5 Fakta Prancis vs Inggris Jelang Perebutan Tempat Ketiga
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Prancis vs Inggris pada perebutan Juara Ketiga.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA – Final memang menjadi puncak Piala Dunia 2026. Namun, laga Prancis vs Inggris dalam perebutan tempat ketiga pada Minggu pagi, 19 Juli 2026 tetap menyita perhatian karena mempertemukan dua kekuatan besar Eropa yang sama-sama gagal selangkah menuju partai puncak. Selain menjadi perebutan medali perunggu, pertandingan ini juga menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim menutup turnamen dengan hasil positif sekaligus memperbaiki catatan sejarah mereka.
Berikut lima fakta menarik yang patut disimak sebelum peluit kick-off dibunyikan.
1. Sama-sama Datang dengan Luka Semifinal
Prancis melangkah ke laga ini setelah kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal. Sementara itu, Inggris gagal mempertahankan keunggulan dan menyerah 1-2 dari Argentina. Kekalahan tersebut membuat kedua tim harus mengalihkan fokus untuk memperebutkan posisi ketiga dunia.
Meski bukan pertandingan yang diinginkan, pelatih Didier Deschamps maupun Thomas Tuchel sama-sama menegaskan timnya tetap mengincar kemenangan sebagai penutup turnamen.
2. Mbappe Masih Memburu Sepatu Emas
Laga ini juga memiliki arti penting bagi Kylian Mbappe.
Penyerang Prancis itu telah mengoleksi delapan gol dan masih berpeluang menyalip Lionel Messi dalam persaingan adidas Golden Boot. Di kubu Inggris, Harry Kane dan Jude Bellingham yang sama-sama mengemas enam gol juga masih menjaga peluang, meski membutuhkan tambahan gol di pertandingan ini.
Artinya, duel ini bukan hanya soal medali perunggu, tetapi juga perebutan penghargaan individu paling bergengsi bagi seorang penyerang.
3. Rekor Pertemuan Selalu Sarat Gengsi
Prancis dan Inggris memiliki sejarah panjang dalam sepak bola internasional.
Di Piala Dunia, kedua negara sudah beberapa kali bertemu dengan hasil yang relatif berimbang. Inggris pernah menang pada edisi 1966 dan 1982, sedangkan Prancis membalas dengan kemenangan penting pada perempat final Piala Dunia 2022. Rekam jejak tersebut membuat pertemuan kali ini diprediksi kembali berlangsung ketat.
Dengan kualitas pemain yang sama-sama merata, pertandingan diperkirakan akan ditentukan oleh efektivitas memanfaatkan peluang.
4. Laga Perebutan Tempat Ketiga Tetap Bernilai Besar
Sebagian orang menganggap perebutan tempat ketiga sekadar laga hiburan. Faktanya, pertandingan ini tetap masuk dalam catatan resmi FIFA dan menentukan posisi akhir setiap tim di turnamen. Selain itu, hasil laga juga memengaruhi distribusi hadiah, prestise tim nasional, serta catatan sejarah di Piala Dunia.
Bagi Inggris, kemenangan akan menjadi pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia dalam enam dekade terakhir. Sementara bagi Prancis, laga ini menjadi kesempatan memberikan perpisahan manis kepada Didier Deschamps yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih usai turnamen.
5. Adu Strategi Dua Pelatih Top
Selain duel antarpemain, pertandingan ini juga mempertemukan dua pelatih dengan pendekatan berbeda.
Didier Deschamps dikenal mengutamakan organisasi permainan dan efisiensi, sedangkan Thomas Tuchel mengandalkan fleksibilitas taktik. Keduanya diperkirakan melakukan beberapa perubahan susunan pemain untuk menjaga kebugaran skuad, tetapi tetap menurunkan komposisi yang kompetitif demi menutup turnamen dengan kemenangan.
Keputusan rotasi, pergantian pemain, dan efektivitas penyelesaian akhir berpotensi menjadi faktor pembeda dalam pertandingan nanti.
Prediksi Singkat
Jika melihat performa sepanjang turnamen, Prancis sedikit lebih produktif di lini depan berkat ketajaman Mbappe. Namun, Inggris tetap memiliki kualitas untuk memberi perlawanan melalui Kane, Bellingham, dan organisasi permainan yang disiplin. Dengan materi pemain yang seimbang, pertandingan diperkirakan berlangsung terbuka dan ditentukan oleh detail kecil di kedua kotak penalti.
Trofi memang hanya satu, tetapi sejarah selalu mencatat siapa yang mampu bangkit setelah jatuh. Bagi Prancis dan Inggris, laga ini bukan sekadar perebutan perunggu, melainkan kesempatan terakhir menutup Piala Dunia dengan kepala tegak. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar