Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kaget Saat Masalah Datang? Dunia Memang Diciptakan untuk Menguji

Kaget Saat Masalah Datang? Dunia Memang Diciptakan untuk Menguji

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Pagi itu seorang pedagang membuka rolling door kiosnya setengah badan. Cat biru di bagian bawah pintu sudah mulai mengelupas. Di tangannya ada secangkir kopi yang tinggal separuh. Sesekali ia melihat jalan yang masih lengang sambil mengecek layar ponselnya.

Belum ada pesanan masuk.

Belum ada kabar baik.

Namun tagihan tetap ada.

Mungkin itulah gambaran kecil dari sesuatu yang sering dilupakan manusia: dunia memang tidak pernah menjanjikan kemudahan.

Imam Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam menulis:

“Jangan heran atas terjadinya kesukaran-kesukaran selama engkau masih di dunia ini, sebab ia tidak melahirkan kecuali yang layak menjadi sifatnya.”

Kalimat itu terasa sederhana. Tetapi semakin bertambah usia seseorang, semakin terasa pula kebenarannya.

Sebab banyak kekecewaan lahir bukan karena hidup terlalu kejam.

Melainkan karena kita diam-diam berharap dunia bersikap seperti surga.

Kita Marah pada Sesuatu yang Memang Sudah Menjadi Sifat Dunia

Di media sosial, hampir setiap hari muncul unggahan tentang kelelahan hidup.

Ada yang mengeluhkan usaha yang sepi.

Ada yang mengeluhkan pekerjaan yang terlalu banyak.

Dan ada yang merasa tertinggal karena teman-temannya sudah membeli rumah.

Serta ada pula yang merasa gagal hanya karena belum mencapai target usia tiga puluh tahun yang ia susun sendiri beberapa tahun lalu.

Menariknya, keluhan itu datang dari berbagai lapisan kehidupan.

Yang belum menikah merasa gelisah.

Yang sudah menikah punya kegelisahan baru.

Dan yang belum punya pekerjaan merasa tertekan.

Serta yang punya pekerjaan sering merasa kelelahan.

Seolah-olah manusia sedang berlari menuju sebuah tempat yang bahkan tidak pernah benar-benar ada.

Di sebuah warung kopi pinggir jalan, misalnya, obrolan tentang harga kebutuhan pokok sering terdengar lebih keras dibanding suara sendok yang beradu dengan gelas. Tidak jauh berbeda dengan percakapan di ruang kantor berpendingin udara. Topiknya berubah, tetapi keresahannya hampir sama.

Manusia selalu menemukan alasan baru untuk khawatir.

Salah Alamat Ketika Menagih Kebahagiaan

Ja’far Ash-Shadiq pernah berkata bahwa orang yang meminta sesuatu yang memang tidak Allah jadikan di dunia hanya akan melelahkan dirinya.

Ketika ditanya apa itu, beliau menjawab:

“Kesenangan di dunia.”

Kalimat ini sering disalahpahami.

Bukan berarti Islam melarang bahagia.

Bukan pula berarti hidup harus muram.

Yang dimaksud adalah jangan berharap kebahagiaan sempurna menetap di tempat yang memang diciptakan sebagai ruang ujian.

Lihat saja kehidupan sehari-hari.

Ada seseorang yang bertahun-tahun bermimpi membeli kendaraan baru. Ketika kendaraan itu akhirnya terparkir di halaman rumah, rasa senangnya bertahan beberapa minggu. Setelah itu muncul cicilan, biaya perawatan, dan keinginan memiliki model yang lebih baru.

Begitulah dunia bekerja.

Ia memberi sambil menguji.

Ia menghibur sambil mengingatkan.

Kadang pelan. Kadang keras.

Dunia Adalah Ruang Ujian Bersama

Abdullah bin Mas’ud ra. berkata bahwa dunia adalah kerisauan dan duka cita. Jika terdapat kesenangan di dalamnya, maka itulah keuntungan.

Pandangan ini terasa asing bagi manusia modern yang terbiasa mengukur hidup dari kenyamanan.

Padahal Al-Qur’an sudah memberikan peringatan yang sangat jelas:

“Sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Karena itu, kehilangan pekerjaan bukan berarti hidup gagal.

Usaha yang turun bukan berarti Allah meninggalkan.

Anak yang sakit bukan selalu tanda murka.

Kadang itu hanya bagian dari perjalanan yang memang harus dilalui.

Di beberapa masjid kampung, masih ada jamaah yang datang dengan ujung celana basah karena baru selesai dari sawah. Ada pula yang memarkir motor tuanya lalu berjalan cepat menuju saf terakhir ketika iqamah hampir selesai dikumandangkan.

Mereka juga punya masalah.

Mereka juga punya beban.

Namun mereka tetap datang.

Ada sesuatu yang tenang dalam cara mereka menjalani hidup.

Manusia Sering Berdoa Meminta Sabar, Tetapi Menolak Bentuknya

Inilah ironi yang sering terjadi.

Kita meminta kesabaran dalam doa.

Namun ketika kesabaran datang dalam bentuk ujian, kita menganggap doa itu tidak dikabulkan.

Kita meminta kedekatan dengan Allah.

Lalu kecewa ketika jalan menuju kedekatan itu harus melewati air mata.

Anehnya lagi, manusia sering merasa Allah jauh justru ketika Allah sedang paling dekat melalui ujian yang mendewasakannya.

Tidak semua orang siap menerima kenyataan seperti ini.

Wajar.

Kadang memang melelahkan.

Sangat melelahkan.

Jangan Menuntut Dunia Menjadi Surga

Junaid Al-Baghdadi berkata bahwa dirinya tidak heran ketika kesulitan datang karena sejak awal ia memahami bahwa dunia adalah tempat ujian.

Barangkali di sinilah letak kebebasan yang sebenarnya.

Ketika seseorang berhenti menuntut dunia untuk selalu menyenangkan dirinya.

Ketika ia tidak lagi menganggap setiap kesulitan sebagai kesalahan sistem.

Dan ketika ia memahami bahwa kehilangan, penantian, kegagalan, kesedihan, dan ketidakpastian adalah bagian dari kurikulum kehidupan.

Maka perlahan ia akan lebih tenang.

Bukan karena masalahnya hilang.

Tetapi karena ia tidak lagi bertengkar dengan kenyataan.

Suatu hari nanti, ketika umur sudah sampai di ujungnya, mungkin kita akan sadar bahwa hampir semua hal yang dulu membuat kita panik ternyata tidak ikut masuk ke liang kubur.

Jabatan tertinggal.

Rumah tertinggal.

Kendaraan tertinggal.

Rekening tertinggal.

Yang ikut hanyalah amal, sabar, dan cara kita menjalani ujian.

Karena itu, jangan terlalu marah ketika dunia menunjukkan wajah aslinya.

Yang mengejutkan bukanlah banyaknya kesulitan.

Yang mengejutkan adalah kita masih berharap dunia menjadi surga, padahal Allah tidak pernah menjanjikannya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemain Barcelona dan Newcastle United dalam prediksi line up laga Liga Champions di Camp Nou

    Prediksi Skor Barcelona vs Newcastle, Tuan Rumah Lebih Tajam?

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Laga Barcelona vs Newcastle menjadi sorotan utama pecinta sepak bola Eropa. Duel ini tidak hanya menghadirkan gengsi, tetapi juga menentukan arah langkah kedua tim di fase gugur. Prediksi Barcelona vs Newcastle, analisis pertandingan Barcelona kontra Newcastle, hingga peluang kemenangan menjadi kata kunci yang paling banyak dicari jelang kick-off. Bermain di kandang […]

  • cemilan pereda pegal dan pusing

    Capek dan Pusing Setelah Kerja? Coba 8 Cemilan Ini, Efektif Pulihkan Energi!

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Cemilan pereda pegal dan pusing bantu tubuh pulih cepat setelah kerja dan jaga energi tetap stabil. Cemilan Pereda Pegal dan Pusing, Solusi Cepat Pulihkan Tubuh Setelah Seharian Bekerja albadarpost.com, PELITA – Setelah melewati jam kerja yang panjang, tubuh sering kali memberi sinyal kelelahan melalui rasa pegal, pusing, atau kepala terasa berat. Kondisi ini bukan sekadar […]

  • kisah kyai inspiratif

    Merinding! 7 Kisah Kyai Ini Bikin Santri Menangis Diam-Diam

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kisah kyai inspiratif kini kembali dicari di tengah derasnya arus digital yang sering membuat generasi muda kehilangan arah. Kisah kyai inspiratif, teladan ulama, dan cerita penuh hikmah dari pesantren menjadi oase yang menenangkan sekaligus menguatkan hati para santri. Di balik kehidupan sederhana mereka, tersimpan pelajaran besar yang tak lekang oleh zaman. Seorang […]

  • Penyaluran bantuan ATENSI Tasikmalaya 2026 kepada ratusan warga di Gedung Juang

    490 Warga Kota Tasikmalaya Terima Bantuan ATENSI, Ini Rinciannya!

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bantuan ATENSI Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pemerintah menyalurkan program ini kepada ratusan warga. Program bantuan sosial ini, atau dikenal sebagai Asistensi Rehabilitasi Sosial, menyasar Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentan. Kegiatan penyaluran berlangsung di Gedung Juang Kota Tasikmalaya pada Senin, 30 Maret 2026. Selain […]

  • Satu siswa satu pohon

    Bupati Tasikmalaya Dorong Sekolah Jadi Pusat Perubahan Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong sekolah menjadi pusat perubahan dalam pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peluncuran program Satu siswa satu pohon yang dirangkaikan dengan swasembada pangan berbasis sekolah di wilayah selatan Tasikmalaya, Senin (19/1/2026). Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, menerima langsung kunjungan kerja Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) di […]

  • Lebaran Yatim Ciamis

    Lebaran Yatim Ciamis Hadirkan Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Senyum mulai merekah di wajah anak-anak ketika nama mereka dipanggil satu per satu di Aula Kelurahan Ciamis, Kamis (25/6/2026). Pada momentum Lebaran Yatim Ciamis yang bertepatan dengan Hari Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan melalui kegiatan Gebyar Muharam 2026. Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini […]

expand_less