Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Dari Advokat hingga Wartawan, FERADI WPI Bangun Kolaborasi untuk Keadilan

Dari Advokat hingga Wartawan, FERADI WPI Bangun Kolaborasi untuk Keadilan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 101
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses bantuan hukum, Organisasi Advokat Forum Era Adil Warung Paralegal Indonesia Indonesia (FERADI WPI) memperkenalkan semangat kolaborasi lintas profesi yang melibatkan advokat, paralegal, wartawan, mediator, hingga pegiat sosial.

Gerakan tersebut diperkenalkan dalam Silaturahmi Nasional FERADI WPI di Semarang, Selasa (2/6/2026), yang menekankan pentingnya budaya hukum berbasis karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap bangsa.

Sejak kegiatan dimulai, suasana diskusi berlangsung cukup interaktif. Sejumlah peserta terlihat mencatat poin-poin yang disampaikan narasumber. Beberapa lainnya sesekali mengangguk ketika pembahasan menyentuh pengalaman jatuh bangun dalam kehidupan profesi, termasuk saat menghadapi tekanan, kegagalan, maupun tantangan dalam mendampingi masyarakat.

Menanamkan Nilai Kehidupan di Balik Profesi Hukum

Ketua Umum FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., dalam pemaparannya menekankan bahwa profesi hukum tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga ketangguhan mental dan sikap hidup yang kuat.

Menurutnya, terdapat sejumlah nilai yang terus diajarkan kepada anggota organisasi, mulai dari pentingnya mengandalkan Tuhan dalam menjalani kehidupan, menjaga hubungan dengan orang tua, membangun kepedulian sosial, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Ia juga membagikan perjalanan hidup yang penuh tantangan. Pengalaman menghadapi masa-masa sulit, kehilangan aset usaha, hingga menghadapi tekanan mental menjadi bagian dari cerita yang menurutnya membentuk cara pandangnya saat ini.

“Keberhasilan tidak hanya ditentukan kemampuan pribadi. Integritas, sikap hati, dan kesediaan untuk terus bertumbuh juga memiliki peran yang sangat besar,” ujarnya.

Peserta Datang dari Latar Belakang yang Beragam

Menariknya, tidak semua peserta yang hadir memiliki latar belakang yang sama.

Sebagian berasal dari dunia advokasi dan bantuan hukum. Sebagian lainnya berasal dari komunitas sosial, kalangan media, serta individu yang baru mulai mengenal dunia pendampingan hukum.

Keragaman tersebut justru memperkaya jalannya diskusi.

Berbagai pengalaman lapangan muncul dalam sesi tanya jawab. Ada yang berbicara tentang kesulitan masyarakat mengakses bantuan hukum. Ada pula yang menyoroti pentingnya edukasi hukum sejak dini agar masyarakat tidak selalu berada dalam posisi lemah ketika menghadapi persoalan hukum.

Bantuan Hukum Tidak Hanya Bicara Persidangan

FERADI WPI menilai tantangan hukum saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu profesi saja.

Karena itu, organisasi tersebut berupaya membangun jejaring yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat agar proses pendampingan hukum menjadi lebih efektif dan mudah dijangkau.

Bagi sebagian masyarakat, bantuan hukum sering kali baru dicari ketika masalah sudah terjadi.

Padahal, literasi hukum yang baik seharusnya dimulai jauh sebelum sengketa muncul.

Pemahaman mengenai hak, kewajiban, prosedur hukum, hingga mekanisme penyelesaian sengketa dapat membantu masyarakat menghindari persoalan yang lebih besar di kemudian hari.

Perspektif inilah yang menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut.

Diskusi Berlanjut Setelah Acara Selesai

Suasana kebersamaan tidak berhenti ketika sesi pemaparan berakhir.

Seusai acara, sejumlah peserta tampak berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil. Topik yang mereka bahas beragam, mulai dari pengalaman mendampingi masyarakat, tantangan penyelesaian konflik di tingkat lokal, hingga pentingnya kolaborasi antarprofesi.

Beberapa peserta bahkan terlihat bertukar nomor kontak untuk membuka peluang kerja sama di masa mendatang.

Hal itu menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga sarana membangun jejaring dan kolaborasi profesional.

Membangun Semangat Pengabdian

Masih menurut Donny, profesi hukum tidak semata-mata berbicara tentang memenangkan perkara di ruang sidang.

Lebih dari itu, profesi hukum merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Donny mendorong anggotanya meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, kolaborasi lintas profesi penting untuk memperluas akses keadilan dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Bantuan hukum yang kuat tidak lahir dari gelar atau jabatan semata. Ia tumbuh dari keberanian untuk hadir di tengah persoalan masyarakat, kesediaan untuk mendengar, dan kemauan untuk berjalan bersama mereka yang sedang mencari keadilan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Bhayangkara 80

    HUT Bhayangkara 80, Polres Tasikmalaya Tancap Gas

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HUT Bhayangkara 80 menjadi momentum penting bagi Polres Tasikmalaya untuk mempercepat transformasi pelayanan publik. Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, peringatan Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menegaskan komitmen kepolisian dalam menghadirkan layanan yang semakin cepat, mudah, dan dekat dengan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Kapolres […]

  • ibu Bayi

    “Ibu Bayi” dan Lingkar Sunyi di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Polisi mengungkap ibu bayi sebagai pelaku penemuan di Tasikmalaya. Tekanan sosial jadi motif. Proses hukum masih berjalan. albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis bayi di Kampung Panyiraman bukan hanya suara dari tubuh mungil yang baru lahir. Ia adalah tanda adanya kegentingan diam-diam yang membelit perempuan desa: beban moral, tekanan sosial, dan hukum keluarga yang tidak hadir ketika […]

  • cuaca ekstrem Sumatera Utara

    Cuaca Ekstrem Sumatera Utara Picu Banjir dan Longsor di Empat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Cuaca ekstrem Sumatera Utara memicu banjir dan longsor di empat kabupaten, ribuan warga terdampak. albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca ekstrem Sumatera Utara pada 24–25 November memicu banjir dan tanah longsor di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Dampaknya bukan hanya korban jiwa, tetapi juga gangguan ekonomi, mobilitas warga, hingga kebutuhan logistik harian. Cuaca ekstrem […]

  • Petugas Damkar berangkat tugas darurat malam hari meninggalkan keluarga demi menyelamatkan masyarakat.

    Tokoh Perempuan Soroti Kesejahteraan Damkar, “Mereka Sering Tinggalkan Keluarga”

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Isu kesejahteraan Damkar kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat mulai menyoroti sisi lain kehidupan petugas pemadam kebakaran. Bukan hanya soal keberanian memadamkan api, tetapi juga pengorbanan pribadi yang sering tidak terlihat masyarakat. Salah satu suara datang dari aktivis dan tokoh perempuan Tasikmalaya, Ipa Zumrotul Falihah yang menyoroti keras […]

  • PPPK Kota Tasikmalaya

    Wali Kota Tasikmalaya Mengangkat 1.855 PPPK dan Menata Arah Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pengangkatan PPPK Kota Tasikmalaya menegaskan komitmen pelayanan publik, tetapi kesejahteraan masih jadi pekerjaan dasar. Pengangkatan PPPK Kota Tasikmalaya dan Makna Publiknya albadarpost.com, EDITORIAL – Sebanyak 1.855 tenaga non-ASN Kota Tasikmalaya resmi diangkat menjadi PPPK pada 24 November 2025. Peristiwa ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik balik dari penantian panjang ribuan pegawai honorer yang […]

  • CDPOB Jawa Barat

    DPRD Jabar Jaga Skor CDPOB Jawa Barat untuk Pemekaran Bertahap

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    DPRD Jabar terus mengevaluasi CDPOB Jawa Barat sambil menunggu pencabutan moratorium pemekaran daerah. Penilaian CDPOB Jawa Barat Tetap Berjalan albadarpost.com, LENSA – DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan proses evaluasi terhadap CDPOB (Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru) Jawa Barat tetap dilakukan rutin. Penilaian ini penting untuk menjaga seluruh indikator teknis sepuluh calon daerah tetap sesuai ketentuan, […]

expand_less