Warga Batukaras Catat, Pasar Murah Digelar Kamis Pagi
- account_circle redaktur
- calendar_month 48 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gerakan Pangan Murah di Pelabuhan Majingklak, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, (12/11/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara ombak Pantai Batukaras biasanya menjadi penanda pagi bagi warga pesisir. Di warung-warung kecil dekat permukiman, obrolan tentang harga beras, minyak goreng, hingga cabai sering terdengar sebelum aktivitas dimulai.
Kamis (25/6/2026) besok, pembicaraan itu kemungkinan akan mengarah ke satu lokasi yang sama. Gerakan Pangan Murah, atau pasar pangan murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Pangandaran, kembali hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Berdasarkan informasi resmi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi daerah, sekaligus memeriahkan rangkaian Hajat Laut 2026.
Acara akan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Lapang Sepak Bola Purbakala, Batukaras.
Beras, Minyak Goreng, dan Telur Dijual Lebih Hemat
Kenaikan harga bahan pokok selalu menjadi perhatian masyarakat. Ketika harga cabai bergerak naik atau stok beras mulai menipis, dampaknya langsung terasa pada pengeluaran rumah tangga.
Karena itu, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu program yang paling ditunggu warga.
Pada kegiatan kali ini, masyarakat dapat membeli beras premium seharga Rp74.500 per 5 kilogram. Sementara itu, beras SPHP dijual Rp60.000 per 5 kilogram.
Harga tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena beras masih menjadi kebutuhan utama hampir setiap keluarga.
Selain beras, tersedia pula minyak goreng Rose Brand Rp21.500 per liter dan Minyakita Rp31.000 untuk kemasan dua liter.
Kebutuhan dapur lainnya juga bisa diperoleh dengan harga yang relatif lebih ramah di kantong. Telur ayam dijual Rp24.000 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, dan tepung terigu Rp9.500 per kilogram.
Cabai dan Bawang Jadi Perhatian Warga
Bagi banyak ibu rumah tangga, perubahan harga cabai dan bawang sering menjadi indikator kondisi pasar.
Saat harga melonjak, menu harian biasanya ikut menyesuaikan. Sebaliknya, ketika harga lebih bersahabat, pengeluaran dapur menjadi lebih ringan.
Dalam Gerakan Pangan Murah kali ini, cabai merah dijual Rp35.000 per kilogram dan cabai rawit Rp45.000 per kilogram.
Bawang merah tersedia dengan harga Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang putih Rp35.000 per kilogram.
Aneka sayuran juga disiapkan dengan harga mulai Rp5.000 per paket.
Keberadaan komoditas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan harian tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar.
Tidak Sekadar Belanja, Ada Demo Kuliner Gratis
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pasar murah.
Pengunjung juga dapat menyaksikan demo gastronomi yang menampilkan berbagai olahan pangan lokal. Beberapa produk akan diperkenalkan melalui sesi memasak langsung sehingga masyarakat dapat melihat proses pengolahannya.
Panitia bahkan menyiapkan sesi icip-icip gratis bagi pengunjung.
Suasana seperti ini biasanya menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga yang datang bersama anak-anak.
Di sisi lain, pelaku UMKM lokal juga mendapat ruang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang hadir.
Dengan begitu, manfaat kegiatan tidak berhenti pada transaksi jual beli semata, tetapi juga membuka peluang promosi bagi usaha kecil daerah.
Bagian dari Upaya Menjaga Daya Beli Masyarakat
Pengendalian inflasi tidak selalu dilakukan melalui kebijakan besar. Langkah sederhana yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sering kali memberikan dampak yang lebih cepat dirasakan.
Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah daerah berupaya menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia.
Apalagi Batukaras saat ini menjadi salah satu kawasan wisata unggulan Pangandaran yang aktivitas ekonominya terus bergerak.
Karena itu, stabilitas harga pangan menjadi faktor penting yang ikut mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.
Bagi warga yang ingin berbelanja, panitia mengimbau agar membawa tas belanja sendiri dari rumah sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan sampah plastik.
Datang lebih awal juga menjadi pilihan yang bijak agar masyarakat memiliki kesempatan lebih besar memperoleh komoditas yang dibutuhkan.
Saat harga kebutuhan pokok menjadi perhatian banyak keluarga, Gerakan Pangan Murah menawarkan sesuatu yang sederhana tetapi berarti: belanja lebih hemat tanpa mengurangi kebutuhan. Jika ingin membawa pulang beras, minyak goreng, telur, dan sayuran dengan harga yang lebih bersahabat, Batukaras menjadi tujuan yang layak didatangi besok pagi. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar