Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kemendikdasmen Ungkap Tantangan Pendidikan Era Digital

Kemendikdasmen Ungkap Tantangan Pendidikan Era Digital

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kemajuan teknologi telah mengubah wajah pendidikan era digital di Indonesia. Digitalisasi pendidikan menghadirkan berbagai kemudahan, mulai dari akses informasi tanpa batas hingga pembelajaran yang lebih fleksibel melalui perangkat digital. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, muncul pula sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Melalui materi edukasi dalam program Selasar (Selasa Belajar) yang dipublikasikan melalui akun resmi Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikdasmen RI, pemerintah mengingatkan enam tantangan utama agar transformasi pendidikan tetap berjalan seiring dengan pembentukan karakter peserta didik.

Di satu sisi, teknologi memperluas kesempatan belajar, mempermudah kolaborasi, serta membuka akses terhadap beragam sumber pengetahuan. Di sisi lain, penggunaan teknologi tanpa pendampingan dapat memunculkan persoalan baru yang memengaruhi kualitas pembelajaran maupun perkembangan karakter murid. Karena itu, guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat perlu mengambil peran aktif dalam membangun budaya belajar digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Literasi Digital Menjadi Benteng di Tengah Ledakan Informasi

Internet menyediakan jutaan informasi yang dapat diakses hanya dalam hitungan detik. Kondisi ini memberi keuntungan besar bagi proses belajar karena murid dapat menemukan referensi dari berbagai sumber.

Namun, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang benar. Sebagian konten bahkan belum melalui proses verifikasi sehingga berpotensi menyesatkan apabila diterima begitu saja. Tidak sedikit peserta didik yang lebih mudah mempercayai informasi dari media sosial dibandingkan sumber resmi.

Oleh sebab itu, kemampuan memilah informasi, mengecek fakta, dan berpikir kritis menjadi keterampilan penting yang harus terus dikembangkan sejak dini. Peran guru dan orang tua sangat diperlukan agar murid mampu menjadi pengguna informasi yang cerdas, bukan sekadar konsumen konten digital.

Gangguan Digital Tidak Hanya Mengganggu Belajar

Teknologi membuat proses pembelajaran semakin fleksibel. Murid dapat mengikuti kelas daring, mengakses materi pembelajaran, hingga berdiskusi dengan guru melalui berbagai platform digital.

Meski demikian, penggunaan smartphone dan laptop secara berlebihan juga membawa konsekuensi. Fokus belajar dapat menurun karena perhatian mudah teralihkan oleh media sosial maupun hiburan digital. Waktu membaca buku juga berpotensi berkurang apabila penggunaan gawai tidak dikendalikan.

Selain berdampak pada proses belajar, penggunaan perangkat digital dalam durasi panjang juga dapat memicu mata lelah, gangguan tidur akibat paparan cahaya biru, nyeri leher, hingga keluhan pada tangan. Di sisi lain, kemudahan memperoleh informasi secara instan juga dapat meningkatkan risiko plagiarisme apabila tidak disertai pemahaman tentang etika akademik.

Peran Guru Berubah Seiring Transformasi Pendidikan

Digitalisasi pendidikan turut mengubah peran guru di ruang kelas. Guru tidak lagi hanya menyampaikan materi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, pembimbing, sekaligus inspirator yang membantu murid mengembangkan keterampilan abad ke-21.

Karena itu, pemanfaatan teknologi tidak cukup hanya mengenalkan perangkat digital. Guru juga perlu menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, kreatif, dan mendorong kemampuan berpikir kritis agar peserta didik mampu menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Keamanan Digital Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Perkembangan teknologi juga membawa tantangan dalam menjaga keamanan digital. Peserta didik memiliki risiko menjadi korban maupun pelaku berbagai pelanggaran etika di ruang digital.

Risiko tersebut antara lain berupa pencemaran nama baik, perundungan siber (cyberbullying), hingga penyebaran data pribadi atau doxxing. Selain itu, tanpa pengawasan yang memadai, murid juga dapat terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka, seperti kekerasan, pornografi, perjudian daring, maupun penyalahgunaan narkoba.

Karena itu, penguatan literasi digital perlu berjalan seiring dengan pendidikan karakter agar peserta didik mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Kompetensi Guru Perlu Terus Diperkuat

Puslapdik menjelaskan bahwa sebagian besar murid saat ini merupakan generasi digital native yang tumbuh bersama teknologi. Sebaliknya, sebagian pendidik masih berada pada tahap adaptasi terhadap perkembangan digital.

Perbedaan tersebut bukan hambatan, melainkan tantangan yang perlu dijawab melalui pelatihan berkelanjutan. Dengan peningkatan kompetensi, guru dapat memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus membimbing murid menggunakan perangkat digital secara produktif dan aman.

Pemerataan Akses Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Transformasi pendidikan digital belum sepenuhnya dinikmati secara merata. Di sejumlah wilayah, terutama daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), akses internet masih menjadi kendala.

Selain keterbatasan jaringan, kepemilikan smartphone maupun laptop juga belum merata, khususnya bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Sebagian guru pun masih menghadapi keterbatasan perangkat untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Karena itu, peningkatan infrastruktur digital tetap menjadi salah satu faktor penting agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara di berbagai daerah.

Kolaborasi Menjadi Kunci Pendidikan Digital yang Berkualitas

Keberhasilan pendidikan era digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Guru perlu terus meningkatkan kompetensinya. Orang tua berperan mendampingi penggunaan teknologi di rumah. Sementara itu, murid perlu membangun kebiasaan belajar yang kritis, kreatif, bertanggung jawab, dan beretika.

Dengan kolaborasi tersebut, transformasi digital tidak hanya melahirkan generasi yang mahir menggunakan teknologi, tetapi juga pribadi yang mampu memanfaatkan kemajuan digital untuk menciptakan solusi, menjaga etika, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Teknologi dapat membuka jutaan pintu pengetahuan. Namun, masa depan pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa cepat anak menguasai gawai, melainkan oleh seberapa bijak mereka menggunakan teknologi untuk belajar, beretika, dan membangun masa depan yang lebih baik. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santunan Masjid Rahmatullah BRP kepada kaum dhuafa dan fakir miskin menjelang Ramadhan di Tasikmalaya

    Masjid Rahmatullah BRP Buktikan Masjid Pusat Kepedulian

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYA – Santunan Masjid Rahmatullah BRP kembali menguatkan makna bahwa masjid bukan sekadar ruang ibadah. Santunan Masjid Rahmatullah BRP sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial warga terhadap kaum dhuafa dan fakir miskin. Melalui kegiatan berbagi ini, Masjid Rahmatullah BRP memperlihatkan peran strategisnya sebagai pusat solidaritas umat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Sejak pagi, suasana […]

  • laporan orang tua

    Laporan Orang Tua Bongkar Dugaan Pelecehan Guru SD

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUNANIORA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru sekolah dasar di Tangerang Selatan terungkap setelah orang tua siswa memberanikan diri melapor ke pihak berwenang. Laporan tersebut menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan hingga menangkap terduga pelaku. Peristiwa ini menegaskan peran penting orang tua dalam melindungi anak dari kejahatan di […]

  • Dapur MBG Banjar

    Kasus Dapur MBG Banjar Berlanjut, Kini Muncul Laporan Baru

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Polemik Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar memasuki babak baru. Setelah sebelumnya muncul laporan dugaan penipuan dan penggelapan terkait pembangunan dapur MBG, kini Sherly Ingga Setiawati melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Banjar. Perkara ini menjadi perhatian karena kedua belah pihak sama-sama memilih jalur hukum. Hingga berita ini […]

  • membaca bismillah

    Bismillah dalam Aktivitas Harian

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membaca basmalah—Bismillahirrahmanirrahim—kerap terdengar ringan di lisan kita. Namun di balik kalimat singkat itu, tersimpan prinsip besar dalam menata hidup. Anjuran membaca bismillah sebelum memulai aktivitas kembali mengemuka sebagai pengingat bahwa setiap gerak manusia memiliki dimensi ibadah dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Dalam kehidupan yang kian cepat dan padat, banyak aktivitas […]

  • Ilustrasi peserta BPJS PBI JK mengurus reaktivasi kepesertaan melalui Dinas Sosial sesuai panduan Kemensos RI.

    Kemensos Ungkap Cara Reaktivasi PBI JK yang Mudah dan Cepat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menegaskan bahwa proses reaktivasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) berjalan mudah dan cepat. Informasi tersebut disampaikan langsung melalui laman media sosial resmi Kemensos RI untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kepesertaan PBI JK yang dinonaktifkan. Dalam keterangannya, Kemensos menyebutkan bahwa sebanyak 8.394 peserta PBI […]

  • JAZIRAH CCE 2026

    Herdiat: JAZIRAH x CCE 2026 Pecahkan Sejarah Ekonomi Syariah Priangan Timur

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gelaran JAZIRAH x CCE 2026 menciptakan momentum baru bagi perkembangan ekonomi syariah di Priangan Timur. Tidak digelar di pusat kota, tidak pula berada di kawasan jalan tol, kegiatan yang berlangsung di kawasan Rest Area Situs Karangkamulyan justru memperlihatkan arah baru: ekonomi syariah mulai tumbuh dari ruang ekonomi rakyat. Bupati Ciamis Dr. […]

expand_less