Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Munas XI MUI Tetapkan Ketua Umum MUI Baru Lewat Sistem Formatur

Munas XI MUI Tetapkan Ketua Umum MUI Baru Lewat Sistem Formatur

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Munas XI MUI menetapkan Ketua Umum MUI periode 2025–2030 melalui sistem formatur 19 anggota.

albadarpost.com, HUMANIORA – Keputusan penting dihasilkan dari Musyawarah Nasional XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta setelah forum menetapkan Ketua Umum MUI untuk periode 2025–2030. Forum memilih KH Anwar Iskandar sebagai pimpinan baru melalui mekanisme formatur yang menjadi ciri khas pemilihan di tubuh MUI. Keputusan ini berarti kesinambungan kepemimpinan sekaligus penegasan kembali tata organisasi MUI yang bertumpu pada musyawarah dan perwakilan lintas unsur ormas Islam.

Penetapan ini dibacakan dalam Sidang Pleno ke-12 yang dipimpin Ketua Steering Committee Munas XI, KH Masduki Baidlowi. Tim formatur menyampaikan hasil rapat melalui Buya Amirsyah Tambunan yang juga ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal MUI periode 2025–2030. Forum ini sekaligus memulai penyusunan lengkap kepengurusan Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI.

KH Anwar Iskandar bukan figur baru dalam struktur pimpinan MUI. Ia sebelumnya menjabat Ketua Umum sejak 2023 menggantikan KH Miftachul Akhyar. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Kediri ini kembali mendapatkan amanah melalui sistem musyawarah mufakat, menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi yang direpresentasikan melalui 19 anggota tim formatur.


Mekanisme Formatur dan Komposisi Perwakilan

Mekanisme pemilihan Ketua Umum dalam Munas XI MUI diatur melalui Peraturan Organisasi Nomor 01/PO-MUI/VI/2025. Dalam aturan tersebut, pemilihan dilakukan melalui tahapan berjenjang: mulai dari penetapan formatur, pemilihan ketua umum, penyusunan Dewan Pimpinan, hingga penetapan Dewan Pertimbangan.

Komposisi 19 formatur mencerminkan upaya menjaga keseimbangan representasi dari unsur pusat, daerah, pesantren, perguruan tinggi Islam, hingga organisasi kemasyarakatan Islam. Tiga posisi dari Dewan Pimpinan MUI demisioner—Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum—masuk dalam formatur. Unsur Dewan Pertimbangan turut terlibat melalui KH Ma’ruf Amin yang juga pernah menjabat Ketua MUI.

Baca juga: Tekan Mobilitas Pasien, Kemenkes Percepat Reformasi Rujukan BPJS

Perwakilan ormas Islam diberi porsi signifikan, terutama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai unsur tetap. Selain itu, hadir juga unsur ormas seperti Al Irsyad, KAHMI, Wahdah Islamiyah, dan GUPPI. Unsur perguruan tinggi diwakili oleh Rektor UIN Mataram, sementara unsur pesantren diwakili KH Marsudi Syuhud.

Pada tingkat daerah, tujuh Ketua Umum MUI provinsi turut tergabung dalam tim formatur. Keterlibatan daerah ini penting, mengingat kebijakan MUI sering berkaitan dengan dinamika regional yang beragam. Dengan struktur tersebut, putusan Munas dianggap mewakili spektrum luas pembinaan umat dan orientasi kebijakan lembaga.


Dampak Penetapan Kepengurusan Terhadap Arah Kebijakan MUI

Penetapan KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI untuk lima tahun mendatang membawa sejumlah catatan penting terkait arah organisasi. Dalam berbagai forum sebelumnya, ia menekankan pentingnya konsistensi MUI dalam penguatan moderasi beragama, peran fatwa dalam kehidupan sosial, serta kemitraan antara ulama dan negara.

Baca juga: PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

Struktur baru ini membuka peluang konsolidasi kebijakan yang lebih teratur. Kehadiran pimpinan ormas besar di jajaran Wakil Ketua Umum—seperti KH Cholil Nafis dan Buya Anwar Abbas—memberi bobot tersendiri dalam penyusunan program. Kedua figur tersebut sering menjadi representasi isu publik terkait keumatan, mulai dari pendidikan hingga kebijakan ekonomi syariah.

Selain itu, masuknya unsur pesantren dan perguruan tinggi Islam memperluas basis pertimbangan akademis dan kajian keilmuan dalam kerja-kerja komisi fatwa maupun rekomendasi kebijakan sosial. Pada level institusional, komposisi ini diharapkan mampu memperbaiki respons MUI terhadap isu kontemporer seperti literasi digital, radikalisme, ketahanan keluarga, hingga dinamika ekonomi halal.

Munas XI juga memberi ruang bagi penyusunan Dewan Pertimbangan yang berfungsi mengarahkan kebijakan strategis. Dengan posisi KH Ma’ruf Amin kembali terlibat dalam formatur, lembaga ini memiliki jalur konsultatif yang lebih kuat untuk menjaga kehati-hatian perumusan fatwa dan panduan publik.

Munas XI MUI menetapkan kepengurusan baru lewat sistem formatur 19 anggota, memperkuat representasi ormas dan arah kebijakan keumatan lima tahun ke depan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • peredaran miras

    Pemkot Tasikmalaya Gagalkan Peredaran Miras Jelang Tahun Baru

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Pemkot Tasikmalaya menggagalkan peredaran miras jelang Tahun Baru demi melindungi warga dan ketertiban publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya menggagalkan peredaran miras skala besar menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026. Aparat Satpol PP menemukan ribuan botol minuman beralkohol yang disimpan di sebuah gudang di Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Kawalu, Senin, 22 Desember 2025. […]

  • Ilustrasi peta Iran gelap tanpa koneksi internet dengan simbol jaringan terputus, menggambarkan pemadaman internet nasional.

    Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Warga Terisolasi dari Dunia

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Fenomena internet Iran lumpuh kini menjadi sorotan global. Pemadaman internet Iran yang berlangsung selama 23 hari ini mencatat rekor sebagai gangguan jaringan terpanjang dalam sejarah modern negara tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat di Iran terisolasi dari dunia digital, sementara akses komunikasi dan informasi global nyaris terhenti total. Selain itu, istilah seperti […]

  • Ilustrasi simbol kebebasan pers di Hong Kong dengan sorotan global terhadap vonis Jimmy Lai dan dampaknya bagi media independen

    Dunia Bereaksi, Kebebasan Pers Hong Kong Terancam

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Vonis 20 tahun penjara terhadap pengusaha media Jimmy Lai langsung menggema ke berbagai penjuru dunia. Sejak putusan itu dibacakan, perhatian internasional tertuju pada satu isu utama: kebebasan pers Hong Kong. Banyak pihak menilai kasus ini bukan sekadar perkara hukum individu, melainkan simbol perubahan besar dalam lanskap kebebasan berekspresi di wilayah tersebut. […]

  • Sejarah BPK

    Sejarah BPK dan Arah Baru Pengawasan Keuangan Negara

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Perjalanan sejarah BPK dari 1947 hingga reformasi yang membentuk lembaga audit negara yang independen. albadarpost.com, PELITA – Kekuatan sebuah negara sering terlihat dari cara ia memperlakukan uang publik. Sejarah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi contoh bagaimana arsitektur pengawasan negara dibentuk, diubah, dan disesuaikan dengan arah politik Indonesia sejak 1947. Perjalanan lembaga ini memperlihatkan bagaimana pengawasan […]

  • wajah mulus tanpa jenggot

    Tren Wajah Mulus Tanpa Jenggot Jadi Standar Baru Maskulinitas di Korea Selatan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Tren wajah mulus tanpa jenggot kini menjadi standar maskulinitas baru di Korea Selatan, dipengaruhi budaya K-pop dan modernitas. albadarpost.com, LENSA HUMANIORA – Standar kecantikan bagi pria di Korea Selatan mengalami perubahan besar dalam beberapa dekade terakhir. Wajah mulus tanpa jenggot kini dianggap sebagai penampilan ideal, menggantikan simbol maskulinitas tradisional yang lekat dengan jenggot tebal sebagai […]

  • krisis psikolog singapura

    Darurat Mental di Singapura: Psikolog Kurang, Pasien Membludak

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Krisis psikolog Singapura semakin terasa ketika kebutuhan layanan kesehatan mental atau kesehatan mental Singapura melonjak tajam. Di saat yang sama, kekurangan psikolog membuat akses bantuan menjadi lebih sulit. Fenomena ini menunjukkan ketidakseimbangan serius antara permintaan dan ketersediaan tenaga ahli. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat justru mempercepat lonjakan permintaan. Oleh karena itu, […]

expand_less