Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Tafsir Al-Kahfi 79: Kadang Allah Melukai untuk Menyelamatkan

Tafsir Al-Kahfi 79: Kadang Allah Melukai untuk Menyelamatkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 276
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Setiap Jumat pagi, Surah Al-Kahfi dibaca di banyak masjid. Ada jamaah yang membukanya dari mushaf dengan sampul yang mulai pudar karena sering disentuh. Ada pula yang membacanya dari layar ponsel sambil menunggu khatib naik mimbar.

Ayat demi ayat dilantunkan.

Lalu berlalu.

Padahal di antara ayat-ayat itu terdapat satu kisah yang sangat dekat dengan kehidupan manusia modern: kisah perahu Nabi Khidir dalam QS Al-Kahfi ayat 79.

Kisah ini bukan hanya tentang sebuah perahu yang dilubangi.

Ia berbicara tentang kegagalan, kehilangan, penolakan, dan rencana hidup yang tiba-tiba berubah arah.

Tentang sesuatu yang terasa menyakitkan hari ini, tetapi mungkin justru menyelamatkan kita di masa depan.

Ketika Nabi Musa Tidak Mengerti

Dalam perjalanan bersama Nabi Khidir, Nabi Musa menyaksikan sesuatu yang sulit diterima akal.

Sebuah perahu milik nelayan miskin yang telah membantu mereka justru dilubangi.

Kalau melihat dari sudut pandang manusia biasa, tindakan itu tampak tidak masuk akal.

Mengapa merusak milik orang yang sudah berbuat baik?

Mengapa menambah beban hidup mereka?

Nabi Musa pun mempertanyakan hal tersebut.

Namun setelah itu Nabi Khidir menjelaskan alasan sebenarnya.

Allah berfirman:

“Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut. Aku bermaksud merusakkannya karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas setiap perahu yang baik.”

(QS Al-Kahfi: 79)

Ternyata lubang kecil itu bukan bentuk kezaliman.

Lubang itu adalah perlindungan.

Perahu yang tampak rusak tidak menarik perhatian sang raja. Akibatnya, pemilik perahu tetap memiliki sumber penghidupan mereka.

Kerusakannya kecil.

Penyelamatannya besar.

Kita Sering Hanya Melihat Lubangnya

Masalahnya, manusia hampir selalu fokus pada apa yang hilang.

Jarang melihat apa yang sedang diselamatkan.

Ada orang yang sudah mengikuti beberapa kali wawancara kerja. Semua berjalan lancar. Bahkan ia merasa sangat yakin akan diterima.

Namun pengumuman itu tidak pernah datang.

Ada pula yang sudah menentukan tanggal pernikahan. Keluarga sudah bertemu. Sebagian perlengkapan bahkan sudah dibeli. Lalu hubungan itu berakhir begitu saja.

Sebentar.

Mendadak.

Menyakitkan.

Di media sosial, tidak sedikit orang yang beberapa tahun kemudian menulis cerita serupa. Menariknya, banyak dari mereka baru memahami hikmahnya setelah waktu berlalu cukup lama.

Ada yang bersyukur tidak jadi menikah karena kemudian mengetahui sifat pasangan yang selama ini tersembunyi.

Ada yang gagal diterima bekerja di suatu tempat, lalu menemukan pekerjaan lain yang jauh lebih baik.

Dan ada yang kehilangan modal usaha, tetapi terhindar dari risiko yang bisa membuat seluruh keluarganya terjerat utang.

Saat kejadian itu berlangsung, mereka hanya melihat lubangnya.

Mereka belum melihat rajanya.

Allah Melihat Hal yang Tidak Kita Ketahui

Kisah Nabi Khidir mengajarkan satu hal yang sering dilupakan manusia: pandangan kita sangat terbatas.

Kita hanya melihat hari ini.

Allah melihat tahun depan.

Kita hanya melihat satu pintu yang tertutup.

Allah mengetahui apa yang berada di belakang pintu itu.

Karena itulah Allah berfirman:

“… boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

(QS Al-Baqarah: 216)

Ayat ini tidak mengajarkan manusia untuk pasrah tanpa usaha.

Sebaliknya, ayat ini mengajarkan kerendahan hati.

Bahwa tidak semua hal yang kita inginkan benar-benar baik untuk kita.

Dan tidak semua hal yang membuat kita menangis adalah keburukan.

Anehnya, manusia sering meminta penjelasan ketika kehilangan sesuatu.

Namun saat memperoleh sesuatu yang diinginkan, jarang sekali bertanya mengapa Allah memberikannya.

Takdir Belum Sampai di Halaman Terakhir

Kadang kita terlalu cepat menyimpulkan.

Baru satu bab.

Sudah merasa tahu seluruh cerita.

Padahal tidak.

Ketika perahu itu dilubangi, pemiliknya tentu tidak langsung mengetahui adanya raja yang akan merampas kapal-kapal bagus.

Mereka hanya melihat kerusakan di depan mata.

Begitu pula kita.

Saat kehilangan pekerjaan, kita melihat kecemasan.

Saat kehilangan uang, kita melihat kerugian.

Dan saat kehilangan seseorang yang dicintai, kita melihat kesedihan.

Dan itu manusiawi.

Sangat manusiawi.

Namun seorang mukmin diajarkan untuk percaya bahwa Allah tidak pernah menetapkan sesuatu tanpa hikmah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa kesulitan ia bersabar, maka itu baik baginya.”

(HR Muslim)

Hadis ini bukan berarti hidup selalu mudah.

Bukan.

Tetapi seorang mukmin percaya bahwa Allah selalu bekerja melalui cara-cara yang kadang belum bisa dipahami saat ini.

Mungkin Anda Sedang Mengalami Perahu yang Berlubang

Mungkin saat ini ada doa yang belum terkabul.

Dan mungkin ada usaha yang belum berhasil.

Serta mungkin ada harapan yang belum sampai.

Atau mungkin ada sesuatu yang baru saja hilang dari hidup Anda.

Tidak ada yang benar-benar bisa menjelaskan rasa kecewa ketika harapan runtuh.

Sebagian orang pernah mengalaminya.

Sebagian mungkin sedang mengalaminya sekarang.

Namun kisah Nabi Khidir mengingatkan bahwa takdir tidak berhenti pada satu peristiwa.

Masih ada halaman berikutnya.

Masih ada cerita yang belum dibuka.

Dan bisa jadi, apa yang hari ini Anda anggap sebagai kehilangan hanyalah “lubang kecil” yang Allah buat agar hidup Anda tidak tenggelam oleh musibah yang jauh lebih besar.

Suatu hari nanti, ketika waktu membuka tabir yang hari ini masih tertutup, mungkin Anda akan menoleh ke belakang lalu berkata: “Ya Allah, sekarang aku mengerti. Ternyata yang dulu membuatku menangis bukanlah hukuman-Mu. Itu adalah cara-Mu menyelamatkanku.” (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketegangan di Pentagon antara Donald Trump dan jenderal AS terkait rencana invasi Iran

    Detik-Detik Gagalnya Invasi Iran: Jenderal Pentagon “Lawan” Trump

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 277
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Konflik pentagon vs trump kini menjadi sorotan global. Frasa ini merujuk pada ketegangan serius antara Donald Trump dan para jenderal Pentagon terkait rencana invasi Iran. Isu ini juga dikenal sebagai konflik internal militer AS, perlawanan jenderal, hingga drama politik Pentagon. Semua istilah tersebut menggambarkan satu hal: rencana perang besar yang nyaris […]

  • arsitektur Islam

    Mengapa Arsitektur Islam Selalu Memukau? Ini Jawabannya

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 245
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRWALA – Banyak orang mengagumi keindahan masjid, kubah, dan ornamen Timur Tengah. Namun, tidak semua orang memahami bahwa arsitektur Islam bukan hanya soal bangunan yang indah. Seni arsitektur Islam, desain bangunan Islam, dan gaya arsitektur masjid justru menyimpan nilai spiritual, filosofi, serta pesan kehidupan yang sangat dalam. Karena itu, bangunan dalam tradisi Islam selalu […]

  • Santri pesantren sedang mengkaji Kitab Safinatun Najah tentang hukum batal wudhu dan larangan menyentuh mushaf Al-Qur’an.

    Batal Wudhu Tapi Masih Pegang Al-Qur’an? Ini Penjelasan Safinah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Safinatun Najah menjelaskan bahwa hadas kecil atau batal wudhu tidak hanya berkaitan dengan salat. Dalam fikih mazhab Syafi’i, ada beberapa aktivitas yang langsung menjadi terlarang ketika seseorang kehilangan wudhunya. Sebagian masyarakat memang hanya memahami bahwa batal wudhu membuat salat tidak sah. Padahal, kitab-kitab fikih klasik juga membahas hukum menyentuh mushaf, membawa Al-Qur’an, […]

  • perlindungan PMI

    Menggugat Sistem Perlindungan Negara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kematian PMI di Arab Saudi menegaskan lemahnya perlindungan negara atas pekerja migran. albadarpost.com, EDITORIAL – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat, Pupung (29), meninggal dunia di Arab Saudi setelah nekat melompat dari lantai dua tempat ia bekerja. Ia diduga mengalami tekanan berat akibat tidak digaji oleh majikannya. Peristiwa ini bukan […]

  • OTT KPK Kejari

    Saat Alarm Penegakan Hukum Kembali Berbunyi

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: OTT KPK di Kejari Hulu Sungai Utara menguji integritas hukum dan menuntut pembenahan serius. albadarpost.com, EDITORIAL – Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan. Peristiwa ini bukan sekadar perkara pidana individual. Ia menyentuh langsung jantung penegakan hukum. Dampaknya merembet ke kepercayaan publik yang […]

  • BBM subsidi 50 liter

    Heboh! Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Ramai Dibahas, Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu BBM subsidi 50 liter per hari tiba-tiba ramai diperbincangkan dan langsung memicu reaksi luas. Banyak masyarakat, khususnya pengguna kendaraan harian, mulai mengaitkan kabar ini dengan potensi pembatasan baru. Tidak sedikit yang menganggap aturan tersebut akan segera berlaku. Selain itu, istilah pembatasan BBM bersubsidi juga ikut mencuat. Kombinasi antara kata kunci […]

expand_less