Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Warga Bersihkan Longsor Tasikmalaya dan Memulihkan Akses Jalan

Warga Bersihkan Longsor Tasikmalaya dan Memulihkan Akses Jalan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Galumpit bergotong royong menangani longsor Tasikmalaya dan memulihkan akses jalan desa.

albadarpost.com, HUMANIORA – Longsor di Kabupaten Tasikmalaya yang menutup jalan penghubung Galumpit–Puspahiang pada 4 Desember 2025 membuat aktivitas warga lumpuh dalam sekejap. Jalur utama yang menjadi akses kerja, sekolah, dan distribusi sembako tertimbun tanah basah setelah hujan deras mengguyur perbukitan Sodonghilir. Dampaknya langsung terasa: mobilitas terhenti, kegiatan warga terhambat, dan bantuan resmi belum tampak.

Namun warga Dusun Galumpit memilih tidak diam. Mereka turun tangan membersihkan material longsor Tasikmalaya dengan peralatan seadanya. Aksi ini menjadi bukti bahwa solidaritas kampung masih menjadi benteng pertama ketika pemerintah terlambat bergerak.

Fakta Dasar dan Konteks Lapangan

Longsor terjadi setelah hujan intens sejak sore hingga malam, membuat kontur bukit labil dan jalan desa tertutup gundukan tanah. Tidak ada alat berat yang datang pada hari kejadian. Warga tidak mendapat kepastian kapan akses itu akan kembali pulih. Kondisi ini memaksa warga mengambil keputusan cepat.

Pada Minggu pagi, 7 Desember 2025, puluhan warga Galumpit mulai bergotong royong. Suara cangkul dan sekop terdengar sejak matahari naik. Kepala Dusun, Nurul, ikut berada di barisan warga. Ia tidak memimpin sebagai aparat, melainkan sebagai warga yang merasakan dampak yang sama. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan anak muda hingga warga lansia bekerja tanpa jarak. Tidak ada yang berdiri menonton atau sekadar memberi instruksi.

Material tanah dimasukkan ke karung, bebatuan digeser pelan, dan sebagian badan jalan kembali terbuka menjelang siang. Kendaraan roda dua mulai bisa melintas meski kondisi tanah masih licin dan labil. Warga pun memberi peringatan agar pengendara berhati-hati.

Rencana mendatangkan alat berat sempat dibahas. Namun kondisi tanah yang belum stabil membuat warga mempertimbangkannya kembali. Mereka khawatir penggunaan buldoser justru memperparah kerusakan jalan. Gotong royong menjadi pilihan paling masuk akal dalam situasi itu.

Respons Warga Menghadapi Longsor Tasikmalaya

Aksi warga Galumpit di tengah longsor Tasikmalaya bukan sekadar kerja bakti mingguan. Apa yang berlangsung adalah bentuk kemandirian sosial yang hari ini mulai jarang terlihat. Warga tidak mencari panggung, tidak menyalahkan pemerintah, dan tidak membuat protes simbolik. Mereka memilih cara senyap namun efektif: bekerja hingga akses kembali terbuka.

Baca juga: Data KTP Keliru, Buruh Perkebunan Sulit Akses Layanan Sosial di Jember

Dalam banyak kasus bencana di desa, masyarakat memang selalu menjadi pihak yang bergerak lebih dulu. Di Galumpit, pola itu muncul lagi. Meskipun alat terbatas, kerja bersama membuat beban fisik terasa lebih ringan. Tekanan psikologis pun berkurang karena warga menghadapi musibah dengan sikap tenang.

Kondisi ini sekaligus menyoroti keterbatasan respons pemerintah daerah. Penanganan awal longsor Tasikmalaya bergantung pada warga, bukan pada mekanisme resmi. Situasi darurat seharusnya memiliki jalur koordinasi yang lebih cepat agar warga tidak dibiarkan mengatasi bencana sendirian.

Dampak Sosial dan Cermin Wajah Tasikmalaya

Sodonghilir, terutama Dusun Galumpit, memang tidak berada di pusat keramaian. Namun peristiwa ini menunjukkan bahwa identitas warga Tasikmalaya tidak hanya terbaca dari geliat kotanya, tetapi juga dari ketangguhan desa-desa kecil. Warga bergerak tanpa gaduh. Mereka tahu bahwa menunggu bantuan bisa memperlambat roda kehidupan.

Gotong royong warga Galumpit menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat sering tumbuh dari tindakan sederhana: turun ke lokasi, bekerja, dan menjaga ritme pemulihan tanpa mengumbar keluhan. Situasi itu sekaligus menjadi potret bagaimana solidaritas sosial bisa bertahan di tengah era yang semakin individualistik.

Longsor Tasikmalaya masih menyisakan pekerjaan besar. Jalan Galumpit–Puspahiang belum sepenuhnya pulih. Tanah masih basah dan rawan bergerak saat diguyur hujan berikutnya. Namun semangat warga sudah kembali utuh. Aksi mereka menjadi bukti nyata bahwa pemulihan awal sebuah bencana sering dimulai dari keputusan cepat masyarakat.

Gotong royong warga Galumpit mempercepat pemulihan longsor Tasikmalaya dan menjadi contoh ketahanan sosial yang tetap relevan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

  • jalan desa

    Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Warga membangun jalan desa secara mandiri sebagai peringatan moral atas janji politik yang tak ditepati. Ketika Jalan Desa Menjadi Bentuk Perlawanan albadarpost.com, EDITORIAL – Rabu, 3 Desember 2025, warga Desa Purwarahayu dan Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, membersihkan dan memperbaiki jalan desa mereka dengan gotong royong. Jalan desa yang telah lama menjadi saksi […]

  • Lineup Belanda vs Jepang

    Prediksi Lineup Belanda vs Jepang dan Duel Kuncinya

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Lineup Belanda vs Jepang menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan menjelang pertandingan Grup F Piala Dunia 2026. Di balik persaingan dua tim berbeda benua ini, perhatian publik justru tertuju pada siapa saja pemain yang akan turun sejak menit pertama dan bagaimana mereka dapat memengaruhi jalannya laga. Pertandingan Belanda vs […]

  • Kampung Zakat 2026

    Adakah Desa Jabar Lolos Kampung Zakat 2026?

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kampung Zakat 2026 memasuki tahap penentuan. Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan pengumuman desa penerima Kampung Zakat pada Rabu, 5 Agustus 2026, setelah seluruh tahapan seleksi selesai dilaksanakan. Hingga artikel ini ditulis, daftar resmi penerima program belum dipublikasikan. Karena itu, perhatian publik kini tertuju pada satu pertanyaan: apakah ada desa dari Jawa Barat yang […]

  • Allah Al-Karim

    Ibnu Athaillah: Mengapa Manusia Selalu Salah Berharap?

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Setiap pagi jutaan orang membuka WhatsApp berharap pesan penting masuk. Sebagian lain mengecek rekening bank, menunggu transfer gaji, atau berkali-kali menyegarkan kotak email demi kabar pekerjaan. Anehnya, hanya sedikit yang membuka hari dengan keyakinan bahwa Allah Al-Karim, Sang Maha Pemurah, telah menyiapkan rezeki terbaik bagi hamba-Nya. Padahal makna Allah Al-Karim mengajarkan bahwa […]

  • Kepala BNPB

    Kepala BNPB Kendalikan Penanganan Bencana Sumatera di Tengah Sorotan Publik

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Profil Kepala BNPB Suharyanto: rekam jejak militer, penanganan bencana Sumatera, dan kebijakan publik. albadarpost.com, PELITA – Rumah-rumah hanyut, jalan tertutup lumpur, dan ribuan warga mengungsi. Di tengah situasi itu, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto terus muncul di lokasi bencana Sumatera. Pergerakannya menarik perhatian karena publik ingin mengetahui siapa pejabat yang mengambil keputusan operasi penanganan […]

expand_less