Lagu dari Balik Lapas Menggema di Ciamis
- account_circle redaktur
- calendar_month 29 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, Selasa 916/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Malam Harmoni Tanpa Batas bukan sekadar festival musik dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Perhelatan yang digelar di Taman Lokasana Ciamis, Selasa malam (17/6/2026), itu justru menghadirkan pesan yang lebih dalam. Di tengah gemerlap panggung dan penampilan musisi nasional, sebuah lagu hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis mencuri perhatian ribuan masyarakat yang hadir.
Festival kolaborasi musik tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh di mana saja, bahkan dari balik tembok pemasyarakatan. Karena itu, Malam Harmoni Tanpa Batas menjelma menjadi lebih dari sekadar hiburan. Ia menjadi ruang yang mempertemukan seni, pembinaan, dan harapan.
Ketika Musik Menyatukan Banyak Pihak
Sejak sore, kawasan Taman Lokasana mulai dipadati masyarakat. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak memadati area sekitar panggung.
Sebagian duduk di hamparan rumput, sementara yang lain berdiri sambil mengabadikan suasana dengan telepon genggam mereka.
Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ciamis, Lapas Kelas IIB Ciamis, Yayasan Bakti Anak Negeri, Forkopimda, komunitas seni, dan sejumlah musisi nasional.
Kehadiran Charly Van Houten dan Yayan Jatnika semakin menambah semarak suasana. Lagu-lagu yang mereka bawakan membuat ribuan warga Tatar Galuh larut dalam suasana penuh kegembiraan.
Namun, di balik kemeriahan itu, terdapat satu momen yang justru meninggalkan kesan mendalam.
Lagu dari Balik Tembok Pemasyarakatan Menjadi Sorotan
Peluncuran lagu hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian.
Karya tersebut lahir dari Program Pojok Musik Lapas Ciamis, sebuah wadah pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni musik.
Bagi sebagian orang, lapas identik dengan hukuman dan pembatasan.
Namun melalui musik, warga binaan justru menemukan ruang untuk mengekspresikan diri dan menghadirkan karya yang bernilai positif.
Malam itu, tepuk tangan dari masyarakat seolah menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berubah selalu terbuka.
Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mengatakan karya tersebut merupakan hasil nyata dari proses pembinaan yang terus berjalan.
“Melalui Pojok Musik Lapas, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi positif. Karya yang ditampilkan malam ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang terus kami lakukan,” ujarnya.
Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Pesan tentang Harapan
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi berbagai lembaga mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif.
Karena itu, Herdiat secara khusus menyampaikan apresiasi kepada jajaran Lapas Kelas IIB Ciamis yang telah menggagas program pembinaan berbasis kreativitas.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.
Baginya, suasana yang aman dan kondusif merupakan bagian penting dari keberhasilan sebuah perayaan.
Penghargaan bagi Para Penggerak Pembinaan
Dalam kesempatan yang sama, Yayasan Bakti Anak Negeri juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pembina Yayasan Bakti Anak Negeri, Brigjen TNI (Purn) H. Rubiono Prawiro.
Sejumlah tokoh yang menerima penghargaan antara lain Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah, Dandim 0613 Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono, serta Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis Supriyanto.
Penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa pembinaan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian dari banyak pihak agar perubahan dapat benar-benar terwujud.
Harmoni yang Menghadirkan Makna
Hari jadi daerah sering kali identik dengan pesta dan hiburan.
Namun Malam Harmoni Tanpa Batas menghadirkan sesuatu yang berbeda.
Di tengah lantunan musik dan gemerlap lampu panggung, masyarakat diajak melihat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Malam itu, Taman Lokasana bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya ribuan warga.
Lebih dari itu, tempat tersebut menjadi saksi bahwa musik mampu menembus sekat, meruntuhkan stigma, dan menghadirkan harapan baru.
Tembok pemasyarakatan mungkin membatasi ruang gerak, tetapi tidak pernah mampu membatasi lahirnya harapan. Dan ketika sebuah lagu mampu keluar dari balik jeruji, dunia kembali diingatkan bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk berkarya dan berubah. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar