Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Harkitnas 2026 di Tasikmalaya Soroti Ancaman Digital terhadap Generasi Muda

Harkitnas 2026 di Tasikmalaya Soroti Ancaman Digital terhadap Generasi Muda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Harkitnas Tasikmalaya atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 berlangsung khidmat di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (20/5/2026). Upacara yang dipimpin langsung Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, itu tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi menghadapi tantangan besar di era digital.

Tema nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi sorotan utama dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakan Diky di hadapan peserta upacara.

Pesannya jelas.

Masa depan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan bangsa menjaga generasi mudanya hari ini.

Bale Kota Jadi Simbol Semangat Kebangsaan

Sejak pagi, suasana Bale Kota Tasikmalaya terlihat berbeda.

Barisan peserta upacara berdiri rapi mengenakan seragam masing-masing. Bendera Merah Putih berkibar di tengah halaman upacara, sementara lagu-lagu nasional mengiringi jalannya prosesi dengan penuh khidmat.

Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin langsung seluruh rangkaian kegiatan.

Hadir pula unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah berdirinya Budi Utomo pada 1908.

Lebih dari itu, Harkitnas kini dimaknai sebagai semangat menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Generasi Muda dan Ruang Digital Jadi Sorotan

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI, pemerintah menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tangguh di tengah derasnya arus transformasi digital.

Karena itu, literasi digital dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendesak saat ini.

“Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’, menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh sejauh mana bangsa ini mampu menjaga dan membina generasi mudanya,” ujar Diky saat membacakan amanat.

Pemerintah juga disebut telah mulai memperkuat kebijakan perlindungan anak di ruang digital.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan ekosistem internet yang lebih aman, sehat, dan beretika bagi generasi penerus bangsa.

Karena ancaman di era digital hari ini tidak lagi datang hanya dari dunia nyata.

Tetapi juga dari layar ponsel yang digunakan setiap hari.

Literasi Digital Jadi Tantangan Baru

Peringatan Harkitnas tahun ini juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital di tengah masyarakat.

Sebab perkembangan teknologi saat ini bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan sebagian masyarakat dalam menyaring informasi.

Akibatnya, generasi muda menjadi kelompok paling rentan terhadap:

  • hoaks,
  • perundungan digital,
  • kecanduan media sosial,
  • hingga paparan konten negatif.

Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat solidaritas sosial dan budaya gotong royong dalam menghadapi perubahan zaman.

Di tengah upacara berlangsung, sejumlah pelajar terlihat mengikuti prosesi dengan serius. Ada yang berdiri tegak sambil memegang topi di dada saat lagu Indonesia Raya berkumandang. Ada pula yang sesekali menunduk mendengarkan amanat dengan penuh perhatian.

Dan suasana seperti itu terasa berbeda.

Karena di tengah dunia digital yang serba cepat, momen kebangsaan seperti ini mulai terasa semakin penting.

Kebangkitan Nasional Tak Lagi Hanya Soal Sejarah

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional hari ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Mulai dari:

  • peningkatan kualitas SDM,
  • pemerataan akses pendidikan,
  • penguatan layanan kesehatan,
  • hingga pembangunan ekonomi kerakyatan.

Menurut pemerintah, kebangkitan bangsa tidak bisa hanya diukur dari pembangunan fisik.

Tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan dan karakter generasi muda.

Karena itu, Hari Kebangkitan Nasional kini memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar mengenang perjuangan masa lalu.

Apalagi tantangan bangsa hari ini jauh berbeda dibanding era sebelumnya.

Jika dulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan fisik, sekarang tantangan muncul dalam bentuk disinformasi, polarisasi sosial, hingga degradasi moral di ruang digital.

Semangat Gotong Royong Harus Tetap Dijaga

Selain literasi digital, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga budaya gotong royong di tengah perubahan zaman.

Karena modernisasi sering membuat masyarakat semakin individualis dan jauh dari nilai kebersamaan.

Padahal kekuatan bangsa Indonesia selama ini lahir dari solidaritas sosial.

Di sejumlah daerah, budaya gotong royong mulai perlahan tergeser oleh gaya hidup serba instan dan interaksi digital yang semakin dominan.

Dan kondisi itu menjadi perhatian serius dalam peringatan Harkitnas tahun ini.

Karena generasi muda tidak hanya membutuhkan teknologi.

Tetapi juga nilai, karakter, dan rasa memiliki terhadap bangsanya sendiri.

Harkitnas Jadi Pengingat untuk Semua Generasi

Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kota Tasikmalaya berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan.

Namun di balik seluruh prosesi itu, ada pesan yang terasa lebih dalam.

Bahwa kebangkitan bangsa hari ini tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur atau kemajuan teknologi.

Tetapi juga tentang bagaimana bangsa ini menjaga arah generasinya sendiri.

Karena negara yang kuat bukan hanya dibangun oleh gedung tinggi dan internet cepat.

Melainkan oleh anak-anak muda yang masih punya karakter, empati, dan rasa cinta terhadap bangsanya.

Bendera memang hanya berkibar beberapa jam di Bale Kota Tasikmalaya pagi itu.

Tetapi pesan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini jauh lebih panjang: bangsa yang gagal menjaga generasi mudanya… perlahan akan kehilangan masa depannya sendiri. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CCTV Pantura live memantau arus lalu lintas mudik Lebaran secara real-time di jalur pantai utara

    Pantura Macet atau Lancar? Cek CCTV Live Sebelum Berangkat

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – CCTV Pantura live kini jadi solusi paling praktis untuk memantau arus mudik secara real-time. Dengan akses CCTV jalur Pantura, pemudik bisa melihat kondisi lalu lintas terkini, mengecek kemacetan, sekaligus menentukan waktu terbaik untuk berangkat. Tidak hanya itu, pantauan lalu lintas live streaming Pantura juga membantu menghindari titik rawan macet yang sering […]

  • Mahasiswi Hilang

    Breaking News: Mahasiswi UMB Tasikmalaya Dilaporkan Hilang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mahasiswi hilang kembali menghebohkan warga Jawa Barat. Seorang mahasiswi Universitas Mayasari Bakti (UMB) Tasikmalaya bernama Ulfah Hadiatul Alia dilaporkan hilang sejak 5 April 2026 dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Informasi tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Banyak warga ikut membagikan foto korban dengan harapan […]

  • kisah kyai inspiratif

    Merinding! 7 Kisah Kyai Ini Bikin Santri Menangis Diam-Diam

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kisah kyai inspiratif kini kembali dicari di tengah derasnya arus digital yang sering membuat generasi muda kehilangan arah. Kisah kyai inspiratif, teladan ulama, dan cerita penuh hikmah dari pesantren menjadi oase yang menenangkan sekaligus menguatkan hati para santri. Di balik kehidupan sederhana mereka, tersimpan pelajaran besar yang tak lekang oleh zaman. Seorang […]

  • Operasi Zebra

    Polda Jabar Gelar Operasi Zebra, Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Fokus Pengawasan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Operasi Zebra digelar di Jawa Barat selama 14 hari untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. albadarpost.com, PELITA – Polda Jawa Barat menyiapkan Operasi Zebra selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025. Langkah ini ditempuh untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Operasi Zebra […]

  • Harkitnas Ciamis

    Harkitnas 2026 di Ciamis Soroti Ancaman Era Digital terhadap Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Harkitnas Ciamis atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kabupaten Ciamis berlangsung khidmat di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026). Namun di balik prosesi upacara bendera dan barisan peserta yang tertib, ada pesan kuat yang menjadi sorotan utama tahun ini: ancaman era digital terhadap generasi muda Indonesia. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya […]

  • penganiayaan remaja

    Polisi Selidiki Penganiayaan Remaja di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Penganiayaan remaja di Tasikmalaya membuat dua pelajar luka serius dan memicu sorotan pada keamanan jalan kota. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dua remaja di Kota Tasikmalaya mengalami luka serius usai menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang bermotor, Sabtu (13/12/2025) dini hari. Peristiwa ini kembali menyoroti rapuhnya rasa aman warga, khususnya pelajar, di ruang publik pada jam […]

expand_less