Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Hukum Santet dalam Islam dan Risikonya bagi Tauhid

Hukum Santet dalam Islam dan Risikonya bagi Tauhid

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 246
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Kepercayaan terhadap santet masih hidup di sebagian masyarakat. Namun, para ulama menegaskan bahwa santet dalam Islam hukumnya haram dan termasuk perbuatan syirik. Keyakinan ini bukan sekadar persoalan mistik, tetapi menyentuh inti keimanan umat.

Islam mengakui adanya sihir sebagai ujian, tetapi melarang umat menggantungkan nasib kepada kekuatan selain Allah Swt.. Dampaknya tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga memengaruhi cara berpikir, kesehatan mental, dan relasi sosial.


Santet dalam Islam: Haram dan Merusak Tauhid

Ulama sepakat bahwa santet dalam Islam termasuk dalam kategori sihir. Praktik ini melibatkan permohonan bantuan kepada jin atau setan untuk mencelakai orang lain. Dalam ajaran Islam, tindakan tersebut tergolong syirik karena menyekutukan Allah Swt..

Baca juga: Kecanduan Judi Online Picu Guru Cianjur Lakukan Kejahatan, Apa Dampaknya?

Syirik merupakan dosa terbesar. Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan sihir sebagai salah satu dari tujuh dosa besar. Hal ini menegaskan bahwa persoalan santet bukan sekadar pelanggaran moral, melainkan pelanggaran akidah.

Konsep tauhid mengajarkan bahwa hanya Allah Swt. yang memiliki kuasa mutlak atas kehidupan manusia. Tidak ada makhluk yang dapat memberi manfaat atau mudarat secara mandiri.

Al-Qur’an menegaskan prinsip ini dalam QS Yunus ayat 107:
“Jika Allah Swt. menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.”

Ayat ini menjadi dasar bahwa mempercayai santet sebagai kekuatan mutlak bertentangan dengan keesaan Allah Swt..


Antara Pengakuan dan Larangan

Islam tidak menutup mata terhadap keberadaan sihir. Dalam beberapa ayat dan hadis, sihir disebut sebagai sesuatu yang nyata. Namun, pengakuan ini tidak berarti pembenaran.

Para ulama menjelaskan bahwa keberadaan sihir harus dipahami sebagai ujian keimanan. Umat tidak diperbolehkan mempraktikkannya, apalagi mempercayainya secara mutlak.

Kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah menjadikan santet sebagai penyebab utama berbagai musibah. Ketika seseorang sakit, bangkrut, atau mengalami konflik, santet kerap dijadikan kambing hitam.

Pola pikir ini berbahaya. Selain merusak akidah, kepercayaan berlebihan terhadap santet juga memicu kepanikan, prasangka, dan konflik sosial.


Dampak Sosial dan Psikologis

Keyakinan terhadap santet tidak berhenti pada persoalan agama. Dampaknya meluas ke kehidupan sosial.

Banyak orang menjadi mudah curiga terhadap tetangga, rekan kerja, bahkan keluarga sendiri. Hubungan sosial menjadi renggang karena rasa takut dan kecurigaan.

Secara psikologis, ketakutan berlebihan terhadap santet dapat memicu kecemasan, stres, dan gangguan tidur. Individu merasa terancam oleh sesuatu yang tidak bisa mereka kendalikan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menurunkan kualitas hidup dan produktivitas.


Cara Islam Mengajarkan Menghadapi Santet

Ulama menekankan bahwa solusi menghadapi ketakutan terhadap santet bukan dengan mendatangi dukun, melainkan dengan memperkuat iman.

Langkah utama adalah meningkatkan tawakal. Umat diminta yakin bahwa semua kejadian berada dalam kuasa Allah Swt.

Doa dan zikir menjadi bentuk perlindungan spiritual. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti Ayat Kursi, Al-Falaq, dan An-Nas dianjurkan sebagai penjagaan diri.

Jika seseorang merasa mengalami gangguan, ruqyah syar’iyyah menjadi jalan yang dibenarkan. Ruqyah dilakukan dengan ayat Al-Qur’an dan doa, tanpa unsur syirik.

Sebaliknya, mendatangi dukun atau paranormal justru memperdalam kesesatan. Praktik tersebut memperkuat keyakinan bahwa manusia atau makhluk lain memiliki kekuatan setara dengan Allah Swt.


Konteks Digital dan Tantangan Edukasi

Di era digital, narasi tentang santet semakin mudah menyebar. Media sosial kerap memviralkan kisah-kisah mistik tanpa verifikasi.

Baca juga: Al-Baqarah 286 Menjadi Rujukan Batas Beban Kerja dan Mental

Hal ini membuat masyarakat kesulitan membedakan antara mitos, pengalaman subjektif, dan ajaran agama.

Edukasi tentang santet dalam Islam menjadi penting agar umat tidak terjebak pada praktik yang merusak keimanan.

Pemerhati keagamaan mendorong lembaga pendidikan dan tokoh agama lebih aktif memberikan pemahaman berbasis dalil, bukan ketakutan.

Islam menegaskan bahwa santet adalah bagian dari sihir yang diharamkan. Umat diminta menjaga akidah, memperkuat iman, dan tidak menggantungkan nasib kepada kekuatan selain Allah Swt.

Keyakinan yang lurus bukan hanya melindungi iman, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan keharmonisan sosial.

Santet dalam Islam termasuk sihir yang haram dan merusak tauhid. Umat diminta memperkuat iman, bukan takut pada kekuatan selain Allah Swt.. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulan Bung Karno

    Bulan Bung Karno di Banjar Pecah, Jalan Sehat dan Jaipong Jadi Magnet

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kawasan Area Dobo Kuliner, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, berubah menjadi lautan merah pada Minggu pagi (28/6/2026). Ratusan warga bersama kader dan simpatisan PDI Perjuangan memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno, mulai dari senam bersama, jalan sehat, hingga pertunjukan tari Jaipong. Kegiatan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI […]

  • Guru membantu murid sulit diatur melalui pendekatan empati dan komunikasi positif di ruang kelas modern.

    Rahasia Kelas Tenang Tanpa Bentakan, Ini Seni Guru Modern

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang guru pernah berdiri diam di depan kelas yang gaduh, bukan karena menyerah, tetapi karena memilih memahami. Di momen itulah ia sadar: murid sulit diatur bukan musuh pembelajaran, melainkan pesan yang belum dipahami. Fenomena murid sulit diatur, siswa sulit fokus, hingga perilaku kelas yang menantang kini semakin sering terjadi. Namun menariknya, banyak […]

  • pencairan TPD tertunda

    Pencairan TPD TPG Tertunda, Guru Kemenag Gelisah

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Janji pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada Maret 2026 kembali menguat, tetapi kegelisahan guru dan dosen belum sepenuhnya reda. Hingga akhir Januari, pencairan TPD tertunda karena anggaran belum tersedia dalam pagu awal Kementerian Agama. Bagi guru dan dosen di bawah naungan Kemenag, tunjangan profesi bukan sekadar tambahan penghasilan. Dana tersebut menjadi penopang […]

  • Jadwal Timnas Indonesia AFF 2026

    Resmi! Jadwal Timnas Indonesia di AFF 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jadwal Timnas Indonesia AFF 2026 mulai menjadi perhatian pencinta sepak bola nasional. Berdasarkan jadwal yang dipublikasikan Garuda Community Hub, agenda pertandingan Timnas Indonesia di fase grup akan dimulai pada 27 Juli 2026 dengan menghadapi Kamboja. Setelah itu, Garuda dijadwalkan bertemu Timor Leste, Vietnam, dan Singapura dalam persaingan memperebutkan tiket menuju babak […]

  • ASN Jawa Tengah Wajib Sarung Batik, Publik Pertanyakan Relevansi

    ASN Jawa Tengah Wajib Sarung Batik, Publik Pertanyakan Relevansi

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Aturan sarung batik untuk ASN Jawa Tengah memicu perdebatan publik soal relevansi kebijakan layanan publik. albadarpost.com, LENSA – ASN di Jawa Tengah kini diwajibkan memakai sarung batik setiap Jumat. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/800.1.12.5/83/2025. Di saat bersamaan, kebijakan berbeda muncul dari Jawa Barat, berupa izin libur bagi aparatur sipil […]

  • Abdurrahman bin Auf

    Mengapa Abdurrahman bin Auf Tak Pernah Diperbudak Hartanya?

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF — Mengapa banyak orang berubah setelah kaya? Bukan karena mereka tiba-tiba menjadi jahat. Bukan pula karena lupa cara bersyukur. Namun, perlahan mereka mulai merasa bahwa semua yang dimiliki lahir semata-mata dari kerja kerasnya sendiri. Di saat yang sama, rasa takut kehilangan harta tumbuh semakin besar. Fenomena itu tidak hanya terjadi hari ini. Dalam […]

expand_less