Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Nabi Melarang Umat Mendekati Dajjal

Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Nabi Melarang Umat Mendekati Dajjal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suasana masjid mulai lengang selepas salat Magrib. Sebagian jamaah sudah pulang. Beberapa anak masih duduk di serambi sambil mengaji. Di sudut ruangan, seorang pemuda mengangkat tangan ketika pengajian membahas tentang Dajjal.

Pertanyaannya sederhana.

“Kalau iman kita kuat, kenapa Rasulullah tidak menyuruh umat Islam menghadapi Dajjal? Mengapa justru disuruh menjauh?”

Pertanyaan itu membuat sebagian jamaah terdiam.

Sebab selama ini banyak orang membayangkan bahwa keberanian adalah cara terbaik menghadapi fitnah. Semakin kuat iman seseorang, semakin dekat ia bisa mendekati sumber godaan tanpa terpengaruh.

Namun hadis Rasulullah ﷺ justru menunjukkan hal yang berbeda.

Ketika berbicara tentang fitnah Dajjal, Rasulullah tidak memerintahkan umatnya untuk berdebat, membuktikan diri paling kuat, atau menguji keteguhan iman dengan mendekatinya.

Sebaliknya, beliau memerintahkan umat Islam untuk menjauhinya.

Di balik perintah itu tersimpan pelajaran psikologis dan spiritual yang sangat dalam. Bahkan, pelajaran tersebut terasa semakin relevan di zaman sekarang.

Rasulullah Menyuruh Umat Menjauh dari Dajjal

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa mendengar tentang Dajjal maka hendaklah ia menjauhinya. Demi Allah, sesungguhnya seseorang datang kepadanya dengan mengira dirinya beriman, lalu ia mengikutinya karena syubhat yang dibawanya.”

(HR. Abu Dawud)

Perhatikan kalimat dalam hadis tersebut.

“Seseorang datang kepadanya dengan mengira dirinya beriman.”

Artinya, orang yang terpengaruh Dajjal bukan selalu mereka yang lemah.

Bukan selalu mereka yang tidak berilmu.

Bahkan bisa jadi seseorang yang merasa dirinya kuat.

Di sinilah letak bahaya yang sering tidak disadari.

Kadang-kadang yang menjatuhkan manusia bukan kebodohan.

Melainkan rasa terlalu percaya diri.

Mengapa Orang Pintar Pun Bisa Tersesat?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat fenomena yang menarik.

Ada orang yang berhasil menempuh pendidikan tinggi tetapi tertipu investasi bodong.

Ada yang berpengalaman puluhan tahun dalam bisnis namun masih menjadi korban penipuan.

Dan ada pula yang rajin membaca tetapi tetap termakan berita palsu.

Di warung kopi, di grup WhatsApp keluarga, atau di media sosial, kalimat seperti ini sering terdengar:

“Saya mah tidak mungkin tertipu.”

Ironisnya, tidak lama kemudian orang yang sama ikut menyebarkan informasi yang ternyata tidak benar.

Manusia memang memiliki keterbatasan.

Karena itu Allah SWT mengingatkan:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”

(QS. Al-Isra: 36)

Ayat ini tidak hanya berbicara tentang ilmu.

Ayat ini juga berbicara tentang kerendahan hati.

Sebab orang yang sadar akan keterbatasannya biasanya lebih berhati-hati sebelum percaya, sebelum berbicara, dan sebelum mengambil keputusan.

Bahaya Merasa Diri Paling Benar

Salah satu pelajaran besar dari hadis tentang Dajjal adalah pentingnya sikap tawadhu.

Semakin seseorang merasa dirinya kebal terhadap kesalahan, semakin besar risiko ia lengah.

Hal itu bukan hanya berlaku dalam urusan agama.

Dalam kehidupan sosial pun demikian.

Tidak sedikit konflik bermula karena masing-masing pihak merasa paling benar. Tidak sedikit perselisihan berkepanjangan terjadi karena seseorang lebih sibuk mempertahankan gengsi daripada mencari kebenaran.

Padahal Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh.”

(QS. Luqman: 18)

Kesombongan sering datang dengan wajah yang halus.

Kadang tidak berupa ucapan.

Kadang berupa keyakinan bahwa diri sendiri tidak mungkin salah.

Mengapa Nabi Tidak Menyuruh Umat Mendebat Dajjal?

Pertanyaan ini sering muncul.

Bukankah kebenaran seharusnya diperjuangkan?

Bukankah kebatilan harus dilawan?

Tentu saja.

Namun Rasulullah ﷺ memahami bahwa fitnah Dajjal berada di luar ukuran fitnah biasa.

Beliau bersabda:

“Tidak ada fitnah yang lebih besar antara penciptaan Adam hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal.”

(HR. Muslim)

Karena itulah Nabi tidak mengajarkan sikap nekat.

Beliau mengajarkan kewaspadaan.

Sama seperti seseorang tidak perlu membuktikan keberanian dengan berjalan ke tengah kobaran api, seorang Muslim juga tidak perlu menguji imannya dengan mendekati sumber fitnah.

Ada peperangan yang dimenangkan dengan maju.

Tetapi ada pula peperangan yang dimenangkan dengan menjauh.

Pelajaran untuk Zaman Media Sosial

Pelajaran ini terasa sangat dekat dengan kehidupan modern.

Hari ini banyak orang masuk ke ruang perdebatan yang penuh emosi. Banyak yang sengaja mendatangi konten yang merusak akidah hanya untuk membuktikan dirinya kuat. Banyak pula yang merasa mampu menyaring semuanya sendiri.

Padahal tidak semua orang keluar dari tempat itu dengan kondisi yang sama ketika masuk.

Sebagian membawa keraguan.

Sebagian kehilangan ketenangan.

Dan sebagian lagi kehilangan arah.

Karena itu, menjaga hati kadang lebih penting daripada memenangkan perdebatan.

Menjaga iman kadang lebih penting daripada membuktikan diri paling pintar.

Cara Menjaga Diri dari Fitnah Dajjal

Rasulullah ﷺ mengajarkan beberapa benteng perlindungan.

Salah satunya membaca dan memahami Surah Al-Kahfi.

Beliau bersabda:

“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.”

(HR. Muslim)

Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa perlindungan dari fitnah Dajjal, memperkuat tauhid, memperdalam ilmu agama, dan membiasakan diri melakukan muhasabah.

Sebab iman tidak hanya dijaga dengan pengetahuan.

Iman juga dijaga dengan kerendahan hati.

Pelajaran yang Sering Terlupakan

Mungkin itulah sebabnya Rasulullah tidak memerintahkan umat untuk mendekati Dajjal.

Beliau memahami tabiat manusia.

Beliau memahami bahwa hati bisa berubah.

Dan beliau memahami bahwa akal bisa tergelincir.

Serta beliau memahami bahwa orang yang paling berbahaya bukan selalu yang paling lemah.

Terkadang justru yang paling berbahaya adalah mereka yang merasa dirinya tidak mungkin jatuh.

Dajjal tidak akan menipu manusia dengan mengatakan bahwa dirinya pendusta. Ia akan datang dengan keyakinan, pesona, dan janji yang tampak meyakinkan. Karena itu, benteng pertama dari fitnah bukanlah keberanian untuk mendekat, melainkan kerendahan hati untuk mengakui bahwa tanpa pertolongan Allah, siapa pun bisa tersesat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

  • Salat Idul Adha Sah

    Viral! Salat Idul Adha Terpisah Jalan, Sahkah?

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Sebuah video yang diunggah akun TikTok Aquariusgirl pada 27 Mei 2026 memantik perdebatan di media sosial. Video tersebut memperlihatkan pelaksanaan Salat Idul Adha di kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya yang dipadati ribuan jamaah hingga meluber ke luar area utama masjid. Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali, memperoleh […]

  • konflik guru siswa

    Saat Teguran Guru Berubah Jadi Keroyokan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Insiden pengeroyokan terhadap seorang guru SMK di Jambi membuka kembali perbincangan tentang konflik guru–siswa yang selama ini kerap terpendam di lingkungan sekolah. Peristiwa ini bermula dari teguran seorang guru kepada siswa, lalu berkembang menjadi aksi kekerasan kolektif yang terekam kamera dan menyebar luas di media sosial. Kasus tersebut menunjukkan bagaimana ketegangan sosial […]

  • kasih sayang kepada kucing

    Kucing dan Secangkir Kopi Pagi

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pagi sering hadir tanpa suara, tetapi membawa ketenangan. Uap kopi perlahan naik dari cangkir. Cahaya matahari masuk malu-malu lewat jendela. Seekor kucing melingkar di dekat kaki, diam tanpa tuntutan. Ia hanya hadir. Anehnya, kehadiran itu cukup membuat dada terasa lebih lapang. Dalam kesunyian seperti ini, kucing kerap menjadi teman setia manusia. Bulu […]

  • doa untuk orang sakit

    Doa untuk Orang Sakit: Teladan Rasulullah SAW dalam Memohon Kesembuhan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Temukan doa untuk orang sakit sesuai sunnah Rasulullah SAW yang membawa ketenangan dan harapan kesembuhan. Doa untuk Orang Sakit, Wujud Iman dan Kasih Sayang dalam Islam albadarpost.com, HIKMAH – Sakit adalah bagian dari perjalanan hidup manusia, ujian yang mengingatkan betapa rapuhnya manusia di hadapan kehendak Allah SWT. Dalam Islam, menghadapi sakit bukan sekadar persoalan fisik, […]

  • penyekapan anak Tasikmalaya

    Remaja 15 Tahun Disekap Dua Hari di Tasikmalaya, Polisi Tangkap Empat Pelaku

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Polisi tangkap pelaku penyekapan remaja, indikasi budaya predator di ruang publik. Remaja 15 Tahun Disekap, Aparat Bergerak Saat Keluarga Mencari albadarpost.com, EDITORIAL – Sebuah penggerebekan di kawasan Jalan Komalasari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, membuka luka sosial yang selama ini kita abaikan. Seorang anak berusia 15 tahun ditemukan dalam kamar penginapan bersama empat pria. […]

expand_less