Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Hukum Santet dalam Islam dan Risikonya bagi Tauhid

Hukum Santet dalam Islam dan Risikonya bagi Tauhid

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Kepercayaan terhadap santet masih hidup di sebagian masyarakat. Namun, para ulama menegaskan bahwa santet dalam Islam hukumnya haram dan termasuk perbuatan syirik. Keyakinan ini bukan sekadar persoalan mistik, tetapi menyentuh inti keimanan umat.

Islam mengakui adanya sihir sebagai ujian, tetapi melarang umat menggantungkan nasib kepada kekuatan selain Allah Swt.. Dampaknya tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga memengaruhi cara berpikir, kesehatan mental, dan relasi sosial.


Santet dalam Islam: Haram dan Merusak Tauhid

Ulama sepakat bahwa santet dalam Islam termasuk dalam kategori sihir. Praktik ini melibatkan permohonan bantuan kepada jin atau setan untuk mencelakai orang lain. Dalam ajaran Islam, tindakan tersebut tergolong syirik karena menyekutukan Allah Swt..

Baca juga: Kecanduan Judi Online Picu Guru Cianjur Lakukan Kejahatan, Apa Dampaknya?

Syirik merupakan dosa terbesar. Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan sihir sebagai salah satu dari tujuh dosa besar. Hal ini menegaskan bahwa persoalan santet bukan sekadar pelanggaran moral, melainkan pelanggaran akidah.

Konsep tauhid mengajarkan bahwa hanya Allah Swt. yang memiliki kuasa mutlak atas kehidupan manusia. Tidak ada makhluk yang dapat memberi manfaat atau mudarat secara mandiri.

Al-Qur’an menegaskan prinsip ini dalam QS Yunus ayat 107:
“Jika Allah Swt. menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.”

Ayat ini menjadi dasar bahwa mempercayai santet sebagai kekuatan mutlak bertentangan dengan keesaan Allah Swt..


Antara Pengakuan dan Larangan

Islam tidak menutup mata terhadap keberadaan sihir. Dalam beberapa ayat dan hadis, sihir disebut sebagai sesuatu yang nyata. Namun, pengakuan ini tidak berarti pembenaran.

Para ulama menjelaskan bahwa keberadaan sihir harus dipahami sebagai ujian keimanan. Umat tidak diperbolehkan mempraktikkannya, apalagi mempercayainya secara mutlak.

Kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah menjadikan santet sebagai penyebab utama berbagai musibah. Ketika seseorang sakit, bangkrut, atau mengalami konflik, santet kerap dijadikan kambing hitam.

Pola pikir ini berbahaya. Selain merusak akidah, kepercayaan berlebihan terhadap santet juga memicu kepanikan, prasangka, dan konflik sosial.


Dampak Sosial dan Psikologis

Keyakinan terhadap santet tidak berhenti pada persoalan agama. Dampaknya meluas ke kehidupan sosial.

Banyak orang menjadi mudah curiga terhadap tetangga, rekan kerja, bahkan keluarga sendiri. Hubungan sosial menjadi renggang karena rasa takut dan kecurigaan.

Secara psikologis, ketakutan berlebihan terhadap santet dapat memicu kecemasan, stres, dan gangguan tidur. Individu merasa terancam oleh sesuatu yang tidak bisa mereka kendalikan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menurunkan kualitas hidup dan produktivitas.


Cara Islam Mengajarkan Menghadapi Santet

Ulama menekankan bahwa solusi menghadapi ketakutan terhadap santet bukan dengan mendatangi dukun, melainkan dengan memperkuat iman.

Langkah utama adalah meningkatkan tawakal. Umat diminta yakin bahwa semua kejadian berada dalam kuasa Allah Swt.

Doa dan zikir menjadi bentuk perlindungan spiritual. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti Ayat Kursi, Al-Falaq, dan An-Nas dianjurkan sebagai penjagaan diri.

Jika seseorang merasa mengalami gangguan, ruqyah syar’iyyah menjadi jalan yang dibenarkan. Ruqyah dilakukan dengan ayat Al-Qur’an dan doa, tanpa unsur syirik.

Sebaliknya, mendatangi dukun atau paranormal justru memperdalam kesesatan. Praktik tersebut memperkuat keyakinan bahwa manusia atau makhluk lain memiliki kekuatan setara dengan Allah Swt.


Konteks Digital dan Tantangan Edukasi

Di era digital, narasi tentang santet semakin mudah menyebar. Media sosial kerap memviralkan kisah-kisah mistik tanpa verifikasi.

Baca juga: Al-Baqarah 286 Menjadi Rujukan Batas Beban Kerja dan Mental

Hal ini membuat masyarakat kesulitan membedakan antara mitos, pengalaman subjektif, dan ajaran agama.

Edukasi tentang santet dalam Islam menjadi penting agar umat tidak terjebak pada praktik yang merusak keimanan.

Pemerhati keagamaan mendorong lembaga pendidikan dan tokoh agama lebih aktif memberikan pemahaman berbasis dalil, bukan ketakutan.

Islam menegaskan bahwa santet adalah bagian dari sihir yang diharamkan. Umat diminta menjaga akidah, memperkuat iman, dan tidak menggantungkan nasib kepada kekuatan selain Allah Swt.

Keyakinan yang lurus bukan hanya melindungi iman, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan keharmonisan sosial.

Santet dalam Islam termasuk sihir yang haram dan merusak tauhid. Umat diminta memperkuat iman, bukan takut pada kekuatan selain Allah Swt.. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Rakyat

    Masa Depan Sekolah Rakyat dan Arah Pembenahan Layanan Pendidikan Sosial

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sekolah Rakyat diperkuat sebagai layanan pendidikan sosial. Fokus pada akses, kualitas belajar, dan dampak bagi keluarga miskin. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kunjungan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ke Sekolah Rakyat Integrasi 41, Jumat (21/11/2025), memberi gambaran baru tentang arah reformasi pendidikan berbasis layanan sosial. Di balik kunjungan singkat tersebut terdapat isu besar yang […]

  • pejabat Cianjur mundur

    Gelombang Pejabat Mundur Terjadi di Cianjur

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai mundurnya pejabat Cianjur beruntun menandakan rapuhnya tata kelola birokrasi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mundurnya pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali bertambah. Kali ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ayi Reza Addairobi, meninggalkan jabatan struktural dan beralih menjadi pejabat fungsional. Dengan keputusan ini, total enam pejabat penting di Cianjur […]

  • Kebakaran Kios Ciamis

    Tujuh Kios Warga Terbakar di Panumbangan Ciamis

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Tujuh kios warga terbakar di Panumbangan Ciamis. Dugaan korsleting listrik, Damkar kerahkan satu unit armada. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran melanda deretan kios warga di Dusun Cipetir, Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Senin (15/12/2025) dini hari. Tujuh kios hangus terbakar, memicu kepanikan warga yang tengah terlelap tidur dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha […]

  • Siswa SMA berdiskusi dengan orang tua menyiapkan strategi pendaftaran SNBP 2026 di rumah

    SNBP 2026 dan Peran Orang Tua Menentukan Peluang Lolos

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 resmi dibuka mulai 3 Februari. Di atas kertas, jalur ini tampak ramah bagi siswa berprestasi. Namun di lapangan, banyak siswa justru gugur bukan karena nilai, melainkan karena salah membaca strategi. Di titik inilah peran orang tua dan sekolah menjadi penentu yang sering diabaikan. SNBP 2026 […]

  • puasa pekerja migran Singapura

    Maghrib Masih Kerja: Kisah Astuti Puasa di Singapura

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ketika azan maghrib berkumandang di banyak tempat, sebagian orang sudah duduk bersama keluarga di meja makan. Namun bagi sebagian pekerja migran Indonesia di Singapura, momen berbuka puasa sering datang di tengah pekerjaan yang belum selesai. Itulah yang dialami Astuti, pekerja migran asal Cilacap, Jawa Tengah. Selama lebih dari dua puluh tahun bekerja […]

  • Dampak judi online

    Judi Online Picu Gelombang Sosial Ekonomi yang Membahayakan

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Lonjakan judi online di kota memicu krisis sosial-ekonomi dan meningkatnya kekerasan ekstrem di kalangan muda. Dampak Judi Online Kian Nyata di Kota albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus buruh harian di Bandung yang membunuh penjaga konter demi melunasi utang judi online membuka kembali luka lama: dampak judi online yang semakin dalam di kota-kota Indonesia. Fenomena ini bukan […]

expand_less