Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHHadis menjaga lisan kembali menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika komentar, unggahan, dan opini mengalir tanpa jeda di media sosial, hadis tentang berkata baik atau diam justru terasa semakin relevan. Di era ketika satu kalimat mampu mengangkat martabat seseorang sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik, Rasulullah SAW telah memberikan pedoman yang sederhana, tetapi sangat mendalam.

Banyak orang mengira kekuatan ada pada kemampuan berbicara. Padahal, dalam banyak keadaan, justru kemampuan menahan ucapan menjadi tanda kedewasaan iman. Ironisnya, dunia modern sering memberi panggung kepada mereka yang paling keras berbicara, bukan kepada mereka yang paling bijak menjaga kata.

Ketika Semua Orang Ingin Bicara, Siapa yang Mau Menjaga Lisan?

Setiap hari, lini masa dipenuhi komentar. Ada yang menghibur, ada yang memberi ilmu, tetapi tidak sedikit yang berubah menjadi fitnah, hinaan, adu domba, bahkan hoaks. Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia mengendalikan lisannya.

Rasulullah SAW telah mengingatkan jauh sebelum media sosial lahir.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

(HR. Bukhari No. 6018 dan Muslim No. 47).

Hadis ini bukan sekadar etika berbicara. Lebih dari itu, hadis tersebut menjadi ukuran kualitas iman seseorang.

Lisan Kecil, Dampaknya Bisa Sangat Besar

Banyak konflik keluarga bermula dari satu kalimat yang tidak dipikirkan. Persahabatan retak karena komentar singkat. Reputasi seseorang hancur akibat tuduhan yang belum tentu benar.

Satirnya, sebagian orang begitu takut kehilangan ponsel, tetapi tidak pernah takut kehilangan pahala karena lisannya sendiri.

Padahal Al-Qur’an telah mengingatkan:

“Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

(QS. Qaf: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap ucapan memiliki konsekuensi. Tidak ada kata yang benar-benar hilang. Semua tercatat.

Karena itu, sebelum menekan tombol “kirim” atau “unggah”, seorang muslim perlu bertanya kepada dirinya sendiri, apakah kalimat itu membawa manfaat atau justru membuka pintu dosa.

Media Sosial Tidak Menghapus Tanggung Jawab Akhirat

Banyak orang merasa lebih berani ketika berada di balik layar. Identitas anonim sering dianggap sebagai pelindung untuk berkata apa saja.

Padahal, Allah SWT tidak membutuhkan alamat IP untuk mengetahui siapa yang menulis sebuah komentar.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka Allah mengangkat derajatnya. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka ia terjerumus ke dalam neraka.”

(HR. Bukhari No. 6478).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa satu kalimat dapat menjadi sebab datangnya kemuliaan, tetapi kalimat yang sama juga bisa menjadi awal kehancuran.

Karena itu, bijak bermedia sosial bukan hanya soal etika digital. Lebih jauh, itu merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.

Diam Bukan Berarti Lemah

Sebagian orang menganggap diam sebagai tanda kalah. Padahal, Islam justru mengajarkan bahwa diam sering kali merupakan bentuk kemenangan atas hawa nafsu.

Menahan emosi membutuhkan kekuatan yang lebih besar dibandingkan melampiaskannya.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”

(HR. Bukhari No. 10 dan Muslim No. 40).

Hadis ini memperluas makna menjaga lisan. Bukan hanya tidak menghina, tetapi juga tidak menyakiti, tidak memfitnah, tidak menyebarkan kebencian, dan tidak mempermalukan orang lain.

Di tengah budaya yang sering mengukur keberanian dari kerasnya suara, Islam justru mengajarkan keberanian melalui kemampuan mengendalikan diri.

Menjaga Lisan Adalah Investasi Akhirat

Setiap ucapan sejatinya adalah investasi. Ada yang menghasilkan pahala, ada pula yang menjadi beban pada hari hisab.

Karena itu, membiasakan berkata baik bukan sekadar adab sosial. Kebiasaan tersebut merupakan ibadah yang terus mengalir manfaatnya.

Mulailah dari hal sederhana. Kurangi komentar yang tidak perlu. Hindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Perbanyak kalimat yang memberi harapan, doa, dan nasihat.

Dunia mungkin menghargai orang yang paling cepat berbicara. Namun, Allah SWT lebih mencintai hamba yang mampu mengendalikan lisannya.

Di zaman ketika semua orang berlomba menjadi yang paling nyaring, mungkin justru yang paling dekat dengan keselamatan adalah mereka yang tahu kapan harus berbicara, dan kapan memilih diam. Sebab satu kalimat bisa viral hanya sehari, tetapi pertanggungjawabannya bisa berlangsung hingga hari kiamat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru madrasah swasta

    Guru Madrasah Swasta Tuntut Kesetaraan Pengangkatan PPPK di Monas

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Ribuan guru madrasah swasta demo di Monas menuntut kesetaraan pengangkatan PPPK tanpa diskriminasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Ribuan guru madrasah swasta dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Oktober 2025. Mereka menuntut pemerintah memberikan kesetaraan hak dalam proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Para pendidik ini […]

  • Ahmad Sahroni anggota DPR RI menyatakan tidak mengambil gaji setelah kembali aktif di parlemen

    Langkah Berani Sahroni: Aktif Lagi di DPR tapi Tolak Gaji

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Keputusan tidak biasa datang dari politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Setelah kembali aktif menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI, ia menyatakan sahroni tak ambil gaji hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Pernyataan tersebut segera menarik perhatian publik karena langkah seperti ini jarang dilakukan oleh pejabat negara. Banyak orang bertanya-tanya mengenai alasan […]

  • dampak macet

    Kemacetan Kronis dan Beban Mental Warga Jabar

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Kemacetan harian di Jawa Barat berdampak pada kesehatan mental warga dan perlu diperlakukan sebagai isu publik serius. albadarpost.com, LIFESTYLE – Kemacetan lalu lintas selama ini sering dipandang sebagai persoalan waktu dan kenyamanan. Warga mengeluh terlambat bekerja, bensin boros, dan produktivitas menurun. Namun di Jawa Barat, kemacetan harian mulai menunjukkan dampak yang lebih dalam. Ia tidak […]

  • Senam Kodim Ciamis

    Dandim Ciamis Ajak Prajurit Rutin Berolahraga

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Senam Kodim Ciamis menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan fisik personel TNI di wilayah Kabupaten Ciamis. Komandan Kodim (Dandim) 0613/Ciamis, Letkol Inf Antonius Ari Widiono, S.Sos., M.Hum., mengajak seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjaga kebugaran melalui olahraga rutin. Kegiatan senam bersama Kodim 0613 Ciamis itu berlangsung di Lapangan Makodim […]

  • Nanik Deyang

    Mengapa Nanik Deyang Mundur? Ini 5 Fakta Penting

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nanik Deyang menjadi sorotan setelah memutuskan mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut langsung menarik perhatian publik karena Badan Gizi Nasional memegang peran strategis dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pengunduran diri itu memunculkan berbagai pertanyaan. Apakah pergantian pimpinan […]

  • TCC Community Indonesia

    Densus 88 Ungkap Grup Medsos Ekstremisme Anak

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Densus 88 mengungkap puluhan grup medsos terafiliasi TCC Community Indonesia yang menyebar ideologi kekerasan. albadarpost.com, HUMANIORA – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap keberadaan puluhan grup media sosial yang terafiliasi dengan jaringan TCC Community Indonesia dan diduga menyebarkan ideologi kekerasan serta ekstremisme. Yang mengkhawatirkan, sasaran utama dari aktivitas grup-grup tersebut adalah anak-anak dan remaja yang […]

expand_less