Bocah Tenggelam Cijolang Saat Berenang Bersama Teman
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim gabungan melakukan pencarian bocah tenggelam di Bendungan Cijolang, Kabupaten Ciamis, Senin 8 Juni 2026, Senin (8/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Siang yang semula berjalan biasa di Bendungan Cijolang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah menjadi kepanikan. Seorang bocah berusia 8 tahun dilaporkan hilang saat berenang bersama dua temannya pada Senin (8/6/2026).
Peristiwa bocah tenggelam Cijolang itu mengundang perhatian warga sekitar. Dalam hitungan menit, kabar tersebut menyebar dari mulut ke mulut. Orang-orang mulai berdatangan ke lokasi bendungan. Sebagian berdiri di tepian. Sebagian lagi memanjat dinding beton bendungan untuk melihat proses pencarian dari ketinggian.
Korban diketahui bernama Rizki Ramdani (8), warga Desa Patakaharja, Kecamatan Rancah.
Menurut informasi yang dihimpun dari petugas dan pemerintah desa setempat, sekitar pukul 11.00 WIB korban berenang bersama dua rekannya di area Bendungan Cijolang. Awalnya aktivitas itu berlangsung seperti biasa. Ketiga anak tersebut terlihat bermain air di sekitar bendungan.
Namun tidak lama kemudian, kedua temannya menyadari Rizki sudah tidak terlihat lagi di sekitar lokasi berenang.
Mereka lalu mencari ke sekitar area bendungan sebelum memberitahukan kejadian tersebut kepada warga.
Kepanikan Muncul Saat Korban Tak Lagi Terlihat
Suasana di lokasi berubah cepat.
Warga yang mendengar kabar seorang anak hilang di bendungan langsung berdatangan. Dari atas tembok beton yang membentang di sisi bendungan, puluhan orang tampak duduk berjejer sambil memandang ke arah aliran air.
Di bawahnya, beberapa warga berdiri di bibir bendungan. Sebagian menunjuk ke arah titik-titik tertentu di permukaan air. Yang lain memilih diam sambil terus memperhatikan proses pencarian.
Tidak sedikit anak-anak yang sebelumnya bermain di sekitar lokasi kemudian menjauh setelah mengetahui ada seorang bocah yang hilang saat berenang.
Waktu terasa berjalan lambat.
Bagi keluarga dan warga yang menunggu kabar, setiap menit terasa panjang.
Tim Gabungan Turun ke Lokasi
Setelah laporan diterima, unsur gabungan segera bergerak menuju Bendungan Cijolang.
Tim pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Ciamis, PMI Kabupaten Ciamis, Tagana Kabupaten Ciamis, TNI, Polri, Damkar Pos Rancah, Pramuka, Pemerintah Desa Patakaharja, serta masyarakat setempat.
Petugas menyisir area bendungan dan aliran sungai di sekitar lokasi kejadian. Warga turut membantu sesuai kemampuan masing-masing.
Di tengah kerumunan masyarakat yang terus bertambah, petugas beberapa kali memberikan arahan agar proses pencarian dapat berjalan aman dan lancar.
Terik matahari siang masih terasa menyengat. Meski demikian, warga tetap bertahan di lokasi.
Mereka berharap kabar baik datang secepat mungkin.
Ditemukan Setelah Tiga Jam Pencarian
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil.
Sekitar pukul 14.00 WIB, atau kurang lebih tiga jam setelah korban dinyatakan hilang, tim gabungan menemukan Rizki di kawasan Bendungan Cijolang.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kabar tersebut langsung menyelimuti lokasi dengan suasana duka.
Beberapa warga yang sejak awal mengikuti proses pencarian tampak terdiam. Sebagian perlahan meninggalkan area bendungan. Sementara itu, petugas melanjutkan proses evakuasi sesuai prosedur.
Peristiwa tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Bocah Tenggelam Cijolang Menjadi Pengingat Bahaya di Area Bendungan
Tragedi ini kembali mengingatkan masyarakat tentang risiko aktivitas berenang di area bendungan dan sungai.
Permukaan air yang terlihat tenang tidak selalu menunjukkan kondisi sebenarnya. Kedalaman yang berubah-ubah, arus bawah, hingga kontur dasar sungai dapat menjadi faktor yang membahayakan, terutama bagi anak-anak.
Karena itu, pengawasan orang tua dan pendampingan saat anak bermain di sekitar perairan terbuka menjadi hal yang sangat penting.
Peristiwa yang menimpa Rizki tidak hanya menjadi duka bagi satu keluarga. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya yang kerap tidak terlihat dari permukaan.
Siang itu, ratusan pasang mata tertuju ke Bendungan Cijolang.
Mereka datang dengan satu harapan yang sama.
Agar seorang anak bisa kembali pulang dengan selamat.
Namun takdir berkata lain.
Yang pulang hari itu bukan lagi kabar pencarian, melainkan kabar duka yang meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak orang.
Tak ada orang tua yang melepas anaknya bermain dengan harapan menerima kabar duka. Karena itu, satu menit pengawasan hari ini bisa menjadi penyelamat yang tak ternilai esok hari. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar