Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

Hadis Menjaga Lisan: Diam Bisa Jadi Ibadah Terbaik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHHadis menjaga lisan kembali menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika komentar, unggahan, dan opini mengalir tanpa jeda di media sosial, hadis tentang berkata baik atau diam justru terasa semakin relevan. Di era ketika satu kalimat mampu mengangkat martabat seseorang sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik, Rasulullah SAW telah memberikan pedoman yang sederhana, tetapi sangat mendalam.

Banyak orang mengira kekuatan ada pada kemampuan berbicara. Padahal, dalam banyak keadaan, justru kemampuan menahan ucapan menjadi tanda kedewasaan iman. Ironisnya, dunia modern sering memberi panggung kepada mereka yang paling keras berbicara, bukan kepada mereka yang paling bijak menjaga kata.

Ketika Semua Orang Ingin Bicara, Siapa yang Mau Menjaga Lisan?

Setiap hari, lini masa dipenuhi komentar. Ada yang menghibur, ada yang memberi ilmu, tetapi tidak sedikit yang berubah menjadi fitnah, hinaan, adu domba, bahkan hoaks. Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia mengendalikan lisannya.

Rasulullah SAW telah mengingatkan jauh sebelum media sosial lahir.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

(HR. Bukhari No. 6018 dan Muslim No. 47).

Hadis ini bukan sekadar etika berbicara. Lebih dari itu, hadis tersebut menjadi ukuran kualitas iman seseorang.

Lisan Kecil, Dampaknya Bisa Sangat Besar

Banyak konflik keluarga bermula dari satu kalimat yang tidak dipikirkan. Persahabatan retak karena komentar singkat. Reputasi seseorang hancur akibat tuduhan yang belum tentu benar.

Satirnya, sebagian orang begitu takut kehilangan ponsel, tetapi tidak pernah takut kehilangan pahala karena lisannya sendiri.

Padahal Al-Qur’an telah mengingatkan:

“Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

(QS. Qaf: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap ucapan memiliki konsekuensi. Tidak ada kata yang benar-benar hilang. Semua tercatat.

Karena itu, sebelum menekan tombol “kirim” atau “unggah”, seorang muslim perlu bertanya kepada dirinya sendiri, apakah kalimat itu membawa manfaat atau justru membuka pintu dosa.

Media Sosial Tidak Menghapus Tanggung Jawab Akhirat

Banyak orang merasa lebih berani ketika berada di balik layar. Identitas anonim sering dianggap sebagai pelindung untuk berkata apa saja.

Padahal, Allah SWT tidak membutuhkan alamat IP untuk mengetahui siapa yang menulis sebuah komentar.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka Allah mengangkat derajatnya. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah tanpa ia menganggapnya penting, maka ia terjerumus ke dalam neraka.”

(HR. Bukhari No. 6478).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa satu kalimat dapat menjadi sebab datangnya kemuliaan, tetapi kalimat yang sama juga bisa menjadi awal kehancuran.

Karena itu, bijak bermedia sosial bukan hanya soal etika digital. Lebih jauh, itu merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.

Diam Bukan Berarti Lemah

Sebagian orang menganggap diam sebagai tanda kalah. Padahal, Islam justru mengajarkan bahwa diam sering kali merupakan bentuk kemenangan atas hawa nafsu.

Menahan emosi membutuhkan kekuatan yang lebih besar dibandingkan melampiaskannya.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”

(HR. Bukhari No. 10 dan Muslim No. 40).

Hadis ini memperluas makna menjaga lisan. Bukan hanya tidak menghina, tetapi juga tidak menyakiti, tidak memfitnah, tidak menyebarkan kebencian, dan tidak mempermalukan orang lain.

Di tengah budaya yang sering mengukur keberanian dari kerasnya suara, Islam justru mengajarkan keberanian melalui kemampuan mengendalikan diri.

Menjaga Lisan Adalah Investasi Akhirat

Setiap ucapan sejatinya adalah investasi. Ada yang menghasilkan pahala, ada pula yang menjadi beban pada hari hisab.

Karena itu, membiasakan berkata baik bukan sekadar adab sosial. Kebiasaan tersebut merupakan ibadah yang terus mengalir manfaatnya.

Mulailah dari hal sederhana. Kurangi komentar yang tidak perlu. Hindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Perbanyak kalimat yang memberi harapan, doa, dan nasihat.

Dunia mungkin menghargai orang yang paling cepat berbicara. Namun, Allah SWT lebih mencintai hamba yang mampu mengendalikan lisannya.

Di zaman ketika semua orang berlomba menjadi yang paling nyaring, mungkin justru yang paling dekat dengan keselamatan adalah mereka yang tahu kapan harus berbicara, dan kapan memilih diam. Sebab satu kalimat bisa viral hanya sehari, tetapi pertanggungjawabannya bisa berlangsung hingga hari kiamat. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Annisa Azahra

    Annisa Azahra Dicari, Polresta Tasik Kota Minta Bantuan Warga

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polresta Tasik Kota mencantumkan informasi pencarian Annisa Azahra melalui materi publikasi yang meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui keberadaannya. Informasi tersebut memuat sejumlah ciri yang dapat membantu masyarakat mengenali Annisa Azahra. Publikasi pencarian juga mencantumkan kanal kepolisian sebagai tempat penyampaian informasi. AlbadarPost tidak menambahkan kronologi, dugaan penyebab, maupun informasi […]

  • OJK menindak Indosaku dengan dasar POJK 22 Tahun 2023 terkait pelanggaran penagihan pinjol oleh debt collector

    OJK Seret Pinjol Indosaku, Penagihan Brutal Terbentur Aturan POJK 22/2023

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – OJK Indosaku kembali menjadi sorotan setelah praktik penagihan pinjol brutal memicu kemarahan publik. Isu debt collector pinjol, penagihan melanggar hukum, dan tekanan sosial terhadap nasabah kini tidak hanya menjadi perdebatan moral—tetapi juga masuk wilayah pelanggaran regulasi tegas. Kali ini, bukan sekadar teguran. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak dengan pijakan hukum yang […]

  • Cedera Raphinha

    Mimpi Brasil Terancam? Cedera Raphinha Kembali Hantui Piala Dunia 2026

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Brasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti. Namun, ada satu momen yang membuat suasana berubah. Raphinha terpaksa meninggalkan lapangan sebelum babak pertama berakhir. Cedera Raphinha yang diduga kembali menyerang bagian hamstring kanan kini menjadi perhatian besar di Timnas Brasil. Kabar tersebut langsung memunculkan kekhawatiran karena pemain Barcelona itu merupakan salah satu […]

  • Cessie dan Novasi

    Cessie vs Novasi: Apa yang Terjadi Saat Kreditur Berganti?

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Cessie dan novasi sama-sama berkaitan dengan hubungan utang-piutang. Keduanya bahkan dapat melibatkan perubahan pihak kreditur. Namun, cessie dan novasi bukan hal yang sama. Perbedaan paling penting terletak pada nasib perikatan lama. Dalam cessie, hak tagih atau piutang dapat dialihkan kepada kreditur baru, sementara perikatan utangnya tidak otomatis hapus. Sebaliknya, novasi merupakan pembaruan […]

  • Cara Rasulullah Mendidik Anak

    Jika Rasulullah Menjadi Ayah Hari Ini, Apa yang Beliau Ajarkan?

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak ada ayah atau ibu yang benar-benar sempurna. Setiap hari, jutaan orang tua berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Mereka bekerja keras, menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan, bahkan rela mengorbankan banyak hal demi masa depan keluarga. Namun, pada Hari Anak Nasional 2026, ada satu pertanyaan yang layak direnungkan bersama. Bagaimana jika Rasulullah SAW […]

  • regulasi AI nasional

    Pemerintah Rampungkan Regulasi AI untuk Lindungi Hak Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Pemerintah menyiapkan regulasi AI nasional untuk menyeimbangkan inovasi dan perlindungan hak masyarakat. albadarpost.com, LENSA – Penyusunan regulasi AI nasional memasuki tahap akhir, menandai langkah baru pemerintah dalam mengatur pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Kebijakan ini disebut penting untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan masyarakat, terutama ketika pemanfaatan AI tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan […]

expand_less