Diky: Efisiensi Anggaran Jangan Lumpuhkan Pelayanan
- account_circle redaktur
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil walikota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara saat ditemui, Selasa(30/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Efisiensi anggaran menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Meski sejumlah program pembangunan tertunda akibat perubahan anggaran dan keterlambatan transfer dana, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menegaskan pelayanan publik harus tetap berjalan. Menurutnya, warga membutuhkan pelayanan yang cepat dan pasti, bukan alasan di balik keterbatasan anggaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Diky pada Selasa (30/6/2026). Ia mengakui kondisi fiskal yang berubah dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya memengaruhi Tasikmalaya, tetapi juga dirasakan banyak daerah hingga pemerintah pusat.
“Anggaran yang berubah-ubah memang menjadi tantangan. Mudah-mudahan persoalan ini segera tertangani,” ujar Diky.
Efisiensi Anggaran Menahan Program Pembangunan
Diky menjelaskan, kebijakan efisiensi anggaran berdampak langsung pada pelaksanaan berbagai program di tingkat kelurahan. Selain itu, keterlambatan penyaluran dana dari pemerintah pusat turut memengaruhi sejumlah proyek pembangunan, termasuk infrastruktur.
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah harus mampu membedakan antara keterbatasan anggaran dengan kewajiban memberikan pelayanan dasar kepada warga.
Lurah Diminta Tetap Menjadi Garda Terdepan
Dalam arahannya, Diky meminta seluruh lurah dan organisasi perangkat daerah (OPD) tetap menjaga semangat kerja meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
Ia menilai lurah merupakan ujung tombak pelayanan publik karena berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari.
“Warga tidak bertanya apakah APBD sudah turun atau belum. Mereka hanya ingin surat selesai, data tertata, dan bantuan sampai kepada yang berhak,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh aparatur pemerintah tetap solid dan tidak menjadikan efisiensi anggaran sebagai alasan menurunkan kualitas pelayanan.
Koordinasi dengan Pemerintah Pusat Terus Berjalan
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proses penyaluran anggaran kembali berjalan normal.
Sambil menunggu kondisi fiskal membaik, pemerintah berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar pelayanan dasar tetap berlangsung tanpa hambatan berarti.
Menurut Diky, situasi saat ini menjadi ujian bagi seluruh aparatur pemerintah untuk menunjukkan komitmen dalam melayani masyarakat.
“Kalau saat kondisi mudah kita bisa bekerja, maka saat kondisi sulit pun kita harus tetap mampu memberikan pelayanan. Rakyat yang membayar pajak berhak memperoleh pelayanan terbaik,” tegasnya.
Kelurahan Akui Sejumlah Program Belum Berjalan
Sementara itu, Lurah Argasari Mulyono mengakui kebijakan efisiensi anggaran membuat sejumlah program di tingkat kelurahan belum dapat dilaksanakan.
Menurutnya, hingga pertengahan tahun 2026, sebagian besar kegiatan yang telah direncanakan masih menunggu kepastian anggaran.
“Tahun ini memang belum ada kegiatan yang kami laksanakan di kelurahan karena masih berada dalam suasana efisiensi,” ujarnya.
Meski demikian, pelayanan administrasi kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.
Pelayanan Tetap Menjadi Ukuran Kepercayaan Publik
Kondisi fiskal dapat berubah mengikuti kebijakan nasional maupun dinamika ekonomi. Namun, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah justru dibangun melalui kualitas pelayanan yang mereka terima setiap hari.
Karena itu, menjaga pelayanan publik tetap berjalan menjadi langkah penting agar masyarakat tetap merasakan kehadiran pemerintah, sekalipun ruang fiskal sedang mengalami tekanan.
Anggaran memang bisa menyusut, tetapi komitmen melayani tidak boleh ikut surut. Ketika pelayanan tetap hadir di tengah keterbatasan, di situlah kepercayaan publik benar-benar diuji. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar