Panen Raya Ciamis Tembus 7,5 Ton per Hektare
- account_circle redaktur
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemda Ciamis dan Bank Indonesia Panen Padi Organik dan Resmikan Klaster Padi, Kamis Sore (16/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Panen Raya Ciamis kembali menunjukkan potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Ciamis. Produktivitas padi yang mencapai 7,5 ton per hektare menjadi sinyal positif bahwa pertanian berkelanjutan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga beras.
Momentum tersebut berlangsung dalam kegiatan Panen Raya dan Peresmian Kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kamis (16/7/2026). Acara itu mempertemukan Pemerintah Kabupaten Ciamis, Bank Indonesia, Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap penguatan sektor pangan.
Kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T. yang hadir mewakili Bupati Ciamis.
Produktivitas Padi Meningkat, Pertanian Organik Ikut Berkembang
Panen raya berlangsung di lahan seluas 54 hektare, termasuk 23 hektare sawah organik yang dikelola petani setempat.
Hasil panen rata-rata mencapai 7,5 ton gabah per hektare, menunjukkan bahwa penerapan budidaya sehat dan ramah lingkungan mampu berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas.
Sekda Ciamis mengapresiasi semangat petani yang terus berinovasi dalam mengembangkan sistem budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi daerah dalam menjaga pasokan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Tak hanya itu, capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa pertanian organik semakin memiliki prospek sebagai model pengembangan pertanian di masa depan.
Potensi Sawah Ciamis Jadi Kekuatan Ketahanan Pangan
Kabupaten Ciamis memiliki luas baku sawah sekitar 32.386 hektare dengan potensi produksi mencapai 402.917 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara sekitar 257.947 ton beras setiap tahun.
Angka tersebut menempatkan Ciamis sebagai salah satu daerah yang memiliki kontribusi penting terhadap pasokan pangan di Jawa Barat.
Melalui program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB), pemerintah daerah terus mendorong penggunaan pupuk organik, pengendalian hama terpadu, serta praktik budidaya yang menjaga kesuburan lahan.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dalam jangka panjang.
BI Resmikan Klaster Padi Pamarican
Dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis meresmikan Kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Azhar Livaldy Setyawigoena menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang harganya mudah berfluktuasi.
Menurutnya, tantangan perubahan iklim, kenaikan biaya produksi, alih fungsi lahan, serta regenerasi petani membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan.
Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong penguatan kelembagaan petani melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pemanfaatan teknologi pertanian, serta pengembangan ekosistem klaster pangan.
Sekretariat Klaster Padi Pamarican diharapkan menjadi pusat koordinasi untuk meningkatkan efisiensi pascapanen, memperkuat manajemen usaha tani, memperluas akses pemasaran, serta meningkatkan nilai tambah hasil panen petani.
Sekolah Lapang Tingkatkan Kemampuan Petani Hadapi Perubahan Iklim
Selain panen raya, kegiatan juga diisi dengan Sekolah Lapang yang diikuti sekitar 40 petani.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim, termasuk mitigasi dampak El Nino serta peningkatan kualitas hasil panen.
Klaster Padi Pamarican menjadi bagian dari implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) yang mengintegrasikan penguatan sektor hulu hingga hilir.
Melalui pendekatan tersebut, produktivitas, efisiensi rantai pasok, konektivitas antardaerah, dan stabilitas harga pangan diharapkan terus meningkat.
Dampaknya Bukan Hanya untuk Petani
Keberhasilan panen raya ini tidak hanya membawa manfaat bagi petani di Pamarican.
Produksi padi yang meningkat berpotensi menjaga ketersediaan beras, membantu mengendalikan harga pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, petani, dan berbagai pihak juga menunjukkan bahwa pembangunan sektor pertanian membutuhkan sinergi yang berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Dengan fondasi tersebut, Ciamis memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah yang berkontribusi dalam menjaga pasokan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi.
Sawah yang produktif bukan hanya menghasilkan padi. Dari hamparan hijau Pamarican, tumbuh harapan untuk menjaga harga tetap stabil, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan kesejahteraan petani terus mengakar di masa depan. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar