Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Harkitnas 2026 di Tasikmalaya Soroti Ancaman Digital terhadap Generasi Muda

Harkitnas 2026 di Tasikmalaya Soroti Ancaman Digital terhadap Generasi Muda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Harkitnas Tasikmalaya atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 berlangsung khidmat di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (20/5/2026). Upacara yang dipimpin langsung Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, itu tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi menghadapi tantangan besar di era digital.

Tema nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi sorotan utama dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakan Diky di hadapan peserta upacara.

Pesannya jelas.

Masa depan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan bangsa menjaga generasi mudanya hari ini.

Bale Kota Jadi Simbol Semangat Kebangsaan

Sejak pagi, suasana Bale Kota Tasikmalaya terlihat berbeda.

Barisan peserta upacara berdiri rapi mengenakan seragam masing-masing. Bendera Merah Putih berkibar di tengah halaman upacara, sementara lagu-lagu nasional mengiringi jalannya prosesi dengan penuh khidmat.

Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin langsung seluruh rangkaian kegiatan.

Hadir pula unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah berdirinya Budi Utomo pada 1908.

Lebih dari itu, Harkitnas kini dimaknai sebagai semangat menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Generasi Muda dan Ruang Digital Jadi Sorotan

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI, pemerintah menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tangguh di tengah derasnya arus transformasi digital.

Karena itu, literasi digital dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendesak saat ini.

“Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’, menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh sejauh mana bangsa ini mampu menjaga dan membina generasi mudanya,” ujar Diky saat membacakan amanat.

Pemerintah juga disebut telah mulai memperkuat kebijakan perlindungan anak di ruang digital.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan ekosistem internet yang lebih aman, sehat, dan beretika bagi generasi penerus bangsa.

Karena ancaman di era digital hari ini tidak lagi datang hanya dari dunia nyata.

Tetapi juga dari layar ponsel yang digunakan setiap hari.

Literasi Digital Jadi Tantangan Baru

Peringatan Harkitnas tahun ini juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital di tengah masyarakat.

Sebab perkembangan teknologi saat ini bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan sebagian masyarakat dalam menyaring informasi.

Akibatnya, generasi muda menjadi kelompok paling rentan terhadap:

  • hoaks,
  • perundungan digital,
  • kecanduan media sosial,
  • hingga paparan konten negatif.

Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat solidaritas sosial dan budaya gotong royong dalam menghadapi perubahan zaman.

Di tengah upacara berlangsung, sejumlah pelajar terlihat mengikuti prosesi dengan serius. Ada yang berdiri tegak sambil memegang topi di dada saat lagu Indonesia Raya berkumandang. Ada pula yang sesekali menunduk mendengarkan amanat dengan penuh perhatian.

Dan suasana seperti itu terasa berbeda.

Karena di tengah dunia digital yang serba cepat, momen kebangsaan seperti ini mulai terasa semakin penting.

Kebangkitan Nasional Tak Lagi Hanya Soal Sejarah

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional hari ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Mulai dari:

  • peningkatan kualitas SDM,
  • pemerataan akses pendidikan,
  • penguatan layanan kesehatan,
  • hingga pembangunan ekonomi kerakyatan.

Menurut pemerintah, kebangkitan bangsa tidak bisa hanya diukur dari pembangunan fisik.

Tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan dan karakter generasi muda.

Karena itu, Hari Kebangkitan Nasional kini memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar mengenang perjuangan masa lalu.

Apalagi tantangan bangsa hari ini jauh berbeda dibanding era sebelumnya.

Jika dulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan fisik, sekarang tantangan muncul dalam bentuk disinformasi, polarisasi sosial, hingga degradasi moral di ruang digital.

Semangat Gotong Royong Harus Tetap Dijaga

Selain literasi digital, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga budaya gotong royong di tengah perubahan zaman.

Karena modernisasi sering membuat masyarakat semakin individualis dan jauh dari nilai kebersamaan.

Padahal kekuatan bangsa Indonesia selama ini lahir dari solidaritas sosial.

Di sejumlah daerah, budaya gotong royong mulai perlahan tergeser oleh gaya hidup serba instan dan interaksi digital yang semakin dominan.

Dan kondisi itu menjadi perhatian serius dalam peringatan Harkitnas tahun ini.

Karena generasi muda tidak hanya membutuhkan teknologi.

Tetapi juga nilai, karakter, dan rasa memiliki terhadap bangsanya sendiri.

Harkitnas Jadi Pengingat untuk Semua Generasi

Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kota Tasikmalaya berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan.

Namun di balik seluruh prosesi itu, ada pesan yang terasa lebih dalam.

Bahwa kebangkitan bangsa hari ini tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur atau kemajuan teknologi.

Tetapi juga tentang bagaimana bangsa ini menjaga arah generasinya sendiri.

Karena negara yang kuat bukan hanya dibangun oleh gedung tinggi dan internet cepat.

Melainkan oleh anak-anak muda yang masih punya karakter, empati, dan rasa cinta terhadap bangsanya.

Bendera memang hanya berkibar beberapa jam di Bale Kota Tasikmalaya pagi itu.

Tetapi pesan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini jauh lebih panjang: bangsa yang gagal menjaga generasi mudanya… perlahan akan kehilangan masa depannya sendiri. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjual Tanah Meninggal

    Penjual Tanah Meninggal Sebelum AJB? Jangan Panik

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Membeli tanah dengan niat membangun masa depan tentu menjadi harapan banyak orang. Namun, bagaimana jika tanah sudah dibayar, kuitansi sudah dipegang, bahkan lahan telah dikuasai bertahun-tahun, tetapi penjual meninggal dunia sebelum Akta Jual Beli (AJB) dibuat? Pertanyaan tentang penjual tanah meninggal sebelum AJB ini ternyata cukup sering muncul di masyarakat. Dilansir dari […]

  • challenge hafalan Al-Qur’an

    Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras, Ini 5 Faktanya

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Sebuah challenge hafalan Al-Qur’an berhadiah miras memicu kontroversi setelah video tantangan tersebut beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang menjadi perhatian publik, pengunjung sebuah booth di festival musik ditantang menghafal Surat Ad-Duha dengan imbalan minuman beralkohol. Tantangan hafalan Al-Qur’an itu kemudian menuai kecaman, sementara polisi kini menangani kasus tersebut dan […]

  • Garut Plaza

    Pedagang Garut Plaza Berbagi Sambut Tahun Baru Islam

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Plazadenyut kebersamaan yang masih hidup di tengah tantangan ekonomi. Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Garut Plaza menggelar bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menegaskan semangat hijrah menuju kondisi yang lebih baik. Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 […]

  • Moratorium Mutasi PNS

    Pemkot Tasikmalaya Moratorium Mutasi PNS, Ini Dampaknya

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Moratorium mutasi PNS mulai berlaku di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Tasikmalaya Nomor P/800.1.3.1/SE.109/BKPSDM/2026 yang dilansir dari BKPSDM Kota Tasikmalaya, pemerintah daerah menghentikan sementara penerimaan mutasi masuk PNS dari luar instansi. Surat edaran tersebut ditetapkan di Tasikmalaya pada 3 Agustus 2026. Kebijakan ini tidak hanya menyangkut calon […]

  • pengadaan lahan Whoosh

    KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika […]

  • Program MBG Garut

    Camat Tarogong Kaler Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Garut atau Program Makan Bergizi Gratis terus diperkuat melalui langkah evaluasi dan koordinasi lintas pelaksana. Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, memimpin kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bersama para pengelola SPPG Tarogong Kaler di Aula Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi […]

expand_less