Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Aksi Damai JAPATI Tasikmalaya: Suara Kemanusiaan dari Tatar Priangan untuk Palestina

Aksi Damai JAPATI Tasikmalaya: Suara Kemanusiaan dari Tatar Priangan untuk Palestina

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAPATI Tasikmalaya gelar aksi damai dan doa bersama di Taman Kota sebagai wujud solidaritas untuk Palestina.

albadarpost.com, HUMANIORA – Langit sore Tasikmalaya menjadi saksi kepedulian yang melampaui batas geografi. Puluhan warga yang tergabung dalam Jaringan Persatuan Asli Tasikmalaya Indonesia (JAPATI) turun ke jalan dalam aksi damai JAPATI Tasikmalaya di kawasan Taman Kota, Minggu (12/10/2025). Mereka datang bukan untuk berpolemik, melainkan membawa pesan: Palestina tidak sendiri.


Suara Solidaritas dari Tasikmalaya untuk Palestina

Dengan membawa bendera Merah Putih dan Palestina, para peserta aksi berdiri berbaris di depan Masjid Agung Tasikmalaya, menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina yang terus hidup dalam tekanan dan blokade berkepanjangan.
Di tengah hiruk pikuk kota, suara mereka menggema penuh empati. Poster-poster bertuliskan seruan damai diangkat tinggi, sementara orasi bergantian disampaikan oleh para aktivis dan tokoh masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat itu juga diwarnai doa bersama untuk keselamatan warga Palestina. Dalam setiap untaian doa, terselip harapan agar penderitaan panjang di Jalur Gaza segera berakhir.

Ketua Umum JAPATI, Sani Hudaya Juned, menegaskan bahwa aksi damai ini bukan sekadar simbol perasaan, melainkan bentuk nyata solidaritas kemanusiaan masyarakat Tasikmalaya terhadap tragedi yang menimpa Palestina.

“Sudah hampir dua dekade mereka hidup dalam blokade, tanpa akses yang layak terhadap kebutuhan dasar. Aksi ini adalah suara hati kami,” ujar Sani kepada Albadarpost.com.

Menurutnya, blokade Israel telah melumpuhkan sendi-sendi kehidupan warga Palestina. Ribuan orang hidup tanpa listrik, air bersih, atau layanan medis memadai.

“Bukan hanya konflik bersenjata, tetapi juga penghancuran sistem kehidupan manusia,” tambahnya dengan nada prihatin.


Aksi Damai JAPATI Tasikmalaya Berjalan Kondusif

Aksi damai JAPATI Tasikmalaya yang digelar di Taman Kota Tasikmalaya itu berlangsung dengan tertib dan kondusif. Aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan jalannya kegiatan.
Meski diwarnai semangat tinggi, tidak ada provokasi. Semua berjalan damai dalam semangat persaudaraan.

Selain berorasi, para peserta melantunkan doa bersama sebagai simbol kesatuan hati umat manusia melawan kekerasan dan penindasan. Bagi JAPATI, doa menjadi kekuatan moral yang melampaui batas politik.

“Kami ingin mengingatkan dunia bahwa solidaritas adalah bahasa universal. Dari Tasikmalaya, kami suarakan kemanusiaan,” kata Sani.

Ia juga mengungkapkan bahwa aksi serupa akan terus dilakukan bersama berbagai elemen masyarakat, baik lembaga sosial, keagamaan, maupun komunitas pemuda.

“Ini bukan kegiatan sesaat. Kami akan terus menyuarakan perdamaian dan menggelar doa lintas komunitas,” tegasnya.


Tasikmalaya Menyala dengan Spirit Kemanusiaan

Dalam pandangan JAPATI, perjuangan rakyat Palestina mencerminkan perlawanan terhadap ketidakadilan global. Dukungan dari masyarakat Tasikmalaya menjadi cerminan bahwa nilai kemanusiaan adalah milik semua bangsa.

“Kami ingin mengirim pesan bahwa dari tanah Priangan Timur, nurani kami berpihak pada mereka yang tertindas,” ucap Sani Hudaya Juned.

Aksi damai JAPATI Tasikmalaya juga menjadi momentum refleksi bagi masyarakat lokal. Bahwa empati sosial tidak mengenal batas negara. Dalam setiap langkah dan doa, masyarakat Tasikmalaya menegaskan: perdamaian adalah hak semua manusia.

Para peserta aksi menutup kegiatan dengan menggelar doa bersama di pelataran Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Saat senja turun perlahan, lantunan doa terdengar bersahutan—menyatu dalam satu pesan universal: bebaskan Palestina, hentikan penderitaan.


Kesimpulan

Aksi damai JAPATI Tasikmalaya menjadi simbol kepedulian rakyat Indonesia terhadap Palestina, menyerukan kemanusiaan tanpa batas. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • modal usaha UMKM

    Modal Usaha UMKM Tanpa Bank, Ternyata Ini Caranya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pelaku usaha kecil mengira modal usaha UMKM hanya bisa didapat dari pinjaman bank atau koperasi. Padahal, ada banyak cara mencari modal usaha, tambahan dana bisnis, dan sumber pendanaan UMKM yang justru lebih ringan, cepat, dan minim risiko. Sayangnya, cara-cara ini jarang dibahas media sehingga banyak pelaku usaha terjebak pada utang berbunga […]

  • Stadion Piala Dunia 2026

    Stadion Piala Dunia 2026, Ada Cerita Maradona hingga Venue Futuristik

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Atmosfer Stadion Piala Dunia 2026 perlahan mulai terasa, bahkan ketika kick-off masih cukup jauh. FIFA sudah menetapkan 16 stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai venue resmi World Cup 2026. Namun kali ini, yang menarik bukan cuma pertandingan. Ada kota yang mungkin tak tidur selama turnamen berlangsung. Ada stadion yang […]

  • Tradisi lebaran Nusantara dengan masyarakat mengenakan pakaian adat dan berkumpul dalam perayaan budaya daerah

    Jarang Diketahui! Tradisi Lebaran Unik dari Berbagai Daerah

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk dalam perayaan Idulfitri. Tradisi Lebaran Nusantara menyimpan banyak cerita menarik yang belum banyak diketahui. Tradisi Lebaran ini, atau yang sering disebut budaya Lebaran daerah dan kebiasaan Idulfitri unik, menunjukkan bagaimana masyarakat merayakan hari kemenangan dengan cara yang khas dan penuh makna. Pertama, Indonesia terdiri […]

  • Ilustrasi pejabat atau pimpinan yang menerima laporan korupsi namun memilih diam di meja kerjanya

    Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Di banyak kantor pemerintahan—dan juga di berbagai organisasi—cerita tentang korupsi sering kali dimulai dari bawah. Seorang staf bermain anggaran. Pejabat teknis memanipulasi laporan. Proyek disulap menjadi ladang keuntungan pribadi.Namun dalam banyak kasus, cerita itu tidak berhenti pada pelaku utama. Ia merambat naik, perlahan, menuju meja pimpinan. Pertanyaannya sederhana: jika atasan sudah menerima […]

  • PKL Masjid Agung Singaparna

    PKL Masjid Agung Singaparna Ditata, Bupati Janjikan Solusi

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PKL Masjid Agung Singaparna mulai memasuki tahap penataan sebagai bagian dari rencana pembangunan Mall Pelayanan Publik Tasikmalaya. Di tengah kekhawatiran pedagang, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa Pemkab Tasikmalaya memilih pendekatan dialog dan pendataan untuk merelokasi PKL Singaparna, bukan melakukan penggusuran. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan […]

  • kisah Siti Hajar

    7 Kali Berlari di Tengah Putus Asa, Siti Hajar Mengubah Sejarah Makkah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Siti Hajar, perjuangan Hajar mencari air, dan asal-usul air zamzam bukan sekadar cerita lama—ini adalah potret paling jujur tentang iman di titik terendah manusia. Bayangkan ini: lembah tandus, sunyi, tanpa air, tanpa kehidupan. Di tempat seperti itu, seorang ibu dan bayi ditinggalkan. Bukan karena ditelantarkan, tetapi karena perintah langit. Nabi Ibrahim melangkah […]

expand_less