Anak Tenggelam Ciamis, Bocah 7 Tahun Meninggal
- account_circle redaktur
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim gabungan melakukan pencarian korban anak tenggelam di Sungai Citanduy, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Ciamis, Minggu pagi (26/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Anak tenggelam Ciamis kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak saat beraktivitas di kawasan perairan. Seorang bocah tenggelam di Sungai Citanduy di Dusun Manganti, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Minggu pagi (26/7/2026). Korban yang berusia 7 tahun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan Tagana Kabupaten Ciamis, peristiwa terjadi pada Minggu pagi ketika korban bersama beberapa temannya bersepeda menuju kawasan Bendungan Manganti. Namun, di tengah perjalanan mereka mengubah tujuan dan berhenti di aliran Sungai Citanduy yang saat itu tampak surut.
Bermula Saat Bermain dan Berenang di Kubangan Sungai
Di lokasi tersebut terdapat kubangan air yang masih cukup dalam meskipun permukaan sungai terlihat menyusut akibat musim kemarau. Korban kemudian turun ke sungai bersama seorang temannya untuk berenang.
Menurut laporan yang diterima petugas, salah seorang teman sempat mengingatkan korban agar tidak berenang terlalu ke tengah. Namun, beberapa saat kemudian korban mengalami kesulitan di dalam air.
Teman korban berusaha memberikan pertolongan. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang anak lain juga sempat tenggelam. Berkat respons cepat temannya, anak tersebut berhasil diselamatkan. Sementara itu, korban menghilang di bawah permukaan air sebelum bantuan dari warga tiba.
Melihat kejadian tersebut, saksi segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Informasi itu kemudian diteruskan kepada aparat desa, kepolisian, petugas pemadam kebakaran, serta relawan kemanusiaan.
Tim Gabungan Lakukan Pencarian Hingga Korban Ditemukan
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim gabungan yang terdiri atas Tagana Kabupaten Ciamis, MDMC, Muspika Kecamatan Purwadadi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, RAPI, Relawan Ciamis Selatan (RCS), pemerintah desa, dan warga langsung menuju lokasi kejadian.
Petugas melakukan penyisiran dan penyelaman di titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam. Upaya pencarian berlangsung secara terpadu hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Selanjutnya, korban dievakuasi ke rumah duka setelah menjalani pemeriksaan awal oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Purwadadi.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat sekitar. Hingga proses evakuasi selesai, situasi di lokasi berlangsung aman dan kondusif.
Sungai yang Tampak Surut Tetap Menyimpan Bahaya
Musim kemarau sering membuat permukaan sungai terlihat lebih dangkal. Namun, kondisi itu tidak selalu berarti aman untuk dijadikan tempat bermain atau berenang.
Kubangan yang terbentuk di dasar sungai dapat memiliki kedalaman yang sulit diperkirakan. Selain itu, dasar sungai yang licin serta perubahan kontur di bawah permukaan air berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang belum memahami risiko tersebut.
Karena itu, orang tua diimbau meningkatkan pengawasan ketika anak bermain di sekitar sungai, bendungan, embung, maupun saluran irigasi. Anak-anak juga perlu diberikan pemahaman agar tidak berenang di lokasi yang tidak memiliki pengawasan atau belum diketahui tingkat keamanannya.
Pemerintah desa bersama masyarakat dapat memperkuat langkah pencegahan dengan memasang papan peringatan di titik-titik yang memiliki kubangan dalam atau berpotensi membahayakan. Edukasi mengenai keselamatan di kawasan perairan juga menjadi bagian penting untuk menekan risiko terulangnya peristiwa serupa.
Keselamatan Anak Adalah Tanggung Jawab Bersama
Musibah ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan di perairan dapat terjadi dalam hitungan detik. Karena itu, pengawasan orang tua, kepedulian masyarakat, dan edukasi keselamatan harus berjalan beriringan agar anak-anak dapat beraktivitas dengan lebih aman.
Selain mengawasi anak, masyarakat juga diharapkan segera melapor kepada petugas apabila melihat kondisi yang berpotensi membahayakan di sekitar sungai atau menemukan keadaan darurat, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Air sungai mungkin kembali tenang, tetapi duka yang ditinggalkan tak mudah menghilang. Setiap anak berhak pulang dengan selamat, dan setiap orang dewasa memiliki peran untuk memastikan keselamatan itu tetap terjaga. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar