Lima Menit Respons Damkar, Kebakaran Singajaya Berhasil Dikendalikan
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebakaran rumah panggung di Cigintungkaler Singajaya Garut ditangani Damkar dalam 25 menit dan api dicegah merembet, Kamis (13/8/2026). (Foto: Damkar Garut).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran Singajaya melanda sebuah rumah panggung di Kampung Cigintungkaler, Desa Cigintung, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut menyebut petugas Pos Damkar Singajaya merespons laporan dalam waktu sekitar lima menit dan berhasil mengendalikan api sebelum menjalar ke sejumlah rumah di sekitar lokasi.
Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 07.58 WIB.
Rumah yang terbakar berukuran sekitar 4 x 4 meter dan berada di kawasan permukiman. Bangunan tersebut merupakan rumah panggung milik almarhumah Bu Yayah.
Meski bangunan mengalami kebakaran, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Respons Lima Menit Jadi Faktor Penting
Petugas Pos Damkar Singajaya mengerahkan satu unit armada Z 9903 E bersama empat personel menuju lokasi.
Kecepatan respons menjadi salah satu catatan penting dalam penanganan kebakaran rumah di Singajaya tersebut.
Setelah tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Api kemudian berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya dalam waktu sekitar 25 menit.
Selain petugas Damkar, penanganan juga mendapat dukungan dari Babinsa, Satpol PP, perangkat desa, serta warga sekitar.
Kolaborasi tersebut membantu petugas mengendalikan situasi di kawasan permukiman yang memiliki bangunan lain dalam jarak berdekatan.
Karena itu, keberhasilan menghentikan penjalaran api menjadi bagian penting dari penanganan kejadian.
Api Tak Sampai Merembet ke Rumah Sekitar
Risiko kebakaran dalam peristiwa ini cukup besar karena lokasi rumah yang terbakar berdekatan dengan bangunan warga lainnya.
Salah satu rumah di bagian belakang lokasi bahkan ditaksir memiliki nilai sekitar Rp1 miliar.
Selain itu, terdapat rumah warga lain di sisi kanan dan kiri bangunan yang terbakar.
Namun, api berhasil dihentikan sebelum menjalar ke bangunan-bangunan tersebut.
Catatan ini penting karena nilai kerugian akibat kebakaran rumah panggung tersebut diperkirakan sekitar Rp30 juta. Angka itu merupakan taksiran kerugian materiil pada bangunan yang terbakar, bukan nilai rumah warga di sekitarnya.
Dengan kata lain, tindakan cepat petugas berhasil mencegah potensi dampak yang lebih luas.
Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan dalam kejadian kebakaran Singajaya ini.
Dugaan Korsleting Listrik Masih Diwaspadai
Informasi awal dari laporan penanganan menyebut dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.
Namun, istilah “dugaan” perlu menjadi perhatian. Penyebab pasti kebakaran tidak seharusnya dianggap sebagai kesimpulan final sebelum ada pemeriksaan atau keterangan resmi yang menetapkannya.
Kendati demikian, risiko kebakaran akibat gangguan listrik memang perlu mendapat perhatian masyarakat.
Kabel terkelupas, instalasi yang tidak sesuai, sambungan listrik yang bermasalah, serta penggunaan stop kontak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan.
Karena itu, masyarakat perlu melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala.
Langkah pencegahan sederhana dapat dimulai dari rumah sendiri.
Damkar Ingatkan Bahaya Instalasi Listrik
Masyarakat disarankan memastikan kabel dan peralatan listrik berada dalam kondisi baik serta memenuhi standar keselamatan.
Selain itu, hindari menumpuk banyak steker pada satu titik colokan. Beban listrik yang terlalu besar pada satu sambungan dapat meningkatkan risiko panas berlebih.
Sebelum meninggalkan rumah, peralatan elektronik yang tidak diperlukan juga sebaiknya dimatikan dan dicabut.
Jika muncul percikan, bau terbakar, asap, atau tanda gangguan listrik lainnya, warga perlu segera mengambil langkah pengamanan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Pencegahan menjadi semakin penting di kawasan permukiman yang memiliki bangunan berdekatan.
Satu sumber api dapat dengan cepat mengancam bangunan lain apabila warga terlambat melakukan pelaporan atau petugas terlambat mencapai lokasi.
Kerugian Rp30 Juta, Bangunan Sekitar Selamat
Dari kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Namun, api tidak sampai menghanguskan rumah warga di bagian belakang maupun bangunan lain di sisi kanan dan kiri lokasi.
Rumah yang berada di belakang lokasi kebakaran disebut memiliki taksiran nilai sekitar Rp1 miliar. Nilai tersebut menjadi gambaran besarnya potensi kerugian yang dapat muncul apabila penjalaran api tidak segera dihentikan.
Karena itu, respons cepat bukan sekadar soal waktu.
Dalam situasi kebakaran, beberapa menit dapat menentukan apakah api tetap berada pada satu bangunan atau menjalar ke bangunan lain.
Kejadian di Cigintungkaler juga menunjukkan pentingnya keterlibatan warga dalam memberikan informasi secepat mungkin ketika melihat tanda-tanda kebakaran.
Lima Menit yang Bisa Mengubah Dampak Kebakaran
Kebakaran Singajaya di Kampung Cigintungkaler akhirnya dapat dikendalikan tanpa korban jiwa dan tanpa penjalaran ke rumah warga di sekitarnya.
Laporan masuk pada pukul 07.58 WIB. Petugas kemudian merespons dengan waktu tanggap sekitar lima menit dan menyelesaikan pemadaman sekitar 25 menit setelah penanganan berlangsung.
Bagi masyarakat, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pencegahan tetap jauh lebih penting daripada pemadaman.
Instalasi listrik perlu diperiksa. Stop kontak jangan dibebani berlebihan. Peralatan elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan.
Dan ketika api atau asap mulai terlihat, jangan menunggu api membesar untuk melapor.
Satu rumah memang yang terbakar di Cigintungkaler. Tetapi di belakangnya ada rumah-rumah lain yang ikut dipertaruhkan. Lima menit respons mungkin terdengar singkat, namun dalam kebakaran, lima menit bisa menjadi batas antara satu bangunan yang terbakar dan deretan rumah yang ikut kehilangan. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar