Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap pagi, jauh sebelum rutinitas manusia dimulai, kehidupan sudah lebih dulu bergerak. Langit tidak pernah benar-benar sepi. Di sana, burung-burung meninggalkan sarangnya tanpa bekal, tanpa peta, dan tanpa jaminan hasil. Mereka terbang dengan satu keyakinan sederhana: rezeki telah disiapkan, tetapi harus dijemput.

Gambaran itu sejalan dengan pesan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang masyhur. Beliau bersabda bahwa seandainya manusia bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya mereka akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki: pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dengan perut kenyang. Hadis ini sering dikutip, namun tidak selalu dipahami secara utuh. Banyak orang berhenti pada kata “tawakal”, tetapi melewatkan makna “pergi pagi hari”.

Tawakal Bukan Diam, tetapi Bergerak

Burung tidak menunggu makanan jatuh dari langit. Ia mengepakkan sayapnya, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengamati, lalu mencoba kembali. Ketika satu dahan tak lagi memberi apa-apa, ia tidak berlama-lama meratapi keadaan. Ia terbang ke arah lain. Gerak itulah bagian dari keyakinan.

Di situlah letak tawakal yang sering luput dipahami. Tawakal bukan pasrah tanpa usaha. Ia justru hadir setelah ikhtiar dilakukan secara sungguh-sungguh. Dalam ajaran Islam, tawakal selalu berdampingan dengan usaha. Keduanya tidak saling meniadakan, melainkan saling menguatkan.

Burung bekerja tanpa hiruk-pikuk kecemasan. Ia tidak menyimpan kekhawatiran berlebih tentang hari esok, tetapi juga tidak menunda usaha hari ini. Seolah ia paham, bahwa bergerak adalah cara paling jujur untuk percaya. Rezeki memang ditetapkan, tetapi jalan menuju rezeki itu tetap harus ditempuh.

Antara Ikhtiar dan Kegelisahan Manusia

Manusia kerap terjebak pada dua sikap ekstrem. Sebagian berlari tanpa henti mengejar dunia, namun hatinya penuh rasa takut kehilangan. Sebagian lain bersembunyi di balik dalih tawakal, tetapi enggan melangkah keluar dari zona nyaman. Keduanya sama-sama menjauh dari makna tawakal yang seimbang.

Burung memberi pelajaran lain yang tidak kalah penting: kemampuan untuk berubah. Ia tidak bersikeras bertahan di tempat yang sudah tidak memberi kehidupan. Ketika lingkungan tak lagi menyediakan rezeki, ia pergi tanpa banyak keluh kesah. Tidak ada drama. Tidak ada penyesalan keyakinan. Ia hanya bergerak.

Pelajaran ini relevan bagi manusia yang sering bertahan dalam keadaan yang menyempitkan, lalu mengeluh tentang nasib. Bertahan di pekerjaan yang menguras jiwa tanpa usaha meningkatkan kapasitas diri. Bertahan pada cara lama yang tak lagi relevan, tetapi enggan belajar hal baru. Padahal, perubahan adalah bagian dari sunnatullah kehidupan.

Rezeki, Tanggung Jawab, dan Arah Pulang

Meski terbang jauh, burung selalu tahu ke mana ia akan pulang. Sarang menjadi tujuan, dan yang menunggu di sana menjadi alasan. Rezeki yang ia bawa bukan untuk ditimbun, tetapi untuk dibagi. Di sinilah dimensi lain dari tawakal muncul: orientasi pada keberkahan, bukan sekadar kecukupan pribadi.

Burung pulang sore hari membawa makanan untuk dirinya dan untuk yang menunggu dengan paruh kecil terbuka. Ia bergerak bukan karena ambisi, melainkan tanggung jawab. Ia terbang bukan demi gengsi, tetapi demi keberlangsungan hidup bersama. Sederhana, tetapi dalam.

Tawakal, pada akhirnya, bukan soal memastikan hasil. Tawakal adalah keberanian untuk berjalan di tengah ketidakpastian dengan hati yang tetap tenang. Jika hari ini langkah terasa berat, mungkin kita perlu menengadah sejenak, memperhatikan makhluk kecil di langit yang tak pernah menyusun rencana hidup rumit, tetapi tak pernah kehilangan arah.

Seperti burung, tugas manusia bukan memastikan rezeki datang dengan cara tertentu. Tugas kita adalah menunaikan perjalanan dengan ikhtiar terbaik. Selebihnya, Allah Maha Mengetahui ke mana rezeki itu seharusnya singgah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemred AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • cuaca Nataru

    BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Pada Nataru

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BMKG memetakan cuaca Nataru 2025/2026. Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu diwaspadai. albadarpost.com, FOKUS – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung di tengah dinamika cuaca yang tidak sepenuhnya ekstrem, namun menyimpan risiko nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah. […]

  • sentralisasi digital Tasikmalaya

    Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0044 Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi mengubah pola kerja perangkat daerah. Melalui Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0044 Tahun 2025, seluruh organisasi perangkat daerah diwajibkan mengikuti sistem sentralisasi pengelolaan digital dan layanan pendukung pemerintahan mulai tahun anggaran 2026. Kebijakan ini berdampak langsung pada pengelolaan anggaran, teknologi informasi, hingga kerja sama media. Surat edaran […]

  • TCC Community Indonesia

    Densus 88 Ungkap Grup Medsos Ekstremisme Anak

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Densus 88 mengungkap puluhan grup medsos terafiliasi TCC Community Indonesia yang menyebar ideologi kekerasan. albadarpost.com, HUMANIORA – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap keberadaan puluhan grup media sosial yang terafiliasi dengan jaringan TCC Community Indonesia dan diduga menyebarkan ideologi kekerasan serta ekstremisme. Yang mengkhawatirkan, sasaran utama dari aktivitas grup-grup tersebut adalah anak-anak dan remaja yang […]

  • Siluet wanita bersujud menangis di ruang gelap dengan botol minuman keras sebagai simbol kesombongan dalam ibadah dan penyesalan dosa.

    Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sombong dalam ibadah sering hadir dengan wajah paling sopan. Ia menyamar sebagai kesalehan, bersembunyi dalam kesombongan spiritual, dan tumbuh pelan sebagai ujub dalam amal. Banyak orang takut pada dosa terang-terangan, tetapi sedikit yang waspada pada ilusi kesalehan yang diam-diam menggerogoti hati. Padahal penyakit hati religius justru lebih sulit terdeteksi karena ia memakai […]

  • Ketegangan di Pentagon antara Donald Trump dan jenderal AS terkait rencana invasi Iran

    Detik-Detik Gagalnya Invasi Iran: Jenderal Pentagon “Lawan” Trump

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Konflik pentagon vs trump kini menjadi sorotan global. Frasa ini merujuk pada ketegangan serius antara Donald Trump dan para jenderal Pentagon terkait rencana invasi Iran. Isu ini juga dikenal sebagai konflik internal militer AS, perlawanan jenderal, hingga drama politik Pentagon. Semua istilah tersebut menggambarkan satu hal: rencana perang besar yang nyaris […]

  • Monitoring Garut

    Bupati Garut Kawal Infrastruktur dan Bantuan Sosial

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Monitoring Garut memastikan perbaikan jalan dan penyaluran bantuan tepat sasaran bagi warga Margawati. albadarpost.com, LENSA – Kegiatan monitoring Garut dilakukan Pemerintah Kabupaten Garut pada Rabu, 10 Desember 2025. Bupati Garut meninjau perbaikan jalan perkotaan dan memantau penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota. Langkah ini penting karena menyangkut dua kebutuhan dasar warga: infrastruktur […]

expand_less