Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Gawai di Sekolah Kini Dibatasi, Bukan Dilarang

Gawai di Sekolah Kini Dibatasi, Bukan Dilarang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORAPembatasan gawai sekolah mulai diterapkan sebagai langkah membangun lingkungan belajar yang lebih kondusif. Kebijakan ini merupakan bentuk pengaturan penggunaan telepon seluler di sekolah, bukan larangan total terhadap perangkat digital. Melalui aturan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih bijak sehingga konsentrasi belajar meningkat, interaksi sosial antarmurid semakin kuat, dan ekosistem pendidikan menjadi lebih sehat.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, sekolah tetap dapat memberikan pengecualian apabila perangkat diperlukan untuk kegiatan pembelajaran, kondisi darurat, kebutuhan kesehatan, maupun kepentingan khusus yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tujuan Pembatasan Gawai Bukan Melarang Teknologi

Perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan perangkat komunikasi yang tidak terkontrol selama jam pelajaran berpotensi mengurangi konsentrasi belajar sekaligus mengganggu interaksi sosial antarsiswa.

Karena itu, pemerintah memilih pendekatan pengaturan, bukan pelarangan. Langkah tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kualitas proses pendidikan.

Selain meningkatkan fokus belajar, kebijakan ini juga mendukung pembentukan karakter, memperkuat budaya belajar yang aman dan nyaman, serta mendorong tumbuhnya kebiasaan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, sekolah tetap menjadi ruang belajar yang produktif tanpa mengabaikan perkembangan era digital.

Gawai Tetap Bisa Digunakan dalam Kondisi Tertentu

Meskipun penggunaan gawai dibatasi, siswa tetap diperbolehkan menggunakan perangkat digital apabila memang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar.

Misalnya, guru dapat mengizinkan penggunaan telepon seluler ketika proses pembelajaran membutuhkan akses terhadap aplikasi edukasi, sumber referensi digital, atau media pembelajaran tertentu.

Selain itu, sekolah juga dapat memberikan izin penggunaan gawai pada situasi darurat, kondisi kesehatan, ataupun kebutuhan khusus yang telah diatur melalui mekanisme internal sekolah.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan selama digunakan secara tepat dan berada di bawah pengawasan pendidik.

Sekolah Menyusun Mekanisme Penggunaan Gawai

Agar pelaksanaannya berjalan efektif, setiap sekolah diberi ruang menyusun mekanisme sesuai kondisi masing-masing.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan meliputi:

  • mengatur waktu penggunaan telepon seluler, smartwatch, maupun perangkat komunikasi digital lainnya;
  • menyediakan tempat penyimpanan gawai yang aman selama kegiatan belajar berlangsung;
  • menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai pengumpulan, penyimpanan, penggunaan terbatas, pengecualian, hingga pengembalian perangkat kepada siswa.

Sementara itu, ketentuan tersebut tidak berlaku bagi perangkat digital yang memang disediakan sekolah sebagai sarana pembelajaran.

Fleksibilitas ini diharapkan mampu menjaga efektivitas kebijakan sekaligus memberikan kepastian bagi guru, siswa, dan orang tua.

Literasi Digital Menjadi Bagian Penting

Pembatasan penggunaan gawai tidak hanya berorientasi pada disiplin sekolah. Lebih jauh lagi, kebijakan ini menjadi momentum memperkuat literasi digital di kalangan peserta didik.

Melalui pendampingan yang konsisten, siswa diharapkan mampu memahami etika bermedia digital, mengenali risiko penyalahgunaan internet, menghindari paparan konten negatif, serta membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara sehat.

Di sisi lain, kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting agar penerapan aturan berlangsung efektif dan berkelanjutan.

Karena itu, keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan anak.

Langkah Menciptakan Lingkungan Belajar yang Lebih Seimbang

Kemajuan teknologi memang tidak dapat dihindari. Namun, kemampuan mengelola penggunaannya justru menjadi keterampilan yang harus dimiliki setiap generasi muda.

Melalui pembatasan gawai sekolah, pemerintah berupaya menghadirkan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kualitas pembelajaran. Dengan pengawasan yang jelas, aturan yang fleksibel, serta dukungan berbagai pihak, siswa tetap memperoleh manfaat teknologi tanpa kehilangan fokus belajar maupun kesempatan membangun interaksi sosial secara langsung.

Pada akhirnya, kebijakan ini bukan sekadar mengatur penggunaan telepon seluler, melainkan membentuk budaya digital yang sehat, bertanggung jawab, dan selaras dengan tujuan pendidikan nasional.

Teknologi akan selalu berkembang. Tantangannya bukan menjauh dari gawai, melainkan mampu menggunakannya pada waktu, tempat, dan tujuan yang tepat. Sekolah membentuk masa depan, sementara kebijaksanaan menggunakan teknologi menentukan kualitas generasi berikutnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kiai mengajar santri di pesantren dalam pendidikan pesantren tradisional

    Kiai Menjadi Jantung Pesantren: Peran Besarnya Membentuk Akhlak Santri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi masih sangat muda ketika para santri mulai memenuhi serambi masjid pesantren. Kitab-kitab kuning terbuka di hadapan mereka. Di depan para santri, seorang kiai pesantren duduk tenang sambil menjelaskan makna ayat demi ayat. Inilah gambaran sederhana dari peran kiai pesantren dalam kehidupan pendidikan Islam. Dalam tradisi pendidikan pesantren, kiai bukan sekadar […]

  • Skrining TBC

    Skrining TBC Digelar di Karawang untuk Percepat Deteksi dan Pengobatan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Skrining TBC di Karawang menyasar 5.000 warga untuk percepatan deteksi dan pengobatan berbasis layanan publik. albadarpost.com, LENSA – Deteksi dini Skrining TBC di Kabupaten Karawang dimulai dengan pemeriksaan rontgen terhadap ratusan warga di Kecamatan Tirtajaya. Langkah ini menjadi pintu masuk untuk memetakan penyebaran tuberkulosis di wilayah yang selama ini belum memiliki data rinci, padahal risiko […]

  • inovasi ASN Tasikmalaya

    3 Inovasi ASN Tasikmalaya yang Bikin BKN Terkesan, Bisa Ditiru Nasional!

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 260
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pujian terhadap inovasi ASN Kabupaten Tasikmalaya kembali menguat. Dalam kunjungan kerja terbaru, inovasi pelayanan publik Tasikmalaya dan terobosan ASN daerah ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh. Ia menilai sejumlah program yang dijalankan pemerintah daerah layak direplikasi secara nasional karena terbukti berdampak nyata bagi masyarakat. Momentum […]

  • Konflik Rumah Tangga

    Konflik Rumah Tangga Tak Selalu Buruk, Ini Penjelasan Kemenag

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Tidak sedikit pasangan menganggap rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang tidak pernah bertengkar. Padahal, konflik rumah tangga, konflik dalam pernikahan, dan perbedaan pendapat merupakan bagian yang hampir selalu hadir dalam kehidupan suami istri. Yang membedakan setiap pasangan bukan ada atau tidaknya konflik, melainkan cara mereka mengelolanya. Pandangan tersebut sejalan dengan […]

  • santri mengikuti ngaji pasaran kitab kuning di pesantren saat Ramadan

    Jarang Diketahui, Ini Tradisi Ngaji Pasaran di Pesantren Saat Ramadan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Bulan Ramadan selalu membawa suasana berbeda di pesantren. Salah satu tradisi yang paling khas adalah ngaji pasaran. Tradisi ngaji pasaran di pesantren ini menghadirkan pengajian kitab kuning secara intensif selama bulan Ramadan. Para santri, alumni, bahkan masyarakat umum berkumpul untuk mengikuti ngaji pasaran yang dipimpin langsung oleh para kiai. Tradisi ini sudah […]

  • Ilustrasi kecerdasan buatan AI membantu proses belajar di kelas bersama guru dan siswa

    10 Tahun Lagi Guru Hilang? AI Mulai Mengubah Cara Mengajar

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perkembangan teknologi kini memicu pertanyaan besar: apakah AI bisa menggantikan guru? Diskusi tentang AI menggantikan guru, dampak AI dalam pendidikan, hingga masa depan profesi guru di era teknologi semakin sering muncul. Banyak sekolah mulai menggunakan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, dari tutor digital hingga analisis performa siswa secara otomatis. Karena itu, […]

expand_less