Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Arti Fala Taqul Lahuma Uffin dan Besarnya Dosa Durhaka

Arti Fala Taqul Lahuma Uffin dan Besarnya Dosa Durhaka

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLEFala taqul lahuma uffin adalah peringatan tegas dalam Al-Qur’an tentang larangan berkata “ah” kepada orang tua. Frasa ini berasal dari QS Al-Isra ayat 23 dan menjadi fondasi utama ajaran birrul walidain atau berbakti kepada ayah dan ibu. Melalui ayat ini, Allah menegaskan adab kepada orang tua dengan sangat serius, bahkan menyandingkannya langsung dengan perintah tauhid.

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَا تَقُلْ لَّهُمَا أُفٍّ
“Maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’…” (QS. Al-Isra: 23)

Ayat ini tidak hanya melarang ucapan kasar. Sebaliknya, ia membentuk standar akhlak tertinggi dalam hubungan anak dan orang tua.

Mengapa “Uff” Saja Dilarang?

Kata uffin secara bahasa berarti keluhan ringan, isyarat kejengkelan, atau ekspresi ketidaksabaran. Meskipun terdengar sepele, Allah justru melarangnya secara eksplisit. Artinya, jika ucapan paling ringan saja tidak boleh diucapkan, maka apalagi bentakan, hinaan, atau perlakuan kasar.

Dalam lanjutan ayat disebutkan:

“Dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.”

Karena itu, Islam tidak hanya menuntut kita menahan diri dari kekerasan fisik. Lebih dari itu, Islam mengatur nada suara, pilihan kata, hingga ekspresi emosi ketika berhadapan dengan orang tua, terutama saat mereka telah lanjut usia.

Baca juga: Penghargaan Atlet Tasikmalaya Warnai Apel Gabungan

Disandingkan dengan Tauhid, Tanda Kewajiban Besar

Menariknya, larangan dalam fala taqul lahuma uffin muncul setelah perintah untuk menyembah Allah semata. Urutannya menunjukkan betapa besar kedudukan orang tua dalam Islam. Setelah tauhid, Allah langsung menyebut kewajiban berbakti kepada ayah dan ibu.

Imam Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan bahwa penyandingan ini menunjukkan birrul walidain termasuk kewajiban paling agung setelah tauhid. Oleh sebab itu, durhaka kepada orang tua tergolong dosa besar.

Rasulullah ﷺ bahkan memasukkan durhaka sebagai dosa besar. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

“Maukah kalian aku beritahu dosa besar yang paling besar?”
Para sahabat menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”

Hadis ini menegaskan bahwa kedurhakaan bukan sekadar kesalahan sosial, tetapi pelanggaran serius dalam agama.

Birrul Walidain: Lebih dari Sekadar Patuh

Sering kali orang mengira berbakti kepada orang tua cukup dengan menuruti perintah mereka. Padahal, makna birrul walidain jauh lebih luas. Kita harus berbicara dengan lembut, menjaga perasaan mereka, serta mendoakan keduanya dengan tulus.

Allah juga mengajarkan doa khusus:

“Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu kecil.”

Doa ini menunjukkan hubungan timbal balik. Dahulu, orang tua merawat kita tanpa pamrih. Sekarang, ketika mereka melemah, kita wajib membalas dengan kesabaran dan kasih sayang.

Selain itu, Imam An-Nawawi rahimahullah menegaskan bahwa berbicara keras kepada orang tua tanpa alasan syar’i termasuk bentuk kedurhakaan. Karena itu, kontrol emosi menjadi bagian penting dalam pengamalan ayat ini.

Relevansi Fala Taqul Lahuma Uffin di Era Modern

Di era digital, interaksi anak dan orang tua sering berubah. Banyak anak lebih sibuk dengan gawai dibanding berbincang langsung dengan ayah dan ibu. Akibatnya, jarak emosional semakin terasa.

Namun demikian, nilai dalam fala taqul lahuma uffin tetap relevan. Kita harus menjaga adab, baik dalam percakapan langsung maupun melalui pesan singkat. Jangan sampai nada sinis, jawaban singkat penuh emosi, atau sikap acuh menjadi bentuk “uff” modern yang tidak disadari.

Baca juga: 98 Ribu Guru Ikuti Sertifikasi Kemenag

Selain itu, tekanan hidup sering membuat seseorang mudah tersulut emosi. Akan tetapi, justru dalam kondisi itulah kesabaran diuji. Allah tidak hanya memerintahkan kita menahan ucapan kasar, melainkan juga menyampaikan perkataan mulia.

Ancaman Durhaka dan Janji Kemuliaan

Durhaka membawa konsekuensi berat. Dalam hadis riwayat Ahmad, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa dosa durhaka bisa dipercepat hukumannya di dunia sebelum akhirat. Karena itu, seorang Muslim hendaknya selalu berhati-hati.

Sebaliknya, berbakti membuka pintu keberkahan. Banyak ulama menjelaskan bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orang tua. Ketika ayah dan ibu bahagia, insya Allah kehidupan anak pun dipenuhi kemudahan.

Oleh sebab itu, ayat fala taqul lahuma uffin bukan sekadar larangan berkata “ah”. Ia adalah panggilan untuk membangun budaya hormat, sabar, dan penuh cinta kepada orang tua.

QS Al-Isra ayat 23 mengajarkan standar akhlak yang tinggi. Allah melarang ucapan paling ringan yang menyakitkan, lalu memerintahkan perkataan mulia. Pesan ini jelas: jangan sakiti hati orang tua, sekecil apa pun bentuknya.

Kini, saat banyak orang menyesal setelah kehilangan, ayat ini menjadi pengingat kuat. Selagi kesempatan ada, berbicaralah dengan lembut, bersikaplah santun, dan perbanyak doa untuk mereka.

Karena pada akhirnya, fala taqul lahuma uffin bukan hanya ayat yang dibaca, tetapi nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gelombang tinggi BMKG

    BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia, Nelayan Diminta Waspada

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    BMKG peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Nelayan dan pelayaran diminta waspada. Gelombang Tinggi BMKG: Waspada di Perairan Indonesia albadarpost.com, LENSA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi gelombang tinggi di berbagai wilayah perairan Indonesia pada Senin (3/11/2025). Lembaga ini memperkirakan ketinggian gelombang laut […]

  • Puasa Sunnah

    Macam-Macam Puasa Sunnah dan Keutamaannya: Jalan Menuju Kesucian dan Kedekatan dengan Allah SWT

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Pelajari macam-macam puasa sunnah dan keutamaannya yang menuntun umat Islam menuju kesucian dan ampunan. Puasa Sunnah dan Keutamaannya albadarpost.com, HIKMAH – Puasa tidak hanya diwajibkan di bulan Ramadhan. Dalam Islam, ada banyak jenis puasa sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW sepanjang tahun. Walau bersifat tidak wajib, puasa sunnah menawarkan limpahan pahala, ampunan, dan keberkahan bagi siapa […]

  • Kepala BGN Dicopot

    Dadan, Kepala BGN Dicopot, Apa Dampaknya bagi Program MBG?

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak menjadi perhatian publik. Setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana, berbagai pertanyaan langsung bermunculan. Kepala BGN dicopot, pergantian pimpinan BGN, hingga nasib Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi topik yang ramai dibicarakan masyarakat sejak Selasa malam, 2 Juni 2026. Pemerintah mengumumkan […]

  • Tasik Open 2026

    Karateka dari Yogya hingga Bandung Ramaikan Tasik Open 2026

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ajang Tasik Open 2026 langsung mencuri perhatian publik olahraga bela diri di Priangan Timur. Sebanyak 396 peserta karate dari berbagai daerah memadati GOR Sukapura pada Sabtu (16/5/2026) untuk bertanding dalam turnamen yang baru pertama kali digelar tersebut. Tasik Open 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan di atas matras. Turnamen ini juga menjadi […]

  • Ilustrasi seseorang berdiri di panggung mengejar popularitas sementara bayangan dirinya tertunduk dalam kerendahan hati

    Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh […]

  • korupsi pengadaan TIK

    Perspektif: Putusan MA Korupsi Pengadaan TIK dan Dampaknya bagi Sekolah

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Putusan MA soal korupsi pengadaan TIK menegaskan risiko sistemik pengelolaan anggaran pendidikan dasar. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung dalam perkara korupsi pengadaan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) di sekolah dasar Kabupaten Gresik bukan sekadar koreksi vonis pidana. Putusan ini penting karena menyentuh langsung tata kelola anggaran pendidikan dasar—sektor yang menyentuh hak dasar warga dan […]

expand_less