Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Lawan Bullying, Polresta Tasikmalaya Masuk ke Madrasah

Lawan Bullying, Polresta Tasikmalaya Masuk ke Madrasah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas kekerasan memasuki babak baru di Kota Tasikmalaya. Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tasikmalaya meluncurkan program Madrasah Ramah Anak, sebuah gerakan kolaboratif untuk membangun sekolah ramah anak, mencegah bullying, serta menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

Deklarasi tersebut berlangsung dalam Apel Deklarasi Madrasah Ramah Anak yang dipimpin langsung Kapolres Tasikmalaya, AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H., di Lapangan Apel Mapolres Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026).

Program ini menjadi salah satu inisiatif yang menarik perhatian dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke-80. Jika selama ini masyarakat mengenal polisi melalui tugas penegakan hukum, kali ini Polresta Tasikmalaya memilih hadir di lingkungan pendidikan untuk mencegah lahirnya persoalan sosial sejak dini.

Polisi Hadir untuk Melindungi Anak dari Bullying

Suasana apel berlangsung khidmat ketika seluruh peserta membacakan komitmen bersama untuk mendukung program Madrasah Ramah Anak. Komitmen tersebut kemudian ditandatangani oleh Kapolres Tasikmalaya, perwakilan kepala madrasah, para guru, serta Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya.

Bagi Polresta Tasikmalaya, deklarasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Sebaliknya, langkah tersebut menjadi titik awal pembentukan budaya pendidikan yang menghormati hak anak dan menolak segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun karakter generasi muda melalui pendekatan preventif di dunia pendidikan.

“Madrasah Ramah Anak adalah langkah konkret kami. Tujuannya menciptakan ruang belajar yang aman bagi anak. Hak anak harus dihargai. Budaya saling menghormati dan peduli perlu ditumbuhkan di setiap madrasah,” ujar AKBP Andi Purwanto.

Menurutnya, pencegahan bullying dan kekerasan di lingkungan pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari guru, orang tua, hingga peserta didik.

Madrasah Ramah Anak

Polresta Tasikmalaya Gaungkan Madrasah Ramah Anak di Momen HUT Bhayangkara ke-80 di Mapolresta Tasikmalaya, Jumat(26/6/2026).

Guru, Orang Tua, dan Siswa Diajak Bergerak Bersama

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengajak seluruh elemen pendidikan untuk membangun lingkungan belajar yang sehat dan aman. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak dapat berjalan apabila hanya dibebankan kepada sekolah atau aparat penegak hukum.

Karena itu, guru diharapkan semakin peka terhadap gejala perundungan. Selain itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan sekolah. Sementara itu, siswa didorong untuk berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

“Polresta Tasikmalaya siap mendampingi melalui fungsi Binmas dan Dikyasa. Kami berharap deklarasi ini menjadi gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari di madrasah,” katanya.

Pendekatan preventif tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadi kasus. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan psikologis dan sosial mereka.

PGM Kota Tasikmalaya: Ini Bukan Seremoni

Ketua PGM Kota Tasikmalaya, Asep Rizal, memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Polresta Tasikmalaya. Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan bahwa perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Anak-anak harus tumbuh tanpa rasa takut mengalami bullying. Kami mengapresiasi Polresta Tasikmalaya yang menjadi pelopor Madrasah Ramah Anak. Kami berharap langkah ini dapat diikuti oleh madrasah lain di Jawa Barat,” ujarnya.

Asep menilai program tersebut selaras dengan semangat Polri Presisi, yaitu menghadirkan pelayanan publik yang dekat dengan masyarakat. Dalam konteks pendidikan, kehadiran Polri melalui pendekatan preventif dapat menjadi investasi sosial jangka panjang.

Ia menambahkan, berbagai persoalan sosial yang muncul pada usia dewasa sering kali berakar dari pengalaman buruk pada masa anak-anak. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman menjadi kebutuhan mendesak.

Momentum HUT Bhayangkara untuk Masa Depan Anak Indonesia

Deklarasi Madrasah Ramah Anak menjadi salah satu bentuk konkret peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berorientasi pada masa depan generasi muda. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dengan upaya menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak.

Melalui program tersebut, Polresta Tasikmalaya berharap lahir generasi yang percaya diri, saling menghargai, memiliki empati, dan terbebas dari kekerasan maupun diskriminasi.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari seberapa kuat aparat penegak hukumnya, melainkan juga dari seberapa aman anak-anaknya tumbuh dan belajar hari ini.

Ketika polisi, guru, dan orang tua berdiri di barisan yang sama, sesungguhnya mereka sedang menjaga masa depan Indonesia. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amal Kecil

    Rahasia Amal yang Paling Dicintai Allah

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Selepas azan Subuh berkumandang, saf masjid perlahan terisi. Tidak penuh. Tidak seramai salat Jumat. Seorang lelaki tua datang dengan langkah pelan, mengambil tempat di barisan depan, lalu salat seperti biasa. Seusai berzikir, ia membuka mushaf dan membaca beberapa ayat Al-Qur’an. Setelah itu, ia pulang, menyapa tetangga, lalu berangkat bekerja. Tidak ada kamera […]

  • Ilustrasi kantor pemerintahan dengan berkas anggaran dan simbol transparansi swakelola Kesbangpol Tasikmalaya.

    Diamnya Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Makin Membuat Penasaran

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL. Redaksi albadarpost.com telah menyampaikan permohonan wawancara tertulis kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya terkait pelaksanaan kegiatan swakelola Tahun Anggaran 2024–2025. Surat tersebut memuat sejumlah pertanyaan mendasar mengenai perencanaan kegiatan, realisasi anggaran, mekanisme pengendalian internal, hingga aspek transparansi dokumen. Tenggat waktu telah kami sampaikan secara resmi dan wajar. Namun hingga […]

  • Santri pesantren sedang mengkaji Kitab Safinatun Najah tentang hukum batal wudhu dan larangan menyentuh mushaf Al-Qur’an.

    Batal Wudhu Tapi Masih Pegang Al-Qur’an? Ini Penjelasan Safinah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Safinatun Najah menjelaskan bahwa hadas kecil atau batal wudhu tidak hanya berkaitan dengan salat. Dalam fikih mazhab Syafi’i, ada beberapa aktivitas yang langsung menjadi terlarang ketika seseorang kehilangan wudhunya. Sebagian masyarakat memang hanya memahami bahwa batal wudhu membuat salat tidak sah. Padahal, kitab-kitab fikih klasik juga membahas hukum menyentuh mushaf, membawa Al-Qur’an, […]

  • Uya Kuya dikhianati

    Uya Kuya Kecewa Merasa Dikhianati Teman Sendiri di Tengah Badai Hujatan Netizen

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Uya Kuya kecewa karena merasa dikhianati teman sendiri saat dihujat netizen dan rumahnya dijarah. Uya Kuya Ungkap Kekecewaan Usai Dikhianati Teman Sendiri albadarpost.com, HUMANIORA – Artis sekaligus anggota DPR Uya Kuya mengaku kecewa dan terluka secara emosional setelah merasa dikhianati oleh orang-orang yang selama ini ia anggap sebagai teman dekat. Kekecewaan itu muncul di tengah […]

  • Anggaran BKPSDM Pangandaran

    Anggaran BKPSDM Pangandaran Rp5,36 Miliar, Ini Realisasinya

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Anggaran BKPSDM Pangandaran tahun 2026 tercatat mencapai Rp5.369.263.945,60. Berdasarkan informasi realisasi keuangan yang dipublikasikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangandaran, hingga Juni 2026 baru Rp2.127.979.042 yang terealisasi, sedangkan Rp3.241.284.903,60 masih tercatat sebagai sisa anggaran. Jika dihitung terhadap total pagu, realisasi anggaran BKPSDM Pangandaran tersebut berada di kisaran […]

  • wawasan kebangsaan

    Pemkab Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pemkab Ciamis memperkuat wawasan kebangsaan ASN sebagai upaya menjaga persatuan dan mencegah ancaman sosial. albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya wawasan kebangsaan di tubuh aparatur sipil negara. Kebijakan ini tak hanya bertumpu pada seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai perekat sosial di tengah ancaman narkoba dan meningkatnya intoleransi. Penguatan Nilai […]

expand_less