Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Krisis Air Meluas di Tasikmalaya, Ini Penjelasannya

Krisis Air Meluas di Tasikmalaya, Ini Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kekeringan Tasikmalaya semakin meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 71 desa di 11 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan dengan tingkat risiko tinggi. Kondisi ini membuat sebagian warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sementara sektor pertanian juga mulai merasakan dampaknya.

BPBD menjelaskan bahwa krisis air di Tasikmalaya tidak hanya dipengaruhi oleh minimnya curah hujan, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sumber air, daerah resapan, dan lamanya musim kemarau yang berlangsung.

BPBD: Kekeringan Dipengaruhi Sejumlah Faktor

Berdasarkan penjelasan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, kekeringan merupakan kondisi yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari penurunan curah hujan, berkurangnya debit mata air, hingga kemampuan tanah menyimpan cadangan air.

Ketika hujan tidak turun dalam waktu yang cukup lama, debit mata air yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat ikut menurun. Akibatnya, sejumlah desa mulai mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

Karena itu, wilayah yang memiliki sumber air alami sekalipun tetap berpotensi mengalami kekeringan apabila cadangan air terus berkurang selama musim kemarau.

Sebanyak 71 Desa Masuk Kategori Rawan Kekeringan

BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat 71 desa yang tersebar di 11 kecamatan berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau tahun ini.

Pendataan tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk penyaluran bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, pemerintah juga memantau dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Berkurangnya pasokan air dikhawatirkan memengaruhi produktivitas lahan apabila kemarau berlangsung lebih lama.

Distribusi Air Bersih Terus Dilakukan

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD bersama pemerintah daerah terus mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami kesulitan air.

Berdasarkan data BPBD, hingga saat ini sekitar 100 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengkaji pembangunan sumur bor di beberapa titik sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan air bersih ketika musim kemarau datang.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap distribusi air menggunakan mobil tangki.

Pengelolaan Sumber Air Menjadi Tantangan

Selain faktor cuaca, kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi ketersediaan air bersih.

Secara umum, berkurangnya kawasan resapan air membuat air hujan lebih banyak mengalir di permukaan dibanding meresap ke dalam tanah. Akibatnya, cadangan air tanah dapat berkurang sehingga debit mata air lebih cepat menurun ketika musim kemarau berlangsung.

Karena itu, upaya menjaga kawasan resapan dan mengelola sumber daya air secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kekeringan di masa mendatang.

BPBD Imbau Warga Menghemat Penggunaan Air

BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.

Warga juga diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat disalurkan lebih cepat.

Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan langkah penanganan sesuai kebutuhan masyarakat.

Solusi Jangka Panjang Perlu Dipersiapkan

Kekeringan yang kembali melanda puluhan desa menunjukkan bahwa penyediaan air bersih tidak cukup hanya mengandalkan bantuan darurat.

Penguatan infrastruktur air, perlindungan daerah resapan, pengelolaan sumber daya air, serta kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki ketahanan air yang lebih baik pada masa mendatang.

Dengan langkah yang terencana, dampak kekeringan diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat dan sektor pertanian tetap berjalan secara optimal.

Musim kemarau akan terus datang setiap tahun. Tantangan sesungguhnya bukan hanya menghadapi kekeringan hari ini, melainkan memastikan setiap warga tetap memiliki akses air bersih untuk masa depan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMI Nonprosedural Cianjur

    Satgas PMI Dibentuk, Cianjur Perketat Jalur Pekerja Migran

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Cianjur kembali menjadi perhatian dalam isu perlindungan pekerja migran setelah masuk dalam tiga besar daerah asal PMI nonprosedural Cianjur di Jawa Barat berdasarkan data BP3MI Jawa Barat. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Polres Cianjur menyiapkan satuan tugas (Satgas) khusus untuk memperkuat pencegahan sekaligus memperluas pengawasan terhadap praktik perekrutan yang […]

  • pemalsuan produk

    Polres Tasikmalaya Bongkar Pemalsuan Produk Pangan di Dua Gudang

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya mengungkap pemalsuan produk tepung dan penyedap yang merugikan konsumen. albadarpost.com, LENSA – Polres Tasikmalaya Kota mengungkap praktik pemalsuan produk yang menempatkan konsumen pada risiko dan merusak pasar. Kepolisian menangkap seorang warga Kota Tasikmalaya yang diduga mengemas ulang tepung terigu dan penyedap rasa murah ke dalam kemasan premium. Kasus ini penting karena menyangkut keamanan […]

  • Mobil Daihatsu Sigra abu-abu terparkir di Jalan KHZ Mustofa Tasikmalaya saat polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah anggota polisi.

    Fakta Baru! Pria Meninggal Dalam Mobil di KHZ Mustofa Seorang Polisi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah tegang pada Kamis, 30 April 2026. Warga yang sejak subuh penasaran dengan sebuah mobil Daihatsu Sigra abu-abu akhirnya dikejutkan fakta memilukan. Pria yang ditemukan meninggal di dalam mobil tersebut ternyata seorang anggota polisi aktif dari Polsek Langensari Kota Banjar. Korban diketahui […]

  • Pengelolaan Sampah Tasikmalaya

    Tasikmalaya Bergerak Cepat Atasi Sampah, Wakil Bupati Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengelolaan Sampah Tasikmalaya kini tidak lagi bisa ditunda. Di tengah tekanan volume sampah yang terus meningkat, pemerintah daerah mulai bergerak lebih agresif. Fokusnya jelas: membangun sistem yang tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan dari tingkat kecamatan hingga desa. Pengelolaan Sampah Tasikmalaya—atau tata kelola sampah daerah—menjadi isu yang semakin mendesak. […]

  • Ilustrasi muslim berwudhu dan larangan ibadah tertentu ketika wudhu batal menurut ajaran Islam

    Batal Wudhu? Ini Larangan yang Wajib Diketahui Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Wudhu memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini berfungsi sebagai syarat sah bagi sejumlah amalan tertentu. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami konsekuensi ketika wudhu batal. Pemahaman yang benar akan membantu menjaga kesucian ibadah dan menghindari amalan yang tidak sah. Dalam fiqih Islam, para ulama menjelaskan bahwa batalnya wudhu membawa […]

  • Kopdes Merah Putih

    Kemensos Ubah Penerima Bansos Jadi Pelaku Usaha KDMP

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kopdes Merah Putih disiapkan bukan hanya sebagai salah satu jalur penyaluran bantuan sosial (bansos), tetapi juga sebagai wadah yang mendorong penerima bansos menjadi pelaku usaha. Melalui skema tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) ingin mengubah pola perlindungan sosial dari sekadar memberi bantuan menjadi membuka peluang ekonomi bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Menteri Sosial Saifullah […]

expand_less