Banjar, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026). Keenam personel tersebut disebut terpilih untuk bergabung dalam Satgas BGC TNI KONGA XXXIX-H/MONUSCO dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kongo. Dari satuan di Banjar, mereka membawa nama Yonif 323/Buaya Putih […]

  • Spanyol ke Final Piala Dunia

    Spanyol Bungkam Prancis, Tiket Final Piala Dunia Diraih

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Spanyol ke Final Piala Dunia setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal Piala Dunia 2026. La Roja lolos ke final berkat permainan yang efektif sejak babak pertama, sementara Les Bleus gagal memanfaatkan peluang untuk membalikkan keadaan. Berdasarkan laporan pertandingan Flashscore serta statistik pertandingan, kemenangan ini mengantar Spanyol kembali tampil di […]

  • Tasawuf Nafsu

    Tasawuf vs Nafsu: Rahasia Menaklukkan Diri yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf nafsu kini kembali ramai dibicarakan. Di tengah tekanan hidup modern, banyak orang mulai mencari cara mengendalikan diri melalui pendekatan spiritual. Tasawuf nafsu, atau pengendalian hawa nafsu dalam ajaran tasawuf, sering juga disebut sebagai latihan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Konsep ini tidak hanya bicara agama, tetapi juga menyentuh aspek psikologi dan ketenangan […]

expand_less