Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Krisis Air Tasikmalaya, Masjid Jadi Mata Air Harapan

Krisis Air Tasikmalaya, Masjid Jadi Mata Air Harapan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pagi itu matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika halaman Masjid Jami Al Ihsan di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mulai dipenuhi warga. Jerigen dan galon tersusun rapi. Anak-anak, ibu rumah tangga, hingga para orang tua datang bergantian. Mereka bukan hendak menghadiri pengajian ataupun salat berjamaah, melainkan mengantre mendapatkan air bersih.

Di tengah krisis air yang melanda wilayah tersebut selama hampir dua bulan terakhir, masjid berubah menjadi penyelamat kehidupan. Bagi sekitar 600 hingga 700 kepala keluarga di Dusun Cipari dan Dusun Cipatat, aliran air dari masjid menjadi satu-satunya harapan ketika sumur-sumur rumah mengering.

Fenomena ini bukan sekadar kisah tentang kekeringan. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menghadirkan kembali fungsi masjid sebagaimana diajarkan Islam sejak masa Rasulullah SAW, yakni menjadi pusat kemaslahatan umat.

Masjid Menjawab Kebutuhan Paling Dasar Manusia

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menghadapi situasi yang tidak mudah. Di satu sisi, air diperlukan untuk kebutuhan warga. Di sisi lain, air juga harus tersedia bagi jamaah yang hendak berwudu.

Karena itu, DKM mengambil jalan tengah. Warga tetap diperbolehkan mengambil air, tetapi aktivitas tersebut dihentikan sekitar 10 menit sebelum azan agar persediaan air cukup untuk keperluan ibadah.

Keputusan sederhana itu memperlihatkan satu nilai penting dalam Islam, yakni menjaga keseimbangan antara hak beribadah dan hak memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Dan Kami menjadikan dari air segala sesuatu yang hidup.”
(QS. Al-Anbiya: 30).

Ayat ini mengingatkan bahwa air bukan sekadar sumber daya alam, melainkan bagian dari nikmat Allah yang menopang seluruh kehidupan.

Masjid Sejak Awal Memang Hadir untuk Melayani Umat

Ketika Rasulullah SAW membangun Masjid Nabawi di Madinah, fungsinya tidak terbatas sebagai tempat salat.

Masjid menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, bahkan tempat menerima tamu dan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Apa yang dilakukan Masjid Jami Al Ihsan hari ini seakan menghidupkan kembali semangat tersebut. Di tengah keterbatasan, masjid hadir sebagai tempat yang paling mudah dijangkau masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah yang paling utama adalah memberikan air.”
(HR. Abu Dawud, dinilai hasan oleh sejumlah ulama).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa membantu orang memperoleh air termasuk amal yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Masjid Penyelamat Air

Warga Desa Kertanegla, Kabupaten Tasikmalaya antre mengambil air bersih di Masjid Jami Al Ihsan, Minggu (28/6/2026).

Krisis Air Mengajarkan Kepedulian Sosial

Pemerintah Desa Kertanegla mencatat sekitar 600 hingga 700 kepala keluarga terdampak kekeringan. Hampir setiap musim kemarau, dua dusun di wilayah tersebut mengalami persoalan yang sama.

Pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan berharap distribusi air bersih maupun pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan.

Namun, selama solusi permanen belum tersedia, solidaritas masyarakat menjadi penyangga utama.

Warga rela mengantre. Pengurus masjid mengatur pembagian air. Setiap keluarga hanya mengambil dua hingga tiga jerigen agar seluruh warga tetap memperoleh bagian.

Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan masyarakat ketika menghadapi ujian.

Allah SWT berfirman:

“Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 2).

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bukan hanya nilai kemanusiaan, tetapi juga perintah agama.

Air Boleh Terbatas, Kepedulian Jangan Sampai Kering

Krisis air memang menguji kesabaran. Akan tetapi, ujian itu juga memperlihatkan bahwa kepedulian masih mengalir di tengah masyarakat.

Masjid Jami Al Ihsan tidak hanya menyediakan air. Masjid juga menghadirkan rasa aman bagi warga yang setiap hari memikirkan kebutuhan paling mendasar keluarganya.

Peristiwa di Kecamatan Bojonggambir mengajarkan bahwa kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari ramainya saf salat, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitarnya.

Ketika sebuah masjid mampu menjadi tempat ibadah sekaligus tempat berteduh bagi kebutuhan sosial, di situlah nilai rahmatan lil ‘alamin benar-benar tampak dalam kehidupan sehari-hari.

Masjid yang makmur bukan hanya dipenuhi jamaah ketika azan berkumandang, tetapi juga menjadi tempat pertama yang membuka pintu saat tetangganya kehausan. Di situlah ibadah dan kemanusiaan bertemu dalam satu mata air keberkahan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paket C DPR

    Paket C DPR Jadi Sorotan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pendidikan kesetaraan kembali mencuri perhatian publik setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkap fakta penting di hadapan DPR RI. Ia menyebut sejumlah anggota DPR merupakan lulusan Paket C, sebuah jalur pendidikan nonformal yang setara dengan SMA. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks […]

  • UMKM Ciamis

    Data UMKM Ciamis Bongkar Fakta: Peluang Besar Ada di Sektor Ini

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang mulai usaha di Ciamis. Namun, tidak semua tahu arah pasar yang sebenarnya. UMKM Ciamis, data usaha kecil, hingga statistik ekonomi lokal justru menunjukkan pola yang sama: sebagian besar pelaku usaha memilih sektor yang itu-itu saja. Di sinilah menariknya. UMKM Ciamis bukan sekadar angka, melainkan cerminan kebiasaan ekonomi masyarakat. Dari […]

  • Turis Tidur di Bandara

    Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Fenomena turis tidur di Bandara Changi saat F1 menuai kritik warga Singapura karena dianggap mencoreng reputasi bandara. albadarpost.com, LENSA – Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi di Singapura menjadi sorotan publik setelah banyak wisatawan kedapatan bermalam di area-terminal selama akhir pekan penyelenggaraan ajang balap Formula 1. Tindakan itu dilakukan untuk menghindari biaya hotel yang melambung […]

  • Dzulqarnain

    Siapa Dzulqarnain, Raja Adil dalam Al-Qur’an?

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama Dzulqarnain kembali ramai dibahas publik setelah banyak orang mencari kisah Yajuj dan Majuj dalam Al-Qur’an. Sosok Dzulqarnain memang selalu memancing rasa penasaran karena ia dikenal sebagai pemimpin besar yang berhasil membangun dinding raksasa untuk menghalangi kaum perusak menjelang akhir zaman. Dalam Al-Qur’an, ia digambarkan sebagai raja kuat, adil, dan beriman kepada […]

  • Pesta Patok Tasik

    Pesta Patok Tasik, Saat Domba Jadi Investasi Prestise

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpoat.com, BERITA DAERAH – Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (27/6/2026), berubah total. Bukan lagi menjadi lokasi upacara, melainkan arena paling bergengsi bagi para peternak domba dan kambing. Ratusan ternak tampil dengan penampilan terbaiknya dalam ajang Pesta Patok Tasik 2026, sebuah kontes yang kini bukan hanya soal gengsi, tetapi juga soal nilai ekonomi. Pesta Patok […]

  • Warga dan aparat menanam 1000 pohon di Embung Padaawas Garut dengan kondisi tanah basah untuk mencegah longsor dan banjir

    Tanah Basah Tak Menghentikan Warga Tanam 1000 Pohon di Garut

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penanaman pohon Garut kali ini terasa berbeda. Pagi itu, tanah di sekitar Embung Padaawas, Pasirwangi, masih lembap setelah hujan semalam. Tanah basah mulai memenuhi sepatu dan sandal beberapa peserta. Namun mereka tetap bertahan. Cangkul terus diayunkan, lubang digali, lalu bibit pohon ditanam satu per satu. Bukan seremoni. Ini kerja bersama. Sekitar […]

expand_less