Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Krisis Air Tasikmalaya, Masjid Jadi Mata Air Harapan

Krisis Air Tasikmalaya, Masjid Jadi Mata Air Harapan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pagi itu matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika halaman Masjid Jami Al Ihsan di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mulai dipenuhi warga. Jerigen dan galon tersusun rapi. Anak-anak, ibu rumah tangga, hingga para orang tua datang bergantian. Mereka bukan hendak menghadiri pengajian ataupun salat berjamaah, melainkan mengantre mendapatkan air bersih.

Di tengah krisis air yang melanda wilayah tersebut selama hampir dua bulan terakhir, masjid berubah menjadi penyelamat kehidupan. Bagi sekitar 600 hingga 700 kepala keluarga di Dusun Cipari dan Dusun Cipatat, aliran air dari masjid menjadi satu-satunya harapan ketika sumur-sumur rumah mengering.

Fenomena ini bukan sekadar kisah tentang kekeringan. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menghadirkan kembali fungsi masjid sebagaimana diajarkan Islam sejak masa Rasulullah SAW, yakni menjadi pusat kemaslahatan umat.

Masjid Menjawab Kebutuhan Paling Dasar Manusia

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menghadapi situasi yang tidak mudah. Di satu sisi, air diperlukan untuk kebutuhan warga. Di sisi lain, air juga harus tersedia bagi jamaah yang hendak berwudu.

Karena itu, DKM mengambil jalan tengah. Warga tetap diperbolehkan mengambil air, tetapi aktivitas tersebut dihentikan sekitar 10 menit sebelum azan agar persediaan air cukup untuk keperluan ibadah.

Keputusan sederhana itu memperlihatkan satu nilai penting dalam Islam, yakni menjaga keseimbangan antara hak beribadah dan hak memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Dan Kami menjadikan dari air segala sesuatu yang hidup.”
(QS. Al-Anbiya: 30).

Ayat ini mengingatkan bahwa air bukan sekadar sumber daya alam, melainkan bagian dari nikmat Allah yang menopang seluruh kehidupan.

Masjid Sejak Awal Memang Hadir untuk Melayani Umat

Ketika Rasulullah SAW membangun Masjid Nabawi di Madinah, fungsinya tidak terbatas sebagai tempat salat.

Masjid menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, bahkan tempat menerima tamu dan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Apa yang dilakukan Masjid Jami Al Ihsan hari ini seakan menghidupkan kembali semangat tersebut. Di tengah keterbatasan, masjid hadir sebagai tempat yang paling mudah dijangkau masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah yang paling utama adalah memberikan air.”
(HR. Abu Dawud, dinilai hasan oleh sejumlah ulama).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa membantu orang memperoleh air termasuk amal yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Masjid Penyelamat Air

Warga Desa Kertanegla, Kabupaten Tasikmalaya antre mengambil air bersih di Masjid Jami Al Ihsan, Minggu (28/6/2026).

Krisis Air Mengajarkan Kepedulian Sosial

Pemerintah Desa Kertanegla mencatat sekitar 600 hingga 700 kepala keluarga terdampak kekeringan. Hampir setiap musim kemarau, dua dusun di wilayah tersebut mengalami persoalan yang sama.

Pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan berharap distribusi air bersih maupun pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan.

Namun, selama solusi permanen belum tersedia, solidaritas masyarakat menjadi penyangga utama.

Warga rela mengantre. Pengurus masjid mengatur pembagian air. Setiap keluarga hanya mengambil dua hingga tiga jerigen agar seluruh warga tetap memperoleh bagian.

Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan masyarakat ketika menghadapi ujian.

Allah SWT berfirman:

“Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 2).

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bukan hanya nilai kemanusiaan, tetapi juga perintah agama.

Air Boleh Terbatas, Kepedulian Jangan Sampai Kering

Krisis air memang menguji kesabaran. Akan tetapi, ujian itu juga memperlihatkan bahwa kepedulian masih mengalir di tengah masyarakat.

Masjid Jami Al Ihsan tidak hanya menyediakan air. Masjid juga menghadirkan rasa aman bagi warga yang setiap hari memikirkan kebutuhan paling mendasar keluarganya.

Peristiwa di Kecamatan Bojonggambir mengajarkan bahwa kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari ramainya saf salat, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitarnya.

Ketika sebuah masjid mampu menjadi tempat ibadah sekaligus tempat berteduh bagi kebutuhan sosial, di situlah nilai rahmatan lil ‘alamin benar-benar tampak dalam kehidupan sehari-hari.

Masjid yang makmur bukan hanya dipenuhi jamaah ketika azan berkumandang, tetapi juga menjadi tempat pertama yang membuka pintu saat tetangganya kehausan. Di situlah ibadah dan kemanusiaan bertemu dalam satu mata air keberkahan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • banjir Sumatera

    Menhut Diminta Reformasi Tata Kelola Hutan Usai Banjir Sumatera

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pemanggilan Menhut oleh DPR tentang banjir Sumatera adalah alarm tata kelola hutan yang gagal melindungi warga. Negara yang Gagal Mengantisipasi Air dan Hutan yang Hilang albadarpost.com, EDITORIAL – Banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam sepekan terakhir kembali membuktikan satu hal: negara belum berhasil mengelola hutan secara bertanggung jawab. […]

  • Kekeringan Tasikmalaya

    Krisis Air Meluas di Tasikmalaya, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kekeringan Tasikmalaya semakin meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 71 desa di 11 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan dengan tingkat risiko tinggi. Kondisi ini membuat sebagian warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sementara sektor pertanian juga mulai merasakan dampaknya. BPBD menjelaskan […]

  • Ilustrasi siswa melawan guru di kelas sebagai simbol bullying siswa ke guru Purwakarta dan krisis etika pendidikan

    Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman. Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu […]

  • manfaat upacara bendera

    Upacara Bendera: Sekolah Karakter yang Kian Ditinggalkan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Upacara Senin: Sekolah Nilai yang Tak Tertulis albadarpost.com, CAKRAWALA – Setiap Senin pagi, lapangan sekolah sejatinya bukan sekadar ruang terbuka. Ia adalah kelas tanpa dinding, tempat nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan ditanamkan secara langsung. Upacara bendera, yang kerap dianggap rutinitas membosankan, sesungguhnya adalah laboratorium pendidikan karakter paling konkret yang pernah dimiliki sekolah Indonesia. Namun ironi […]

  • Kolak pisang santan legit dengan gula merah dan daun pandan dalam mangkuk saji hangat

    Rahasia Kolak Pisang Legit, Kuncinya di Bahan Ini

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep kolak pisang sering dicari karena hidangan tradisional ini selalu cocok disajikan saat santai bersama keluarga. Selain itu, cara membuat kolak pisang sebenarnya sangat sederhana. Namun, banyak orang masih mengalami masalah yang sama, yaitu rasa terlalu manis atau santan yang membuat kolak terasa enek. Padahal, jika teknik memasaknya tepat, kolak pisang santan […]

  • Gempa Kolombia

    Gempa Kolombia 7,4 Guncang Barat, 82 Orang Meninggal

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DUNIA — Gempa Kolombia berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat negara tersebut pada Senin, 10 Agustus 2026. Gempa kuat yang berpusat di sekitar San José del Palmar, Provinsi Chocó, terasa hingga sejumlah wilayah lain. Sedikitnya 82 orang dilaporkan meninggal, sementara proses pencarian dan penanganan korban masih berlangsung. Laporan Reuters menyebut guncangan terjadi sekitar […]

expand_less