Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Musda KNPI Tasikmalaya Molor, Kritik Halus yang Menyentil Keras

Musda KNPI Tasikmalaya Molor, Kritik Halus yang Menyentil Keras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelaksanaan Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya molor menjadi perbincangan dalam agenda Musyawarah Daerah XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia. Keterlambatan pembukaan forum ini memicu kritik dari peserta yang menilai disiplin waktu menjadi cerminan profesionalisme organisasi. Musda KNPI yang terlambat, atau keterlambatan forum pemuda ini, langsung memunculkan pertanyaan soal kesiapan panitia dan manajemen acara.

Sejak pagi, peserta sudah memadati lokasi kegiatan. Namun, alih-alih dimulai pukul 09.00 WIB sesuai jadwal, forum baru benar-benar dibuka sekitar pukul 10.39 WIB. Situasi ini membuat sebagian peserta mulai gelisah, terutama mereka yang datang dari luar kota.

Keterlambatan Picu Kekecewaan Peserta

Seorang peserta yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai acara sebesar Musda KNPI seharusnya mampu menunjukkan ketepatan waktu sebagai standar dasar organisasi.

Menurutnya, molornya agenda bukan sekadar persoalan teknis. Lebih dari itu, keterlambatan mencerminkan kurangnya kesiapan dalam mengelola forum penting yang melibatkan banyak pihak.

Selain itu, peserta lain juga menyampaikan hal serupa. Mereka datang lebih awal karena menghormati agenda resmi. Namun, realitas di lapangan justru berbeda dari yang diharapkan.

Dampak Langsung ke Jalannya Agenda

Keterlambatan pembukaan otomatis menggeser seluruh rangkaian kegiatan. Padahal, Musda XVI KNPI memiliki agenda padat yang harus diselesaikan dalam satu hari.

Agenda tersebut mencakup:

  • Laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya
  • Sidang komisi
  • Pemilihan ketua KNPI periode baru

Ketika waktu mundur di awal, maka tekanan terhadap agenda berikutnya semakin besar. Akibatnya, potensi pembahasan yang terburu-buru pun tidak bisa dihindari.

Di sisi lain, peserta yang memiliki jadwal lain harus melakukan penyesuaian mendadak. Kondisi ini menambah beban, terutama bagi delegasi dari luar daerah.

Penjelasan Panitia dan Realita Lapangan

Panitia memberikan klarifikasi terkait molornya Musda KNPI tersebut. Mereka menyebut keterlambatan terjadi karena forum belum memenuhi kuorum sesuai tata tertib organisasi.

Selain itu, beberapa tamu undangan juga belum hadir tepat waktu. Panitia memilih menunggu demi menjaga legitimasi forum.

“Kami mohon maaf. Forum baru bisa dimulai setelah kuorum terpenuhi,” ujar perwakilan panitia saat membuka sidang.

Alasan ini memang dapat dipahami secara prosedural. Namun, di sisi lain, peserta tetap berharap ada manajemen waktu yang lebih baik.

Musda KNPI molor

Peserta menunggu pembukaan Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (23/4/1016).

Momentum Evaluasi untuk Organisasi Pemuda

Peristiwa Musda KNPI molor ini tidak berhenti sebagai keluhan semata. Banyak peserta justru melihatnya sebagai bahan evaluasi penting bagi organisasi kepemudaan.

KNPI dikenal sebagai wadah besar pemuda. Oleh karena itu, publik menaruh ekspektasi tinggi terhadap profesionalisme dan kedisiplinan yang ditunjukkan.

Jika organisasi ingin mendorong perubahan, maka budaya tepat waktu seharusnya menjadi bagian dari nilai dasar. Hal kecil seperti memulai acara sesuai jadwal justru memiliki dampak besar terhadap citra organisasi.

Seorang peserta bahkan menegaskan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Sebaliknya, konsistensi dalam hal sederhana bisa menjadi fondasi kuat.

Harapan di Tengah Agenda Strategis

Meski sempat molor, forum Musda tetap berjalan sesuai rencana. Para peserta tetap mengikuti sidang demi menyelesaikan agenda utama, termasuk memilih ketua baru dan merumuskan program kerja tiga tahun ke depan.

Situasi ini menunjukkan bahwa semangat peserta tidak surut. Mereka tetap fokus pada tujuan utama, meskipun awal acara tidak berjalan ideal.

Ke depan, banyak pihak berharap Musda KNPI tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga membawa perubahan dalam tata kelola organisasi. Disiplin waktu, transparansi, dan profesionalisme menjadi aspek yang terus disorot.

Dengan demikian, peristiwa ini bisa menjadi titik balik. Bukan sekadar catatan keterlambatan, tetapi awal perbaikan menuju organisasi pemuda yang lebih solid dan terpercaya. (Red)


 

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • cara lapor gratifikasi terbaru

    Batas Nilai Lapor Gratifikasi 2026: Antara Pencegahan dan Adaptasi Ekonomi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengubah peta aturan gratifikasi. Melalui regulasi terbaru tahun 2026, KPK menaikkan batas nilai gratifikasi yang tidak wajib dilaporkan. Keputusan ini langsung menyedot perhatian publik, terutama aparatur sipil negara (ASN) dan penyelenggara negara. Di balik penyesuaian tersebut, muncul satu pertanyaan krusial: apakah kenaikan batas ini murni adaptasi […]

  • HUT Kodam Siliwangi

    Suasana Khidmat Warnai Doa Bersama HUT Kodam III/Siliwangi di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kodim 0612/Tasikmalaya menggelar doa bersama dalam rangka memperingati HUT Kodam Siliwangi ke-80 di Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, Jalan Otista No. 11, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026). Kegiatan religius tersebut mengusung tema “Manunggal dengan Rakyat, Mengabdi untuk Indonesia Bersatu, Sejahtera, dan Maju.” Tema itu sekaligus menjadi penegasan bahwa hubungan […]

  • Kepala BGN Dicopot

    Dadan, Kepala BGN Dicopot, Apa Dampaknya bagi Program MBG?

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak menjadi perhatian publik. Setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana, berbagai pertanyaan langsung bermunculan. Kepala BGN dicopot, pergantian pimpinan BGN, hingga nasib Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi topik yang ramai dibicarakan masyarakat sejak Selasa malam, 2 Juni 2026. Pemerintah mengumumkan […]

  • Kuswandi didampingi kuasa hukum di lobi Satreskrim Polresta Pati usai pemeriksaan kasus Ashari.

    Kuswandi Ditangkap Tanpa Surat, Pengacara Donny Soroti Dugaan Pelanggaran KUHAP

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Suasana lobi Satreskrim Polresta Pati, Kamis siang, 7 Mei 2026, mendadak ramai. Sejumlah wartawan mengerubungi seorang pria yang baru keluar dari ruang pemeriksaan. Wajahnya tampak letih. Sesekali ia memegangi bagian rusuk kanannya. Pria itu adalah Kuswandi. Namanya mendadak ramai di media sosial setelah video penangkapannya di Bekasi viral. Namun bukan hanya […]

  • pelatih Timnas Indonesia

    PSSI Percayakan Timnas kepada John Herdman

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk memperkuat arah pembinaan nasional. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Keputusan ini diumumkan pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan menjadi langkah strategis federasi dalam membangun arah baru pembinaan sepak bola nasional, baik di […]

  • hukuman korupsi

    Putusan MA Perberat Hukuman Korupsi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memperberat hukuman pidana korupsi menjadi sembilan tahun penjara bukan sekadar koreksi yudisial. Ia menyentuh persoalan yang lebih luas: bagaimana negara menempatkan korupsi sebagai ancaman langsung terhadap hak publik. Di tengah meningkatnya tuntutan keadilan sosial, keputusan ini menjadi penanda arah kebijakan hukum pidana yang patut dibaca lebih dalam. Mahkamah […]

expand_less