Sekolah Kedinasan 2026: 4.770 Formasi di 9 Instansi
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi formasi sekolah kedinasan 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang masuk sekolah kedinasan 2026 bertambah tahun ini. Pemerintah menyiapkan 4.770 kebutuhan CPNS melalui jalur sekolah kedinasan, meningkat dari 3.257 formasi pada 2025. Dengan demikian, kuotanya bertambah 1.513 formasi atau sekitar 46,45 persen.
Kenaikan tersebut menjadi kabar penting bagi lulusan yang mengincar pendidikan kedinasan. Namun, calon peserta perlu mencermati satu hal: angka 4.770 merupakan kebutuhan formasi yang disiapkan pemerintah, bukan berarti seluruh pendaftaran sudah dibuka pada 14 Agustus 2026.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyebut pengumuman pembukaan seleksi peserta didik direncanakan berlangsung pada Agustus 2026. Setelah pengumuman resmi, pendaftaran dilakukan melalui portal SSCASN BKN.
Kuota Terbesar Ada di IPDN, PKN STAN, dan Kemenhub
Dari total 4.770 formasi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memperoleh kuota terbesar dengan 1.410 formasi.
Posisi berikutnya ditempati Politeknik Keuangan Negara–STAN (PKN STAN) dengan 1.000 formasi. Sementara itu, 22 sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan memperoleh 891 formasi.
Jika tiga kelompok tersebut digabungkan, jumlahnya mencapai 3.301 formasi. Artinya, sekitar 69 persen dari total kebutuhan tahun ini terkonsentrasi pada tiga kelompok sekolah kedinasan tersebut.
Selanjutnya, Politeknik Statistika STIS menyediakan 564 formasi. Kemudian, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan memperoleh 375 formasi.
Adapun Politeknik Pengayoman Indonesia mendapat 250 formasi, STMKG 130 formasi, STIN 100 formasi, dan Poltek SSN 50 formasi. Seluruh angka tersebut sesuai dengan rincian yang dipublikasikan Kementerian PANRB.
Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026
Berikut rincian kebutuhan sekolah kedinasan tahun 2026:
| Instansi | Sekolah Kedinasan | Formasi |
|---|---|---|
| Kementerian Dalam Negeri | IPDN | 1.410 |
| Kementerian Keuangan | PKN STAN | 1.000 |
| Kementerian Perhubungan | 22 Sekolah Kedinasan | 891 |
| Badan Pusat Statistik | Politeknik Statistika STIS | 564 |
| Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan | Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan | 375 |
| Kementerian Hukum | Politeknik Pengayoman Indonesia | 250 |
| BMKG | STMKG | 130 |
| Badan Intelijen Negara | STIN | 100 |
| BSSN | Poltek SSN | 50 |
| Total | 9 instansi | 4.770 |
Rincian tersebut menunjukkan bahwa peluang tidak hanya tersedia pada bidang pemerintahan dan keuangan. Pemerintah juga membuka kebutuhan pada transportasi, statistik, hukum, pemasyarakatan, meteorologi, intelijen, serta keamanan siber.
Karena itu, calon peserta sebaiknya memilih sekolah berdasarkan minat, kemampuan, persyaratan, dan bidang pendidikan, bukan semata-mata mengejar jumlah formasi terbesar.
Pendaftaran Belum Boleh Disalahartikan Sudah Dibuka
Ini bagian yang perlu diperhatikan calon pelamar.
Kementerian PANRB menyatakan pengumuman pembukaan seleksi peserta didik direncanakan pada Agustus 2026. Setelah pengumuman, pendaftaran akan berlangsung melalui portal SSCASN BKN.
Artinya, calon peserta sebaiknya tidak langsung menganggap beredarnya daftar 4.770 formasi sebagai tanda bahwa seluruh tahapan pendaftaran sudah berjalan.
Jadwal resmi harus menjadi acuan.
Begitu pula persyaratan setiap sekolah dapat memiliki ketentuan tersendiri. Karena itu, calon peserta perlu membaca pengumuman resmi sebelum mengunggah dokumen atau memilih sekolah.
Dasar hukum penerimaan peserta didik sekolah kedinasan tahun ini juga sudah berubah. PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan tercatat berlaku sejak 15 Juli 2026 di JDIH Kementerian PANRB.
Dengan demikian, calon peserta sebaiknya menggunakan regulasi 2026 sebagai rujukan, bukan sekadar mengandalkan informasi dari seleksi tahun sebelumnya.
SKD Ditargetkan Berlangsung September 2026
Setelah proses pendaftaran dan tahapan administrasi, seleksi sekolah kedinasan akan berlanjut ke Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD.
Kementerian PANRB menargetkan SKD sekolah kedinasan berlangsung pada September 2026. Seperti seleksi CASN lainnya, SKD mencakup tiga materi utama, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Setelah SKD, peserta masih harus menghadapi seleksi lanjutan sesuai ketentuan sekolah kedinasan yang dipilih. Jadwal dan mekanisme tahap lanjutan tersebut diatur oleh masing-masing sekolah.
Karena itu, persiapan sebaiknya tidak berhenti pada dokumen administrasi.
Calon peserta juga perlu mulai mempersiapkan kemampuan akademik dan memahami pola soal SKD. Selain itu, integritas menjadi bagian penting dalam seluruh proses seleksi.
Pemerintah Ingatkan Pelamar Jangan Percaya Jalan Pintas
Menteri PANRB Rini Widyantini mengingatkan calon peserta agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan.
Seleksi sekolah kedinasan tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Pemerintah menegaskan bahwa hasil akhir ditentukan berdasarkan kemampuan masing-masing peserta.
Pesan ini penting karena momentum penerimaan sekolah kedinasan biasanya menarik perhatian banyak calon pelamar dan keluarga.
Jangan memberikan uang kepada pihak yang mengaku bisa mengatur kelulusan. Jangan pula menyerahkan data pribadi atau dokumen penting melalui kanal yang tidak jelas.
Untuk informasi resmi, calon peserta dapat mengikuti pengumuman pemerintah dan portal SSCASN BKN.
Sementara itu, regulasi penerimaan dapat diperiksa melalui JDIH Kementerian PANRB.
Kenaikan Kuota 46 Persen Bukan Berarti Persaingan Hilang
Kenaikan formasi dari 3.257 menjadi 4.770 tentu memperbesar ruang bagi calon peserta. Namun, tambahan kuota tidak otomatis membuat seleksi menjadi mudah.
Justru, calon peserta perlu memanfaatkan waktu sebelum pendaftaran untuk memeriksa persyaratan dan mempersiapkan diri.
Pilihan sekolah juga harus realistis. IPDN, PKN STAN, Kemenhub, STIS, dan sekolah kedinasan lainnya memiliki karakter pendidikan serta kebutuhan kompetensi yang berbeda.
Karena itu, 4.770 formasi sebaiknya dibaca sebagai peluang yang harus dipersiapkan, bukan tiket otomatis menuju ASN.
Bagi calon peserta, langkah paling aman sekarang adalah menunggu pengumuman resmi, memeriksa persyaratan, menyiapkan dokumen, dan mulai berlatih menghadapi SKD.
Kesempatan Bertambah, Ketelitian Tetap Menjadi Kunci
Pemerintah memang menambah kuota sekolah kedinasan 2026 hingga 4.770 formasi. Angka itu naik sekitar 46,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, peluang terbesar tetap berada pada mereka yang mampu membaca informasi dengan teliti dan mengikuti proses melalui jalur resmi.
4.770 formasi memang membuka lebih banyak pintu, tetapi tidak ada pintu yang bisa dilewati dengan jalan pintas. Tahun ini, peluang bertambah—dan bagi calon peserta, waktunya bukan untuk menunggu, melainkan mulai bersiap. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar