Polisi Masuk Pesantren Garut, Santri Baru Dapat Bekal Karakter
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polisi Berikan Materi Kepada Ratusan Santri Diberikan Materi Hukum, Agama Hingga Anti Narkoba, Rabu (15/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) 2026/2027 di Pondok Pesantren Al-Qur’an Qiroatussab’ah, Kudang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, terasa berbeda. Di tengah rangkaian pengenalan lingkungan pesantren, ratusan santri baru mendapat pembekalan langsung dari jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Garut. Kehadiran polisi bukan untuk melakukan razia atau penegakan hukum, melainkan memberikan edukasi tentang pendidikan karakter, pencegahan perundungan (bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan yang mengusung tema “Satu Hati, Menjadi Santri Berprestasi” itu diikuti sekitar 300 santri dan santriwati baru. Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Qiroatussab’ah KH. Rd. Fahmi M. Noer, Ketua Yayasan KH. Atto Moch Thouyib, para ustaz, serta pengurus pesantren.
Polisi Hadir Membawa Edukasi, Bukan Penindakan
Kasat Binmas Polres Garut, Kompol Aam Kunaepi, menjelaskan bahwa kehadiran kepolisian di lingkungan pesantren merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan karakter generasi muda.
Dalam sesi pembekalan, para santri diperkenalkan pada tugas dan fungsi Polri, sekaligus diajak memahami pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, para peserta juga menerima materi mengenai pencegahan bullying di lingkungan pesantren, bahaya penyalahgunaan narkotika beserta konsekuensi hukumnya, serta pentingnya menjaga pergaulan agar tidak terjerumus ke dalam kenakalan remaja.
Menurut Kompol Aam, pembinaan sejak awal masa pendidikan menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran hukum sekaligus membentuk karakter yang disiplin dan bertanggung jawab.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan lingkungan pesantren. Harapannya, para santri tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memahami pentingnya menaati aturan hukum,” ujarnya.
Santri Diajak Menjadi Pelopor Kebaikan
Materi yang diberikan tidak berhenti pada persoalan hukum. Sat Binmas juga mengajak para santri membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian. Para santri diingatkan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi menjaga keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika peserta mengikuti sesi senam otak yang bertujuan meningkatkan konsentrasi belajar. Setelah itu, seluruh rangkaian ditutup dengan muhasabah dan doa bersama sebagai bentuk refleksi sekaligus penguatan nilai spiritual.
Pendekatan seperti ini membuat kegiatan terasa lebih komunikatif karena tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif para santri.

Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Garut Aiptu Umar Taufik, menyampaikan sambutannya Rabu (15/7/206).
Pesantren dan Polisi Perkuat Pembinaan Generasi Muda
Kolaborasi antara pesantren dan kepolisian menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan peran banyak pihak. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga atau lembaga pendidikan, tetapi juga memerlukan dukungan dari berbagai unsur masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan memiliki bekal untuk menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama yang mereka pelajari di pesantren.
Kompol Aam juga mengajak para santri menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap para santri menjadi pribadi yang unggul, baik dalam ilmu agama maupun karakter. Jauhi kenakalan remaja, hindari penyalahgunaan narkoba, jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, dan ikut menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Pendidikan Karakter Dimulai Sejak Hari Pertama Mondok
Bagi para santri baru, MOSBA bukan sekadar agenda perkenalan dengan lingkungan pesantren. Kegiatan ini juga menjadi pintu masuk untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, dan kesadaran sebagai warga negara yang taat hukum.
Pembekalan dari Sat Binmas Polres Garut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat berjalan beriringan dengan pendidikan keagamaan. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial.
Melalui sinergi tersebut, pesantren diharapkan terus melahirkan santri yang mampu menjadi teladan, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat.
Santri yang hebat tidak hanya dikenal karena hafalannya, tetapi juga karena akhlaknya. Ketika ilmu agama bertemu dengan disiplin, kepedulian, dan kesadaran hukum, di situlah lahir generasi yang siap menjadi penyejuk masyarakat, bukan sekadar penonton perubahan. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar