Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Menuju Platform Streaming, Pelajar Tasikmalaya Belajar Industri Musik Digital

Menuju Platform Streaming, Pelajar Tasikmalaya Belajar Industri Musik Digital

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musik Digital Tasikmalaya mulai menunjukkan geliat baru. Ratusan pelajar SMA, SMK, dan sederajat memadati Gedung Creative Center (GCC) Dadaha Kota Tasikmalaya dalam Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang digelar Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan hasil kolaborasi Rumusarindo, Polresta Tasikmalaya, dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya tersebut tidak hanya berbicara tentang musik. Para peserta diajak memahami bagaimana karya kreatif dapat berkembang menjadi peluang ekonomi di era digital.

Di tengah maraknya platform streaming, media sosial, dan industri kreator konten, banyak anak muda kini bermimpi menghasilkan karya yang dikenal luas. Namun tidak semua memahami bagaimana proses membangun karya yang bernilai sekaligus memiliki perlindungan hukum.

Karena itulah seminar ini menarik perhatian ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tasikmalaya.

Dari Hobi Bermusik Menuju Peluang Ekonomi

Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, membuka langsung kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Diky menegaskan bahwa ekonomi kreatif digital menjadi salah satu sektor yang memiliki peluang besar bagi generasi muda.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki banyak pelajar berbakat di bidang musik. Namun bakat saja belum cukup. Anak muda juga perlu memahami bisnis, teknologi, dan strategi distribusi agar karya mereka memiliki nilai ekonomi.

“Melalui seminar ini kami ingin pelajar tidak hanya bisa berkarya, tetapi juga memahami cara memonetisasi karya secara legal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Beberapa pelajar terlihat sibuk mencatat materi yang disampaikan narasumber. Di beberapa baris kursi belakang, sejumlah peserta sesekali merekam materi menggunakan ponsel mereka agar dapat dipelajari kembali setelah acara selesai.

Belajar Hak Cipta di Tengah Era Serba Digital

Salah satu materi yang paling banyak menyita perhatian adalah soal hak cipta.

Di era media sosial, karya musik dapat menyebar dalam hitungan detik. Namun pada saat yang sama, risiko pembajakan dan penyalahgunaan karya juga semakin besar.

Kasat Intel Polresta Tasikmalaya AKP Widi Eko menjelaskan bahwa keterlibatan kepolisian bertujuan memberikan edukasi mengenai perlindungan hak cipta dan keamanan karya digital.

Para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai risiko mengunggah karya tanpa perlindungan yang memadai.

Karena itu, seminar tidak hanya berbicara tentang kreativitas. Seminar ini juga mengajarkan bagaimana menjaga hasil kerja keras agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menariknya, beberapa pelajar mengaku baru mengetahui bahwa karya musik yang diunggah ke platform digital ternyata memiliki aspek hukum yang perlu dipahami sejak awal.

Antusiasme Pelajar Terlihat Sejak Awal Acara

Sejak pagi, suasana GCC Dadaha terlihat lebih ramai dibanding hari biasa.

Kelompok pelajar datang secara berombongan dari berbagai sekolah. Sebagian membawa buku catatan. Sebagian lainnya langsung mengabadikan suasana seminar menggunakan ponsel mereka.

Ketika sesi praktik dimulai, suasana ruangan berubah lebih hidup. Suara notifikasi ponsel dan potongan-potongan beat musik sesekali terdengar dari berbagai sudut ruangan. Beberapa peserta tampak mencoba aplikasi produksi musik digital untuk pertama kalinya.

Ada peserta yang datang karena hobi bermain gitar. Ada pula yang ternyata sudah memiliki akun distribusi musik digital meski masih duduk di bangku sekolah.

Perbedaan pengalaman tersebut justru membuat suasana diskusi menjadi lebih menarik.

Dari Studio Kamar ke Industri Kreatif

Banyak musisi dan kreator digital saat ini memulai perjalanan mereka dari tempat yang sangat sederhana.

Tidak sedikit karya populer lahir dari kamar tidur, laptop pribadi, bahkan perangkat rekaman sederhana.

Fakta tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta seminar.

Mereka melihat bahwa peluang berkarya tidak lagi bergantung pada studio besar atau modal mahal. Sebaliknya, kreativitas, konsistensi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi justru menjadi modal utama.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya komunitas musik digital pelajar yang lebih terstruktur dan produktif.

Bisakah Tasikmalaya Melahirkan Kreator Musik Nasional Berikutnya?

Di balik seminar ini, muncul pertanyaan yang menarik.

Jika pelajar sudah mulai belajar produksi musik, distribusi digital, hak cipta, hingga strategi promosi sejak sekolah, mungkinkah dari Tasikmalaya lahir musisi atau kreator digital nasional berikutnya?

Pertanyaan lain juga tidak kalah penting.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, apakah industri kreatif digital dapat menjadi salah satu alternatif lapangan kerja baru bagi generasi muda?

Jawabannya mungkin belum terlihat hari ini. Namun benihnya mulai ditanam melalui kegiatan seperti ini.

Tidak semua peserta seminar ini akan menjadi musisi profesional.

Tidak semua pula akan memiliki lagu yang masuk tangga lagu nasional.

Namun satu hal yang mulai tumbuh hari itu adalah kesadaran bahwa kreativitas bukan lagi sekadar hobi.

Di era digital, kreativitas juga bisa menjadi jalan hidup dan sumber penghidupan.

Dan mungkin, di antara ratusan pelajar yang memenuhi GCC Dadaha hari itu, ada satu nama yang kelak membawa karya dari Tasikmalaya ke panggung yang lebih besar. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fun Walk Tasikmalaya

    Bhayangkara Fun Walk Pecah, 10 Ribu Peserta Hadir

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bhayangkara Galunggung Fun Walk 2026 berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (13/6/2026). Sekitar 10 ribu peserta Fun Walk Tasikmalaya memadati kawasan Mapolresta Tasikmalaya sejak pagi hari. Jalan Letnan Harun yang biasanya dipenuhi lalu lintas kendaraan berubah menjadi lautan kaos peserta dengan warna-warni yang bergerak serentak mengikuti rute jalan santai. Bahkan sebelum matahari […]

  • Evakuasi Cincin

    Evakuasi Cincin, Damkar Ciamis Butuh 20 Menit

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebuah cincin stainless yang awalnya hanya menjadi aksesori sehari-hari nyaris berubah menjadi masalah serius bagi seorang pemuda asal Kabupaten Ciamis. Jari manis tangan kanannya membengkak setelah cincin yang telah lama dipakai tidak lagi bisa dilepas. Beruntung, petugas UPTD Damkar Ciamis bergerak cepat melakukan evakuasi cincin sehingga kondisi korban dapat segera ditangani […]

  • Kebakaran Rumah Tasikmalaya

    Rumah di Lengkong Tasikmalaya Terbakar, Warga Panik

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah Tasikmalaya kembali terjadi. Kali ini, kobaran api muncul dari sebuah rumah di Jalan Padasuka, Kelurahan Lengkong, Kecamatan Tawang, Senin (22/6/2026) pagi. Insiden yang diduga dipicu korsleting listrik itu sempat membuat warga sekitar panik karena lokasi berada di kawasan permukiman yang cukup padat. Asap tebal terlihat membumbung dari bangunan milik Susi […]

  • Uya Kuya tak langgar etik

    MKD Putuskan Uya Kuya Tak Langgar Etik, Kembali Aktif di DPR

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    MKD DPR RI menyatakan Uya Kuya tak langgar etik dan kembali aktif sebagai anggota DPR Fraksi PAN. Uya Kuya Resmi Dibebaskan dari Tuduhan Pelanggaran Etik DPR albadarpost.com, LENSA – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI secara resmi memutuskan Uya Kuya tak langgar etik dan mengembalikannya ke posisi semula sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat […]

  • Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Madya GBK

    Indonesia vs Saint Kitts: Ujian Mental Garuda di Semifinal FIFA Series 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Indonesia vs Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 menjadi sorotan utama. Duel ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga ujian mental bagi Timnas Indonesia setelah serangkaian hasil yang kurang konsisten. Laga yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB ini diprediksi […]

  • Ilustrasi konflik geopolitik Amerika Serikat dan Iran dengan simbol hadiah buronan US$10 juta

    Diburu Amerika! Informasi Pemimpin Iran Dihargai US$10 Juta

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Washington. Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga US$10 juta bagi siapa pun yang memiliki informasi tentang pemimpin Iran. Nilainya setara lebih dari Rp150 miliar. Langkah ini langsung memicu perhatian dunia. Banyak analis menilai keputusan tersebut sebagai sinyal bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah memasuki babak baru. Isu […]

expand_less